SMP Santu Klaus Kuwu Gelar Sidang Akademik, Wadah Siswa Mengasah Budaya Literasi dan Berpikir Kritis
  • Admin
  • 26 Oktober 2026
  • 156 x
Sidang Akademik


KUWU — Ruang Aula SMP Santu Klaus Kuwu mendadak riuh oleh dinamika pemikiran kritis para peserta didik pada Senin (26/10). Guru, tenaga pendidik, serta seluruh siswa kembali menyatukan langkah untuk mengusung kegiatan rutin Sidang Akademik. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk menjadi wadah pertukaran ide, gagasan, hingga kritik dan saran yang konstruktif demi membangun tradisi literasi di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan ini, SMP Santu Klaus Kuwu mengusung tema "Mengenal Resensi: Konsep, Esensi, dan Manfaat Resensi Buku". Pemilihan tema tersebut bukan sekadar rutinitas formalitas untuk mengisi kekosongan jadwal kegiatan sekolah semata. Lebih dari itu, momentum ini ditujukan sebagai ruang terbuka bagi para peserta didik untuk bereksplorasi, mendalami karya literatur secara mendalam, serta melatih ketajaman daya kritis mereka sejak dini.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMP Santu Klaus Kuwu, Ibu Margaretha Herda Anje, S.Pd., Gr. Sebelum memasuki sesi inti, beliau mengajak seluruh siswa yang hadir di ruangan untuk melakukan afirmasi positif bersama-sama. "Saya mau konsentrasi, saya mau belajar, saya harus mendengarkan," seru para peserta didik dengan penuh semangat mengikuti arahan dari Kepala Sekolah.

Dalam sambutannya, Ibu Erda memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tiga peserta didik yang mampu memanfaatkan kesempatan untuk  tampil sebagai pemateri. Beliau menegaskan bahwa keberanian untuk berdiri di depan publik dan menyampaikan gagasan hasil pemikiran sendiri merupakan langkah awal yang sangat berharga dalam membentuk karakter pemimpin masa depan yang berwawasan luas.

Sesi presentasi menjadi puncak acara yang paling ditunggu oleh seluruh audiens. Tiga karya fiksi populer menjadi bahan bedahan utama dengan sudut pandang kritis yang menarik. Novel Fix Aku Gagal Move On dibedah melalui resensi berjudul "Lebih dari Sekedar Kenangan". Selanjutnya, novel Cinta Terlarang Gadis Meksiko diulas tajam lewat judul resensi "Anatomi Jiwa yang Terbelenggu". Sementara itu, novel Agen Hantu dipaparkan secara mendalam melalui resensi berjudul "Novel Agen Hantu Menampar Ketenangan Tokoh Utama dalam Novel Agen Hantu Melalui Lensa Stoisisme".

Ketiga pemateri mampu memaparkan hasil resensi mereka dengan sangat memukau, lengkap dengan analisis struktur cerita, kelebihan, kekurangan, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya. Suasana akademis kian terasa kental saat para pemateri menghidupkan ruangan lewat wawasan serta pengetahuan aktual yang mereka peroleh dari hasil membaca.

Antusiasme peserta yang bertindak sebagai pendengar pun tidak kalah membara. Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat ketika para siswa mengajukan berbagai pertanyaan, tanggapan, serta saran yang membangun terhadap materi yang dipaparkan. Diskusi dua arah ini membuktikan bahwa budaya literasi, keberanian berpendapat, dan semangat belajar yang tinggi telah tumbuh subur di SMP Santu Klaus Kuwu.


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *