VALENTINE DAY
  • Admin
  • 14 Februari 2024
  • 23 x
WERTY

PROGRESIF BAGI KEMAJUAN PENDIDIKAN INDONESIA

Oleh: Kerin Duar

Kehidupan manusia tak pernah terlepas dari perubahan. Perubahan itu akan selalu membuntuti manusia seturut yang adalah makhluk dinamis, perubahan itu senantiasa memampukan manusia melahirkan banyak hal. Oleh karena itu, daya kreasi manusia akan senantiasa berjalan beriringan dengan perubahan tersebut.

Lantas padaa taraf tertentu daya kreasi itu melahirkan hal yang bermanfaat bagi manusia, salah satunya ialah perkembangan dan kemajuan itu sendiri telah banyak memberikan kamu adalah bagi kehidupan manusia. Kemudahan dalam hal mendapatkan informasi, berkomunikasi, mendapatkan pekerjaan, dan masih banyak lagi manfaat positive lainya yang telah didapat manusia dari kemajuan teknologi. Mangunharajana dalam bukunya “pendidikan Karakter Tujuan, Bahan, Metode dan Modelnya” mengartikan bahwa pendidikan sebagai suatu usaha sistematis dan tekun demi meneruskan, mendapatkan dan meransang pengetahuan, sikap, nilai, kecakapan, kompentensi, provesionalitas peserta didik yang dinilai berguna untuk perkembangan kepribadian dan kontribusi bagi kehidupan masyarakat. Berbagai nilai termaktub dalam pendidikan tersebut lantas akan di pandukan dalam suatu sistem atau model pembelajaran sistem tersebut yang dinantikan menjadi wadah bagi tenaga pendidik dalam menyalurkan segala budik arti pendidikan itu kepada siswa.

Sejalan dengan program Nadiem Makarim menjalankan sebuah konsep merdeka belajar, konsep belajar ini hadir demi menggapai model pendidikan selamah ini yang terkesan monoton dan membosankan, selain terkesan konsep belajar ini hadir untuk menjaga tuntunan zaman yang mengharuskan hadirnya generasi- generasi penerus bangsa. Nadiem Makarin selaku materi pendidikan dan kebudayaan periode 2019 -2024, lantas menawarkan gagasan baru beliau yang terinspitasi dari sosok Kihajar Dewantara memandang bahwa merdeka belajar bertujuan untuk mengembangkan kreaktifan siswa yang merupakan elemen penting bagi kemajuan bangsa. Ada pun program merdeka belajar antara lain mengganti UN dengan asesmen kopentensi minimun (AKM).

Merdeka itu menurut KBBI mengandungung tiga arti kata yang pertama bebas, berdiri sendiri, pendidikan membuka ruang bagi para siswa untuk bisa belajar di mana pun dan kapan pun tanpa ditekan oleh pihak lain. Ketiga tidak tergantung keleluasaan. Siswa yang merdeka mesti semangat, optimis, kreatif dan berani mencoba hal baru atau berinovasi.

Dalam mewejudkan pendidikan yang merdeka, dibutuhkan peran dari berbagai pihak seperti pemerintah, drkolsh, guru, orang tua dan masyarakat. Pendidikan yang yang bermutu tidak jatuh dari langit melainkan lahir dari kerja keras sekolah. Sekolah juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan kurikulum Merdeka Belajar, sedangkan peran guru sebagai pendidik merupakan ujung tombak bagi proses belajar siswa. Sedangkan peran orang tua dalam hal ini adalah guru di rumah yang senantiasa membimbing anaknya. Kemudian masyarakat juga tak kalah pentingnya dalam mendukung keberlangsungan perubahan pendidikan meski secara tidak langsung.

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan terobosan baru yang diharapkan mampu mendobrak masalah pendidikan diindonesia . kita perlu belajar dari semangat yang ditunjukan para pahlawan bangsa yang berjuang untuk memajukan pendidikan, oleh karena itru sebagai generasi masa depan bangsa kita mesti melanjutkan tongkat estafet pendidikan menuju kebebasan.

Terima Kasih

 

PERBEDAAN PANDANGAN TERHADAP DEMOKRASI

Oleh: Glen Dano

Pada pagi hari yang cerah aku berjalan keluar kompleks rumahku, tapatnya pada minggu kedua di bulan ini tentu hari di mana dekat dengan pemilu. Di Tengah perjalanan aku melihat seorang bapak yang duduk di post ronda sedang bercerita sambil minum masing-masing segelas kopi di hadapan mereka.

Aku mendengar mereka bercerita tentang berita terkini yang berkaitan dengan pemilihan Capres-Cawapres. Apa yang mereka ceritakan sangat familiar di telingaku da

 

BALIHO

Oleh: Quin Gerson

Di sebuah tempat, hiduplah sepasang suami istri yang bernama Siti dan Pepo. Mereka dikaruniai seorang anak yang bernama Andri. Andri berusia 21 tahun, dan sedang menempuh pendidikan Strata Satu pada salah satu universitas di dekat tempat tinggalnya. Kehidupan  mereka sangatlah rukun dan tentram.

Pada suatu hari, Andri pergi kuliah. Dalam perjalanannya, dia melihat sekeliling jalan penuh dengan foto berukuran besar dengan menggunakan tekstur bahan yang begitu tebal sehingga tidak mudah sobek atau bisa juga tahan air. Andri melihat berbagai poster di pajang rapi dari berbagai partai. Mereka yang ada dalam foto merupakan calon DPRD, DPR Propinsi. DPR Pusat, maupun Capres-Cawapres dengan nomor urutnya mereka masing-masing.

            Ketika itu, saya merenung, dan timbullah pertanyaan “mengapa semua orang berlomba-lomba pajang poster di pinggir jalan, sementara sekarang bisa menggunakan media online?”.

            Setibanya dia di kampus, dia melihat kawanan mahasiswa yang berkerumun. Karena penasaran, Andri pun menghampiri mereka dan mencari tahu apa yang terjadi. Setibanya di sana dia melihat teman-teman sedang melihat berbagai warna poster dengan foto berbeda dari masing-masing kandidat baik legislatif maupun eksekutif. Poster-poster tersebut sangat disayangkan, selain karena dibawa pulang untuk dijadikan alas duduk oleh sebagian orang, juga diinjak oleh sebagian orang yang tidak memilih mereka. Dalam hati saya bertanya “Berapa kira-kira para caron menggelontorkan uang untuk mencetak poster besar yang menjadi penyangga duduk dan penghias jalanan?”, “Aku tak mau berkira-kira untuk menjawabnya” gumam Andri dalam hati.

Setelah menyaksikan kejadian itu, Andri tak menunggu lama dan bergegas pulang. Dalam perjalananya naik angkot, dia mendengar cerita dari penumpag lain tentang keberadaan poster yang begitu banyak di jalanan. Namun mereka menyebutnya bukan poster melainkan “Baliho”. Andri bingung dengan sebutan Baliho yang masih asing dari pendengarnya dan dia bertanya-tanya apa itu baliho.

Setibanya di rumah, dia menyapa ke dua orang tuanya yang sedang beraktivitas.  

“Siang Pa/ma” Sapa Andri dengan santai,

Siang juga nak “kamu sudah pulang” tanya ayah ibunya dengan rambah.

“Ia pa/ma” sahut Andri. “Papa tadi aku baru perhatikan sepanjang jalanan ke kampus banyak sekali poster para caleg dan calon eksekutif dari berbagai partai beserta dengan nomor urut mereka, apakah mereka tidak merasa rugi dengan memasanya begitu banyak?” tanya Andri penuh penasaran.

“Ia nak, sangat wajar semua para calon memasang baliho di jalanan, karena sekarang musim pemilu,”.

Andri terdiam, “Apakah baliho itu sama dengan poster pa?” tanyanya lagi dengan heran

“Ia Nak, kalau untuk kebutuhan gambar yang mau dicetak besar dengan tekstur bahan yang tahan lama itu sebagiknya menggunakan baliho” jawab sang ayah dengan lugas.

“Oh begitu ya Pa, lalu mengapa mereka mau membuang uang dengan memasangnya di jalanan begitu banyak?

“itu karena jalan merupakan fasilitas umum yang banyak penggunanya, sehingga mereka tidak sulit untuk melakukan pendekatan atau pun kampanya ke setiap daerah, hal itu juga salah satu metode mereka dalam memperkenalkan diri ke masyrakat luas, sehingga nanti tidak asing jika menyebut nama mereka. Para caleg ataupun Capres- Cawapres memasang baliho di jalanan bertujuan untuk memaparkan visi misi mereka, sehingga rakyat dengan mudah menilai kandidat mana yang memiliki visi misi terbaik”.

“Tapi kenapa tidak online saja pa, kan biayanya cukup murah?

“Bisa juga lewat online nak, tapi mengingat banyak masyarakat yang tidak menggunakan HP, ataupun laptope, jadi “Baliholah” yang menjadi sarana yang tepat agar semua bisa akses.

“Oh, ternyata bagus juga kegunaan dari Baliho ini pa”.

Dari cerita singkatnya dengan sang Ayah, Andripun mengerti apa itu baliho dan fungsinya.

Terima Kasih

 

TIDAK MENERIMA KEKALAHAN

Oleh: Dirly Larus

          Menjelang pilkada, semua warga bersiap untuk menentukan pilihan yang tepat. Ada dua orang yang diusung oleh warga setempat, Calon nomor urut 1 bernama Pak Gio, calon nomor urut 2 bernama Pak Atus. Mereka sesungguhnya tidak mencalonkan diri, tetapi kerena banyak dukungan masyarakat yang mendorong mereka untuk ikut calon, maka merekapun tak kuasa menolak permintaan dari warga setempat yang nota bene mendukung mereka dengan sepenuh hati. Mereka juga diusung oleh rakyat klarena didukung dengan perilaku mereka sehari-hari yang mana selalu baik dengan warga kampung tersebut.

            Pada hari di mana pak Gio melakukan kampanye, Gio menceritakan pengalamannya  saat dia menjadi kepala desa di perantaunnya. “Waktu saya menjadi kepala desa di tempat perantaun saya, di sana menjadi daerah maju, jalanan bagus, dan sekarang kalau ke kota sangat tidak sulit mencari kendaraan”. Warga pun percaya dan berlomba-lomba mendukung Gio supaya berhasil menjadi kepala desa di kampung terebut demi perubahan yang signifikan. Sedangkan Atus hanya bercerita tentang politik dan berjanji “jika saya terpilih menjadi kades, listrik di desa kita akan gratis” ungkap Atus dengan gamblang. Namun sayang, apa yang disampaikan Atus tidak dipercaya karena Atus hanya tamatan SMA dan tidak mempunyai pengalaman menjadi Kades.

            Pada hari Pemilu berlangsung, warga lebih memilih Gio dari pada Atus dan sangat terlihat kemenangan akan diperoleh Gio. Ketika proses pemilihan selesai, warga mendengar pembacaan surat suara dan mereka berdiri dan menu nggu dengan penuh rasa penasaran. Pada saat pembacaan suara telah selesai, kenyataannya memang benar bahwa Gio lah yang menjadi pemenang dalam kontestasi pemilihan kades di deda Itu. Dia berhasil mengalahkan Atus dan warga yang berkoalisi dengan Atus pun tidak terima dengan hal tersebut. Warga yang memilih Atus membuat kerusuhan yang berdampak meresahkan seluruh warga desa setempat.

 

SELESAI

Malam itu, Alex telah datang lebih dulu dan memesan sebuah meja di warung sederhana favoritnya. Sedangkan Lea menyusul belakangan karena pekerjaan tambahan di tempat kerja yang membuatnya pulang terlambat. Setelah hampir satu jam Alex menunggu, Lea menampakan batang hidungnya dan langsung menghampiri meja Alex. Di atas meja itu, sudah tersedia dua piring nasi, dua porsi penyetan bebek ditambah tempe goreng plus tahu di sekeliling piring, dan tak lupa minuman dingin Es The dua gelas.

“Kamu sudah memesankannya untukku?” tanya Lea dengan nada datar.

“Iya, kamu selalu bilang suka dengan penyetan bebek di warung ini bukan?” jawab Aleks dengan hangat sambil mengeluarkan senyum khas seperti biasanya untuk sang kekasih.

“Kamu selalu mengingatnya dengan baik, aku terkesan Leks” jawab Lea lagi sambil melempar senyum tak kalah manisnya untuk Aleks. Namun hatinya sedikit merasa sesak saat melihat seseorang di depannya yang begitu tulus.  

Aleks tidak banyak berkata setelahnya. Mereka berdua tampak menikmati hidangan itu. Aleks merasa dirinya hilang keberanian untuk mengutarakan segala isi hatinya kepada sang kekasih. Dia ingat dirinya kemarin malam yang berulang-ulang latih merangkai kalimat hanya untuk mengutarakan kelanjutan hubungannya dengan Lea. Kemarin dia merasa berhasil dirinya melakukan itu, tapi malam ini, semua kata yang terrangkai romantis itu seolah raib dari ingatannya hingga tak berbekas. Dia bingung memulai dari mana, dan dirinya merasa frustasi dengan keadaannya saat ini. Aleks benar-benar kaku saat ini. Di lain sisi dia berpikir, apakah semua orang mengalami hal yang sama ketika ingin melamar kekasih mereka? Entahlah, dia mendadak kaku sekarang, dan hidangaan di depannya hanya termakan beberapa sendokan saja. Di tengah  lamunannya itu, ia kembali mengumpulkan keberaniannya tanpa berpikir lagi Aleks merogoh saku celananya. Dia telah menyiapkan sekotak cincin emas yang akan dia berikan untuk melamar sang kekasih. Namun, belum sempat Aleks benar-benar mengeluarkan cincin itu, Lea sudah menyelanya terlebih dulu. Aleks pun tak melanjutkan aksinya itu dengan penuh tanya. Sesungguhnya hatinya benar-benar bingung dengan keaaannya kini, yang mana Leanya yang biasa ceria namun kali ini menjadi pendiam tanpa alasan.

“Alex, maaf,” kata Lea dengan menunduk sambil meremas jarinya.

“Maaf kenapa? Apa yang kau lakukan?” tanya Aleks heran.

“Soal Ibu. Dia tidak merestui kita,” kata Lea dengan sorot mata Lelah kepada kekasihnya itu ataukah akan menjadi mantan.

Kotak cincin yang telah digenggam Alex di bawah meja itu pun urung ditunjukkannya kepada Lea. “Kenapa? Kita telah lama bersama dan saling mencintai. Penghasilan kita juga sudah cukup baik untuk bisa berkeluarga!” kata Alex yang tidak dapat menyembunyikan kecewanya. Kekasihnya yang sangat dicintainya itu sebentar lagi mungkin tak lagi bisa bersamanya kerna restu calon mertua yang tak pernah mau menerima dirinya.

“Bukan itu! Kamu sudah tahu kan, masalah kita bukan itu!” jawab Lea sambil menatap mata Alex dengan penuh kesedihan.

“Aku tahu kamu akan menjadi suami yang baik,” lanjut Lea “Namun, biar bagaimanapun, kamu tidak bisa menjadi imamku di saat tanganmu masih menggenggam rosario dan Alkitab,”.

Aleks terdiam, makanan yang masih belum habis disantapnya pun dibiarkan mendingin begitu saja.

Dengan berurai air mata, Lea meminta maaf dan meminta Aleks melupakannya. Malam itu menjadi malam terakhir bagi mereka. Aleks masih terdiam saat Lea meninggalkan meja itu. Warung nyaman dan sederhana itu menjadi saksi bisu dua jiwa yang saling mencintai tetapi tidak bisa menyatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERBAGI DI HARI VALENTINE

Oleh: Frits Eclesio

Dua laki-laki sedang berada dalam satu kamar, Frits sedang bersiap untuk pergi belanja kebutuhan Valentine sedangkan wiliam sedang mengerjakan tugas sekolah.

Frits: Akum au belanja kertas dulu, kamu mengerjakan tugas sampai jam berapa.

Wiliam: Hari ini ada tiga soal, paling baru selesai sore, apa kah kamu tak punya tugas?

Frits : tidak ada. paling ada les sore saja. Nanti baru aku pergi, kamu mau titip.

Wiliam: Ia beli kertas kado saja 3 lembar. Kembaliannya kamu beli pentol saja untuk kita makan berdua.

Fritspun tak menunggu lama, dia langsung keluar dari tempat itu dengan penampilan yang cukupo menarik, sementara Wiliam tetap  dalam kamar dalam keadaan gelap karena mati lampu. Untuk menenangkan pikirannya dari rasa lelah seharian, Wiliam pun membaringkan dirinya di Kasur.

Tak lama dia memajamkan mata, lampu kembali dinyalakan oleh seseorang yang masuk kamar. Merasa terganggu, Wiliam bangun dan melihat kea rah seseorang yang berdiri membelakanginya.

“Loh, kok cepat Frits?” Tanya Wiliam.

“Ya Wil, kan hanya beli kertas kado di gang sebelah” jawab Frits.

“Lah, kesitu doang sampai pakai baju bgini?” Tanya Wiliam dengan heran.

“Ia, kenapa memangnya Wil. Inikan hari Valentine, jadi tidak apa-apa kalau aku mengenakann baju baru, hehe siapa tahukan ada yang niat kasih aku kado kalau penampilanku keren”. jawabnya dengan penuh tawa

“Iya, benar juga. Aku juga pakai baju bagus ah, biar menarik perhatian orang. siapa tahu nanti dikasih kado” sambungnya tak kalah lucu. “Eh Frits, pentolku mana? sambung Wiliam dengan tanya?

“Ini pentolmu, makan bareng yah”.

minta Frits dengan nada merayu.

“Ok deh, hari Valentine harus berbagikan, meski hanya sedikit”.

 

 

 

Valentine dengan Cerita Pilu

Oleh: Alicia Nalut

Di sebuah rumah yang sangat mewah, hiduplah sepasang suami istri yang memperoleh seorang anak dengan damai. Sumainya bernama Rizky dan istrinya benama Citra, sedangkan anak laki-laki mereka bernama Afgan. Mereka awalnya hidup bahagia dan tenang hingga pada akhirnya rumah tangga mereka hancur dan menyedihkan.

Pagi itu mereka sekeluarga menyiapkan acara untuk merayakan hari kasih sayang yang kita sebut Valentine dengan penuh gembira. mulai dari makan bersama, tukar kado, foto keluarga dan masih banyak hal menarik dan menyenangkan yang mereka lakukan.

Saat sang ayah yang mereka hargai dalam keluarga tersebut berbincang dengan Citra istrinya tiba-tiba “tring…tring…tring….” HP sang ayah berdering pada waktu yang salah di meja sang istri. Tanpa menunggu sang suami mengangkat panggilan masuk tersebut, tanpa menduga-duga Citra langsung saja mengambil HP suaminya dan langsung menggeser tombol hijau dari layer gawai tersebut.

“Halo” Citra menjawab orang dari seberang dengan nada lembut.

“Ini aku Ketrin” Sahut orang yg berbicara dari HP sang suami.

“Istrinya kaget dan langsunng menatap sang suami dengan penuh tanya. dalam benaknya “Ketrin ini perempuan dari mana?”. Tapi sungguh Citra mempercayai sang suami lebih dari siapapun. Sehingga dia meredamkan rasa curiganya dengan kembali menatap teduh sang suami.

“Ketrin ini siapa sayang?” tanya sang istri dengan nada lembut.

“Oh Ketrin itu saudari sepupuku yang di China sayang” Jawab sang suami dengan mantap namun tak menatap mata istrinya.

setelah mendengar jawaban sang suami, istrinya kembali melanjutkan percakapannya dengan seseorang yang tadi menelpon.

“Oh, kamu saudari sepupunya suamiku yang di China itu” lanjut citra dengan nada akrab. Citra ingin melanjutkan pertanyaanya untuk Ketrin yang di seberang sana, namun alih-alih jawab pertanyaanya, ternyata sambungan telpn terputus dan dimatikan begitu saja oleh Ketrin.

Citra kembali menatap suaminya dengan dalam. Dia mencari kejujuran dari sorot mata suaminya. Diapun kembali bertanya kepada Rizky tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah sang suami.

“Rizky, ketrin itu siapamu” tanyanya dengan nada datar sambil tetap menatap sang suami. Melihat sang suami tidak mampu menjawab dirinya dan seolah tidak mau menatap matanya, tan pa membutuihkan jawaban yang keluar dari mulut suaminya, dia sudah tahu aka nada sesuatu yang menghantam rumah tangganya.

“Aku tidak yakin dengan caramu menjawabku Rizky. Aku tidak yakun perempuan yang baru saja menelponmu adalah sepupumu. Apa aku yang kurang tahu silsilah keluargamu, atau kamu belum pernah mengatakan kepadaku kalau kamu punya keluarga di China”.

“Sayang, aku memang belum pernah bercerita kepadamu kalau kami punya keluarga di China. Ketrin itu memang salah satu sepupuku yang cukup dekat denganku”.

“Mana mungkin Rizky, kau saja tidak pernah lupa bercerita padauk tentang Sepupumu yang di Australi. padahal mereka jarang balik ke sini”. jawab istrinya dengan penuh selidik.

“Memangnya kenapa kalau aku lupa, dia memang saudariku” jawab Rizky sambil membentak.

Mendengar bentakan sang suami, Citra tak kuasa menahan air matanya. “jujur saja, Ketrin itu siapamu”

Dalam situasi yang cukup mencepam, anak merekapun datang dan kaget melihat ibunya menangis.

“Ma ada apa?, kenapa mama menangis?”

Mendengar pernyataan sang anak menyahut “Tanya saja pada mamamu” jawabnya sambil berlalu menuju kamar dengan membawa HP miliknya.

Citra lalu menoleh pada sang anak “Tidak apa-apa sayang, mama Cuma terharu karena bisa merayakan valentine ini dengan bahagia”. ucapnya dengan senyum terpaksa sambil memeluk sang putra.

Citra berusaha untuk melupakan masalahnya dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.

“Citra, aku ke luar dulu gak lama” pamit Rizky dengan sedikit berteriak.

“Ia” jawab Citra tanpa banyak tanya.

Tak berapa lama putra mereka menghampiri sang mama “Ma, papa ke mana?” tanya putranya sambil melihat sangb ibu.

“Nggak tahu?” nyahut mamanya dengan nada dingin.

Tibalah pukul 12:30, atau tepatnya jam makan siang. Mama dan anak itu duduk di meja makan sambil menunggu suami atau ayah putranya sejak pukul 12.00.

“Ma, papa kenapa belum pulang?” tanya Afgan pada sang mama.

“Iya sabar, mama coba telepon papamu dulu nak” jawab sang mama dengan nada lembut.

Setelah menelpon suaminya, Citra kembali menghampiri putranya dengan membuang nafas kasar. “Afgan, papa gak angkat teleponnya, kita makan aja duluyah. nanti papa nyusul aja makannya”. ajak sang mama kepada putra semata wayangnya itu.

Tanpa menjawab mamanya, Afgan hanya mengangguk tanda setuju.

“Kring…Kring…Kring” nada pesan masuk di HP Citra sebanyak tiga kali.

Pertama: Citra aku ngga akan balik ke rumah

Kedua: Aku akan bersama Ketrin, selamanya

Ketiga: Aku tidak mencintaimu lagi, kita cerai.

Sekita Citra menjatuhkan air matanya dengan badan gemetar karena membaca pesan singkat suaminya yang tak terduga. Dia tak tahan hingga luruh ke lantai. rumah tangga yang dikiranya bahagia selama ini, ternyata berantakan dalam seketika oleh perilaku dari orang yang begitu ia percaya.

Melihat ketidak berdayaan sang mama, Afganpun langsung memeluknya dengan erat. “Ada apa ma?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Mendengar ibunya yang hanya menangis pilu, Afganpun mengambil ponsel sang mama lalu membaca pesan yang dikirim papanya yang entah posisinya sekarang di mana.

Melihat itu, Afgan memeluk erat sang mama yang menangis pilu. Dalam diamnya Afgan marah, dan dia murka dengan perilaku papanya yang meninggalkan dirinya dan sang mama di hari special ini.

“Papa, aku tak menyangka engkau orang pertama yang menyakitiku dengan mama. Tidak apa-apa Pa, aku akan mengingat hari ini sebagai hari terburuk dalam hidupku dan mama. Semoga kita tak akan pernah bertemu lagi”.

 

 

 

SETABAH DANDELION

Oleh: Bela Liman

Sinar cerah membayang indah di langit pagi. Desiran angina yang lembut terus bersahutan. Mentari yang hangat berubah menjadi arunika yang mampu menerankan relung hati bagi siapa saja yang mau menikmati.

Sembaru duduk berlindung di antara ilalang, tatapannya tertuju pada langit pagi yang cerah dengan mata dan hati yang memanas serta napas yang mencekat naluri. “Mengapa dunia ini terlalu kejam untukku yang begitu lemah dan bodoh untuk mencintai?” ucap Aruni lirih. Meskipun isaknya tidak terdengar, air matanya teerus berjatuhan membasahi pipi. Ariana mengacak rambut frustasi, merasa menjadi manusia paling menyedihkan karena cinta.

Tawa yang dulu menghiasi kini lenyap seiring masa. Ariana tertunduk sedih. Bukan tanpa sebab, Ariana hanya kecewa dengan takdir hidupnya. Hatinya patah, sebab kekasih yang amat dicintainya hanya memanfaatkan ketulusannya. Setelah mendapatkan semua, dengan mudah pria itu meninggalkan Ariana dengan perempuan yang lebih sempurna darinya. Dia meninggalkan Ariana tanpa pesan ataupun tanda-tanda.

Ariana menghela nafas “ternyata di dunia ini memang tidak ada cinta yang berpihak padauk selain”. gumamnya. Bukan kali pertama hatinya patah, tapin untuk kesekian kalinya. Bahkan sosok ayah yang merupakan cinta pertama bagi anak perempuannya juga menyakitinya dengan begitu dalam. Sang ayah yang selalu berkata kasar, tak pernah menafkahi keluarga mereka, dan selalu menganggap keluarga sebagai sebuah beban hidup. Hatinya terluka dan kian terluka.

Mata sendunya kini tertuju pada Dandelion yang tumbuh di antara Ilalang. “Kau persis sepertiku, begitu rapuh. Meskipun kau tak seindah bunga mawar, tak secerah bunga matahari, tak seharum bunga melati dan tak seabadi bunga edelwis, tapi kau adalah bunga yang paling tabah. Tiada keluh menyambut terpaan angi, mungkin aku harus bbelajar banyak darimu”. Ariana bergumam memandang Dandelion. Setabah dandelion, kerapuhan tak membuatnya lemah, tat kala tangkainya ringkih berayun seirama ayunan angina.

Ariana menengadah. Sudah begitu banyak bunga serupa kapas beterbangan, berani menentang sang angin, terbang begitu tinggi menjelajah luas nestala yang menyarakan ketenangan. Pesona dandelion begitu melenakan hasrat, membentuk sebuah fatamorgana abadi, begitu mendamaikan jiwa yang luntang-lantung karena kecewa.

 

 

PENCURI HATI

Oleh: Ecen Tangkur

Pagi yang indah menyambut diriku serta angin sejuk menyapaku dengan lembut. Surai panjangku beterbangan mengikuti arus angin yang datang dari arah utara. Aku adalah Kresen, seorang gadis berusia 19 tahun dengan paras cantik. Aku percaya diri, nyatanya memang aku cantik, karena aku perempuan.

Pada hari ini aku sangat bahagia, karena aku akan mendaftarkan diriku di salah satu Universitas ternama yang ada di kota Jawa Timur. Aku berharap, kali ini aku berhasil menjadi salah satu mahasiswa baru di sana. Aku sungguh berharap, betapa menariknya berada di kampus ini.

“Hari ini aku bisa” Aku memberikan semangat untuk diriku sendiri.

Aku mempersiapkan diri begitu pagi, siap mengikuti tes masuk kampus idolaku itu. Aku melihat jam dinding yang berdetak tepat pukul 06.30. Aku selesai mandi dan melanjutkan ke hal berikut yaitu berpakaian rapi dan tak lupa dandanan sederhana yang biasa menghiasi wajahku ini.

Setelah selesai mempersiapkan diri yang cukup memakan waktu, aku berlangsung menuju meja makan untuk sarapan dengan keluarga yang begitu mendukungku. Selesai itu aku langsung menuju mobil kakaklku yang turut mengantarku ke kampus.

Setibanya di kampus aku melihat sekelilinya dengan penuh antusias tanpa memperhatikan kearah depan. “Aduh maafkan saya, aku nggak sengaja menabrakmu” kata seorang laki-laki yang berusaha membantuku berdiri karena jatuh.

“Hemhh, tidak masalah. Aku juga salah nggak liat ke depan” jawabku datar tanpa berniat ingin berteman sama sekali.

“Terima kasih sudah memafkanku” ucapnya dengan nada penyesalan sambil tersenyum. “Kenalin, aku Putra” sambungnya lagi dengan menyodorkan tangannya padaku.

Aku hanya melihat tangannya beberapa detik, lalu akupun menyambutnya ikut bersalaman. “Aku, Kresen” jawabku ketus.

“Nama yang bagus, bisakah aku memanggilmu Ecen?” tanyanya dengan nada canda.

Aku hanya mengangguk, tanda menyetujui permintaanya.

“Baiklah, senang berkenalan denganmu Ecen” sambungnya lagi dengan senyum lebar.

Aku melihatnya dengan sedikit datar dan aku merasa aneh bertemu dengan orang yang mudah akrab dengan orang lain. Aku hanya merefleksi dan melihat diriku sendiri yang cukup introvert dengan orang lain apalagi dengan orang yang baru kukenal lima belas menit yang lalu.  Rasanya sangat sulit, tapi entahlah. Mungkin memang karena beda karakter.

“Ecen, apakah kamu mau berteman denganku? tanyanya lagi dengan ajakan penuh harap.

“Ya, mari berteman” aku menyahutnya dengan nada datar.

“Wah, ayo kita masuk bareng. Kebetulan juga aku sendiri, nanti takut telat ikut tes”. Ajaknya lagi dengan nada halus sambil menarik tanganku.

Dalam perjalanan hingga tiba di depan ruangan tes, Aku dan Putra terus bertukar cerita. Mulai dari jurusann yang kami pilih, kota asal, dan sampai pada bertanya soal pacar”.

“Kamu mengambil jurusan apa Ecen” tanya Putra dengan menatap mataku begitu dalam.

“Aku memilih jurusan kedokteran, Put. Kamu?” aku bertanya balik padanya.

“Oh, tos dulu. Kita sama, ayo kita belajar bareng dan hadapi tantangannya bareng-bareng yah” ajaknya dengan senang hati. Kemudian dia berbalik dan menatapku lebih lama dan akupun tersipu.

“Ada apa denganku, kenapa kamu menatapku seperti itu” tanyaku dengan khawatir. Bukannya Putra menjawab pertanyaanku, dia malah bertanya balik.

“Apakah kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang Ecen” tanyanya sambil menatapku dengan serius.

Aku menatapnya dengan senyum, “Aku belum pernah pacaran sebelumnya” jawabku jujur.

“Ahh, sykurlah setidaknya tidak ada yang cemburu kalau aku berteman atau berpacaran denganmu” sambungnya lagi dengan mengenggam erat tanganku.

Aku merasa mukaku memerah dan malu dengan tingkah Putra yang begitu romantic menurutku. “Ahhh sial, sepertinya aku baper dengan orang ini” gumamku dengan helaan napas agak berat.

Beberapa minggu kemudian Aku dan Putra dinyatakan lulus masuk kedokteran di Unversitas ternama tersebut. Kamipun merayakannya dengan jalan-jalan bareng ke pantai sambil bertukar pengalaman.

Selanjutnya hubunganku dengan Putra pun menjadi teman dekat selama menjalani perkuliahan, tapi jujur hingga kini aku mengaguminya dalam diam. Dia memperlakukanku dengan begitu baik dan satu hal lagi sepertinya aku cemburu melihatnya dengan orang lain.  

Hari demi hari Putra memperlakukanku dengan begitu baik, namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dirinya menyukaiku. Aku sedikit merasa bersalah dengan perasaanku sendiri, hingga akhirnya aku memilih menerima seseorang yang mau PDKT denganku. Orang tersebut satu kampus dengan kami namun dirinya dari jurasan teknik sipil. Aku memilih dekat dengannya dan pelan-pelan membatasi privasiku dengan Putra. Hal itu kulakukan hampir dua minggu terakhir. Namun beberapa hari lalu, Putra menyadari perubahanku. Dia mandatangi tempat tinggalku dan ingin berbicara serius katanya.

Aku tak menolak dan aku menghargainya sebagai teman dekatku yang amat baik. Dia menarik tanganku dengan lembut dan mengarahkanku duduk di sampingnya. Putra diam selama 10 menit, dan aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ingin memulai pembicaraaan dengan bertanya, tapi dia menyelanya.

“Ada apa kamu menghindariku Ecen?” Tanyanya dengan menunduK sambil meresas jemari tanganya satu sama lain.

“Aku tak menghindarimu, Put. Mengapa kamu bertanya begitu?” jawabku tanpa melihatnya.

Putra berbalik arah menghadap aku “Benarkah seperti itu, lalu aku harus bagaimana jika kamu tak pernah mencariku lagi, tidak pernah bertanya apapun lagi padaku, dan anehnya kamu menghilang begitu saja setelah kelas selesai?”. Dia bertanya dengan menatap mataku dan aku tak berdaya, memang benar apa yang disampaikan Putra.

Akupun mejawabnya dengan nada kecil. “Maafkan aku Put. Aku hanya menciptakan sedikit jarak, supaya kita bisa leluasa dengan privasi masing-masing. Aku hanya takut, salah satu di antara kita menaruh perasaan lebih. Jadi menurutku kita perlu menjaga jarak.” jawabku dengan jujur sambil menunduk.

“Ecen, apa aku terlihat seperti seorang yang tidak peduli dengan perasaanmu? Aku dekat denganmu, karena kau berharga di hatiku. Aku tidak dekat dengan orang lain dan aku tak bisa menjauh darimu. Aku hanya minta tolong jangan dekat dengan pria lain, karena aku mencintaimu” jawab Putra dengan lugas dan jujur.

Ecen diam dan “Apakah kamu sedang menyatakan cintamu padaku Sekarang” tanyaku lagi.

“Ya, benar, apa perasaanku diterima?”.

“Cihhhh, kau benar-benar tidak romantic Put” Jawabku dengan nada Canda.

“Ya, aku memang tak seromantis orang lain, tapi aku mengatakan perasaanku di hari valentine. Bagaimana, apakah kamu menerimaku?” tanyanya dengan serius.

“Ya, aku menerimamu”. jawabku dengan senyum bahagia. Kamipun menjalin hubungan mulai hari ini.

 

SERPIHAN KERTAS BERMAKNA

Oleh: Herden Peon

Di suatu tempat, tinggallah seorang duda yang hidupnya miskin dan terlantar. Ia mempunyai seorang anak yang pergi merantau di tanah orang. Ia selalu merindukan istrinya yang telah tiada, dan merindukan anak mereka yang tak kunjung pulang.

Dirinya sering menerima kertas-kertas yang dikirim sang anak dari perantauan. Dia mengira bahwa kertas-kertas itu tak ada nilainya sama sekali sehingga hari-hari berlalu rumahnya penuh dengan setumpukan kertas.

Suatu hari dia merasa bosan melihat tumpukan kertas yang dikirim anaknya dan berputus asa saking lama menunggu kepulangan sang anak. Ia kemudian perlahan mendatangi setumpukan kertas itu dan melihat isinya satu persatu.

Ia kaget melihat isinya, karena melihat jumlah uang yang tercantum dalam kertas kertas berserakan yang dikirim sang anak. Menyadari itu, sang duda pun merasa bersalah dengan sikapnya selama ini. Dia salah menilai terhadap anaknya. Dia berpikir sang anak tak pernah peduli dengannya lagi, hingga akhirnya dia kaget mendapatkan kejutan menarik dari putranya.

Duda itun hidup dengan normal kembali dan menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur. Dia merasa dirinya tak sendiri lagi, dan dia selalu bangga akan sikap dan kepedulian sang putra. Dia selalu berdoa memohon keselamatan putranya di tanah rantau. Dia sungguh menyadari betapa bermaknanya kertas yang dikirim oleh sang putra, karena selain menunjang kehidupannya kini, tetapi juga menggambarkan cinta dan kepedualian anak terhadap orang tuanya.

 

TERIMA KASIH AZZELA

Oleh: Avril Abin

Azzela Maharani, seorang gadis dewasa yang tidak bisa melupakan masa lalunya yang pahit. Hampir setiap hari dia mengenang bagaimana dirinya pernah melep[as impian dan harapannya. Saat itu memutuskan berhenti kuliah lantaran kedua orang tuanya mendadak tiada akibat kecelakaan. Tak berapa lama dari kejadian itu, hubungan antara dirinya dengan sang kekasih juga ikut kandas karena mantannya itu lebih memilih gadis lain dari pada dirinya. Kejadian masa lalu itu membuat Azzela membeci akan masa laluny. Ia sampai putus asa dan lelah karena tidak bagamana cara melanjutkan hidupnya kembali tanpa kedua orantuanya.

Kini Azzela merasa sendiri menjalani hari-harinya. Dia menjadi lebih pendiam lantaran, tak ada lagi yang mengkhawatirkan keadaanya, atau bahkan yang hanya bertanya sekadar kemana dirinya pergi. Kini dia sering berteman dengan rasa rindu yang membuncah di hati yang entah kapan beranjak tanpa menyakiti lagi. Ia ingin sekali hari-hari bahagianya dulu datang dan menghancurkan sepi dan rindu tak bertepi ini. Dia mengharapkan keadaannya akan berbalik kini.

Pada suatu hari ia menghur diri dengan membaca sebuah buku yang di dalamnya terdapat tulisan “Seberat apapun masalah dalam hidupmu, kehidupan harus terus berlanjut kerena masa depan sedang menantimu”. Azeela merasa apa yang dibacanya sungguh menggambarkan kehidupannya saat ini. Kemudian ia beranjak mendatangi keheningan dan merenung di sana sambil mengingat kenangan indah yang dilaluinya di masa kecil.

Setelah itu Azzela, lalu berkata pada dirinya sendiri di dalam hati “Dear, masa laluku! Terima kasih karena telah mengajariku untuk berjuang sampai sejauh dan sakuat ini. Terima kasih telah mengajariku caranya mengikhlaskan, tan terima kasih telah menunjukan padaku bagaiamana harus menghadapi dunia yang begitu kejam ini. Terima kasih juga untuk diriku sendiri yang tak pernah lelah untuk kembali berdiri setelah jatuh berkali-kali. Aku ingin berdamai dengan keadaan ini, dan melanjutkan hiduku agar menjadi lebih bemakna.

 

BAYANGAN SEMU

Oleh: Nalto B.

Melihat taman luas yang terbentang dari kaca jendela, aku tergoda untuk keluar dari kamar menemui burung yang bersahutan dan hatiku bersorak suka cita. Ayunan di luar yang dipenuhi oleh teman-temanku turut menggambarkan suasana ceria hari itu. Bangku panjang depan taman jadi saksi betapa gembira aku bersama teman-teman. Berkengkerama dan bersendagurau di setiap momen yang ada hingga terlupa esok tiba waktunya msuk sekolah.

Segeraku bersembunyi di balik pohon rindang yang tak jauh dari taman. Rara berhitung sambil menutup mat, ada yang berlarian sambil mencari tempat persembunyian. Hingga perhitungan angka terakhir diucapkan, barulah Rara berlarian menuju lampu taman tempat awal permainan petak umpet.

Satu persatu telah ditemukan oleh rara. Senandung tawa bersahutan diiringi hembusan angina. Wajah ceria mereka bermunculan bagaikan terangnya sinar rembulan, kecuali aku. Wajah malang dan kusut menyelimuti ketika salah satu dari temanku berkata “biasanya Kila yang susah ditemukan”. Semua mengangguk dengan wajah muram. Aku sangat sedih mendengarnya dan menyadarinya bahwa aku adalah bayangan semu dari peristiwa itu.

 

BUMI

Oleh: Caca Adresa

Aku tidak sanggup lagi, Air mata mengering memenuhi lekukan wajahnya tanpa celah. Inginku segera pergi meninggalkan tempat mengerikan ini, namun aku bingung harus ke mana lagi. Semua tempat yang kusinggahi pun enggan menerimaku. Sudah tidak ada lagi tempat yang layak bagiku. Atau mungkinharuskah aku pergi kea lam barzah? Ahh aku begitu butuh masukan dari seseorang sekarang.

Ak uterus menyusuri jalan dengan buta arah. mencoba mencari seseorang yang masih bisa kupercaya. Roda kehidupan memang terus berputar sampai aku berada di titik di mana semua orang benar-benar mengasingkanku. Bahkan orang yang aku kira mencintaiku pun tega meninggalkanku. Menyedihkan sekali bukan, sejak saat itu, aku tidak merasakan roda kehidupan berputar kembali.

Tangiskanku kembali terjadi dengan air mata yang tumpah dan tak mampu kubendungkan. Cengkeraman erat jari tanganku pun mampu meninggalkan goresan dan mengalir darah segar. Aku belum puas! Sepertinya aku butuh sesuatu yang tajam. Aku sudah memutuskan untuk menyenangkan semesta, karena saat ini aku mengabulkan permintaanya. Lihatlah ibu, betapa mirisnya aku menghadapi dunia hitam ini. Tunggu aku ibu, aku juga merindukanmu.

 

KISAH BULAN

Oleh: Karen Duar

Bulan adalah seorang anak dari keluarga berkecukupan, ayahnya berprofesi sebagai pegawai keuangan dan ibunya sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga). Mereka keluar yang sangat bahagia dan sangat menyenangkan.

Pada saat liburan sekolah tiba, Bulan yang selama ini liburan di rumah saja lama kelamaan bosan dan sesekali bertanya kepada orang tuanya “kapan kita bisa pergi bertiga untuk berlibur” tanya bulan pada ayahnya dengan penuh harap. Mendengar pertanyaan putrinya tersebut “kami juga ingin mengunjungi kakek dan nenek,tetapi maaf saat ini kami belum ada bisa karena ayah masih bekerja” jawab ayahnya dengan nada pelan mensyaratkan akan pemahaman sang putri. Mendengar jawaban ayahnya Bulan bungkam tak melanjutkan perintaan lainnya.

Malam pun tiba, setelah semua berkumpul di meja makan terlihat wajah Bulan sangat sedih karena belum bisa pergi berlibur ke rumah kakek-neneknya. Melihat wajah sang putri “Ayah/Ibu bulanpun menjelaskan keadaan mereka saat ini dan meminta maaf karena permintaanya anak mereka belum diindahkan ke dua orang tuanya. “Bulan, maafkan Ayah dan Ibumu kerena belum bisa mengajakmu ke rumah nenek dan kakek”. Sang ibu berusaha meminta pengertian dari putrinya tersebut. “Ia ayah dan ibu, aku tidak sedih lagi, tapi tolong liburan kali berikut luangkan sedikit waktu untuk mengantarku liburan ke rumah nenek dan kakek” sahut Bulan dengan senyum tipis Nampak dari wajahnya.

Setelah selesai berbincang-bincang, akhirnya ayah dan ibu bulan makan malam bersama dengan perasaan tenang dan senang. Selesai makan, Bulan bergegas merapikan meja makan dan gegera mencuci piring bekas makanan yang disajikan tadi. Dia bekerja dengan serius dan telaten dan tanpa di sadarinya ternya kedua orang tua Bulan memperhatikan aktivitas putri mereka.

“Ternyataku sudah tumbuh dewasa, dia sudah bisa diharapkan untuk membantumu di rumah” ujar sang ayah kepada istrinya yakni Ibu Bulan.

“Ia pa, Bulan tumbuh dengan sangat cepat. Sepertinya kemarin baru kita menantikan kehadirannya, namun sekarang dia sudah bisa merajuk dan membantuku” jawah sang ibu dengan nada bangga terhadap putrinya itu.

Setelah menyelesaikan tugasnya tadi bulan berpamitan dengan Ayah/Ibunya untuk beristrirahat. Dia bersyukur akan keberadaan orang tua ya yang selalu memberikan pengertian kepada dirinya meskipun hal sepele.

 

KUDA AJAIB

Oleh: Ajis R

Ada seorang pemuda yang memiliki kuda ajaib dan jika ingin menjalankannya harus menggunakan kata kunci. Jika ingin menjalankannya ucapkan “Alhamdulilah” dan jika ingin memberhentikannya ucapkan “Bismilah”.

Pada suatu hari, pemuda itu membawa kuda tersebut ke kota dan bertemu dengan teman lamanya. Teman lamanyapun tertarik dengan kuda itu, dan diapun meminjamkannya. Sedangkan sang pemilik kudapun memberitahukan kata kuncinya kepada sahabatnya.  

tak menunggu lama si teman lamapun menunggangi kuda tersebut dan mengucapkan “Alhamdulilah”. Karena kegirangan, diapun terus menyebut kata tersebut dan iapun tidak sadar bahwa dirinya sudah melangkah jauh kearah hutan, iapun tidak sadar bahwa di depannya ada jurang.

Ketika tinggal dua puluh meter saja, sang pemuda tersebut sadar. Karena kepanikan pemuda itu mlupa kata kunci untuk menghentikan sang kuda yang ditumpanginya itu. Jurang tinggal sepuluh meter lagi di depannya, lima meter, dua meter, dan tiba di bibir jurang ia pun ingat akan kata kuncitersebut dan menyebutnya dengan lantang “Bismillah” dan seketika itu kuda tersebut berhenti di bibir jurang. Krena kesenangan dan merasa dirinya selamat, pemuda tersebut mengucapkan kata “Alhamdulilah” dan sektika itu kuda tersebut jatuh ke dalam jurang yang begitu dalam.

 

JANJI SEMU

Oleh: Ardo Jamoa

Kedua anak kecil itu saling berpelukan erat. sangat erat seolah ini adalah pelukan terakhir dan mereka tidak akan melakukannya lagi di lain waktu. Semuanya terasa begitu berat karena salah satu dari mereka akan pergi jauh dari kota dan meninggalkan segala kenangan indah di dalamnya. “Arfi pasti bakal balik lagi ke sini lagi kan? Arfi janji sama Kaly?” Kayla bocah berusia tujuh tahun itu menyodorkan jari kelingkingnya.

Arfi, sahabatnya itu terkekeh lucu, “Arfi janji bakalan balik ke sini lagi, nanti kalau kita bertemu lagi, Arfi bakal beliin kamu ice cream sepuasnya”. Arfipun menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingnking Kayla. Janji itupun tak pernah Kayla lupa dan ia mengingatnya tiap malam.

Namu hari demi hari, semuanya telah berubah, Arfi mengingkari janjinya untuk menemui Kayla makan ice cream bersama. Arfi telah menghembuskan nafas terakirnya. “Sesosok Adri yang ceria kini sudah bahagia di atas Surga, “Arfi , janji kamu itu semu, but im still miss you” gumam Kayla dengan wajah sembabnya. Janjimu mengingatkanku bagaimana hangat jari kelingking kita bertaut. Bahagialah di Surga dalam keabadian kekal sahabatku.

 

PERKARA MENUNGGU

Oleh: Alvin Dugis

Sayup-sayup terdengar lonceng gereja yang berbunyi dari sebelah barat, aku betah termenung masih dengan ekspresiku yang sama, anganku seperti tak pernah lelah mengingatmu, entah aku yang terlalu berharap atau terlalu bodoh mencintaimu. Aku masih ingat persis  saat perpisahan kita di tengah guyuran hujan membasahi bumi kala itu.

“Sudah lupakan aku” ujarmu tanpa menoleh padaku.

“Aku salah apa?” tanyaku

“Kamu nggak ada salah kok?”

Seketika itu kamu perg, dan tak pernah lagi muncul dihadapanku. taka da kata yang lebih menyakitkan dari itu. Setelah kamu pergi tak pernah sedikitpun mengusirmu dari benakku karena aku tak sanggup melupakan atau menghapus semua kenangan yang amat menyakitkan itu. Kau tahu itu, aku masih mencoba mengeri mengenali dirikun sendiri saat ini.

Beberapa bulan kemudian, aku mendapatkan pekerjaan di bidang penerbitan, seperti biasa aku kembali menjalani hari-hariku seperti dulu walaupun agak sedikit berbeda sebab kau tak di sini, sekarang aku sedang menunggu fase di mana ada seseorang yang datang padaku untuk menetap tanpa benar-benar pergi. Pagi-pagi sekali aku berangkat kerja sambil menunggu bus di halte, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dan aku perlahan menoleh sebentar dan setelah itu aku menunduk sambil Manahan sesak di hatiku.

Yah itu kamu, namun kedatanganmu kali ini berbeda sebab kau akan berada di sisiku selamanya tanpa pernah pergi lagi. Aku ingin memelukmu kembali, merangkulmu memulihkan pikiranku dan jiwaku yang terlantar karena merindumu.

 

BUKU DIARI

Oleh: Ain Epifani

Aku berjalan menoleh ke belakang, Dia diam dan menatap sebentar. Semua seperti lelucon, tapi kenapa akhirnya begini? aku berpikir sejenak “Apakah bisa senyaman itu” sambil melihatnya,

Aku menulis semuanya dibuku rahasiaku. Secara tak sadar “Arghh sial, dia membacanya”. Sungguh, aku saat itu bagaikan ikan yang berjemur di lantai panas dan merasa terbakar. Sungguh ini hari tersialku.

Aku berdoa “Semoga kita tidak asing” aku menghela nafas agak pelan. “Yapp dia tepat di depanku, lelakidengan kemampuan yang begitu menarik perhatianku”.  sebuah buku sedang berada di tangannya dan “kepada siapa tujuanmu menulis semua ini” “Hhahh” aku gerogi dan kalang kabut tak sanggup menjawab. Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku menghilang sejenak dari hadapan orang ini.  Duh malah menatapku lagi, rasanya mukaku bagai udang di rebus “merah” tentunya. daun telingaku cukup panas, dan sungguh aku pusing ingin menjawab atau tidak.

Saat di kantin, dia duduk bersamaku sambil menanyakan hal yang sama. Juju raku gemetar dengan pertanyaan yang sama muncul di otaknya. tapi apakah sampai saat ini dia belum tahu? Diberikannya kepadaku buku yang kupikir selama ini dirinya lupa. Ternyata ada sebuah tulisan yangb dia tulis dan benar soal kenyamanan. Akhirnya dia sadar, dan itu adalah dia.

 

MIMPI GADIS KECIL

Oleh: Nabila Ceme

Pagi yang cerah kulewati     dengan senyuman manis, sambil membawa tas berisi penuh dengan sayuran aku berjalan melewati taman yang dulu disebut sebagai teman sejutra mimpi. Indahnya pemandangan di taman itu, memori membawa diriku pada impian masa kecilku, impian saat usiaku menginjak 4 tahun. Saat itu diriku masih suka bermain barbie dan memimpikan pangeran dengan kuda putih membawaku pergi ke dalam istana, kekehan kecil muncul dari bibirku lalu aku berlenggang pergi meninggalkan taman sejuta mimpi itu.

Perjalananku menuju rumah harus terhambat oleh demo butuh yang meminta kenaikan upah diperbaik dekat rumahmu. Semua buruh membawa batu dan melemparkannya ke pabrik dekat rumahku. Semua buruh membawa batu dan melemparkannya ke pabrik tersebut, meskipun bersedakah, aku bersykur akhirnya berhasil melewati kerumunan para buruh yang marah tersebut namun sialnya seorang buruh tidak sengaja melempar batu dan mengenai kepalaku.

Aku mengaduh hingga suara seorang menginterupsi kegiatanku mengelus kepalaku “maaf aku tidak sengaja tadi” katanya. Aku mendongak, satu hal yang terlintas di kepalaku adalah pangeran, namun impianku tersebut sepertinya memang hanya dongeng saja karena tiba-tiba muncul seorang wanita menggandeng tangannya dan faktanya wanita itu adalah istri dari pria pangeran di depanku saat ini. Aku menyadari, bahwa aku harus membuang jauh-jauh pikiranku tentang pangeran tampan dan aku harus fokus untuk menjalani hidupku saja, aku harus yakin bahwa Tuhan menyiapkan seseorang dan sesuatu yang pantas untukku di masa depan.

 

TAK ADA YANG LEBIH BAHAGIA DARI HARI INI

Oleh: Kerin Duar

Dalam dekap angina malam aku beradu, bersama sunyi berusaha menenangkan diri mengunggu si paling istimewa, itu terjadi di bulan Februari. Di pertemgahan bulan yang kebetulan bulannya enggan redup, karena malu dibuat kalah oleh sang kado-kado valentine. Aku yang bernama Zean, tak ingin kehabisan waktu untuk bertemu seorang kasih kinasih.

Awalnya kami berrencana untuk melakukan hal-hal bahagia di hari ini, tentang hari istimewa bagiku dengannya. Berbagai ceritapun dimulai, taman-taman kota mulai kami lewati dengan penuh tawa mengalahkan kegembiraan terangnya rembulan. Setiap bintang dilihat sebagai harapan, yang terus memikat kami. dinginnya malam, membuat kami tak ingin berpisah dari perasaan penuh hangat yang mampu mendamaikan jiwa, sebab dalam hati taka da yang terlupakan yakni bahagia.

Setelah bercerita, kamipun berpindah tempat sebab aspal juga tahu lelah menjadi saksi cerita kami. Dengan penuh hati-hati semaksimal mungkin kuhentikan motor menghindari kesalahan di depan kursi taman, sedikit mengambil waktu melepaskan penat atas perjalanan yang telah kami lewati, percakapan yang seakan-akan telah terstruktur terjadi atas kursi taman, perbincangan antara dua makhluk ini dialasi oleh kagumnya tanah, menikmati keindahan bintang dan tabahnya langit menemani bulan. Topiknya berawal dari perjumpaan kami, meski hanya melalui media sosial, identitas masing-masing kemudian komunikasi terus berlanjut dari hari ke hari. Pengalaman dan peristiwa baik ataupun buruk yang dialami seharian atau di hari-hari sebelumnya yang lupa diceritakan pasti akan selalu diberitahukan, banyak kisah yang dirajut bersama hingga waktu telah larut malam, kamipun kembali kerumah kami masing-masing, sekali lagi kukatakan taka da yang lebih bahagia dari hari ini.

Sapaan sinar mentari dan ramainya suara ayam berkokok, berhasil membangunkanku pada pagi hari ini. Dengan penuh semangat aku beranjak, optimis hendak mengukir cerita indah lainnya. Garis demi garis saling bertautan, lingkaran demi lingkaran menjadi pola dan coretan demi coretan menjadi sebuah karya. Dengan sebuah kisah yang terukir indah, tak akan pernah terlupakan sebab selain hari kemarin tak ada waktu yang mengulangi ketika menjadi pencinta yang baik untuk cerita cinta menjadi begitu indah.

 

SUARA KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA

Oleh: Gisel Muga

Pemimpin yang tak konsisten

berrujung pada pemberontakan

suara beli yang tak sah

akan berujung penghancuran

semua dari rakyat

oleh rakyat dan untuk rakyat

Bertempur untuk menang

kerja keras tak akan terbenam

kan terpilih yang baik

dari yang terbaik

berkibarlah bendera persatuan

tiada batas cita-citamu

miskin kaya suara tak berbeda

bangkit dari penderitaan

kan berjalan bersama

majukan Indonesia merdeka

 

AKU KAMU JARAK DAN WAKTU

Oleh: Kerin Duar

Hari ini adalah hari tepat

Tentang hari kasih sayang

Yang tak kunjung usai

Hari ini juga adalah hari tepat

Tentang jarak sang waktu

Yang sungguh kejam saat ini

 “apakah aku harus mengukir cerita indah bersamanya”

“ataukah aku harus mengakhiri cerita bersamanya”

Aku ingin dia selalu bersamaku

Dan tak ada jarak dan waktu yang memisahkan

Aku dan dia, dan tak ada tembok yang menghalangi aku dan kamu

Tapi ini khayalan, yang tahu membayangkan

Dan sekarang mengenggammu adalah suka

 melepaskanmu adalah duka

 

IBUKU TERCINTA

Oleh: Ninok Adam

Malam ini terasa membeku

Ibuku terus bekerja untukku

Demi cinta dan kasihmu

Engkau bekerja untukku

          wahai tuhanku

          hari mulai redup karena kuasamu

          ibuku di luar bersama malammu

          doa dan harapanku

Semoga engkau menerangi ibuku

Ibu, semua kerjamu tak sia-sia untukku

Aku janji akan membalaskan budi untuk

“bagimu ibuku”

 

DI BALIK SENJA

Oleh: Grace Amus

Sejarah menyimpan kisah

Sepucuk bunga menyimpan kehidupan

Biru, ungu, jingga, perpaduan warna menarik

Menyimpan alunan harmoni

Manisnya secangkir kopi

Menyimpan sekilas cerita menarik

Senja merindukanmu

Bayangmu terlukis dalam pandangan

Canda tawamu terdengar di telinga

Hemburan seakan membisikkan

Seakan kaupun sedang merindu

Dan bila esok senja kembali

Semoga kehangatan secangkir the

Dapat mempertemukan kita kembali

 

CINTA DI BULAN PURNAMA

Oleh: Caca Adresa

Bulan sabit mengais hati

Cahaya redup senyum

Berbalut awan biaskan cahaya

Pada manusia tergiur rindu

Bila awan membuka perawan bulan purnama

Dalam tiang langit bersanding

Aku tertarik langit di malam hari

Dengan derdandan

Bintang berkedip-kedip

Dalam cahaya malam hangat

Menjanjikan isi hati tersimpan rapi

Yang berada di kawasan alam

Bola langit mengais jantung hati

Pada bulan purnama tersimpan cinta

Mengalir, membasahi hatu frustasi

Yang menandingi cinta merangkak harapan

Pada hati yang mendua jua

Bila cinta menunggak uang

Aku rindu kecup bibir bulan purnama

 

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

Oleh: Adila Redem

Masa kini akan segera berlalu

Masa depan akan segera tiba

Impian-impian baru mulai muncul

Akan kugapai dengan penuh harapan

          Impian memang susah digapai

          Akan tetapi harus tetap berusaha dan berdoa

          Semoga tahun ini menjadi tahun penuh makna

          Dan menjadi tahun penuh harapan

Aku rela mengorbankan apapun

Demi menggapai impianku

Semoga pengorbanan usaha dan doaku

Tidak sia-sia

Dan semua impian dan harapan dapat tercapai

 

 

 

VARSHA

Oleh: Grace Masur

Dingin menusuk raga diri

Ditemani kelabunya awan gulita

Bersama rindu yang tak berujung

Diselimuti dinginnya gemuruh hujan

          Kenangan hujan memanggilku

          Mentari merindu

          Mentari arah jejak kehidupanmu

          Yang tak kunjung ditemu

Seraya doa yang kusenandungkan

Harapan sampai kepadanya

Dengan ketengan yang abadi

Dalam kehidupan yang terganti

 

LOVE STORY

Oleh: Quan Gantur

Aku menutup mata

Membayangkan wajahnya

dia terang bercahaya

dan kau gadisku

aku menyukaimu

tetapi, entah mengapa

hatiku enggan menyapa

dan aku berkata gadisku

bawa aku ke tempat yang indah

aku akan menunggumu

dan tak akan meninggalkanmu

You will be the princes in my life.

 

JANGAN MENYERAH

Oleh: Keren Anashawa

Aku akan terus melangkah

Beruujung menggapai harapan

tak peduli anggapan apapun cercaan

terus bergerak tidak ada keraguan

terpeleset jatuh

tergores luka

bangkit tuk melangkah

tak pernah sudi tuk menyerah

hidup itu sulit

bagi mereka yang tak mau mencoba

hidup itu menyebalkan

bagi mereka yang lemah dan berputus asa

 

 

 

 

 

 

MIMPI

Oleh: Adila Redem

Aku menyimpan kata

pada sebuah lemari yang dikunci

membuka lebar kata pada sebuah pesimpangan jalan

aku berharap mimpi ini

aku melangitkan doaku

untuk menggapai asa di langit biru

aku juga berkata

dengan ratusan mimpi yang terajut indah dalam angan

Banyak tamu yang datang kesana kemari

walau datang hanya sekadar bertanya

atau melanjutkan menjadi pecundang

atau pemenang atas saya yang telah dirayu

Ratusan kelikir jalan

yang menghiasi perjalanan panjang ini

kucoba tuk bersahabat,

mengambil hukumanatas serangakian

fenomena diri

aku mencoba berdamai dengan angin

badai dan hujan.

kuberharap perjalanan seindah Ciderella

 

 

 

SERANGKAI MIMPI BODOH

Oleh: Nesya Asa

Benderaku…

Merah putih jantungku…

Rakyatku…

dianggap dunia sebagai negara kelas bawah

dianggap tak mampu menjadi negara

dengan derajat yang setara

Aku rakyat biasa

yang menjalar ingin memerdekakan negeri

dari Tirai kebodohan berpikir

kita telah ditipu

bahkan pilihan kita dibeli dengan kalimat manipulative

Bangunlah…Rakyatku

Bangunlah dari mimpi panjangmu

Kita adalah bangsa Indonesia

bangsa yang berideologi

bangsa yang berdemokrasi

dengan pilihan terbaik

 

 

 

 

 

 

ARANG KAYU

Oleh: Pandik Fardi

Sambil terus membara dalam kipasan

Arang kayu mertawakan tukan sate

terlihat kepanasan mebolak-balik

 potongan potongan kambing didindingkan

agar hangus terbakar

Tukang sate menghentikan kipasan

setelah potongan daging itu siap disantap

dalam sisa bara, arang kayu seperti mendengar

sayup rintikkan kambing kesakitan

tak tahan hati serasa tersayat

dibiarkan dirinya padam mengabu.

 

 

 

 

IN CLOUD

Oleh: Bella Liman

Often all camouflage white

Spoiled see eyes look

Put hope at bright

and submit at wind

Determines street be live have to blew

at story which precending

          Often all camouflage black

          frighten divide the lover

          Carry hesitancy divide every prayer

          And hangs, at rain

          Necessary droplet liberated

          At strory which not definite about it

I’m while often become cloud

Give calm divide every creature

Although frequently in a moment

indicate self with perfect pose

          Although frequently grief away

          in water which tight away

          and about fall at frequently.

 

 

 

 

HARAPAN DAN IMPIAN

Oleh: Kamelia Mirjana

Kala malam datang menghampirimu

kau taburkan sebuah kerinduan

Tangis serta alunan doamu

selalu terkubur dengan tetesan air mata

          Dalam sujudmu

          Petiklah deru cinta abadi

          Karena tak tampak sosokmu

Tak mungkin…

Aku memberi kabar

Pada sebuah mimpi

Walau hatiku bergejolak

          Perlahan kau menua

          Termakan usia

          Menggiring sebuah kerapuhan waktu di sini

Aku bagaikan pelita

 Menerangimu walau dalam kerinduan

Berharap matahari mendengarkan mimpimu.

         

KASIH SAYANG

Oleh: Della Astrivan

Seberkas cahaya memberi harapan

kurankai cinta dengan lembut

menggenggam sepercik harapan

Merayap dalam hati

            terukir harapan seorang insan

            terkatup dalam kesunyian

            hujan tak jadi turun saat hadirnya senyum

semoga indah menjadi nyata

tergenggam jemari teriring doa

mengingatmu dalam diam

hanya mampu

menyelipkan namamu dalam setiap doaku

 

           

                                                   KATA KITA          

Oleh: Cici Aslin

Taka da yang lebih baik

Taka da yang lebih indah

dibanding dengan dirimu

Pernahku bersandarkan kepala

pada dada bidangmu

Kurasakan hawa hangatmu

Pernah kutidur di pelukmu

Kurasakan nyaman diriku

Kau belai rambutku

Kau buatku seperti ratu

Kau tak pernah biarkanku bersedih

Kau menghiburku

Kini, kurasakan sunyi hatiku

Rindu selalu mengiringku

Taka da kata yang kuucap

Selain merindukan dirimu

Taka da tempat bagiku

Tuk bersandar dan menangis

Duniaku adalah dirimu

Tempatku adalah hatimu

Sebab rinduku yang terdalam

Cintaku yang teristimewah

 

BAYANGAN SEMESTA

Oleh: Cici Aslin

Senyuman manismu kala itu

Membuatku berpikir inikah

Yang dinamakan terpana?

Suara tawamu kala itu

Membuatku berpikir inikah

Yang dinamakan bahagia

Aku terlena aku lengah

Kutatap senja penuh makna

Kunikmati angina senja penuh rasa

Genangan air memenuhi mata

Setetes demi tetes hilangkan rasa

Inikah yang dinamakan duka?

Dunia terasa fana

Senyum ditelan dusta

Tawa ditenggelamkan masa

Aku tak bisa berkata

Aku tak punya kuasa

Hanyalah pasrah yang akan jadi sasaran

Hanyalah bayangmu saja

Yang bisa kukenang hingga akhir masa

 

 

 

HARAPAN

Oleh Renol Aquino

Berada di antara pelik dan onar

benak serasa berputar seperti gasing

harap dan cemas kini terancam

ingin dan harap lekas sembuh

          wahai para tuan

          bisakah kau tulis puisi

          dari ranting terrendah

          dengan nisan yang berjejer

 

HARI BAHAGIA

Oleh: Stefan Sensi

Pagi ini langit membuka ruang

begitu luas, sinarnya menyapu rona

wajahku yang kemerahan

bukan, aku tidak sedang tersipu malu

itu hanya bagian terbaik dari riasanku

          sepasang bola mata kecoklatan

          memandang dari kejauhan

          begitu dalam, sampai kutemukan

 teduh yang enggan membuatku pulang

dia berjalan mendekat

semakin mendekat

sampai aku lupa dimana

akan kutemukanbahagia selain dia

saatku panjatkan harap dalam genggamannya

semoga hari bahagia itu ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sang Pemimpin

Karya: Oswald Agustine

Di sebuah desa yang asri , ada seorang pemimpin yang  berwibawa

pemimpin itu sangat dipuji oleh rakyat. Suatu ketika ada seorang yang tidak senang

dengan keberadaan sang pemimpin tersebut, ia merencanakan sesuatu hal yang

tidak patut dilakukan.

Dia menjual sang pemimpin tersebut untuk berjanji akan memberi bantuan.

Karena perkataan orang tersebut masyarakat berdemo ke rumah pemimpin tersebut

Sang pemimpin pun bingung  dengan apa yang  terjadi di luar sana. Saat pemimpin itu

Menemui rakyat ia langsung mendengarkan teriakan rakyat, dengan cepat dan penuh

wibawa dia menjelaskan semuanya, semua rakyat pun meminta maaf kepada pemimpin

tersebut dan rakyat di desa hidup aman dan damai.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                       

                       

                     

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah Kejutan

Karya: Ketrin Sari

 

Di suatu sekolah ,terdapat siswa yang bernama Kate. Dia sangat terkenal

Akan kepintaranya di sekolah terebut. Kate merupakan permpuan yang cukup baik

Tetapi sangat cerewet. Dia memiliki seorang pacar bernama Covar. Covar juga

Tak kalah cerdas dari Kate. Covar orangnya baik, pemarah, dan pintar.

Mereka berdua bersekolah di sekolah berasrama. Di sana , mereka diurus oleh

Pembina mereka yang bernama buk Itak

Suatau hari si Kate dipanggil oleh ibu Itak, kate pun takut dia pikir dia telah membuat

Suatu masalah yng membuatnya harus berhadapan dengan Ibu Itak, sesampainya

Dikamar ibu Itak Kate pun berkata  “Ada  apa buk ?” ibu itak pun berkata “Ibu punya hadiah

Untuk kamu hadiah ini sangat special soalnya bertepatan dengan Valentine” serius buk? Tanya

Kate .setelah itu Covar pun datang dengan kadonya setelah itu covar menyuruh temanya

Untuk menutup mata kate setelah itu covar lansung memberikan kejutan berupah

Hadiah dan menyuruh kate membuka matanya “WOW!!!” Teriak Kate dengan riang

Kate pun lansung memeluk covar di depan semua orang .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VALENTINE DAY

KARYA : KETRIN SARI

Valentine day

Hari menebarkan cinta membagi cinta

Menebar kehangatan tali persahabatan

Saat tepat berbagi cinta

Valentine

Hari penuh kasih sayang

Cinta yang tiada batas

Menebar tawa canda ria

Berbagi kemesraan cinta

Indahnya cinta

Berbagi dengan orang special

Melekat di hati tiada terlupakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAHLAWANKU

KARYA : MONTANIA F. HASNY

Pahlawanku saat penjajah datang

Kau kobarkan semangatmu

Dengan gagah kau maju

Melawan penjajah hingga beribu-ribu

Penjajah tertindas mati olehmu

Sungguh pahlawan tidak kenal letih

Untuk memerdekakan Indonesia

Engkau meneteskan keringat demi Indonesia

Sebagai putra putri Indonesia berterimakasih

Atas semua perjuanganmu

Kami berjanji akan memajukan Indonesia

Pahlawanku idolaku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HARI YANG KU TUNGGU

KARYA : AKSEL KADA

Hari berlalu begitu cepat

Kini hari yang ku tunggu

Sudah tiba

Hari yang ku nantikan

Sudah datang

Dimana hari ini

Sangat istimewa

Yaitu hari Valentine

Hari kasih sayang

Hari ini membuatku

Mengingat kasih sayang

Dari keluargaku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RINDUKU KEPADANYA

KARYA:FANI RANGKAP

Jikalau aku merindukanmu

Aku hanya bisa duduk

Dan menatap bintang-bintang

Di langit yang bersinar indah

Aku hanya bisa membayangkan kamu

Duduk disampingku

Dan menatap bintang-bintang itu bersamamu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

KARYA: MEV A. NOVERI

Oh… guruku engkau pahlawanku

Yang terhebat diseluruh dunia

Aku sangat menginginkan engkau

Dan sangat kuidolakan

Dan angin yang membawa hari kehari

Dan saatnya hari valentine

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FRANSISCO DAN FERNANDO

KARYA: JOI MARTO DAN NERA MBANGUR

Di suatu kampung hiduplah seorang anak kecil yang bernama Fernando.

Fernando memiliki seorang kakak yang bernama Fransisco.

Mereka memiliki seorang kakek yang bernama kakek Jhurando.

Kakek jhurando selalu menjaga Fernando dan Fransisco karena kedua orang tua mereka telah pergi entah kemana.

Kakek Jhurando bekerja sebagai kuli bangunan. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan kedua cucunya.

Fransisco berumur 17 tahun dan adiknya si Fernando berumur 13 tahun.

Fransisco adalah sosok orang yang arogan dan kasar. Sementara adiknya memiliki sifat yang terbalik dari kakaknya.

Fransisco hanya tau menghabiskan harta untuk berfoya-foya. Sedangkan Fernando selalu membantu kakeknya berjualan.

Pada suatu hari Fransisco membawa seorang gadis ke rumahnya. Kemudian memperkenalkan wanita itu kepada kakek Jhurando. Namun kakek Jhurando tak menyukainya karna sama sama arogan.

Fransisco pun tak terima dengan perlakuan tersebut. Ia pun menendang kakek Jhurando hingga kakek Jhurando  terlempar dan kepalanya terbentur dinding. Kakek Jhurando menderita , namun Fransisco tak mempedulikannya. Akhirnya Fransisco dan gadisnya pergi meninggalkan kakek.

Fernando yang melihat bahwa kakeknya sudah meninggal menangis dengan keras, dan meninggalkan rasa kecewa dengan kakaknya.

Akhirnya Fransisco dan gadisnya mati tertabrak kereta yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi.

TAMAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEKASIHKU YANG KU KECEWAKAN

Karya: APRILIANO D. WANDI

Dengarkanlah kekasihku rintihan hati ini

Yang selalu menunggumu

Selalu merindukanmu

Bukan maksud hatiku tuk sakiti hatimu

Karna kehilafanku membuat engkau menjauh

Kekasihku

Usalah engkau kembali mengaharapkanku lagi

Sungguh terasa perih luka yang kau beri

Telah aku sayangi

Tapi engkau hianati cinta yang suci ini

Ternoda engkau racuni

Kekasihku

Sayangku pujaan hatiku

Berikan aku maafmu

Atas semua perlakuanku

Kekasihku tertutuplah pintu hati

Terlalu damba sakit yang kurasakan

 

 

 

 

 

 

PEMILIHAN UMUM MEMANGGIL KITA

KARYA: OZWALD BUDI, JOI MARTO, KS’FERNNANDO

Pemilihan umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi pancasila

Hikmah Indonesia merdeka

 

Pililah wakilmu yang dapat dipercaya

Pengemban ampera yang setia

Dibawah UUD empat lima

Kita menuju ke pemilihan umum

 

Salam AMIN

Salam GEMOY

Salam METAL

KITA INDONESIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Negara  Terpimpin

Ain Epifani

Kemajemukan Yang Extra

Dengan Sebuah Pilihan

Yang Panas Membara

Himpunan Yang Berbondong –bondong

Demi Mendapatkan Sebuah Impian

 

Merakit Sebuah Keistimewaan

Dengan Sebuah Kewibawaan

Perjuangn Yang Akan Tergantikan

Oleh Sebuah Hasil Yang Memuaskan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Demokrasi

Gio Londas

Suara Pembedaan

Namun Pemikiran Terpenjara

Suarakan Kesetaraan

Tapi Tertutup Soal Keberagaman

 

Suarakan Kebebasan

Namun Tidak Terima Kenyataan

Egois Dalam Bertindak

Hanya Mau Diikuti Tampa Mengikuti

 

Hanya  Mau  Didengar Tampa Mendengar

Itulah Mereka Sang Penguasa Dunia

Hobinya  Perang Dengan Dalil Perdamaian

Niscaya Demokrasi Tampa Hal Yang Baru

 

Terlihat Indah Namun Buruk Untuk Pencernaan

Hanya Untuk Agenda Penguasa

Menguasai Ekonomi Dunia

 

 

 

 

Valentine Day

Ketrin Sari

Valentine Day

Hari Menebarkan Cinta Membagi Cinta

Menebar Kehangatan Tali Persaudaraan

Saat Tepat Terbagi Cinta

Valentine

Hari Penuh Kasih Sayang

Cinta Yang Tiada Batas

Menebar Tawa Canda Ria

Berbagi Kemesraan Cinta

Indahnya Cinta

Berbagi Dengan Orang Spesial

Melekat Di Hati Tiada Terlupakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demokrasi

Rafi Suciarto

Dibawah Langit Biru Suara Kita Bergema

Dalam Deneang Demokrasi  Keadilan Terpancar

Tak Peduli Warna, Tak peduli Status

Tak Setiap Rakyat , Tak Terkikis

 

Bersama sama, Kita Membangun Negri

Dengan Penuh Semangat, Tuk Raih Kejayaan

Suara Demokrasi , Adalah Nyayian Kebesaran

Mungkin Indah, Merajut Pengetahuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Rakyat

Geral Yosua

Barisan Kami Tak Gentar Berpadu

Kepercayaan Tanda Menyerbu
Sekali Berarti
Sudah Harga Mati

Maju…….

Hanya Utukmulah Negri Ini

Dengan Sepenuh Hati

Kami Para Rakyat Dengan Berani Memilih Engkau

Majulah……

Wahai Para Penegak Bangsa

Sesengguhnya Jalan Untuk
Membuat Negri Ini Tegak

Sudah Tercapai Bagimu…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mafia Mafia Politik

Retno Tenang

Rakyat Dituntut Harus Bertata Krama

Dengan Pengusaha Sedang Pengusaan Bebas

Berbuat Apapun Pada Jelata Ketimpangan

Yang Jelas Dalam Realita

Jelas
Produk Pemilu Dari priode ke Priode

Berikut Tetaplah Sama

Politik Bukah Hanya Untuk Perebutan

Kekuasaan, Namun Ada Pelengseran

Sebuah Kekuasaan jangan Dikatakan

Ini Sebagai Keritikan Namun Suara

Sejak Nurani Dan Suara Penindasan

Yang Berjalan Di Atas Suara Sang Jelata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sampai Kemarin

Fandra Syukur

 

Sampai Kemari

Ketika Semua Babi Rusa

Komodo Badak Cula

Hidup Terlindung Pekat

Dalam Satu Undang Undang

Guru Malang
Sebagai Malaikat Yang Terikat

Hidup Penuh Hampa
Tampa Perlindungan
Sepenggal Undang Undang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pahlawan

Oswal P.

Pahlawan Engkaulah Raja Bangsa

Engkau Rela Mati Demi Masyarakatmu

Engkau Berjuang Demi Negri

Engkau Bagaikan Ayah

Yang Berbuat Apapun Demi Anak anaknya

 

Engkau Bagaikan Benteng

Yang Tak Bisa Runtuh
Tak Merasa Lelah

Walau Banyak Beban

Trimakasih Pahlawan

Karnamu Kami Bisa Bertumbuh Dan Berkembang

DI Negri Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demokrasi Membara

Marny Minarni

Demokrasi, Suara Keadilan Mengelerah

Dari Sudut Hati, hingga Ke Penjuru Negri

Rakyat Berdiri Bersama Sama Berjuang

Menyuarakan Hak, Membanguan Masa Depan

Tak Ada Yang Terpingkirkan

Tak Ada Yang Terlupakan

Dalam Demokrasi Semua Punya Tempat

Suara Terdengar Dalam Satuan Yang Kuat

Menggulir Keadilan, Menuju Keadilan Sejati

Pergilah Ke Tempat Pemilihan

Sampaikan Suaramu

Jangan Biarkan Hening

Menjadi Saksi Bisu

Dengan Semangat Demi Kita

Kita Berdiri,Membangun Negara
Yang Adil Dan Sejahtera

 

 

 

 

 

 

 

 

Warga Demokrasi

Erik Dahus

Karya Dalam Mereka

Indang Mengenang Dalam Berbagai Nusantara

Kini Telah Bebas Merdeka

Jadi Negri Yang Mandiri Dan Berjaya

 

Kami Tidak Tahu, Kami Tidak Lagi

Bisa Berkata Kalau Sekarang Yang

Berkata Kami Bicara Dengan
Hening Di Malam Sepi

Jika Ada Rasa Hampa Dan Jam Dinding

Yang Berdetak Tenang,kenang

 

Mari Kita satukan Warga demokrasi

Dengan sorak gembira

Membangun negri kita dan

Maju terus tampa berhenti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia

Sastri cintabela

Hari demi hari

Indonesian telah melewati

Begitu banyak cobaan

Yang harus indonesia

Lewati dengan sulit

Tetapi indonesia melewatinya

Dengan perjuangan yang

Begitu besar untuk

Melawan kesulitan

Bangsa indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kekasihku

Greis tonjo

Duhai kekasihku tiada yang lain

Saat ini jika kamu tidak ada di samping ku

Aku bisa lihatbintang bintang yang ada di langit

 

Tampamu aku tak berdaya

Aku tersadar wujudmu terikat

Jelas tampak seperti nyata ragamu

Tau nya sisa bayangan yang yang tertinggal

Aku meridumu kekasihku yang tak pernah kembali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bulan

Enji harjon

Bulan

Kau begitu terang

pada malam hari cahayamu

begitu indah di mata ku,bulan

aku melihat mu aku ingatkan

lagi masalalu ku yang indah

dengan seseorang yang sangat

saya sayang

bulan kau begitu

makna bagi diriku

kamu juga penganti

orang yang aku sayang

dalam hidupku di dunia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAHABATKU

 

Sahabat ku, Engkau begitu berarti bagi ku

Engkau yang selalu menemaniku, saat Aku dalam kesepian dan sedih

Engkau yang selalu berada di sisi kananku yang selalu menyemangatkan Ku

Saat Aku berada di berbagai masalah yang menimpa ku

Wahai sahabat Ku, Engkaulah Orang ke tiga di hati ku

 

BY. QEIN HARMIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TENGGELAM LALU BANGKIT

 

Hari demi hari telah kita lewati

Tatapan yang mendalam telah kita rasakan

Bersama melewati berbagai tantangan

Yang membawah kita kearah yang berbeda

 

Aku termangu ditepian pantai

Angin menembusi tubuh begitu terasa

Bayangan dirimu ada dihadapan mata

Hingga air mata bercucuran tak terkisahkan

Kini ku bangkit

Tidak merasakan angin menembusi nadi

Melihat sang semangat telah tiba

 

BY:YOAN KRISTIANI ASA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KENANGAN YANG TAK TERLUPA

 

Saat ku duduk dibawah pohon cemara

Ku hanya merenung, mengingat masa –masa kita yang terindah

Disaat kita tertawa dan menangis

Engkau selalu di sampingku

 

Disaat kita terpisah, aku hanya melihat bayangan dan  jejak mu

Terimakasih atas kebaikan mu

 

BY. DJOSEFA S. DONITA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANTUN

BUAH MANGGA BUAH PISANG

RASANYA ENAK BERKALI –KALI

BELAJARLAH MULAI DARI SEKARANG

UNTUK MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN NANTI

 

BY:YOHANES A.G. ANGGAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KASIH SAYANG

 

Merinduhkan sahabatku yang dulu

Oh……..sehabatku

Enkau bagaikan obat dalam hidupku

Disetiap aku kesepian dulu

Engkau selalu ada didekat ku

 

Hatiku sangat merinduhkanmu

Ku masih bayangkan dirimu, kamu berada disisiku

Ternyata hanya bayangan mu yang tersisa

Aku sangat merindukanmu

 

BY:SINTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAHABAT  SEJATI

 

Oh…. Sahabat sejati

Engkau bagaikana burung   burung, yang bernyanyi diatas pohon cemara

Dalam ssepiku, engkau selalu disisiku

Dalam hidupku engkau selalu membuat ku bahagia

Dalam duka dan sedihku, engkau selallu membuat ku tertawa

Saat kita berpisah, aku hanya melihat jejak dan bayanganmu

Dihari hari kita,saling bersama

Mengapa mungkin kita berpisah ?

Kenangan takkan ku lupakan saat kita bersama

Terima kasih sahabat sejati ku

 

BY: GLOMERYS Y. ALI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERIMA KASIH AYAH & IBUKU

 

Ayah &ibu ,saya berterimah kasih kepada kalian

Kasih kepadamu karena engkau

Menyayangiku & juga merawat ku

Sampai aku menjadi anak yang baik

 

Dari dulu engkau menyekolakan aku

Sampai aku smp di sini

Di bawa terik matahari engkau bekerja demi aku

 

Oh……

Ayah dan ibu saya sangat bersyukur

Menjadi anak mu karena engkau,

Tanpa lelah bekerja demi aku

 

BY:DIKA TOMO DAN JOSUA

 

 

 

 

 

 

 

 

BERJUANG  DALAM KEGELAPAN

 

Pada pagi itu ,tiada suara yang ku dengar. Hanya ada kabut hitam menutupi langit biru kesunyian yang menutupi keramaian”. Tiada yang sangup untuk mengalakan  kegelapan pada pagi itu. Ketakutan yang sudah memeluk seluruh tubuh  membuat tubuku hanya bisa merenungi diri dan hanya bisa melihat suatu pohon yang bisa berdiri. Dengan berani dalam kegelapan pada pagi itu dan aku membayangkan, andai aku bisa menjadi pohon itu yang berdiri dengan tegak dalam kegelapan.hari-hari ia lewati dengan sendirinya tampa rasa sedi hingga dia bisa tumbu dengan sukses.pada hari hari nya hingga pada hari itu ia merasakan kasih sayang

 

BY: KEISYIA.G

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRESIF BAGI KEMAJUAN PENDIDIKAN INDONESIA

Oleh: Kerin Duar

Kehidupan manusia tak pernah terlepas dari perubahan. Perubahan itu akan selalu membuntuti manusia seturut yang adalah makhluk dinamis, perubahan itu senantiasa memampukan manusia melahirkan banyak hal. Oleh karena itu, daya kreasi manusia akan senantiasa berjalan beriringan dengan perubahan tersebut.

Lantas padaa taraf tertentu daya kreasi itu melahirkan hal yang bermanfaat bagi manusia, salah satunya ialah perkembangan dan kemajuan itu sendiri telah banyak memberikan kamu adalah bagi kehidupan manusia. Kemudahan dalam hal mendapatkan informasi, berkomunikasi, mendapatkan pekerjaan, dan masih banyak lagi manfaat positive lainya yang telah didapat manusia dari kemajuan teknologi. Mangunharajana dalam bukunya “pendidikan Karakter Tujuan, Bahan, Metode dan Modelnya” mengartikan bahwa pendidikan sebagai suatu usaha sistematis dan tekun demi meneruskan, mendapatkan dan meransang pengetahuan, sikap, nilai, kecakapan, kompentensi, provesionalitas peserta didik yang dinilai berguna untuk perkembangan kepribadian dan kontribusi bagi kehidupan masyarakat. Berbagai nilai termaktub dalam pendidikan tersebut lantas akan di pandukan dalam suatu sistem atau model pembelajaran sistem tersebut yang dinantikan menjadi wadah bagi tenaga pendidik dalam menyalurkan segala budik arti pendidikan itu kepada siswa.

Sejalan dengan program Nadiem Makarim menjalankan sebuah konsep merdeka belajar, konsep belajar ini hadir demi menggapai model pendidikan selamah ini yang terkesan monoton dan membosankan, selain terkesan konsep belajar ini hadir untuk menjaga tuntunan zaman yang mengharuskan hadirnya generasi- generasi penerus bangsa. Nadiem Makarin selaku materi pendidikan dan kebudayaan periode 2019 -2024, lantas menawarkan gagasan baru beliau yang terinspitasi dari sosok Kihajar Dewantara memandang bahwa merdeka belajar bertujuan untuk mengembangkan kreaktifan siswa yang merupakan elemen penting bagi kemajuan bangsa. Ada pun program merdeka belajar antara lain mengganti UN dengan asesmen kopentensi minimun (AKM).

Merdeka itu menurut KBBI mengandungung tiga arti kata yang pertama bebas, berdiri sendiri, pendidikan membuka ruang bagi para siswa untuk bisa belajar di mana pun dan kapan pun tanpa ditekan oleh pihak lain. Ketiga tidak tergantung keleluasaan. Siswa yang merdeka mesti semangat, optimis, kreatif dan berani mencoba hal baru atau berinovasi.

Dalam mewejudkan pendidikan yang merdeka, dibutuhkan peran dari berbagai pihak seperti pemerintah, drkolsh, guru, orang tua dan masyarakat. Pendidikan yang yang bermutu tidak jatuh dari langit melainkan lahir dari kerja keras sekolah. Sekolah juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan kurikulum Merdeka Belajar, sedangkan peran guru sebagai pendidik merupakan ujung tombak bagi proses belajar siswa. Sedangkan peran orang tua dalam hal ini adalah guru di rumah yang senantiasa membimbing anaknya. Kemudian masyarakat juga tak kalah pentingnya dalam mendukung keberlangsungan perubahan pendidikan meski secara tidak langsung.

Kurikulum Merdeka Belajar merupakan terobosan baru yang diharapkan mampu mendobrak masalah pendidikan diindonesia . kita perlu belajar dari semangat yang ditunjukan para pahlawan bangsa yang berjuang untuk memajukan pendidikan, oleh karena itru sebagai generasi masa depan bangsa kita mesti melanjutkan tongkat estafet pendidikan menuju kebebasan.

Terima Kasih

 

PERBEDAAN PANDANGAN TERHADAP DEMOKRASI

Oleh: Glen Dano

Pada pagi hari yang cerah aku berjalan keluar kompleks rumahku, tapatnya pada minggu kedua di bulan ini tentu hari di mana dekat dengan pemilu. Di Tengah perjalanan aku melihat seorang bapak yang duduk di post ronda sedang bercerita sambil minum masing-masing segelas kopi di hadapan mereka.

Aku mendengar mereka bercerita tentang berita terkini yang berkaitan dengan pemilihan Capres-Cawapres. Apa yang mereka ceritakan sangat familiar di telingaku da

 

BALIHO

Oleh: Quin Gerson

Di sebuah tempat, hiduplah sepasang suami istri yang bernama Siti dan Pepo. Mereka dikaruniai seorang anak yang bernama Andri. Andri berusia 21 tahun, dan sedang menempuh pendidikan Strata Satu pada salah satu universitas di dekat tempat tinggalnya. Kehidupan  mereka sangatlah rukun dan tentram.

Pada suatu hari, Andri pergi kuliah. Dalam perjalanannya, dia melihat sekeliling jalan penuh dengan foto berukuran besar dengan menggunakan tekstur bahan yang begitu tebal sehingga tidak mudah sobek atau bisa juga tahan air. Andri melihat berbagai poster di pajang rapi dari berbagai partai. Mereka yang ada dalam foto merupakan calon DPRD, DPR Propinsi. DPR Pusat, maupun Capres-Cawapres dengan nomor urutnya mereka masing-masing.

            Ketika itu, saya merenung, dan timbullah pertanyaan “mengapa semua orang berlomba-lomba pajang poster di pinggir jalan, sementara sekarang bisa menggunakan media online?”.

            Setibanya dia di kampus, dia melihat kawanan mahasiswa yang berkerumun. Karena penasaran, Andri pun menghampiri mereka dan mencari tahu apa yang terjadi. Setibanya di sana dia melihat teman-teman sedang melihat berbagai warna poster dengan foto berbeda dari masing-masing kandidat baik legislatif maupun eksekutif. Poster-poster tersebut sangat disayangkan, selain karena dibawa pulang untuk dijadikan alas duduk oleh sebagian orang, juga diinjak oleh sebagian orang yang tidak memilih mereka. Dalam hati saya bertanya “Berapa kira-kira para caron menggelontorkan uang untuk mencetak poster besar yang menjadi penyangga duduk dan penghias jalanan?”, “Aku tak mau berkira-kira untuk menjawabnya” gumam Andri dalam hati.

Setelah menyaksikan kejadian itu, Andri tak menunggu lama dan bergegas pulang. Dalam perjalananya naik angkot, dia mendengar cerita dari penumpag lain tentang keberadaan poster yang begitu banyak di jalanan. Namun mereka menyebutnya bukan poster melainkan “Baliho”. Andri bingung dengan sebutan Baliho yang masih asing dari pendengarnya dan dia bertanya-tanya apa itu baliho.

Setibanya di rumah, dia menyapa ke dua orang tuanya yang sedang beraktivitas.  

“Siang Pa/ma” Sapa Andri dengan santai,

Siang juga nak “kamu sudah pulang” tanya ayah ibunya dengan rambah.

“Ia pa/ma” sahut Andri. “Papa tadi aku baru perhatikan sepanjang jalanan ke kampus banyak sekali poster para caleg dan calon eksekutif dari berbagai partai beserta dengan nomor urut mereka, apakah mereka tidak merasa rugi dengan memasanya begitu banyak?” tanya Andri penuh penasaran.

“Ia nak, sangat wajar semua para calon memasang baliho di jalanan, karena sekarang musim pemilu,”.

Andri terdiam, “Apakah baliho itu sama dengan poster pa?” tanyanya lagi dengan heran

“Ia Nak, kalau untuk kebutuhan gambar yang mau dicetak besar dengan tekstur bahan yang tahan lama itu sebagiknya menggunakan baliho” jawab sang ayah dengan lugas.

“Oh begitu ya Pa, lalu mengapa mereka mau membuang uang dengan memasangnya di jalanan begitu banyak?

“itu karena jalan merupakan fasilitas umum yang banyak penggunanya, sehingga mereka tidak sulit untuk melakukan pendekatan atau pun kampanya ke setiap daerah, hal itu juga salah satu metode mereka dalam memperkenalkan diri ke masyrakat luas, sehingga nanti tidak asing jika menyebut nama mereka. Para caleg ataupun Capres- Cawapres memasang baliho di jalanan bertujuan untuk memaparkan visi misi mereka, sehingga rakyat dengan mudah menilai kandidat mana yang memiliki visi misi terbaik”.

“Tapi kenapa tidak online saja pa, kan biayanya cukup murah?

“Bisa juga lewat online nak, tapi mengingat banyak masyarakat yang tidak menggunakan HP, ataupun laptope, jadi “Baliholah” yang menjadi sarana yang tepat agar semua bisa akses.

“Oh, ternyata bagus juga kegunaan dari Baliho ini pa”.

Dari cerita singkatnya dengan sang Ayah, Andripun mengerti apa itu baliho dan fungsinya.

Terima Kasih

 

TIDAK MENERIMA KEKALAHAN

Oleh: Dirly Larus

          Menjelang pilkada, semua warga bersiap untuk menentukan pilihan yang tepat. Ada dua orang yang diusung oleh warga setempat, Calon nomor urut 1 bernama Pak Gio, calon nomor urut 2 bernama Pak Atus. Mereka sesungguhnya tidak mencalonkan diri, tetapi kerena banyak dukungan masyarakat yang mendorong mereka untuk ikut calon, maka merekapun tak kuasa menolak permintaan dari warga setempat yang nota bene mendukung mereka dengan sepenuh hati. Mereka juga diusung oleh rakyat klarena didukung dengan perilaku mereka sehari-hari yang mana selalu baik dengan warga kampung tersebut.

            Pada hari di mana pak Gio melakukan kampanye, Gio menceritakan pengalamannya  saat dia menjadi kepala desa di perantaunnya. “Waktu saya menjadi kepala desa di tempat perantaun saya, di sana menjadi daerah maju, jalanan bagus, dan sekarang kalau ke kota sangat tidak sulit mencari kendaraan”. Warga pun percaya dan berlomba-lomba mendukung Gio supaya berhasil menjadi kepala desa di kampung terebut demi perubahan yang signifikan. Sedangkan Atus hanya bercerita tentang politik dan berjanji “jika saya terpilih menjadi kades, listrik di desa kita akan gratis” ungkap Atus dengan gamblang. Namun sayang, apa yang disampaikan Atus tidak dipercaya karena Atus hanya tamatan SMA dan tidak mempunyai pengalaman menjadi Kades.

            Pada hari Pemilu berlangsung, warga lebih memilih Gio dari pada Atus dan sangat terlihat kemenangan akan diperoleh Gio. Ketika proses pemilihan selesai, warga mendengar pembacaan surat suara dan mereka berdiri dan menu nggu dengan penuh rasa penasaran. Pada saat pembacaan suara telah selesai, kenyataannya memang benar bahwa Gio lah yang menjadi pemenang dalam kontestasi pemilihan kades di deda Itu. Dia berhasil mengalahkan Atus dan warga yang berkoalisi dengan Atus pun tidak terima dengan hal tersebut. Warga yang memilih Atus membuat kerusuhan yang berdampak meresahkan seluruh warga desa setempat.

 

SELESAI

Malam itu, Alex telah datang lebih dulu dan memesan sebuah meja di warung sederhana favoritnya. Sedangkan Lea menyusul belakangan karena pekerjaan tambahan di tempat kerja yang membuatnya pulang terlambat. Setelah hampir satu jam Alex menunggu, Lea menampakan batang hidungnya dan langsung menghampiri meja Alex. Di atas meja itu, sudah tersedia dua piring nasi, dua porsi penyetan bebek ditambah tempe goreng plus tahu di sekeliling piring, dan tak lupa minuman dingin Es The dua gelas.

“Kamu sudah memesankannya untukku?” tanya Lea dengan nada datar.

“Iya, kamu selalu bilang suka dengan penyetan bebek di warung ini bukan?” jawab Aleks dengan hangat sambil mengeluarkan senyum khas seperti biasanya untuk sang kekasih.

“Kamu selalu mengingatnya dengan baik, aku terkesan Leks” jawab Lea lagi sambil melempar senyum tak kalah manisnya untuk Aleks. Namun hatinya sedikit merasa sesak saat melihat seseorang di depannya yang begitu tulus.  

Aleks tidak banyak berkata setelahnya. Mereka berdua tampak menikmati hidangan itu. Aleks merasa dirinya hilang keberanian untuk mengutarakan segala isi hatinya kepada sang kekasih. Dia ingat dirinya kemarin malam yang berulang-ulang latih merangkai kalimat hanya untuk mengutarakan kelanjutan hubungannya dengan Lea. Kemarin dia merasa berhasil dirinya melakukan itu, tapi malam ini, semua kata yang terrangkai romantis itu seolah raib dari ingatannya hingga tak berbekas. Dia bingung memulai dari mana, dan dirinya merasa frustasi dengan keadaannya saat ini. Aleks benar-benar kaku saat ini. Di lain sisi dia berpikir, apakah semua orang mengalami hal yang sama ketika ingin melamar kekasih mereka? Entahlah, dia mendadak kaku sekarang, dan hidangaan di depannya hanya termakan beberapa sendokan saja. Di tengah  lamunannya itu, ia kembali mengumpulkan keberaniannya tanpa berpikir lagi Aleks merogoh saku celananya. Dia telah menyiapkan sekotak cincin emas yang akan dia berikan untuk melamar sang kekasih. Namun, belum sempat Aleks benar-benar mengeluarkan cincin itu, Lea sudah menyelanya terlebih dulu. Aleks pun tak melanjutkan aksinya itu dengan penuh tanya. Sesungguhnya hatinya benar-benar bingung dengan keaaannya kini, yang mana Leanya yang biasa ceria namun kali ini menjadi pendiam tanpa alasan.

“Alex, maaf,” kata Lea dengan menunduk sambil meremas jarinya.

“Maaf kenapa? Apa yang kau lakukan?” tanya Aleks heran.

“Soal Ibu. Dia tidak merestui kita,” kata Lea dengan sorot mata Lelah kepada kekasihnya itu ataukah akan menjadi mantan.

Kotak cincin yang telah digenggam Alex di bawah meja itu pun urung ditunjukkannya kepada Lea. “Kenapa? Kita telah lama bersama dan saling mencintai. Penghasilan kita juga sudah cukup baik untuk bisa berkeluarga!” kata Alex yang tidak dapat menyembunyikan kecewanya. Kekasihnya yang sangat dicintainya itu sebentar lagi mungkin tak lagi bisa bersamanya kerna restu calon mertua yang tak pernah mau menerima dirinya.

“Bukan itu! Kamu sudah tahu kan, masalah kita bukan itu!” jawab Lea sambil menatap mata Alex dengan penuh kesedihan.

“Aku tahu kamu akan menjadi suami yang baik,” lanjut Lea “Namun, biar bagaimanapun, kamu tidak bisa menjadi imamku di saat tanganmu masih menggenggam rosario dan Alkitab,”.

Aleks terdiam, makanan yang masih belum habis disantapnya pun dibiarkan mendingin begitu saja.

Dengan berurai air mata, Lea meminta maaf dan meminta Aleks melupakannya. Malam itu menjadi malam terakhir bagi mereka. Aleks masih terdiam saat Lea meninggalkan meja itu. Warung nyaman dan sederhana itu menjadi saksi bisu dua jiwa yang saling mencintai tetapi tidak bisa menyatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERBAGI DI HARI VALENTINE

Oleh: Frits Eclesio

Dua laki-laki sedang berada dalam satu kamar, Frits sedang bersiap untuk pergi belanja kebutuhan Valentine sedangkan wiliam sedang mengerjakan tugas sekolah.

Frits: Akum au belanja kertas dulu, kamu mengerjakan tugas sampai jam berapa.

Wiliam: Hari ini ada tiga soal, paling baru selesai sore, apa kah kamu tak punya tugas?

Frits : tidak ada. paling ada les sore saja. Nanti baru aku pergi, kamu mau titip.

Wiliam: Ia beli kertas kado saja 3 lembar. Kembaliannya kamu beli pentol saja untuk kita makan berdua.

Fritspun tak menunggu lama, dia langsung keluar dari tempat itu dengan penampilan yang cukupo menarik, sementara Wiliam tetap  dalam kamar dalam keadaan gelap karena mati lampu. Untuk menenangkan pikirannya dari rasa lelah seharian, Wiliam pun membaringkan dirinya di Kasur.

Tak lama dia memajamkan mata, lampu kembali dinyalakan oleh seseorang yang masuk kamar. Merasa terganggu, Wiliam bangun dan melihat kea rah seseorang yang berdiri membelakanginya.

“Loh, kok cepat Frits?” Tanya Wiliam.

“Ya Wil, kan hanya beli kertas kado di gang sebelah” jawab Frits.

“Lah, kesitu doang sampai pakai baju bgini?” Tanya Wiliam dengan heran.

“Ia, kenapa memangnya Wil. Inikan hari Valentine, jadi tidak apa-apa kalau aku mengenakann baju baru, hehe siapa tahukan ada yang niat kasih aku kado kalau penampilanku keren”. jawabnya dengan penuh tawa

“Iya, benar juga. Aku juga pakai baju bagus ah, biar menarik perhatian orang. siapa tahu nanti dikasih kado” sambungnya tak kalah lucu. “Eh Frits, pentolku mana? sambung Wiliam dengan tanya?

“Ini pentolmu, makan bareng yah”.

minta Frits dengan nada merayu.

“Ok deh, hari Valentine harus berbagikan, meski hanya sedikit”.

 

 

 

Valentine dengan Cerita Pilu

Oleh: Alicia Nalut

Di sebuah rumah yang sangat mewah, hiduplah sepasang suami istri yang memperoleh seorang anak dengan damai. Sumainya bernama Rizky dan istrinya benama Citra, sedangkan anak laki-laki mereka bernama Afgan. Mereka awalnya hidup bahagia dan tenang hingga pada akhirnya rumah tangga mereka hancur dan menyedihkan.

Pagi itu mereka sekeluarga menyiapkan acara untuk merayakan hari kasih sayang yang kita sebut Valentine dengan penuh gembira. mulai dari makan bersama, tukar kado, foto keluarga dan masih banyak hal menarik dan menyenangkan yang mereka lakukan.

Saat sang ayah yang mereka hargai dalam keluarga tersebut berbincang dengan Citra istrinya tiba-tiba “tring…tring…tring….” HP sang ayah berdering pada waktu yang salah di meja sang istri. Tanpa menunggu sang suami mengangkat panggilan masuk tersebut, tanpa menduga-duga Citra langsung saja mengambil HP suaminya dan langsung menggeser tombol hijau dari layer gawai tersebut.

“Halo” Citra menjawab orang dari seberang dengan nada lembut.

“Ini aku Ketrin” Sahut orang yg berbicara dari HP sang suami.

“Istrinya kaget dan langsunng menatap sang suami dengan penuh tanya. dalam benaknya “Ketrin ini perempuan dari mana?”. Tapi sungguh Citra mempercayai sang suami lebih dari siapapun. Sehingga dia meredamkan rasa curiganya dengan kembali menatap teduh sang suami.

“Ketrin ini siapa sayang?” tanya sang istri dengan nada lembut.

“Oh Ketrin itu saudari sepupuku yang di China sayang” Jawab sang suami dengan mantap namun tak menatap mata istrinya.

setelah mendengar jawaban sang suami, istrinya kembali melanjutkan percakapannya dengan seseorang yang tadi menelpon.

“Oh, kamu saudari sepupunya suamiku yang di China itu” lanjut citra dengan nada akrab. Citra ingin melanjutkan pertanyaanya untuk Ketrin yang di seberang sana, namun alih-alih jawab pertanyaanya, ternyata sambungan telpn terputus dan dimatikan begitu saja oleh Ketrin.

Citra kembali menatap suaminya dengan dalam. Dia mencari kejujuran dari sorot mata suaminya. Diapun kembali bertanya kepada Rizky tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah sang suami.

“Rizky, ketrin itu siapamu” tanyanya dengan nada datar sambil tetap menatap sang suami. Melihat sang suami tidak mampu menjawab dirinya dan seolah tidak mau menatap matanya, tan pa membutuihkan jawaban yang keluar dari mulut suaminya, dia sudah tahu aka nada sesuatu yang menghantam rumah tangganya.

“Aku tidak yakin dengan caramu menjawabku Rizky. Aku tidak yakun perempuan yang baru saja menelponmu adalah sepupumu. Apa aku yang kurang tahu silsilah keluargamu, atau kamu belum pernah mengatakan kepadaku kalau kamu punya keluarga di China”.

“Sayang, aku memang belum pernah bercerita kepadamu kalau kami punya keluarga di China. Ketrin itu memang salah satu sepupuku yang cukup dekat denganku”.

“Mana mungkin Rizky, kau saja tidak pernah lupa bercerita padauk tentang Sepupumu yang di Australi. padahal mereka jarang balik ke sini”. jawab istrinya dengan penuh selidik.

“Memangnya kenapa kalau aku lupa, dia memang saudariku” jawab Rizky sambil membentak.

Mendengar bentakan sang suami, Citra tak kuasa menahan air matanya. “jujur saja, Ketrin itu siapamu”

Dalam situasi yang cukup mencepam, anak merekapun datang dan kaget melihat ibunya menangis.

“Ma ada apa?, kenapa mama menangis?”

Mendengar pernyataan sang anak menyahut “Tanya saja pada mamamu” jawabnya sambil berlalu menuju kamar dengan membawa HP miliknya.

Citra lalu menoleh pada sang anak “Tidak apa-apa sayang, mama Cuma terharu karena bisa merayakan valentine ini dengan bahagia”. ucapnya dengan senyum terpaksa sambil memeluk sang putra.

Citra berusaha untuk melupakan masalahnya dan menuju dapur untuk menyiapkan makan siang mereka.

“Citra, aku ke luar dulu gak lama” pamit Rizky dengan sedikit berteriak.

“Ia” jawab Citra tanpa banyak tanya.

Tak berapa lama putra mereka menghampiri sang mama “Ma, papa ke mana?” tanya putranya sambil melihat sangb ibu.

“Nggak tahu?” nyahut mamanya dengan nada dingin.

Tibalah pukul 12:30, atau tepatnya jam makan siang. Mama dan anak itu duduk di meja makan sambil menunggu suami atau ayah putranya sejak pukul 12.00.

“Ma, papa kenapa belum pulang?” tanya Afgan pada sang mama.

“Iya sabar, mama coba telepon papamu dulu nak” jawab sang mama dengan nada lembut.

Setelah menelpon suaminya, Citra kembali menghampiri putranya dengan membuang nafas kasar. “Afgan, papa gak angkat teleponnya, kita makan aja duluyah. nanti papa nyusul aja makannya”. ajak sang mama kepada putra semata wayangnya itu.

Tanpa menjawab mamanya, Afgan hanya mengangguk tanda setuju.

“Kring…Kring…Kring” nada pesan masuk di HP Citra sebanyak tiga kali.

Pertama: Citra aku ngga akan balik ke rumah

Kedua: Aku akan bersama Ketrin, selamanya

Ketiga: Aku tidak mencintaimu lagi, kita cerai.

Sekita Citra menjatuhkan air matanya dengan badan gemetar karena membaca pesan singkat suaminya yang tak terduga. Dia tak tahan hingga luruh ke lantai. rumah tangga yang dikiranya bahagia selama ini, ternyata berantakan dalam seketika oleh perilaku dari orang yang begitu ia percaya.

Melihat ketidak berdayaan sang mama, Afganpun langsung memeluknya dengan erat. “Ada apa ma?” tanyanya dengan penuh khawatir.

Mendengar ibunya yang hanya menangis pilu, Afganpun mengambil ponsel sang mama lalu membaca pesan yang dikirim papanya yang entah posisinya sekarang di mana.

Melihat itu, Afgan memeluk erat sang mama yang menangis pilu. Dalam diamnya Afgan marah, dan dia murka dengan perilaku papanya yang meninggalkan dirinya dan sang mama di hari special ini.

“Papa, aku tak menyangka engkau orang pertama yang menyakitiku dengan mama. Tidak apa-apa Pa, aku akan mengingat hari ini sebagai hari terburuk dalam hidupku dan mama. Semoga kita tak akan pernah bertemu lagi”.

 

 

 

SETABAH DANDELION

Oleh: Bela Liman

Sinar cerah membayang indah di langit pagi. Desiran angina yang lembut terus bersahutan. Mentari yang hangat berubah menjadi arunika yang mampu menerankan relung hati bagi siapa saja yang mau menikmati.

Sembaru duduk berlindung di antara ilalang, tatapannya tertuju pada langit pagi yang cerah dengan mata dan hati yang memanas serta napas yang mencekat naluri. “Mengapa dunia ini terlalu kejam untukku yang begitu lemah dan bodoh untuk mencintai?” ucap Aruni lirih. Meskipun isaknya tidak terdengar, air matanya teerus berjatuhan membasahi pipi. Ariana mengacak rambut frustasi, merasa menjadi manusia paling menyedihkan karena cinta.

Tawa yang dulu menghiasi kini lenyap seiring masa. Ariana tertunduk sedih. Bukan tanpa sebab, Ariana hanya kecewa dengan takdir hidupnya. Hatinya patah, sebab kekasih yang amat dicintainya hanya memanfaatkan ketulusannya. Setelah mendapatkan semua, dengan mudah pria itu meninggalkan Ariana dengan perempuan yang lebih sempurna darinya. Dia meninggalkan Ariana tanpa pesan ataupun tanda-tanda.

Ariana menghela nafas “ternyata di dunia ini memang tidak ada cinta yang berpihak padauk selain”. gumamnya. Bukan kali pertama hatinya patah, tapin untuk kesekian kalinya. Bahkan sosok ayah yang merupakan cinta pertama bagi anak perempuannya juga menyakitinya dengan begitu dalam. Sang ayah yang selalu berkata kasar, tak pernah menafkahi keluarga mereka, dan selalu menganggap keluarga sebagai sebuah beban hidup. Hatinya terluka dan kian terluka.

Mata sendunya kini tertuju pada Dandelion yang tumbuh di antara Ilalang. “Kau persis sepertiku, begitu rapuh. Meskipun kau tak seindah bunga mawar, tak secerah bunga matahari, tak seharum bunga melati dan tak seabadi bunga edelwis, tapi kau adalah bunga yang paling tabah. Tiada keluh menyambut terpaan angi, mungkin aku harus bbelajar banyak darimu”. Ariana bergumam memandang Dandelion. Setabah dandelion, kerapuhan tak membuatnya lemah, tat kala tangkainya ringkih berayun seirama ayunan angina.

Ariana menengadah. Sudah begitu banyak bunga serupa kapas beterbangan, berani menentang sang angin, terbang begitu tinggi menjelajah luas nestala yang menyarakan ketenangan. Pesona dandelion begitu melenakan hasrat, membentuk sebuah fatamorgana abadi, begitu mendamaikan jiwa yang luntang-lantung karena kecewa.

 

 

PENCURI HATI

Oleh: Ecen Tangkur

Pagi yang indah menyambut diriku serta angin sejuk menyapaku dengan lembut. Surai panjangku beterbangan mengikuti arus angin yang datang dari arah utara. Aku adalah Kresen, seorang gadis berusia 19 tahun dengan paras cantik. Aku percaya diri, nyatanya memang aku cantik, karena aku perempuan.

Pada hari ini aku sangat bahagia, karena aku akan mendaftarkan diriku di salah satu Universitas ternama yang ada di kota Jawa Timur. Aku berharap, kali ini aku berhasil menjadi salah satu mahasiswa baru di sana. Aku sungguh berharap, betapa menariknya berada di kampus ini.

“Hari ini aku bisa” Aku memberikan semangat untuk diriku sendiri.

Aku mempersiapkan diri begitu pagi, siap mengikuti tes masuk kampus idolaku itu. Aku melihat jam dinding yang berdetak tepat pukul 06.30. Aku selesai mandi dan melanjutkan ke hal berikut yaitu berpakaian rapi dan tak lupa dandanan sederhana yang biasa menghiasi wajahku ini.

Setelah selesai mempersiapkan diri yang cukup memakan waktu, aku berlangsung menuju meja makan untuk sarapan dengan keluarga yang begitu mendukungku. Selesai itu aku langsung menuju mobil kakaklku yang turut mengantarku ke kampus.

Setibanya di kampus aku melihat sekelilinya dengan penuh antusias tanpa memperhatikan kearah depan. “Aduh maafkan saya, aku nggak sengaja menabrakmu” kata seorang laki-laki yang berusaha membantuku berdiri karena jatuh.

“Hemhh, tidak masalah. Aku juga salah nggak liat ke depan” jawabku datar tanpa berniat ingin berteman sama sekali.

“Terima kasih sudah memafkanku” ucapnya dengan nada penyesalan sambil tersenyum. “Kenalin, aku Putra” sambungnya lagi dengan menyodorkan tangannya padaku.

Aku hanya melihat tangannya beberapa detik, lalu akupun menyambutnya ikut bersalaman. “Aku, Kresen” jawabku ketus.

“Nama yang bagus, bisakah aku memanggilmu Ecen?” tanyanya dengan nada canda.

Aku hanya mengangguk, tanda menyetujui permintaanya.

“Baiklah, senang berkenalan denganmu Ecen” sambungnya lagi dengan senyum lebar.

Aku melihatnya dengan sedikit datar dan aku merasa aneh bertemu dengan orang yang mudah akrab dengan orang lain. Aku hanya merefleksi dan melihat diriku sendiri yang cukup introvert dengan orang lain apalagi dengan orang yang baru kukenal lima belas menit yang lalu.  Rasanya sangat sulit, tapi entahlah. Mungkin memang karena beda karakter.

“Ecen, apakah kamu mau berteman denganku? tanyanya lagi dengan ajakan penuh harap.

“Ya, mari berteman” aku menyahutnya dengan nada datar.

“Wah, ayo kita masuk bareng. Kebetulan juga aku sendiri, nanti takut telat ikut tes”. Ajaknya lagi dengan nada halus sambil menarik tanganku.

Dalam perjalanan hingga tiba di depan ruangan tes, Aku dan Putra terus bertukar cerita. Mulai dari jurusann yang kami pilih, kota asal, dan sampai pada bertanya soal pacar”.

“Kamu mengambil jurusan apa Ecen” tanya Putra dengan menatap mataku begitu dalam.

“Aku memilih jurusan kedokteran, Put. Kamu?” aku bertanya balik padanya.

“Oh, tos dulu. Kita sama, ayo kita belajar bareng dan hadapi tantangannya bareng-bareng yah” ajaknya dengan senang hati. Kemudian dia berbalik dan menatapku lebih lama dan akupun tersipu.

“Ada apa denganku, kenapa kamu menatapku seperti itu” tanyaku dengan khawatir. Bukannya Putra menjawab pertanyaanku, dia malah bertanya balik.

“Apakah kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang Ecen” tanyanya sambil menatapku dengan serius.

Aku menatapnya dengan senyum, “Aku belum pernah pacaran sebelumnya” jawabku jujur.

“Ahh, sykurlah setidaknya tidak ada yang cemburu kalau aku berteman atau berpacaran denganmu” sambungnya lagi dengan mengenggam erat tanganku.

Aku merasa mukaku memerah dan malu dengan tingkah Putra yang begitu romantic menurutku. “Ahhh sial, sepertinya aku baper dengan orang ini” gumamku dengan helaan napas agak berat.

Beberapa minggu kemudian Aku dan Putra dinyatakan lulus masuk kedokteran di Unversitas ternama tersebut. Kamipun merayakannya dengan jalan-jalan bareng ke pantai sambil bertukar pengalaman.

Selanjutnya hubunganku dengan Putra pun menjadi teman dekat selama menjalani perkuliahan, tapi jujur hingga kini aku mengaguminya dalam diam. Dia memperlakukanku dengan begitu baik dan satu hal lagi sepertinya aku cemburu melihatnya dengan orang lain.  

Hari demi hari Putra memperlakukanku dengan begitu baik, namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dirinya menyukaiku. Aku sedikit merasa bersalah dengan perasaanku sendiri, hingga akhirnya aku memilih menerima seseorang yang mau PDKT denganku. Orang tersebut satu kampus dengan kami namun dirinya dari jurasan teknik sipil. Aku memilih dekat dengannya dan pelan-pelan membatasi privasiku dengan Putra. Hal itu kulakukan hampir dua minggu terakhir. Namun beberapa hari lalu, Putra menyadari perubahanku. Dia mandatangi tempat tinggalku dan ingin berbicara serius katanya.

Aku tak menolak dan aku menghargainya sebagai teman dekatku yang amat baik. Dia menarik tanganku dengan lembut dan mengarahkanku duduk di sampingnya. Putra diam selama 10 menit, dan aku tak tahu harus berbuat apa. Aku ingin memulai pembicaraaan dengan bertanya, tapi dia menyelanya.

“Ada apa kamu menghindariku Ecen?” Tanyanya dengan menunduK sambil meresas jemari tanganya satu sama lain.

“Aku tak menghindarimu, Put. Mengapa kamu bertanya begitu?” jawabku tanpa melihatnya.

Putra berbalik arah menghadap aku “Benarkah seperti itu, lalu aku harus bagaimana jika kamu tak pernah mencariku lagi, tidak pernah bertanya apapun lagi padaku, dan anehnya kamu menghilang begitu saja setelah kelas selesai?”. Dia bertanya dengan menatap mataku dan aku tak berdaya, memang benar apa yang disampaikan Putra.

Akupun mejawabnya dengan nada kecil. “Maafkan aku Put. Aku hanya menciptakan sedikit jarak, supaya kita bisa leluasa dengan privasi masing-masing. Aku hanya takut, salah satu di antara kita menaruh perasaan lebih. Jadi menurutku kita perlu menjaga jarak.” jawabku dengan jujur sambil menunduk.

“Ecen, apa aku terlihat seperti seorang yang tidak peduli dengan perasaanmu? Aku dekat denganmu, karena kau berharga di hatiku. Aku tidak dekat dengan orang lain dan aku tak bisa menjauh darimu. Aku hanya minta tolong jangan dekat dengan pria lain, karena aku mencintaimu” jawab Putra dengan lugas dan jujur.

Ecen diam dan “Apakah kamu sedang menyatakan cintamu padaku Sekarang” tanyaku lagi.

“Ya, benar, apa perasaanku diterima?”.

“Cihhhh, kau benar-benar tidak romantic Put” Jawabku dengan nada Canda.

“Ya, aku memang tak seromantis orang lain, tapi aku mengatakan perasaanku di hari valentine. Bagaimana, apakah kamu menerimaku?” tanyanya dengan serius.

“Ya, aku menerimamu”. jawabku dengan senyum bahagia. Kamipun menjalin hubungan mulai hari ini.

 

SERPIHAN KERTAS BERMAKNA

Oleh: Herden Peon

Di suatu tempat, tinggallah seorang duda yang hidupnya miskin dan terlantar. Ia mempunyai seorang anak yang pergi merantau di tanah orang. Ia selalu merindukan istrinya yang telah tiada, dan merindukan anak mereka yang tak kunjung pulang.

Dirinya sering menerima kertas-kertas yang dikirim sang anak dari perantauan. Dia mengira bahwa kertas-kertas itu tak ada nilainya sama sekali sehingga hari-hari berlalu rumahnya penuh dengan setumpukan kertas.

Suatu hari dia merasa bosan melihat tumpukan kertas yang dikirim anaknya dan berputus asa saking lama menunggu kepulangan sang anak. Ia kemudian perlahan mendatangi setumpukan kertas itu dan melihat isinya satu persatu.

Ia kaget melihat isinya, karena melihat jumlah uang yang tercantum dalam kertas kertas berserakan yang dikirim sang anak. Menyadari itu, sang duda pun merasa bersalah dengan sikapnya selama ini. Dia salah menilai terhadap anaknya. Dia berpikir sang anak tak pernah peduli dengannya lagi, hingga akhirnya dia kaget mendapatkan kejutan menarik dari putranya.

Duda itun hidup dengan normal kembali dan menjalani hari-harinya dengan penuh rasa syukur. Dia merasa dirinya tak sendiri lagi, dan dia selalu bangga akan sikap dan kepedulian sang putra. Dia selalu berdoa memohon keselamatan putranya di tanah rantau. Dia sungguh menyadari betapa bermaknanya kertas yang dikirim oleh sang putra, karena selain menunjang kehidupannya kini, tetapi juga menggambarkan cinta dan kepedualian anak terhadap orang tuanya.

 

TERIMA KASIH AZZELA

Oleh: Avril Abin

Azzela Maharani, seorang gadis dewasa yang tidak bisa melupakan masa lalunya yang pahit. Hampir setiap hari dia mengenang bagaimana dirinya pernah melep[as impian dan harapannya. Saat itu memutuskan berhenti kuliah lantaran kedua orang tuanya mendadak tiada akibat kecelakaan. Tak berapa lama dari kejadian itu, hubungan antara dirinya dengan sang kekasih juga ikut kandas karena mantannya itu lebih memilih gadis lain dari pada dirinya. Kejadian masa lalu itu membuat Azzela membeci akan masa laluny. Ia sampai putus asa dan lelah karena tidak bagamana cara melanjutkan hidupnya kembali tanpa kedua orantuanya.

Kini Azzela merasa sendiri menjalani hari-harinya. Dia menjadi lebih pendiam lantaran, tak ada lagi yang mengkhawatirkan keadaanya, atau bahkan yang hanya bertanya sekadar kemana dirinya pergi. Kini dia sering berteman dengan rasa rindu yang membuncah di hati yang entah kapan beranjak tanpa menyakiti lagi. Ia ingin sekali hari-hari bahagianya dulu datang dan menghancurkan sepi dan rindu tak bertepi ini. Dia mengharapkan keadaannya akan berbalik kini.

Pada suatu hari ia menghur diri dengan membaca sebuah buku yang di dalamnya terdapat tulisan “Seberat apapun masalah dalam hidupmu, kehidupan harus terus berlanjut kerena masa depan sedang menantimu”. Azeela merasa apa yang dibacanya sungguh menggambarkan kehidupannya saat ini. Kemudian ia beranjak mendatangi keheningan dan merenung di sana sambil mengingat kenangan indah yang dilaluinya di masa kecil.

Setelah itu Azzela, lalu berkata pada dirinya sendiri di dalam hati “Dear, masa laluku! Terima kasih karena telah mengajariku untuk berjuang sampai sejauh dan sakuat ini. Terima kasih telah mengajariku caranya mengikhlaskan, tan terima kasih telah menunjukan padaku bagaiamana harus menghadapi dunia yang begitu kejam ini. Terima kasih juga untuk diriku sendiri yang tak pernah lelah untuk kembali berdiri setelah jatuh berkali-kali. Aku ingin berdamai dengan keadaan ini, dan melanjutkan hiduku agar menjadi lebih bemakna.

 

BAYANGAN SEMU

Oleh: Nalto B.

Melihat taman luas yang terbentang dari kaca jendela, aku tergoda untuk keluar dari kamar menemui burung yang bersahutan dan hatiku bersorak suka cita. Ayunan di luar yang dipenuhi oleh teman-temanku turut menggambarkan suasana ceria hari itu. Bangku panjang depan taman jadi saksi betapa gembira aku bersama teman-teman. Berkengkerama dan bersendagurau di setiap momen yang ada hingga terlupa esok tiba waktunya msuk sekolah.

Segeraku bersembunyi di balik pohon rindang yang tak jauh dari taman. Rara berhitung sambil menutup mat, ada yang berlarian sambil mencari tempat persembunyian. Hingga perhitungan angka terakhir diucapkan, barulah Rara berlarian menuju lampu taman tempat awal permainan petak umpet.

Satu persatu telah ditemukan oleh rara. Senandung tawa bersahutan diiringi hembusan angina. Wajah ceria mereka bermunculan bagaikan terangnya sinar rembulan, kecuali aku. Wajah malang dan kusut menyelimuti ketika salah satu dari temanku berkata “biasanya Kila yang susah ditemukan”. Semua mengangguk dengan wajah muram. Aku sangat sedih mendengarnya dan menyadarinya bahwa aku adalah bayangan semu dari peristiwa itu.

 

BUMI

Oleh: Caca Adresa

Aku tidak sanggup lagi, Air mata mengering memenuhi lekukan wajahnya tanpa celah. Inginku segera pergi meninggalkan tempat mengerikan ini, namun aku bingung harus ke mana lagi. Semua tempat yang kusinggahi pun enggan menerimaku. Sudah tidak ada lagi tempat yang layak bagiku. Atau mungkinharuskah aku pergi kea lam barzah? Ahh aku begitu butuh masukan dari seseorang sekarang.

Ak uterus menyusuri jalan dengan buta arah. mencoba mencari seseorang yang masih bisa kupercaya. Roda kehidupan memang terus berputar sampai aku berada di titik di mana semua orang benar-benar mengasingkanku. Bahkan orang yang aku kira mencintaiku pun tega meninggalkanku. Menyedihkan sekali bukan, sejak saat itu, aku tidak merasakan roda kehidupan berputar kembali.

Tangiskanku kembali terjadi dengan air mata yang tumpah dan tak mampu kubendungkan. Cengkeraman erat jari tanganku pun mampu meninggalkan goresan dan mengalir darah segar. Aku belum puas! Sepertinya aku butuh sesuatu yang tajam. Aku sudah memutuskan untuk menyenangkan semesta, karena saat ini aku mengabulkan permintaanya. Lihatlah ibu, betapa mirisnya aku menghadapi dunia hitam ini. Tunggu aku ibu, aku juga merindukanmu.

 

KISAH BULAN

Oleh: Karen Duar

Bulan adalah seorang anak dari keluarga berkecukupan, ayahnya berprofesi sebagai pegawai keuangan dan ibunya sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga). Mereka keluar yang sangat bahagia dan sangat menyenangkan.

Pada saat liburan sekolah tiba, Bulan yang selama ini liburan di rumah saja lama kelamaan bosan dan sesekali bertanya kepada orang tuanya “kapan kita bisa pergi bertiga untuk berlibur” tanya bulan pada ayahnya dengan penuh harap. Mendengar pertanyaan putrinya tersebut “kami juga ingin mengunjungi kakek dan nenek,tetapi maaf saat ini kami belum ada bisa karena ayah masih bekerja” jawab ayahnya dengan nada pelan mensyaratkan akan pemahaman sang putri. Mendengar jawaban ayahnya Bulan bungkam tak melanjutkan perintaan lainnya.

Malam pun tiba, setelah semua berkumpul di meja makan terlihat wajah Bulan sangat sedih karena belum bisa pergi berlibur ke rumah kakek-neneknya. Melihat wajah sang putri “Ayah/Ibu bulanpun menjelaskan keadaan mereka saat ini dan meminta maaf karena permintaanya anak mereka belum diindahkan ke dua orang tuanya. “Bulan, maafkan Ayah dan Ibumu kerena belum bisa mengajakmu ke rumah nenek dan kakek”. Sang ibu berusaha meminta pengertian dari putrinya tersebut. “Ia ayah dan ibu, aku tidak sedih lagi, tapi tolong liburan kali berikut luangkan sedikit waktu untuk mengantarku liburan ke rumah nenek dan kakek” sahut Bulan dengan senyum tipis Nampak dari wajahnya.

Setelah selesai berbincang-bincang, akhirnya ayah dan ibu bulan makan malam bersama dengan perasaan tenang dan senang. Selesai makan, Bulan bergegas merapikan meja makan dan gegera mencuci piring bekas makanan yang disajikan tadi. Dia bekerja dengan serius dan telaten dan tanpa di sadarinya ternya kedua orang tua Bulan memperhatikan aktivitas putri mereka.

“Ternyataku sudah tumbuh dewasa, dia sudah bisa diharapkan untuk membantumu di rumah” ujar sang ayah kepada istrinya yakni Ibu Bulan.

“Ia pa, Bulan tumbuh dengan sangat cepat. Sepertinya kemarin baru kita menantikan kehadirannya, namun sekarang dia sudah bisa merajuk dan membantuku” jawah sang ibu dengan nada bangga terhadap putrinya itu.

Setelah menyelesaikan tugasnya tadi bulan berpamitan dengan Ayah/Ibunya untuk beristrirahat. Dia bersyukur akan keberadaan orang tua ya yang selalu memberikan pengertian kepada dirinya meskipun hal sepele.

 

KUDA AJAIB

Oleh: Ajis R

Ada seorang pemuda yang memiliki kuda ajaib dan jika ingin menjalankannya harus menggunakan kata kunci. Jika ingin menjalankannya ucapkan “Alhamdulilah” dan jika ingin memberhentikannya ucapkan “Bismilah”.

Pada suatu hari, pemuda itu membawa kuda tersebut ke kota dan bertemu dengan teman lamanya. Teman lamanyapun tertarik dengan kuda itu, dan diapun meminjamkannya. Sedangkan sang pemilik kudapun memberitahukan kata kuncinya kepada sahabatnya.  

tak menunggu lama si teman lamapun menunggangi kuda tersebut dan mengucapkan “Alhamdulilah”. Karena kegirangan, diapun terus menyebut kata tersebut dan iapun tidak sadar bahwa dirinya sudah melangkah jauh kearah hutan, iapun tidak sadar bahwa di depannya ada jurang.

Ketika tinggal dua puluh meter saja, sang pemuda tersebut sadar. Karena kepanikan pemuda itu mlupa kata kunci untuk menghentikan sang kuda yang ditumpanginya itu. Jurang tinggal sepuluh meter lagi di depannya, lima meter, dua meter, dan tiba di bibir jurang ia pun ingat akan kata kuncitersebut dan menyebutnya dengan lantang “Bismillah” dan seketika itu kuda tersebut berhenti di bibir jurang. Krena kesenangan dan merasa dirinya selamat, pemuda tersebut mengucapkan kata “Alhamdulilah” dan sektika itu kuda tersebut jatuh ke dalam jurang yang begitu dalam.

 

JANJI SEMU

Oleh: Ardo Jamoa

Kedua anak kecil itu saling berpelukan erat. sangat erat seolah ini adalah pelukan terakhir dan mereka tidak akan melakukannya lagi di lain waktu. Semuanya terasa begitu berat karena salah satu dari mereka akan pergi jauh dari kota dan meninggalkan segala kenangan indah di dalamnya. “Arfi pasti bakal balik lagi ke sini lagi kan? Arfi janji sama Kaly?” Kayla bocah berusia tujuh tahun itu menyodorkan jari kelingkingnya.

Arfi, sahabatnya itu terkekeh lucu, “Arfi janji bakalan balik ke sini lagi, nanti kalau kita bertemu lagi, Arfi bakal beliin kamu ice cream sepuasnya”. Arfipun menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingnking Kayla. Janji itupun tak pernah Kayla lupa dan ia mengingatnya tiap malam.

Namu hari demi hari, semuanya telah berubah, Arfi mengingkari janjinya untuk menemui Kayla makan ice cream bersama. Arfi telah menghembuskan nafas terakirnya. “Sesosok Adri yang ceria kini sudah bahagia di atas Surga, “Arfi , janji kamu itu semu, but im still miss you” gumam Kayla dengan wajah sembabnya. Janjimu mengingatkanku bagaimana hangat jari kelingking kita bertaut. Bahagialah di Surga dalam keabadian kekal sahabatku.

 

PERKARA MENUNGGU

Oleh: Alvin Dugis

Sayup-sayup terdengar lonceng gereja yang berbunyi dari sebelah barat, aku betah termenung masih dengan ekspresiku yang sama, anganku seperti tak pernah lelah mengingatmu, entah aku yang terlalu berharap atau terlalu bodoh mencintaimu. Aku masih ingat persis  saat perpisahan kita di tengah guyuran hujan membasahi bumi kala itu.

“Sudah lupakan aku” ujarmu tanpa menoleh padaku.

“Aku salah apa?” tanyaku

“Kamu nggak ada salah kok?”

Seketika itu kamu perg, dan tak pernah lagi muncul dihadapanku. taka da kata yang lebih menyakitkan dari itu. Setelah kamu pergi tak pernah sedikitpun mengusirmu dari benakku karena aku tak sanggup melupakan atau menghapus semua kenangan yang amat menyakitkan itu. Kau tahu itu, aku masih mencoba mengeri mengenali dirikun sendiri saat ini.

Beberapa bulan kemudian, aku mendapatkan pekerjaan di bidang penerbitan, seperti biasa aku kembali menjalani hari-hariku seperti dulu walaupun agak sedikit berbeda sebab kau tak di sini, sekarang aku sedang menunggu fase di mana ada seseorang yang datang padaku untuk menetap tanpa benar-benar pergi. Pagi-pagi sekali aku berangkat kerja sambil menunggu bus di halte, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku dan aku perlahan menoleh sebentar dan setelah itu aku menunduk sambil Manahan sesak di hatiku.

Yah itu kamu, namun kedatanganmu kali ini berbeda sebab kau akan berada di sisiku selamanya tanpa pernah pergi lagi. Aku ingin memelukmu kembali, merangkulmu memulihkan pikiranku dan jiwaku yang terlantar karena merindumu.

 

BUKU DIARI

Oleh: Ain Epifani

Aku berjalan menoleh ke belakang, Dia diam dan menatap sebentar. Semua seperti lelucon, tapi kenapa akhirnya begini? aku berpikir sejenak “Apakah bisa senyaman itu” sambil melihatnya,

Aku menulis semuanya dibuku rahasiaku. Secara tak sadar “Arghh sial, dia membacanya”. Sungguh, aku saat itu bagaikan ikan yang berjemur di lantai panas dan merasa terbakar. Sungguh ini hari tersialku.

Aku berdoa “Semoga kita tidak asing” aku menghela nafas agak pelan. “Yapp dia tepat di depanku, lelakidengan kemampuan yang begitu menarik perhatianku”.  sebuah buku sedang berada di tangannya dan “kepada siapa tujuanmu menulis semua ini” “Hhahh” aku gerogi dan kalang kabut tak sanggup menjawab. Tuhan apa yang harus aku lakukan, aku menghilang sejenak dari hadapan orang ini.  Duh malah menatapku lagi, rasanya mukaku bagai udang di rebus “merah” tentunya. daun telingaku cukup panas, dan sungguh aku pusing ingin menjawab atau tidak.

Saat di kantin, dia duduk bersamaku sambil menanyakan hal yang sama. Juju raku gemetar dengan pertanyaan yang sama muncul di otaknya. tapi apakah sampai saat ini dia belum tahu? Diberikannya kepadaku buku yang kupikir selama ini dirinya lupa. Ternyata ada sebuah tulisan yangb dia tulis dan benar soal kenyamanan. Akhirnya dia sadar, dan itu adalah dia.

 

MIMPI GADIS KECIL

Oleh: Nabila Ceme

Pagi yang cerah kulewati     dengan senyuman manis, sambil membawa tas berisi penuh dengan sayuran aku berjalan melewati taman yang dulu disebut sebagai teman sejutra mimpi. Indahnya pemandangan di taman itu, memori membawa diriku pada impian masa kecilku, impian saat usiaku menginjak 4 tahun. Saat itu diriku masih suka bermain barbie dan memimpikan pangeran dengan kuda putih membawaku pergi ke dalam istana, kekehan kecil muncul dari bibirku lalu aku berlenggang pergi meninggalkan taman sejuta mimpi itu.

Perjalananku menuju rumah harus terhambat oleh demo butuh yang meminta kenaikan upah diperbaik dekat rumahmu. Semua buruh membawa batu dan melemparkannya ke pabrik dekat rumahku. Semua buruh membawa batu dan melemparkannya ke pabrik tersebut, meskipun bersedakah, aku bersykur akhirnya berhasil melewati kerumunan para buruh yang marah tersebut namun sialnya seorang buruh tidak sengaja melempar batu dan mengenai kepalaku.

Aku mengaduh hingga suara seorang menginterupsi kegiatanku mengelus kepalaku “maaf aku tidak sengaja tadi” katanya. Aku mendongak, satu hal yang terlintas di kepalaku adalah pangeran, namun impianku tersebut sepertinya memang hanya dongeng saja karena tiba-tiba muncul seorang wanita menggandeng tangannya dan faktanya wanita itu adalah istri dari pria pangeran di depanku saat ini. Aku menyadari, bahwa aku harus membuang jauh-jauh pikiranku tentang pangeran tampan dan aku harus fokus untuk menjalani hidupku saja, aku harus yakin bahwa Tuhan menyiapkan seseorang dan sesuatu yang pantas untukku di masa depan.

 

TAK ADA YANG LEBIH BAHAGIA DARI HARI INI

Oleh: Kerin Duar

Dalam dekap angina malam aku beradu, bersama sunyi berusaha menenangkan diri mengunggu si paling istimewa, itu terjadi di bulan Februari. Di pertemgahan bulan yang kebetulan bulannya enggan redup, karena malu dibuat kalah oleh sang kado-kado valentine. Aku yang bernama Zean, tak ingin kehabisan waktu untuk bertemu seorang kasih kinasih.

Awalnya kami berrencana untuk melakukan hal-hal bahagia di hari ini, tentang hari istimewa bagiku dengannya. Berbagai ceritapun dimulai, taman-taman kota mulai kami lewati dengan penuh tawa mengalahkan kegembiraan terangnya rembulan. Setiap bintang dilihat sebagai harapan, yang terus memikat kami. dinginnya malam, membuat kami tak ingin berpisah dari perasaan penuh hangat yang mampu mendamaikan jiwa, sebab dalam hati taka da yang terlupakan yakni bahagia.

Setelah bercerita, kamipun berpindah tempat sebab aspal juga tahu lelah menjadi saksi cerita kami. Dengan penuh hati-hati semaksimal mungkin kuhentikan motor menghindari kesalahan di depan kursi taman, sedikit mengambil waktu melepaskan penat atas perjalanan yang telah kami lewati, percakapan yang seakan-akan telah terstruktur terjadi atas kursi taman, perbincangan antara dua makhluk ini dialasi oleh kagumnya tanah, menikmati keindahan bintang dan tabahnya langit menemani bulan. Topiknya berawal dari perjumpaan kami, meski hanya melalui media sosial, identitas masing-masing kemudian komunikasi terus berlanjut dari hari ke hari. Pengalaman dan peristiwa baik ataupun buruk yang dialami seharian atau di hari-hari sebelumnya yang lupa diceritakan pasti akan selalu diberitahukan, banyak kisah yang dirajut bersama hingga waktu telah larut malam, kamipun kembali kerumah kami masing-masing, sekali lagi kukatakan taka da yang lebih bahagia dari hari ini.

Sapaan sinar mentari dan ramainya suara ayam berkokok, berhasil membangunkanku pada pagi hari ini. Dengan penuh semangat aku beranjak, optimis hendak mengukir cerita indah lainnya. Garis demi garis saling bertautan, lingkaran demi lingkaran menjadi pola dan coretan demi coretan menjadi sebuah karya. Dengan sebuah kisah yang terukir indah, tak akan pernah terlupakan sebab selain hari kemarin tak ada waktu yang mengulangi ketika menjadi pencinta yang baik untuk cerita cinta menjadi begitu indah.

 

SUARA KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA

Oleh: Gisel Muga

Pemimpin yang tak konsisten

berrujung pada pemberontakan

suara beli yang tak sah

akan berujung penghancuran

semua dari rakyat

oleh rakyat dan untuk rakyat

Bertempur untuk menang

kerja keras tak akan terbenam

kan terpilih yang baik

dari yang terbaik

berkibarlah bendera persatuan

tiada batas cita-citamu

miskin kaya suara tak berbeda

bangkit dari penderitaan

kan berjalan bersama

majukan Indonesia merdeka

 

AKU KAMU JARAK DAN WAKTU

Oleh: Kerin Duar

Hari ini adalah hari tepat

Tentang hari kasih sayang

Yang tak kunjung usai

Hari ini juga adalah hari tepat

Tentang jarak sang waktu

Yang sungguh kejam saat ini

 “apakah aku harus mengukir cerita indah bersamanya”

“ataukah aku harus mengakhiri cerita bersamanya”

Aku ingin dia selalu bersamaku

Dan tak ada jarak dan waktu yang memisahkan

Aku dan dia, dan tak ada tembok yang menghalangi aku dan kamu

Tapi ini khayalan, yang tahu membayangkan

Dan sekarang mengenggammu adalah suka

 melepaskanmu adalah duka

 

IBUKU TERCINTA

Oleh: Ninok Adam

Malam ini terasa membeku

Ibuku terus bekerja untukku

Demi cinta dan kasihmu

Engkau bekerja untukku

          wahai tuhanku

          hari mulai redup karena kuasamu

          ibuku di luar bersama malammu

          doa dan harapanku

Semoga engkau menerangi ibuku

Ibu, semua kerjamu tak sia-sia untukku

Aku janji akan membalaskan budi untuk

“bagimu ibuku”

 

DI BALIK SENJA

Oleh: Grace Amus

Sejarah menyimpan kisah

Sepucuk bunga menyimpan kehidupan

Biru, ungu, jingga, perpaduan warna menarik

Menyimpan alunan harmoni

Manisnya secangkir kopi

Menyimpan sekilas cerita menarik

Senja merindukanmu

Bayangmu terlukis dalam pandangan

Canda tawamu terdengar di telinga

Hemburan seakan membisikkan

Seakan kaupun sedang merindu

Dan bila esok senja kembali

Semoga kehangatan secangkir the

Dapat mempertemukan kita kembali

 

CINTA DI BULAN PURNAMA

Oleh: Caca Adresa

Bulan sabit mengais hati

Cahaya redup senyum

Berbalut awan biaskan cahaya

Pada manusia tergiur rindu

Bila awan membuka perawan bulan purnama

Dalam tiang langit bersanding

Aku tertarik langit di malam hari

Dengan derdandan

Bintang berkedip-kedip

Dalam cahaya malam hangat

Menjanjikan isi hati tersimpan rapi

Yang berada di kawasan alam

Bola langit mengais jantung hati

Pada bulan purnama tersimpan cinta

Mengalir, membasahi hatu frustasi

Yang menandingi cinta merangkak harapan

Pada hati yang mendua jua

Bila cinta menunggak uang

Aku rindu kecup bibir bulan purnama

 

HARAPAN UNTUK MASA DEPAN

Oleh: Adila Redem

Masa kini akan segera berlalu

Masa depan akan segera tiba

Impian-impian baru mulai muncul

Akan kugapai dengan penuh harapan

          Impian memang susah digapai

          Akan tetapi harus tetap berusaha dan berdoa

          Semoga tahun ini menjadi tahun penuh makna

          Dan menjadi tahun penuh harapan

Aku rela mengorbankan apapun

Demi menggapai impianku

Semoga pengorbanan usaha dan doaku

Tidak sia-sia

Dan semua impian dan harapan dapat tercapai

 

 

 

VARSHA

Oleh: Grace Masur

Dingin menusuk raga diri

Ditemani kelabunya awan gulita

Bersama rindu yang tak berujung

Diselimuti dinginnya gemuruh hujan

          Kenangan hujan memanggilku

          Mentari merindu

          Mentari arah jejak kehidupanmu

          Yang tak kunjung ditemu

Seraya doa yang kusenandungkan

Harapan sampai kepadanya

Dengan ketengan yang abadi

Dalam kehidupan yang terganti

 

LOVE STORY

Oleh: Quan Gantur

Aku menutup mata

Membayangkan wajahnya

dia terang bercahaya

dan kau gadisku

aku menyukaimu

tetapi, entah mengapa

hatiku enggan menyapa

dan aku berkata gadisku

bawa aku ke tempat yang indah

aku akan menunggumu

dan tak akan meninggalkanmu

You will be the princes in my life.

 

JANGAN MENYERAH

Oleh: Keren Anashawa

Aku akan terus melangkah

Beruujung menggapai harapan

tak peduli anggapan apapun cercaan

terus bergerak tidak ada keraguan

terpeleset jatuh

tergores luka

bangkit tuk melangkah

tak pernah sudi tuk menyerah

hidup itu sulit

bagi mereka yang tak mau mencoba

hidup itu menyebalkan

bagi mereka yang lemah dan berputus asa

 

 

 

 

 

 

MIMPI

Oleh: Adila Redem

Aku menyimpan kata

pada sebuah lemari yang dikunci

membuka lebar kata pada sebuah pesimpangan jalan

aku berharap mimpi ini

aku melangitkan doaku

untuk menggapai asa di langit biru

aku juga berkata

dengan ratusan mimpi yang terajut indah dalam angan

Banyak tamu yang datang kesana kemari

walau datang hanya sekadar bertanya

atau melanjutkan menjadi pecundang

atau pemenang atas saya yang telah dirayu

Ratusan kelikir jalan

yang menghiasi perjalanan panjang ini

kucoba tuk bersahabat,

mengambil hukumanatas serangakian

fenomena diri

aku mencoba berdamai dengan angin

badai dan hujan.

kuberharap perjalanan seindah Ciderella

 

 

 

SERANGKAI MIMPI BODOH

Oleh: Nesya Asa

Benderaku…

Merah putih jantungku…

Rakyatku…

dianggap dunia sebagai negara kelas bawah

dianggap tak mampu menjadi negara

dengan derajat yang setara

Aku rakyat biasa

yang menjalar ingin memerdekakan negeri

dari Tirai kebodohan berpikir

kita telah ditipu

bahkan pilihan kita dibeli dengan kalimat manipulative

Bangunlah…Rakyatku

Bangunlah dari mimpi panjangmu

Kita adalah bangsa Indonesia

bangsa yang berideologi

bangsa yang berdemokrasi

dengan pilihan terbaik

 

 

 

 

 

 

ARANG KAYU

Oleh: Pandik Fardi

Sambil terus membara dalam kipasan

Arang kayu mertawakan tukan sate

terlihat kepanasan mebolak-balik

 potongan potongan kambing didindingkan

agar hangus terbakar

Tukang sate menghentikan kipasan

setelah potongan daging itu siap disantap

dalam sisa bara, arang kayu seperti mendengar

sayup rintikkan kambing kesakitan

tak tahan hati serasa tersayat

dibiarkan dirinya padam mengabu.

 

 

 

 

IN CLOUD

Oleh: Bella Liman

Often all camouflage white

Spoiled see eyes look

Put hope at bright

and submit at wind

Determines street be live have to blew

at story which precending

          Often all camouflage black

          frighten divide the lover

          Carry hesitancy divide every prayer

          And hangs, at rain

          Necessary droplet liberated

          At strory which not definite about it

I’m while often become cloud

Give calm divide every creature

Although frequently in a moment

indicate self with perfect pose

          Although frequently grief away

          in water which tight away

          and about fall at frequently.

 

 

 

 

HARAPAN DAN IMPIAN

Oleh: Kamelia Mirjana

Kala malam datang menghampirimu

kau taburkan sebuah kerinduan

Tangis serta alunan doamu

selalu terkubur dengan tetesan air mata

          Dalam sujudmu

          Petiklah deru cinta abadi

          Karena tak tampak sosokmu

Tak mungkin…

Aku memberi kabar

Pada sebuah mimpi

Walau hatiku bergejolak

          Perlahan kau menua

          Termakan usia

          Menggiring sebuah kerapuhan waktu di sini

Aku bagaikan pelita

 Menerangimu walau dalam kerinduan

Berharap matahari mendengarkan mimpimu.

         

KASIH SAYANG

Oleh: Della Astrivan

Seberkas cahaya memberi harapan

kurankai cinta dengan lembut

menggenggam sepercik harapan

Merayap dalam hati

            terukir harapan seorang insan

            terkatup dalam kesunyian

            hujan tak jadi turun saat hadirnya senyum

semoga indah menjadi nyata

tergenggam jemari teriring doa

mengingatmu dalam diam

hanya mampu

menyelipkan namamu dalam setiap doaku

 

           

                                                   KATA KITA          

Oleh: Cici Aslin

Taka da yang lebih baik

Taka da yang lebih indah

dibanding dengan dirimu

Pernahku bersandarkan kepala

pada dada bidangmu

Kurasakan hawa hangatmu

Pernah kutidur di pelukmu

Kurasakan nyaman diriku

Kau belai rambutku

Kau buatku seperti ratu

Kau tak pernah biarkanku bersedih

Kau menghiburku

Kini, kurasakan sunyi hatiku

Rindu selalu mengiringku

Taka da kata yang kuucap

Selain merindukan dirimu

Taka da tempat bagiku

Tuk bersandar dan menangis

Duniaku adalah dirimu

Tempatku adalah hatimu

Sebab rinduku yang terdalam

Cintaku yang teristimewah

 

BAYANGAN SEMESTA

Oleh: Cici Aslin

Senyuman manismu kala itu

Membuatku berpikir inikah

Yang dinamakan terpana?

Suara tawamu kala itu

Membuatku berpikir inikah

Yang dinamakan bahagia

Aku terlena aku lengah

Kutatap senja penuh makna

Kunikmati angina senja penuh rasa

Genangan air memenuhi mata

Setetes demi tetes hilangkan rasa

Inikah yang dinamakan duka?

Dunia terasa fana

Senyum ditelan dusta

Tawa ditenggelamkan masa

Aku tak bisa berkata

Aku tak punya kuasa

Hanyalah pasrah yang akan jadi sasaran

Hanyalah bayangmu saja

Yang bisa kukenang hingga akhir masa

 

 

 

HARAPAN

Oleh Renol Aquino

Berada di antara pelik dan onar

benak serasa berputar seperti gasing

harap dan cemas kini terancam

ingin dan harap lekas sembuh

          wahai para tuan

          bisakah kau tulis puisi

          dari ranting terrendah

          dengan nisan yang berjejer

 

HARI BAHAGIA

Oleh: Stefan Sensi

Pagi ini langit membuka ruang

begitu luas, sinarnya menyapu rona

wajahku yang kemerahan

bukan, aku tidak sedang tersipu malu

itu hanya bagian terbaik dari riasanku

          sepasang bola mata kecoklatan

          memandang dari kejauhan

          begitu dalam, sampai kutemukan

 teduh yang enggan membuatku pulang

dia berjalan mendekat

semakin mendekat

sampai aku lupa dimana

akan kutemukanbahagia selain dia

saatku panjatkan harap dalam genggamannya

semoga hari bahagia itu ada

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sang Pemimpin

Karya: Oswald Agustine

Di sebuah desa yang asri , ada seorang pemimpin yang  berwibawa

pemimpin itu sangat dipuji oleh rakyat. Suatu ketika ada seorang yang tidak senang

dengan keberadaan sang pemimpin tersebut, ia merencanakan sesuatu hal yang

tidak patut dilakukan.

Dia menjual sang pemimpin tersebut untuk berjanji akan memberi bantuan.

Karena perkataan orang tersebut masyarakat berdemo ke rumah pemimpin tersebut

Sang pemimpin pun bingung  dengan apa yang  terjadi di luar sana. Saat pemimpin itu

Menemui rakyat ia langsung mendengarkan teriakan rakyat, dengan cepat dan penuh

wibawa dia menjelaskan semuanya, semua rakyat pun meminta maaf kepada pemimpin

tersebut dan rakyat di desa hidup aman dan damai.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                       

                       

                     

 

 

 

 

 

 

 

Sebuah Kejutan

Karya: Ketrin Sari

 

Di suatu sekolah ,terdapat siswa yang bernama Kate. Dia sangat terkenal

Akan kepintaranya di sekolah terebut. Kate merupakan permpuan yang cukup baik

Tetapi sangat cerewet. Dia memiliki seorang pacar bernama Covar. Covar juga

Tak kalah cerdas dari Kate. Covar orangnya baik, pemarah, dan pintar.

Mereka berdua bersekolah di sekolah berasrama. Di sana , mereka diurus oleh

Pembina mereka yang bernama buk Itak

Suatau hari si Kate dipanggil oleh ibu Itak, kate pun takut dia pikir dia telah membuat

Suatu masalah yng membuatnya harus berhadapan dengan Ibu Itak, sesampainya

Dikamar ibu Itak Kate pun berkata  “Ada  apa buk ?” ibu itak pun berkata “Ibu punya hadiah

Untuk kamu hadiah ini sangat special soalnya bertepatan dengan Valentine” serius buk? Tanya

Kate .setelah itu Covar pun datang dengan kadonya setelah itu covar menyuruh temanya

Untuk menutup mata kate setelah itu covar lansung memberikan kejutan berupah

Hadiah dan menyuruh kate membuka matanya “WOW!!!” Teriak Kate dengan riang

Kate pun lansung memeluk covar di depan semua orang .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VALENTINE DAY

KARYA : KETRIN SARI

Valentine day

Hari menebarkan cinta membagi cinta

Menebar kehangatan tali persahabatan

Saat tepat berbagi cinta

Valentine

Hari penuh kasih sayang

Cinta yang tiada batas

Menebar tawa canda ria

Berbagi kemesraan cinta

Indahnya cinta

Berbagi dengan orang special

Melekat di hati tiada terlupakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAHLAWANKU

KARYA : MONTANIA F. HASNY

Pahlawanku saat penjajah datang

Kau kobarkan semangatmu

Dengan gagah kau maju

Melawan penjajah hingga beribu-ribu

Penjajah tertindas mati olehmu

Sungguh pahlawan tidak kenal letih

Untuk memerdekakan Indonesia

Engkau meneteskan keringat demi Indonesia

Sebagai putra putri Indonesia berterimakasih

Atas semua perjuanganmu

Kami berjanji akan memajukan Indonesia

Pahlawanku idolaku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HARI YANG KU TUNGGU

KARYA : AKSEL KADA

Hari berlalu begitu cepat

Kini hari yang ku tunggu

Sudah tiba

Hari yang ku nantikan

Sudah datang

Dimana hari ini

Sangat istimewa

Yaitu hari Valentine

Hari kasih sayang

Hari ini membuatku

Mengingat kasih sayang

Dari keluargaku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RINDUKU KEPADANYA

KARYA:FANI RANGKAP

Jikalau aku merindukanmu

Aku hanya bisa duduk

Dan menatap bintang-bintang

Di langit yang bersinar indah

Aku hanya bisa membayangkan kamu

Duduk disampingku

Dan menatap bintang-bintang itu bersamamu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

KARYA: MEV A. NOVERI

Oh… guruku engkau pahlawanku

Yang terhebat diseluruh dunia

Aku sangat menginginkan engkau

Dan sangat kuidolakan

Dan angin yang membawa hari kehari

Dan saatnya hari valentine

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FRANSISCO DAN FERNANDO

KARYA: JOI MARTO DAN NERA MBANGUR

Di suatu kampung hiduplah seorang anak kecil yang bernama Fernando.

Fernando memiliki seorang kakak yang bernama Fransisco.

Mereka memiliki seorang kakek yang bernama kakek Jhurando.

Kakek jhurando selalu menjaga Fernando dan Fransisco karena kedua orang tua mereka telah pergi entah kemana.

Kakek Jhurando bekerja sebagai kuli bangunan. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan kedua cucunya.

Fransisco berumur 17 tahun dan adiknya si Fernando berumur 13 tahun.

Fransisco adalah sosok orang yang arogan dan kasar. Sementara adiknya memiliki sifat yang terbalik dari kakaknya.

Fransisco hanya tau menghabiskan harta untuk berfoya-foya. Sedangkan Fernando selalu membantu kakeknya berjualan.

Pada suatu hari Fransisco membawa seorang gadis ke rumahnya. Kemudian memperkenalkan wanita itu kepada kakek Jhurando. Namun kakek Jhurando tak menyukainya karna sama sama arogan.

Fransisco pun tak terima dengan perlakuan tersebut. Ia pun menendang kakek Jhurando hingga kakek Jhurando  terlempar dan kepalanya terbentur dinding. Kakek Jhurando menderita , namun Fransisco tak mempedulikannya. Akhirnya Fransisco dan gadisnya pergi meninggalkan kakek.

Fernando yang melihat bahwa kakeknya sudah meninggal menangis dengan keras, dan meninggalkan rasa kecewa dengan kakaknya.

Akhirnya Fransisco dan gadisnya mati tertabrak kereta yang sedang melintas dengan kecepatan tinggi.

TAMAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KEKASIHKU YANG KU KECEWAKAN

Karya: APRILIANO D. WANDI

Dengarkanlah kekasihku rintihan hati ini

Yang selalu menunggumu

Selalu merindukanmu

Bukan maksud hatiku tuk sakiti hatimu

Karna kehilafanku membuat engkau menjauh

Kekasihku

Usalah engkau kembali mengaharapkanku lagi

Sungguh terasa perih luka yang kau beri

Telah aku sayangi

Tapi engkau hianati cinta yang suci ini

Ternoda engkau racuni

Kekasihku

Sayangku pujaan hatiku

Berikan aku maafmu

Atas semua perlakuanku

Kekasihku tertutuplah pintu hati

Terlalu damba sakit yang kurasakan

 

 

 

 

 

 

PEMILIHAN UMUM MEMANGGIL KITA

KARYA: OZWALD BUDI, JOI MARTO, KS’FERNNANDO

Pemilihan umum telah memanggil kita

Seluruh rakyat menyambut gembira

Hak demokrasi pancasila

Hikmah Indonesia merdeka

 

Pililah wakilmu yang dapat dipercaya

Pengemban ampera yang setia

Dibawah UUD empat lima

Kita menuju ke pemilihan umum

 

Salam AMIN

Salam GEMOY

Salam METAL

KITA INDONESIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Negara  Terpimpin

Ain Epifani

Kemajemukan Yang Extra

Dengan Sebuah Pilihan

Yang Panas Membara

Himpunan Yang Berbondong –bondong

Demi Mendapatkan Sebuah Impian

 

Merakit Sebuah Keistimewaan

Dengan Sebuah Kewibawaan

Perjuangn Yang Akan Tergantikan

Oleh Sebuah Hasil Yang Memuaskan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Demokrasi

Gio Londas

Suara Pembedaan

Namun Pemikiran Terpenjara

Suarakan Kesetaraan

Tapi Tertutup Soal Keberagaman

 

Suarakan Kebebasan

Namun Tidak Terima Kenyataan

Egois Dalam Bertindak

Hanya Mau Diikuti Tampa Mengikuti

 

Hanya  Mau  Didengar Tampa Mendengar

Itulah Mereka Sang Penguasa Dunia

Hobinya  Perang Dengan Dalil Perdamaian

Niscaya Demokrasi Tampa Hal Yang Baru

 

Terlihat Indah Namun Buruk Untuk Pencernaan

Hanya Untuk Agenda Penguasa

Menguasai Ekonomi Dunia

 

 

 

 

Valentine Day

Ketrin Sari

Valentine Day

Hari Menebarkan Cinta Membagi Cinta

Menebar Kehangatan Tali Persaudaraan

Saat Tepat Terbagi Cinta

Valentine

Hari Penuh Kasih Sayang

Cinta Yang Tiada Batas

Menebar Tawa Canda Ria

Berbagi Kemesraan Cinta

Indahnya Cinta

Berbagi Dengan Orang Spesial

Melekat Di Hati Tiada Terlupakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demokrasi

Rafi Suciarto

Dibawah Langit Biru Suara Kita Bergema

Dalam Deneang Demokrasi  Keadilan Terpancar

Tak Peduli Warna, Tak peduli Status

Tak Setiap Rakyat , Tak Terkikis

 

Bersama sama, Kita Membangun Negri

Dengan Penuh Semangat, Tuk Raih Kejayaan

Suara Demokrasi , Adalah Nyayian Kebesaran

Mungkin Indah, Merajut Pengetahuan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara Rakyat

Geral Yosua

Barisan Kami Tak Gentar Berpadu

Kepercayaan Tanda Menyerbu
Sekali Berarti
Sudah Harga Mati

Maju…….

Hanya Utukmulah Negri Ini

Dengan Sepenuh Hati

Kami Para Rakyat Dengan Berani Memilih Engkau

Majulah……

Wahai Para Penegak Bangsa

Sesengguhnya Jalan Untuk
Membuat Negri Ini Tegak

Sudah Tercapai Bagimu…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mafia Mafia Politik

Retno Tenang

Rakyat Dituntut Harus Bertata Krama

Dengan Pengusaha Sedang Pengusaan Bebas

Berbuat Apapun Pada Jelata Ketimpangan

Yang Jelas Dalam Realita

Jelas
Produk Pemilu Dari priode ke Priode

Berikut Tetaplah Sama

Politik Bukah Hanya Untuk Perebutan

Kekuasaan, Namun Ada Pelengseran

Sebuah Kekuasaan jangan Dikatakan

Ini Sebagai Keritikan Namun Suara

Sejak Nurani Dan Suara Penindasan

Yang Berjalan Di Atas Suara Sang Jelata

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sampai Kemarin

Fandra Syukur

 

Sampai Kemari

Ketika Semua Babi Rusa

Komodo Badak Cula

Hidup Terlindung Pekat

Dalam Satu Undang Undang

Guru Malang
Sebagai Malaikat Yang Terikat

Hidup Penuh Hampa
Tampa Perlindungan
Sepenggal Undang Undang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pahlawan

Oswal P.

Pahlawan Engkaulah Raja Bangsa

Engkau Rela Mati Demi Masyarakatmu

Engkau Berjuang Demi Negri

Engkau Bagaikan Ayah

Yang Berbuat Apapun Demi Anak anaknya

 

Engkau Bagaikan Benteng

Yang Tak Bisa Runtuh
Tak Merasa Lelah

Walau Banyak Beban

Trimakasih Pahlawan

Karnamu Kami Bisa Bertumbuh Dan Berkembang

DI Negri Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Demokrasi Membara

Marny Minarni

Demokrasi, Suara Keadilan Mengelerah

Dari Sudut Hati, hingga Ke Penjuru Negri

Rakyat Berdiri Bersama Sama Berjuang

Menyuarakan Hak, Membanguan Masa Depan

Tak Ada Yang Terpingkirkan

Tak Ada Yang Terlupakan

Dalam Demokrasi Semua Punya Tempat

Suara Terdengar Dalam Satuan Yang Kuat

Menggulir Keadilan, Menuju Keadilan Sejati

Pergilah Ke Tempat Pemilihan

Sampaikan Suaramu

Jangan Biarkan Hening

Menjadi Saksi Bisu

Dengan Semangat Demi Kita

Kita Berdiri,Membangun Negara
Yang Adil Dan Sejahtera

 

 

 

 

 

 

 

 

Warga Demokrasi

Erik Dahus

Karya Dalam Mereka

Indang Mengenang Dalam Berbagai Nusantara

Kini Telah Bebas Merdeka

Jadi Negri Yang Mandiri Dan Berjaya

 

Kami Tidak Tahu, Kami Tidak Lagi

Bisa Berkata Kalau Sekarang Yang

Berkata Kami Bicara Dengan
Hening Di Malam Sepi

Jika Ada Rasa Hampa Dan Jam Dinding

Yang Berdetak Tenang,kenang

 

Mari Kita satukan Warga demokrasi

Dengan sorak gembira

Membangun negri kita dan

Maju terus tampa berhenti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia

Sastri cintabela

Hari demi hari

Indonesian telah melewati

Begitu banyak cobaan

Yang harus indonesia

Lewati dengan sulit

Tetapi indonesia melewatinya

Dengan perjuangan yang

Begitu besar untuk

Melawan kesulitan

Bangsa indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kekasihku

Greis tonjo

Duhai kekasihku tiada yang lain

Saat ini jika kamu tidak ada di samping ku

Aku bisa lihatbintang bintang yang ada di langit

 

Tampamu aku tak berdaya

Aku tersadar wujudmu terikat

Jelas tampak seperti nyata ragamu

Tau nya sisa bayangan yang yang tertinggal

Aku meridumu kekasihku yang tak pernah kembali

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bulan

Enji harjon

Bulan

Kau begitu terang

pada malam hari cahayamu

begitu indah di mata ku,bulan

aku melihat mu aku ingatkan

lagi masalalu ku yang indah

dengan seseorang yang sangat

saya sayang

bulan kau begitu

makna bagi diriku

kamu juga penganti

orang yang aku sayang

dalam hidupku di dunia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAHABATKU

 

Sahabat ku, Engkau begitu berarti bagi ku

Engkau yang selalu menemaniku, saat Aku dalam kesepian dan sedih

Engkau yang selalu berada di sisi kananku yang selalu menyemangatkan Ku

Saat Aku berada di berbagai masalah yang menimpa ku

Wahai sahabat Ku, Engkaulah Orang ke tiga di hati ku

 

BY. QEIN HARMIN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TENGGELAM LALU BANGKIT

 

Hari demi hari telah kita lewati

Tatapan yang mendalam telah kita rasakan

Bersama melewati berbagai tantangan

Yang membawah kita kearah yang berbeda

 

Aku termangu ditepian pantai

Angin menembusi tubuh begitu terasa

Bayangan dirimu ada dihadapan mata

Hingga air mata bercucuran tak terkisahkan

Kini ku bangkit

Tidak merasakan angin menembusi nadi

Melihat sang semangat telah tiba

 

BY:YOAN KRISTIANI ASA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KENANGAN YANG TAK TERLUPA

 

Saat ku duduk dibawah pohon cemara

Ku hanya merenung, mengingat masa –masa kita yang terindah

Disaat kita tertawa dan menangis

Engkau selalu di sampingku

 

Disaat kita terpisah, aku hanya melihat bayangan dan  jejak mu

Terimakasih atas kebaikan mu

 

BY. DJOSEFA S. DONITA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANTUN

BUAH MANGGA BUAH PISANG

RASANYA ENAK BERKALI –KALI

BELAJARLAH MULAI DARI SEKARANG

UNTUK MEMPERSIAPKAN MASA DEPAN NANTI

 

BY:YOHANES A.G. ANGGAL

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KASIH SAYANG

 

Merinduhkan sahabatku yang dulu

Oh……..sehabatku

Enkau bagaikan obat dalam hidupku

Disetiap aku kesepian dulu

Engkau selalu ada didekat ku

 

Hatiku sangat merinduhkanmu

Ku masih bayangkan dirimu, kamu berada disisiku

Ternyata hanya bayangan mu yang tersisa

Aku sangat merindukanmu

 

BY:SINTA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAHABAT  SEJATI

 

Oh…. Sahabat sejati

Engkau bagaikana burung   burung, yang bernyanyi diatas pohon cemara

Dalam ssepiku, engkau selalu disisiku

Dalam hidupku engkau selalu membuat ku bahagia

Dalam duka dan sedihku, engkau selallu membuat ku tertawa

Saat kita berpisah, aku hanya melihat jejak dan bayanganmu

Dihari hari kita,saling bersama

Mengapa mungkin kita berpisah ?

Kenangan takkan ku lupakan saat kita bersama

Terima kasih sahabat sejati ku

 

BY: GLOMERYS Y. ALI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TERIMA KASIH AYAH & IBUKU

 

Ayah &ibu ,saya berterimah kasih kepada kalian

Kasih kepadamu karena engkau

Menyayangiku & juga merawat ku

Sampai aku menjadi anak yang baik

 

Dari dulu engkau menyekolakan aku

Sampai aku smp di sini

Di bawa terik matahari engkau bekerja demi aku

 

Oh……

Ayah dan ibu saya sangat bersyukur

Menjadi anak mu karena engkau,

Tanpa lelah bekerja demi aku

 

BY:DIKA TOMO DAN JOSUA

 

 

 

 

 

 

 

 

BERJUANG  DALAM KEGELAPAN

 

Pada pagi itu ,tiada suara yang ku dengar. Hanya ada kabut hitam menutupi langit biru kesunyian yang menutupi keramaian”. Tiada yang sangup untuk mengalakan  kegelapan pada pagi itu. Ketakutan yang sudah memeluk seluruh tubuh  membuat tubuku hanya bisa merenungi diri dan hanya bisa melihat suatu pohon yang bisa berdiri. Dengan berani dalam kegelapan pada pagi itu dan aku membayangkan, andai aku bisa menjadi pohon itu yang berdiri dengan tegak dalam kegelapan.hari-hari ia lewati dengan sendirinya tampa rasa sedi hingga dia bisa tumbu dengan sukses.pada hari hari nya hingga pada hari itu ia merasakan kasih sayang

 

BY: KEISYIA.G

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *