KUWU — Guru,
tenaga kependidikan, serta seluruh siswa-siswi SMP Santu Klaus Kuwu berkumpul
di Aula Sekolah untuk mengikuti kegiatan pembinaan bertema "Pendidikan
Karakter" pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Acara yang dimulai dari pukul
15.00 tersebut berjalan dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, namun
tetap menjaga esensi utama dari materi yang disampaikan.
Dalam sambutan singkatnya,
Kepala SMP Santu Klaus Kuwu, Ibu Margaretha Herda Anje, S.Pd., Gr.,
menegaskan bahwa pembentukan karakter memiliki porsi keberadaan yang sangat
vital di lingkungan sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus
pada pencapaian nilai akademis semata.
"Pendidikan karakter
menempati ruang tersendiri yang sangat penting dalam satuan pendidikan.
Kemampuan akademik memang perlu ditingkatkan, tetapi karakter yang baik adalah
cikal bakal bagi terciptanya kehidupan yang baik dan berintegritas di masa
depan," ujar Ibu Margaretha di hadapan peserta.
Sementara itu, pemateri
utama dalam kegiatan ini, Romo Urbanus Gara, S.Fil., M.Th. (yang akrab
disapa Romo Ans), menekankan pentingnya aplikasi nyata dari nilai-nilai
karakter dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyatakan bahwa pendidikan karakter
bukanlah sekadar teori di dalam kelas, melainkan sebuah tindakan yang harus
benar-benar diwujudkan dan diimplementasikan secara nyata.
Untuk memperdalam pemahaman
para siswa, Romo Ans menghubungkan urgensi pendidikan karakter dengan sejarah Konsili
Vatikan Kedua (1962–1965), khususnya dokumen Gravissimum Educationis
(Deklarasi tentang Pendidikan Kristen). Dokumen historis tersebut menegaskan
bahwa pendidikan sejati harus mampu mengarahkan manusia pada pembentukan
kepribadian yang utuh, seimbang, dan berlandaskan moralitas yang kuat.
Melalui penyelenggaraan
kegiatan ini, pihak sekolah berharap seluruh civitas akademika SMP Santu Klaus
Kuwu tidak hanya unggul dan berprestasi secara intelektual, tetapi juga tumbuh
menjadi pribadi yang santun, berakhlak mulia, serta siap membawa dampak positif
bagi masyarakat luas.