UPAYA REVITALISASI BAHASA DAERAH SEBAGAI SALAH SATU PRIORITAS MERDEKA BELAJAR
  • Admin
  • 01 Mei 2023
  • 80 x
Eufrasia Nimur, S.Pd

UPAYA REVITALISASI BAHASA DAERAH SEBAGAI SALAH SATU PRIORITAS MERDEKA BELAJAR 




Zaman sekarang arus globalisasi telah menghantui pola pikir manusia, dengan perkembangan teknologi dapat mengakibatkan hilangnya identitas kebinekaan kebudayaan daerah, yakni Bahasa daerah. Bahasa daerah merupakan salah satu tahap awal bagi anak yang minim dalam menimbah ilmu pengetahuan, apabila penggunaan Bahasa daerah tidak diterapkan bagi anak-anak didik, maka akan sulit bagi orang yang susah memahami pengetahuan dengan menggunakan Bahasa Indonesia.  

Penggunaan Bahasa daerah merupakan cara efektif bagi perkembangan anak dalam memahami setiap pengetahuan. Dengan cara tersebut anak-anak dapat mempermudahkan setiap pengetahuan yang diberikan bapa dan ibu guru, juga mempermudahkan guru dalam kegiatan KBM berlangsung. Oleh karena itu, penggunaan Bahasa daerah dalam kelas bagi anak-anak dimulai perlahan-lahan agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir anak serta mempermudahkan anak untuk bisa mengolah kemampuannya. Demikian juga, guru mesti berlatih secara perlahan-lahan menggunakan metode belajar Bahasa indoneisa yang sederhana kepada anak-anak tanpa terbelit-belit. 

Nadiem Anwar Makarim (Mendikbutristek) berpendapat, pelajaran Bahasa daerah di sekolah merupakan salah satu upaya menghidupkan kembali bahasa daerah. Dengan mempelajari bahasa daerah di sekolah dapat membantu dan melestarikan kembali kebudayaan-kebudayaan daerah. Dan pembelajaran bahasa daerah tentu menuntut para guru agar lebih tampil secara profesional dengan melakukan keterampilan serta kreativitasnya bagaiamana cara dan metod-metode yang mudah dipahami oleh anak didiknya. (kompasiana.pembelajaran-bahasa-daerah-di-sekolah.com). Diera milenial saat ini minat anak muda dalam mempelajari bahasa daerah sangat sedikit. Oleh karena itu mata pelajaran bahasa daerah sangat penting sebagai upaya untuk pengenalan kebudayaan-kebudayaan bangsa agar tidak punah dan terlupakan. Pembelajaran bahasa daerah perlunya kerja sama antara orang tua dengan sekolah agar bisa mendorong seorang anak untuk tertarik dan berminat di pelajaran ini. Selain minat anak dalam pembelajaran ini, juga membantu anak dalam hal belajar dan mempermudahkan anak apabila pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, Biologi, Ilmu Pengetahuan Sosial, PPKN guru-guru menjelaskan materinya dengan menggunakan Bahasa daerah dan bukan untuk mengabaikan Bahasa Idonesia tetapi Bahasa daerah itu sebagai upaya bagi anak didik yang sulit untuk memahami pengetahuan, Bahasa daerah mempermudahkan mereka untuk menimbah pengetahuan. Selain itu, pembelajaran ini bisa menjadi sarana identitas diri dalam menyaring bahasa asing di era globalisasi sekarang ini. 

Upaya revitalisasi Bahasa daerah sebagai salah satu prioritas Merdeka Belajar

Menurut Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Imam Budi Utomo, ada dua faktor utama sehingga bahasa daerah jarang digunakan. Pertama, faktor eksternal, seperti urbanisasi, globalisasi, perkawinan campur, ataupun bencana yang mengakibatkan kematian penutur bahasa daerah. Kedua, faktor internal, seperti sikap bahasa. Sikap bahasa itu, misalnya, yang menganggap bahasa daerah tidak keren. Generasi muda mesti mengajarkan juga penggunaa Bahasa daerah yang keren.  

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengatakan, bahasa daerah adalah bagian dari identitas dan kekayaan bangsa serta kebinekaan. Kalau bahasa daerah punah, kita kehilangan identitas, kebinekaan, dan kearifan lokal. Kita mesti buktikan komitmen menyelamatkan bahasa daerah dari kepunahan dengan karya nyata berupa program Revitalisasi Bahasa Daerah. (Kompas, 29 April 2023). 



Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *