SMP Santu Klaus Meriahkan Hari Anak Nasional dengan Permainan Tradisional, Bangkitkan Semangat Kebersamaan dan Lestarikan Budaya
  • Admin
  • 23 Juli 2026
  • 114 x
potomondo

Kuwu, Kamis 23 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, SMP Santu Klaus Kuwu menggelar berbagai kegiatan permainan tradisional yang melibatkan seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan. Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara sekolah tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat. Sorak-sorai para siswa yang saling memberikan dukungan kepada teman-temannya menciptakan suasana penuh kegembiraan sekaligus menjadi bukti bahwa permainan tradisional masih mampu menjadi media yang menyenangkan untuk mempererat kebersamaan.

Sejak pagi hari, seluruh warga sekolah telah berkumpul di lapangan dengan mengenakan pakaian olahraga. Sebelum perlombaan dimulai, para guru memberikan pengarahan mengenai aturan permainan dan pentingnya menjaga sportivitas selama kegiatan berlangsung. Setelah itu, masing-masing kelas menampilkan permainan tradisional yang telah dipersiapkan sebelumnya. Beragam jenis permainan tradisional dimainkan dengan penuh antusias, mulai dari permainan yang mengandalkan kekompakan tim hingga permainan yang membutuhkan ketangkasan dan strategi.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk peringatan Hari Anak Nasional yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Melalui permainan tradisional, para peserta didik diajak untuk belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, menjunjung tinggi kejujuran, serta membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan permainan berbasis teknologi.

Sebelum menentukan jenis permainan yang akan ditampilkan, wali kelas  bersama peserta didik mengadakan diskusi dan musyawarah. Proses tersebut dilakukan agar setiap permainan yang dipilih benar-benar sesuai dengan tujuan kegiatan, yaitu menciptakan suasana yang seru, aman, dan mampu membangkitkan semangat seluruh peserta didik. Dengan melibatkan siswa dalam proses perencanaan, sekolah juga ingin menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap keberhasilan kegiatan bersama.

Selama kegiatan berlangsung, lapangan upacara SMP Santu Klaus Kuwu dipenuhi gelak tawa dan teriakan penyemangat dari para peserta. Setiap kelas berusaha menampilkan kemampuan terbaik mereka dalam mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan. Tidak hanya para siswa, para guru juga tampak aktif memberikan semangat bahkan ikut terlibat dalam beberapa permainan sebagai bentuk dukungan kepada peserta didik.

Kepala SMP Santu Klaus, Margaretha H. Anje, menyampaikan bahwa kegiatan memperingati Hari Anak Nasional melalui permainan tradisional merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas melalui kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aktivitas yang mampu mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan budaya para siswa.

Ia menjelaskan bahwa permainan tradisional memiliki banyak nilai positif yang relevan dengan perkembangan karakter anak. Di dalam permainan tersebut terdapat unsur kerja sama, komunikasi, disiplin, kepemimpinan, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara bersama-sama. Nilai-nilai tersebut sangat penting dimiliki oleh peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.

Lebih lanjut, Margaretha H. Anje menuturkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat cinta terhadap keberagaman di kalangan peserta didik. Melalui interaksi yang terjalin selama permainan, siswa belajar menghargai teman-temannya yang memiliki latar belakang, karakter, maupun kemampuan yang berbeda. Mereka diajak untuk menyadari bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui sikap saling menghormati dan bekerja sama demi mencapai tujuan bersama.

Melalui permainan tradisional, peserta didik diajak untuk kembali menikmati aktivitas yang melibatkan gerak tubuh, komunikasi langsung, dan kerja sama dengan teman sebaya. Pengalaman tersebut diharapkan mampu memberikan alternatif hiburan yang sehat sekaligus memperkuat hubungan sosial antarsiswa. Sekolah berharap kebiasaan berinteraksi secara langsung dapat terus dipelihara sehingga peserta didik memiliki keseimbangan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.

Antusiasme peserta didik terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak menikmati setiap permainan tanpa mempersoalkan siapa yang menjadi pemenang. Bagi sebagian besar siswa, momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat persahabatan sekaligus mengenal kembali permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dimainkan. Suasana kebersamaan yang tercipta menjadi salah satu keberhasilan utama kegiatan tersebut.

Para guru juga mengapresiasi semangat dan partisipasi aktif seluruh peserta didik. Mereka menilai bahwa kegiatan seperti ini mampu menciptakan suasana sekolah yang lebih hangat dan menyenangkan. Hubungan antara guru dan siswa pun terasa semakin dekat karena mereka dapat berinteraksi dalam suasana yang lebih santai di luar kegiatan belajar di kelas.

Peringatan Hari Anak Nasional di SMP Santu Klaus Kuwu menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat dikemas melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Permainan tradisional tidak hanya menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menanamkan berbagai nilai kehidupan kepada generasi muda.

Melalui kegiatan ini, SMP Santu Klaus berharap para peserta didik semakin mencintai budaya bangsa, menghargai keberagaman, memperkuat semangat kebersamaan, serta mampu menggunakan teknologi secara bijaksana tanpa melupakan pentingnya interaksi sosial. Semangat Hari Anak Nasional diharapkan tidak berhenti pada perayaan satu hari saja, melainkan menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, inklusif, dan berpihak pada tumbuh kembang anak secara optimal.


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *