Kepahlawanan Masa Kini
  • Admin
  • 12 November 2022
  • 40 x

Bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan pada tiap 10 November. Peringatan hari pahlawan ini didasarkan pada aksi heroik Bung Tomo dan pemuda Surabaya lainnya untuk merebut kota Surabaya dari tangan Belanda. Berdasarkan pemilihan dasar peringatan hari Pahlawan tersebut, dapat dikatakan bahwa peringatan hari pahlawan ini didedikasikan untuk para pahlawan yang gugur dalam pertempuran memperjuangkan kemerdekaan.

Peringatan hari Pahlawan ini dirayakan sejak Indonesia merdeka. Peringatan hari Pahlawan yang dirayakan tiap tahun ini hendaknya tidak hanya dijadikan sebagai seremoni atau peringatan wajib. Setiap peringatan dibuat untuk mengingatkan makna penting di balik setiap momentum atau peristiwa yang diperingati. Dengan kata lain, peringatan dibuat untuk memaknai peristiwa sejarah, termasuk sejarah tindakan heroik yang dilakuan oleh para pahlawan bangsa.

Kepahlawanan pada zaman perjuangan merebut kemerdekaan erat hubungannya dengan pengorbanan berdarah. Perjuangan melawan kolonialisme. Makna kepahlawan pada dasarnya tidak hanya sebatas pada perjuangan berdarah. Makna kepahlawanan dapat diperbaharui sesuai perkembangan zaman. Usia negara Indonesia sebagai negara merdeka terus bertambah, deretan makna kepahlawan pun juga demikan, lebih dari sekadar perjuangan berdarah.

Secara umum, tindakan kepahlawanan dapat diartikan sebagai tindakan ‘membawa kemenangan’. Dalam konteks kehidupan berbangsa, makna kepahlawanan dapat dirumuskan sesuai dengan tantangan atau persoalan yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia. ‘Kemenangan’ yang dibawakan setiap warga negara ketika menghadapi tantangan bangsa adalah bentuk kepahlawanan. Demikian juga, setiap keberhasilan untuk memecahkan persoalan bangsa adalah bentuk tindakan kepahlawanan lainnya.  

Aksi kepahlawanan masa kini dapat dijalankan dengan mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, baik pada skala lokal, nasional, regional maupun internasional. Ada berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia sehari-hari, terutama pada tataran nasional. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah persoalan ancaman disintegrasi.

Disintegrasi atau perpecahan bangsa adalah salah satu ancaman nyata bangsa Indonesia. Uniknya bahwa perpecahan itu makin nyata karena interaksi perbedaan tidak hanya terjadi pada kehidupan nyata tetapi juga terjadi pada dunia maya. Perbedaan yang seharusnya menjadi kekayaan budaya bangsa malah dipelintir menjadi amunisi untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa terpecah. Tidak hanya itu, ada juga pihak tertentu yang berupaya menegakkan tirani mayoritas pada bangsa Indonesia.

Akhir-akhir ini, media sosial dan digital menjadi salah satu sarana yang kerap dipakai oleh pihak-pihak yang disebutkan di atas untuk mewujudkan cita-cita disintegrasi atau pun tirani mayoritas. Ini merupakan ancaman dan tantangan terhadap bangsa Indonesia. Upaya untuk meminimalisasi ancaman tersebut adalah dengan bijak dalam bermedia social dan menerapkan filter yang baik dalam mencerna setiap konten media social.

Kepahlawanan masa kini adalah dengan menjadi generasi atau warga negara yang baik dalam menggunakan media sosial terutama ketika berhadapan dengan materi media social yang berbau propaganda disintegrasi.

 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *