KUWU,
13 Juni 2026 – Aula Sekolah Menengah Pertama
(SMP) Santu Klaus Kuwu mendadak riuh dan dipenuhi warna-warni kreativitas pada
Sabtu pagi. Lembaga pendidikan yang berlokasi di bawah lembah poco likang
sukses menggelar acara Pentas Seni (Pensi) megah yang mengangkat tema besar: "Gemilang
Harmoni Kreativitas: Ad Victoriam pro SANCLA– Menuju Kejayaan untuk
Santu Klaus." Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WITA hingga selesai
ini menjadi panggung spektakuler bagi para peserta didik untuk menunjukkan
berbagai kebolehan, minat, dan bakat yang selama ini terpendam atau diasah di
lingkungan sekolah. Pentas seni ini dihadiri dan diikuti secara antusias oleh
seluruh elemen sekolah, mulai dari jajaran guru, orang tua murid, hingga
ratusan peserta didik.
Sejak
pagi hari, atmosfer hangat dan penuh semangat sudah tercium di sekitar area Aula
SMP Santu Klaus Kuwu. Para orang tua murid datang dengan senyum bangga, siap
menyaksikan putra-putri mereka tampil di atas panggung. Kehadiran para orang
tua ini menjadi bukti nyata adanya sinergi dan dukungan yang kuat antara pihak
keluarga dan pihak sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Di
balik panggung, para guru sibuk memastikan seluruh detail acara berjalan dengan
lancar, sementara para siswa tampak mengenakan berbagai kostum menarik—mulai
dari pakaian adat, kostum teater, hingga atribut modern—sesuai dengan jenis
pertunjukan yang akan mereka bawakan.
Riani Da'e dan Bayu Dusen sebagai Master of Ceremony (MC) cilik dengan kepiwaiaan dalam mengolah intonasi, nada, tekananan serta pemilihan kata yang tepat mengundang para hadirain untuk menuju aula.
Acara
dibuka dengan doa bersama, diikuti menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Menyanyikan
mars kebanggan Santu Klaus dan dilanjutkan dengan serangkaian sambutan
sekaligus membuka rangkaian acara serta
menegaskan esensi utama dari penyelenggaraan pentas seni ini.
Dalam
laporan dan sambutannya, Ibu Maria M.M. Mana selaku Ketua Panitia
Kegiatan, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas kerja keras seluruh
panitia dan peserta didik yang telah mempersiapkan acara ini dengan matang.
Beliau menegaskan bahwa esensi dari pentas seni "Gemilang Harmoni
Kreativitas" ini melampaui sekat-sekat kompetisi mencari pemenang.
"Kegiatan
ini bukan sekadar ajang untuk mencari siapa yang terbaik atau siapa yang paling
unggul di atas panggung. Tetapi lebih dari itu, kesempatan ini adalah wadah
nyata bagi peserta didik untuk menyalurkan segala keterampilan, minat, dan
bakat yang mereka miliki," ujar Ibu Ani dengan penuh semangat di hadapan
para hadirin.
Lebih
lanjut, Ibu Maria menjelaskan bahwa apa yang disaksikan oleh para penonton hari
ini merupakan representasi, refleksi, sekaligus laporan pertanggungjawaban guru
dan peserta didik dari proses pendampingan minat dan bakat yang telah dilakukan.
Melalui panggung ini, siswa belajar untuk percaya diri, bekerja sama, dan
mengapresiasi karya orang lain.
Senada
dengan Ketua Panitia, Kepala SMP Santu Klaus Kuwu, Ibu Margaretha H. Anje,
dalam sambutan utamanya memberikan apresiasi yang mendalam bagi seluruh
ekosistem sekolah. Beliau memandang pentas seni ini sebagai sebuah momentum
selebrasi atas proses panjang yang telah dilalui oleh para siswa selama satu
semester di bangku sekolah.
"Kegiatan
hari ini sebetulnya adalah proses memetik buah dari keringat yang tercurah
selama satu semester. Apa yang kita saksikan di panggung ini tidak instan,
melainkan hasil dari ketekunan, disiplin, dan kerja keras anak-anak kita serta
para guru yang setia mendampingi," tegas Ibu Margaretha.
Dalam
kesempatan tersebut, Mom Erda (Begitu
kira-kira kami menyapanya dalam keseharian) juga mengaitkan urgensi
kegiatan pentas seni ini dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang saat ini
diterapkan di sekolah. Beliau memaparkan konsep pendidikan modern yang berpusat
pada murid, di mana penilaian tidak lagi hanya bertumpu pada lembar jawaban
ujian di dalam kelas.
"Dalam
Kurikulum Merdeka, intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler
adalah tiga pilar pembelajaran yang saling melengkapi. Ketiganya tidak boleh
berjalan sendiri-sendiri, melainkan dirancang sebagai satu kesatuan utuh untuk
mencapai tujuan pendidikan yang holistik," lanjutnya menjelaskan.
Menurut
beliau, pilar intrakurikuler membentuk fondasi pengetahuan, kokurikuler
(seperti proyek penguatan profil pelajar Pancasila) memperdalam pemahaman
realitas, dan ekstrakurikuler mengasah serta menyalurkan potensi unik individu.
Melalui integrasi ketiga pilar inilah sekolah dapat mengembangkan potensi
akademik (hard skills) sekaligus karakter serta keterampilan sosial (soft
skills) para peserta didik secara seimbang.
Setelah
sesi sambutan resmi selesai, Aula SMP Santu Klaus Kuwu langsung dihangatkan
oleh berbagai penampilan memukau dari para siswa. Panggung Ad Victoriam pro
Sancto Claus benar-benar menjadi saksi bisu dari rangkaian acara yang
ditampilkan antara lain musik instrumen, Tari Kreasi, Ansambel Musik, Sancla
band junior dengan lagu sampai jadi debu, Vocal group, Drama komedi, Band SMP Bintang
Kehidupan dan ditutup dengan penampilan dari Sancla Band Junior.
Setiap
akhir penampilan, tepuk tangan riuh dan sorak-sorai kebanggaan dari orang tua
serta sesama siswa menggema di seluruh sudut aula. Rasa lelah selama
berbulan-bulan latihan seolah terbayar lunas dengan senyuman dan apresiasi yang
luar biasa dari para penonton.
Sesuai
dengan tema kegiatan, "Ad Victoriam pro Sancto Claus" yang
berarti "Menuju Kejayaan untuk Santu Klaus", pentas seni ini
diharapkan menjadi batu loncatan bagi sekolah untuk terus mencetak generasi
emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, adaptif,
dan berkarakter mulia.
Kegiatan
yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi foto bersama antara
jajaran manajemen sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pengisi acara. Pentas
seni "Gemilang Harmoni Kreativitas" tahun 2026 ini sukses
meninggalkan kesan mendalam dan mematri memori indah bagi seluruh keluarga
besar SMP Santu Klaus Kuwu, sekaligus membuktikan bahwa pendidikan sejati
adalah pendidikan yang memerdekakan dan merayakan setiap bakat unik manusia.