Tag Berita-SMP-St-Klaus

PUISI SEBAGAI BAHASA KEMANUSIAAN: INSPIRASI DARI “GURU AINI” UNTUK MEMBANGUN BUDAYA CINTA DAMAI DI SMP ST. KLAUS KUWU

Dalam diskusi lepas saya bersama rekan – rekan guru tanpa kami sadari fokus penilaian kami seringkali tertuju pada pencapaian akademik, nilai ujian, nilai TKA yang masih trend saat ini dan prestasi siwa dalam bidang tertentu. Jarang terdengar membahas sifat atau karakter baik yg tampak dalam pribadi siswa. Kadang-kadang ‘system’ memaksa para guru untuk fokus pada penilaian akademik. Sehingga tak jarang sering muncul pertanyaan seperti ini, “Berapa skornya?, Rata-rata Berapa?, Siapa skor tertingg

PUISI SEBAGAI JEMBATAN PERDAMAIAN DAN INKLUSI: DALAM TUBUH OPINI DAN CERPEN

Dalam hiruk-piruk dunia moderen. suara-suara mayoritas seringkali mendominasi panggung utama. Meninggalkan kelompok minoritas dalam bayang-bayang. Namun puisi hadir bukan sekedar sebagai deretan kata berima melainkan sebagai jembatan perdamian yang menghubungkan Perbedan dan merangkul keberagaman yang sering terabaikan.

PUISI SEBAGAI JEMBATAN PERDAMAIAN DAN INKLUSI

Di atas lembar putih yang sunyi, Aku merangkai kata demi kata, Bukan sekadar rima atau diksi yang rapi, Namun degup jantung yang tumpah menjadi doa. Dengan puisi, aku mengetuk pintu-Mu. Saat lidahku kelu oleh tumpukan dosa, Dan kalimat formal terasa begitu jauh, Larik-larik ini menjadi napas yang tersisa, Mengadu tentang jiwa yang seringkali rapuh. Tak ada jarak antara pena dan harapku , Sebab setiap titik adalah air mata yang jatuh, Dan setiap koma adalah rinti

Guru Mengenal Pribadi Kita Penulis: Isabela Shine Puspita Patu, Amzal Kemong

Pagi itu, udara terasa dingin, namun hati Rataela terasa lebih dingin lagi. Ia melangkah keluar dari rumah dengan bahu tegang, suara ayahnya, yang dipenuhi amarah, masih terngiang di telinganya. "Kamu ini! Dasar anak tak berguna!" Itu adalah salam perpisahan yang ia dapatkan hampir setiap hari.

Valentine di Bawah Salib Gereja Tua Karya: Adela, Brif, Eca,

14 Februari 2026 jatuh pada hari Sabtu. Pagi itu kota kecil Ruteng diselimuti udara sejuk yang khas. Kabut tipis masih bergelayut di antara perbukitan, seakan enggan beranjak dari pelukan dini hari. Di halaman gereja tua yang berdiri kokoh sejak puluhan tahun silam, anak-anak muda Katolik sudah sibuk sejak pukul tujuh.

PUISI HARI GURU NASIONAL

Angin melanda jiwa yang merana, Hidup termenung tanpa arah tujuan, Dahulu aku hanya serpihan yang tiada makna, Kini benderang memancarkan harapan, Bak sang pelita dalam kegelapan.

"Pelita Dunia" By: Syaint. N IXB

Oh, guru tercinta, pelukis takdirku, Jejakmu menorehkan lukisan kehidupan, Engkau bimbing dengan ketabahan hatimu, Hingga tunas dewasa mekar perlahan, Menjadi insan berilmu dan berkebajikan.

SUARA ANAK NEGRI

Kutulis puisi ini Saat nurani terlanda kabut karena rentetan kisah sendu menggores zirah negeri ini atas terbantainya para sahaba

PUISI HARI PANCASILA

Terbang Suatu waktu, ragaku terbang sunguh nikmat ku dipandang sawa, gunung, sungai lembah membentang aku sungguh tak mampu membayang anadi aku bangun dan terbang melayang