Membangun Jiwa Pendidik, SMP Santu Klaus Kuwu Gelar Workshop Manajemen Emosi dan Konflik Siswa
  • Admin
  • 22 Oktober 2026
  • 69 x
wd,gvhbcn;qolsak

KUWU – Lembaga pendidikan SMP Santu Klaus Kuwu menggelar kegiatan workshop bertema “Manajemen Emosi dan Respon terhadap Konflik Siswa” pada Kamis (22/10/2026). Berlokasi di Aula SMP Santu Klaus Kuwu, acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru dan tenaga pendidik dengan suasana yang aman, kondusif, serta penuh kekeluargaan.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui sambutan Kepala SMP Santu Klaus Kuwu, Margaretha Herda Anje, S.Pd.,Gr. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah nyata sekolah untuk meningkatkan kualitas pendampingan terhadap murid.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam menanggapi kebutuhan belajar peserta didik,” ujar Margaretha di hadapan para peserta. Menurutnya, pemahaman emosi yang baik dari para pendidik akan berbanding lurus dengan terciptanya lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi tumbuh kembang siswa.

Hadir sebagai pemateri utama, Ibu Narwastu Anggi Ratsih, M.Pd, FPCM, Certified Play & Creative Arts Therapist memberikan pemaparan yang menggugah persepsi para pendidik. Dalam perkenalan singkatnya, Ibu Anggi  menggarisbawahi pentingnya pemahaman psikologi perkembangan anak. Beliau menuturkan bahwa rentang usia 0–5 tahun serta masa remaja merupakan dua fase yang paling sulit, sekaligus menjadi periode emas penentu masa depan seseorang. Oleh karena itu, penanganan konflik remaja di lingkungan sekolah memerlukan pendekatan emosional yang tepat dan bijaksana.

Suasana workshop terasa kian hangat ketika memasuki sesi berbagi. Aula sekolah yang biasanya menjadi tempat aktivitas formal mendadak berubah menjadi wadah curahan hati. Para guru dan tenaga pendidik secara terbuka membagikan jejak-jejak pengalaman pahit dan manis yang mereka lalui selama masa pengabdian. Dinamika suka duka tersebut disimak dengan penuh empati oleh sesama rekan sejawat.

Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan strategi manajemen emosi yang telah dipelajari dalam merespons setiap potensi konflik siswa di sekolah. Langkah ini menjadi bukti komitmen SMP Santu Klaus Kuwu dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang humanistis dan berorientasi pada perkembangan mental peserta didik.

 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *