PENTINGNYA PROTEIN HEWANI PADA AWAL MASA PERTUMBUHAN ANAK Oleh Agnes H. Banggur S.Kom
  • Admin
  • 25 Januari 2023
  • 47 x
PROTEIN HEWANI

25 Januari merupakan momen tahunan untuk memperingati hari gizi nasional bagi bangsa kita. Seremonial tahunan ini merupakan sebuah momen untuk memantik kesadaran serta kepedulian masyarakat akan pentingnya mengimplementasikan gizi seimbang dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh guna meningkatkan kualitas kesehatan yang lebih baik.

Menilik sejarah Hari Gizi Nasional bermula pada tahun 1950 dimana Prof. Poorwo Soedarmo diangkat menjadi kepala Lembaga Makanan Rakyat oleh Dokter  J. Leimena, selaku Menteri kesehatan. Hari Gizi Nasional diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh Lembaga LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Dari situ kemudian Pendidikan Tenaga Gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemudian disepakati tanggal 25 Januari dijadikan sebagai peringatan Hari Gizi Nasional. Oleh karena itu pada tahun 1960-an untuk pertama kalinya peringatan Hari Gizi Nasional diselenggarakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970-an hingga sekarang ini.

Tahun ini, kita akan memperingati hari gizi nasional yang ke 63. Tema yang diusung untuk memperingati hari gizi nasional kali ini ialah ‘Protein Hewani Cegah Stunting’. Dilansir dari detiksumut.com  pengusungan tema tersebut oleh departemen kementerian kesehatan merupakan hasil pertimbangan dari survei sosial ekonomi Nasional (Susenas) Food and Agriculture Organization of United States yang menunjukkan bahwa konsumsi  protein hewani di Indonesia masih terbilang rendah di taraf global. Dari tema yang diusungkan untuk memperingati Hari Gizi Nasional tahun ini, menarik untuk membahas terkait hubungan antara protein hewani dalam mencegah stunting terkhusus untuk anak.

Protein hewani merupakan protein yang bersumber dari hewan, seperti daging ruminasia (daging sapi, daging kambing, dan lainnya) daging unggas (daging ayam, daging bebek), seafood, susu, dan juga telur. Dibandingkan dengan protein nabati, protein hewani memiliki keunggulan yakni dengan komposisi asam amino esensial lebih lengkap, serta dapat meningkatkan penyerapan mineral seperti seng dan besi yang merupakan zat gizi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan.

Berdasarkan peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021,, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya di bawah standar yang ditetapkan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan. Sementara itu, kementerian kesehatan mendefinisikan Stunting sebagai masalah kurang gizi kronis oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi (yankea.kemenkes.go.id). Oleh karena itu, ditarik kesimpulan bahwa stunting merupakan masalah pertumbuhan akibat konsumsi asupan gizi yang kurang,  sehingga terjadi perlambatan pertumbuhan pada balita yang tidak sesuai dengan standarnya, dan juga akan berdampak pada anak baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Lalu apa hubungan antara protein hewani dalam mencegah stunting? Dalam jurnal Riset Sains dan Teknologi (Vol.6), tentang Peranan Protein Hewani dalam Mencegah Stunting pada Anak Balita, diterangkan bahwa protein hewani yang memiliki protein esensial yang tinggi merupakan bahan untuk menyitesisi hormone tiorid. Hormone ini memiliki peranan sebagai penentu laju metabolic dalam tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa horomon tiorid dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak.

Selain berperan dalam menyintesis hormone tiorid, protein hewani juga meiliki beragam manfaat lainnya, terutama bagi anak, baik saat di dalam kandungan maupun sesudah dilahirkan. Dilansir dari kemenkes, asupan protein hewani saat anak masih dalam kandungan berperan merangsang pertumbuhan tulang, yakni tulang rawan. Kemudian, konsumsi protein hewani juga dapat membantu menambah kekebalan tubuh sang anak. Dengan demikian, dapat dilihat peranan penting dari protein hewani, terkhusus pada masa awal pertumbuhan sang anak, baik saat di dalam kandungan maupun setelah dilahirkan.

Pada peringatan Hari Gizi Nasional kali ini, dengan tema besar ‘Protein Hewani Cegah Stunting’, kiranya kita semua semakin sadar dan peduli akan pentingnya asupan Protein hewani bagi terpenuhnya gizi seimbang,  terutama bagi anak-anak yang masih pada masa pertumbuhan awal. Dengan demikian, maka kita bergerak bersama dalam mengantisipasi masalah stunting yang saat ini masih tergolong tinggi anknaya di negeri kita ini


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *