HISTORIUM
  • Admin
  • 03 September 2022
  • 19 x

Alkisah sebuah negeri yang sangat besar bernama Historium. Negeri itu terbagi menjadi tiga wilayah besar: Pertama  Pastland, negeri di bawah tanah yang dihuni oleh orang-orang primitive dan selalu dijajah oleh wilayah yang lebih kuat. Namun, Pastland adalah wilayah dengan orang-orang paling bersahaja dan mengamalkan banyak nilai luhur yang baik seperti persatuan, kemanusiaan, dan perdamaian. Kedua Presentpleace, negeri yang berdiri di atas tanah yang ditinggali oleh orang-orang yang sedang berkembang, di wilayah ini dihuni oleh dua kelompok besar yaitu Oldclub, kelompok yang selalu mendukung Pastland, dan yang kedua adalah  Newclub, kelompok yang selalu mendukung Futurearea dan mendukung kemajuan teknologi di Presentpleace. Wilayah yang ketiga adalah Futurearea, negeri yang melayang di atas tanah dengan bantuan medan gravitasi buatan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah ini sangatlah pesat di antara kedua wilayah lainnya. Negeri ini sering menjajah wilayah kecil seperti Pastland. Pemimpin wilayah Featurearea bernama Nova. Ia adalah seorang yang sangat kejam, tamak, dan haus akan kekuasaan.

Di wilayah Presentpleace terdapat seorang yang pintar dan berani bernama Robin. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya. Dia memiliki harapan yang besar agar bisa pergi ke Futurearea, karena hanya orang-orang dengan kemampuan intelektual yang tinggi saja yang diberikan kesempatan untuk dapat pergi ke Futurearea. Robin memiliki seorang teman dari wilayah Pastland, namanya Anjaya, anak pemimpin wilayah Pastland. Pemimpin wilayah Pastland bernama Barans, pemimpin yang arif dan bijaksana. Anjaya selalu bercerita kepada Robin tentang kehidupan dan keadaan masyarakat Pastland. Dia mengatakan bahwa masyarakat di sana hidup serba berkekurangan baik dari kebutuhan sandang, pangan, papan pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Masyarakat dipaksa bekerja oleh terminator-terminator pemerintah Futurearea. Robin mennyukai perkembangan teknologi yang ada di wilayah Futurearea, namun dia tidak menyukai sifat pemerintah Futurearea yang suka menjajah wilayah yang lebih lemah. Baginya, masyarakat Historium seharusnya bersatu. Di samping itu, kehidupan di Presentpleace pun tidak cukup baik karena sering terjadi pertentangan dan perselisihan pendapat antara kelompok Oldclub dan kelompok Newclub.

Beberapa tahun kemudian, diadakannya suatu test di Presentpleace agar bisa pergi berkuliah di Futurearea. Robin yang mendengar hal itu langsung pergi mendaftar dan menyiapkan segala sesuatu untuk mengikuti test tersebut. Dalam test tersebut, setiap peserta diminta untuk membuat sesuatu penemuan. Robin pun memikirkan hal itu bersama Anjaya. Mereka pun sepakat untuk membuat suatu alat yang mampu menujukan masa lalu yang pernah dirasakan oleh setiap orang. Penemuan itupun mendapat sambutan yang baik dari para panitia dan Robin pun mendapatkan tiket untuk berkuliah di Futurearea. Robin merasa sangat senang dan orang tuanya juga sangat bangga, tetapi dia juga merasa sedih karena harus berpisah jauh dengan Anjaya. Tetapi Anjaya berkata ”Tidak perlu bersedih, aku senang karena sahabat terbaikku akhirnya dapat mencapai impiannya.” Mereka akhirnya berpelukan sebelum berpisah.

Keesokan harinya, sebuah kapsul terbang menuju ke Presentpleace untuk menjemput Robin. Robin pun berangkat ke Futurearea. Setelah melewati gerbang masuk Futurearea, Robin sangat takjub dengan kemegahan dan teknologi yang ada di wilayah itu. Dia melihat sebuah gedung pencakar langit yang sangat tinggi dan komputer pintar di dalam kapsul menjelaskan  bahwa ”Itu adalah griya tawang terbesar di kota ini tuan. Di sana Nova dan pejabat serta penguasa tinggal. Nama griya tawang itu adalah Zeus Palace yang terdiri dari 500 lantai.” Robin semakin takjub setelah mendengar penjelasan dari komputer pintar itu. Kemudian kapsul tersebut berhenti di sebuah universitas yang sangat besar dengan teknologi yang sangat canggih, kemudian sebuah robot pembawa barang dan robot penunjuk arah datang menghampiri Robin. Saat salah satu robot membawa barang, robot penujuk arah memberikan tur singkat kepada Robin tentang universitas tersebut, setelah itu Robin diantarkan ke kamarnya. Di tempat itu, dia sekamar dengan Fabio, anak pejabat Futurearea. Fabio adalah orang yang baik, dialah orang yang membantu Robin untuk beradaptasi dengan lingkungan setempat.

Pelajaran pertama saat sekolah dimulai adalah pelajaran sejarah. Sang profesor menjelaskan tentang sejarah Historium ”Dahulu kala ada 3 orang  saudara kembar, bernama Fatur, Peres dan Peter. Fatur adalah seorang yang serakah namun penuh tekad untuk membuat perubahan. Peres adalah seorang yang baik hati namun selalu penuh dengan keraguan. Sementara itu Peter adalah seorang yang selalu mencintai perdamaian dan persatuan. Suatu ketika mereka memutuskan untuk mengembara. Di tengah jalan dalam pengembaraan itu, mereka menemukan 3 batu Kristal berwarna biru, hijau, dan coklat. Saat mereka ingin mengambil Kristal itu, datanglah penthador, naga berkepala lima. Mereka bertiga sempat melawan, tapi penthador itu lebih kuat. Saat mereka ingin melempar naga itu dengan Kristal, tiba-tiba Kristal itu berubah menjadi senjata, kristal biru yang dipegang Fatur berubah menjadi pedang, Kristal hijau yang dipegang Peres berubah menjadi cambuk dan Kristal coklat yang dipegang Peter berubah menjadi panah. Mereka bertiga menyerang penthador itu dan akhirnya penthador itu dapat dikalahkan. Namun penthador itu berjanji akan kembali 1000 tahun lagi. Setelahnya, ketiga saudara itu pun membuat negri Historium di wilayah yang sekarang kita huni. Mereka menamainya seperti itu agar masyarakat di masa depan selalu ingat tentang sejarah dan terus bersatu. Fatur yang  menyadari  kekuatan Kristal itu, ingin membuat negeri  yang  melayang dengan banyak teknologi, akhirnya dia menciptakan Futurearea dan berpisah dengan kedua saudaranya. Peres dan Peter yang ingin melindungi Kristal itu  pun akhirnya berpisah. Peter pergi ke bawah tanah yang sekarang bernama Pastland dan Peres tetap di atas tanah yang sekarang bernama Presentpleace.” Setelah kelas hari itu, Robin menyadari bahwa seharusnya Futurearea tidak menjajah Pastland , karena kita bersaudara

Pada malam harinya, Fabio mengajak Robin pergi menonton pertarungan terminator dan setelah itu mereka berdua pergi  ke Zeus Palace. Robin sangat takjub dengan interior Zeus Palace. Di tempat itu ayah Fabio tinggal tepatnya di lantai 102. Saat mereka berada di lobi depan, Robin melihat seorang pria paruh baya seperti seorang pejabat menjatuhkan sebuah kartu berlogo wilayah Futurearea sebelum masuk ke lift. Karena belum mengenal seluk-beluk Zeus Palace, Robin bingung bagaimana cara mengembalikan kartu tersebut. Saat sedang memikirkan cara mengembalikan kartu tersebut, dia melihat dua orang pria masuk ke lift dengan memegang kartu yang sama, kemudian men-scan kartu tersebut lalu pintu lift itu tertutup. Robin pun penasaran, lalu mencoba hal yang sama dengan ke dua orang itu, setelah men-scan kartu tersebut. Tiba-tiba pintu lift tertutup dan turun ke bawah. Saat Robin masih kebingungan ke mana lift ini akan membawanya, lift itu akhirnya berhenti pada sebuah ruangan yang sangat besar. Robin kaget melihat sekelilingnya, ternyata itu adalah sebuah laboratorium dengan banyak ilmuwan dan berbagai penemuan mereka. Robin pun berkeliling sambil mengendap- endap agar tidak ketahuan orang yang ada di situ. Saat sedang mengamai-amati, mata Robin mengarah pada sebuah Kristal biru yang ditaruh di dalam sebuah tabung. Saat melihat itu, dia teringat sejarah Historium. Di dekat situ, dia melihat dua orang yang sedang berbincang, salah satu di antara mereka adalah Nova, katanya “Bagaimana perkembangan terminator yang mencari Kristal coklat itu?” “Mereka belum menemukan petunjuk apa-apa tuan.” Jawab orang yang berada di sampingnya. Nova berkata lagi, “Jika mereka belum menemukan petunjuk apa-apa maka hancurkan Pastland!” “Baik tuan.” Jawab orang itu dengan sigap. Lalu Nova menyambung, “Setelah itu kirim para terminator ke Presentpleace dan cari sampai dapat Kristal hijau itu, meskipun kita harus menjajah wilayah itu!” Robin yang mendengar hal itu tersentak dan tidak sengaja menjatuhkan sebuah gunting. Nova pun berbalik dan melihat Robin sedang menguping pembicaraan mereka “Siapa kamu?” tanya Nova. Tanpa menjawab apa-apa Robin segera lari dan masuk ke dalam lift. Di dalam lift, Robin mulai kawahtir bahwa pemerintah akan menjajah Presentpleace. Dalam hatinya ia pun bertanya-tanya mengapa Nova ingin mencari Kristal-Kristal yang ada di Presentpleace dan Pastland? Robin tahu bahwa orang yang dapat menjawab pertanyaan itu adalah sang profesor sejarah. Dia pun bergegas ke rumah profesor sejarah.

Saat tiba di rumah profesor, Robin menceritakan semua pembicaraan Nova dan orang itu, lalu kata profesor “Ini buruk, sangat buruk. Jika Nova berhasil mendapatkan ketiga kristal itu dan menyatukannya, maka ia akan menjadi sangat kuat dan juga Kristal itu akan hancur bila dimiliki oleh orang yang bertabiat busuk seperti Nova. Tahun ini adalah tahun ke-1000 setelah pertempuran sengit antara ketiga saudara melawan  penthador. Jadi penthador itu akan datang lagi ke Historium untuk mendapatkan kembali ketiga kristal.” “Lalu apa yang harus kulakukan untuk mencegah hal itu?” tanya Robin. Lalu profesor menjawab, “Temukan ketiga Kristal itu sebelum Nova menemukannya dan kau harus menjaganya dengan baik agar tidak diambil oleh Nova dan penthador itu.” Robin pun bertanya lagi, “Di mana aku akan mendapat kedua Kristal yang lain ?” “Aku tidak tahu pasti keberadaannya”. Profesor pun menjelaskan kepada Robin, “dahulu Peres dan Peter meninggalkan sebuah teka-teki untuk seseorang yang berhati murni agar dia bisa mendapatkan kedua Kristal itu dan membunuh penthador. Namun belum ada seorang pun yang bisa memecahkan teka-teki tersebut. Isi teka-teki tersebut seperti ini ‘Sesuatu yang terang berada jauh di dalam kegelapan, kepala membiarkan jika kau membungkuk 3 kali, si kuat takut cahaya.’ Ini adalah teka-teki untuk mencari Kristal coklat  yang ada di Pastland, teka-teki berikutnya akan muncul di Kristal coklat  jika sudah kau temukan.” “Terima kasih profesor”, Sahut Robin dengan penuh semangat.

Keesokan harinya, Robin pergi ke Pastland untuk mencari Kristal coklat. Dalam perjalanan, Robin terus memikirkan cara untuk memecahkan teka-teki tersebut sambil membaca buku sejarah Pastland. Dalam buku itu tertulis, Peter mewarisi kepemimpinannya kepada anaknya, begitu pula seterusnya sampai pemimpin yang sekarang yaitu Barans. Robin berpikir, jika seperti itu pasti Peter pasti mewarisi informasi penting tentang keberadaan Kristal itu kepada anak-anak serta keturunannya. Jadi, Barans adalah kepala yang di maksud di dalam teka-teki tersebut. Setelah sampai di Pastland, Robin kaget melihat keadaan masyarakat yang sengsara dan hal itu tentunya membuat Robin sedih.

Robin kemudian pergi ke balai kota untuk bertemu Barans, “Selamat siang tuan Barans”. “Selamat siang, kamu pasti Robin, teman Anjaya, apa yang membuatmu datang kemari?” “Aku ingin bertanya tentang keberadaan kristal coklat?” “Baiklah, buktikan bahwa kamu layak untuk mendapatkan kristal itu”. Robin pun kebingungan dengan perkataan pemimpin Pastland itu, lalu dia teringat tentang teka-teki yang diberikan sang profesor. Robin pun akhirnya membungkuk 3 kali kepada Barans, kemudian Barans tersenyum kepada Robin dan berkata “Kau adalah yang diramalkan Peres dan Peter untuk untuk menyatukan kembali Historium.” Kemudian Barans membawa Robin pergi ke ruang bawah tanah melewati pintu rahasia di belakang lemari buku milik Barans. Tanpa mereka sadari ternyata sebuah terminator sedang merekam pembicaraan  mereka berdua. Rekaman itu dilihat oleh Nova. Kemudian Nova dan pasukannya pergi ke Pastland untuk merebut Kristal coklat  tersebut.

Dalam pencarian itu, Robin sangat kebingungan mencari kristal tersebut karena tempat yang terletakdi bawah tanah itu sangatlah gelap. Setelah lama mencari, dia melihat sebuah cahaya benderang bewarna coklat muncul dari sebuah pilar. Saat hendak mengambil Kristal tersebut, tiba-tiba terjadi gempa bumi yang dahyat dan dari dalam kegelapan Robin melihat seekor cacing yang sangat besar datang mendekatinya. Dengan cepat ia langsung mengambil dan membawa Kristal tersebut lalu berlari agar tidak dimangsa oleh cacing raksasa tersebut. Karena cukup kelelahan, Robin akhirnya bersembunyi dibalik sebuah batu yang sangat besar sambil memikirkan cara mengalahkan cacing tersebut. Dia kemudian teringat tentang teka-teki tadi. Ia pun melihat sebuah jalan keluar dan berlari kea rah tersebut. Namun cacing raksasa itu tetap membuntutinya. Ketika ia sampai diluar ternyata cacing tersebut tidak tahan terhadap cahaya matahari dan kembali ke dalam tanah. Robin merasa sangat senang karena akhirnya cacing tersebut tidak mengikutinya lagi.

Tiba-tiba, Kristal itu memunculkan tulisan ‘Peres selalu memegangnya karena ragu.’ Robin sangat susah memahami arti kalimat itu. Sementara itu, datanglah Nova bersama pasukannya. “Kau cukup hebat karena berhasil menemukan Kristal coklat tersebut, sekarang berikan itu kepadaku!” Robin cukup ketakutan berhadapan dengan para pasukan Nova. Terdengarlah suara motor yang datang, ternyata itu adalah Anjaya, lalu dia berhenti di samping Robin “Cepat naik!” Robin pun langsung naik dan kemudian Anjaya melesat jauh meninggalkan Nova dan pasukannya. Tetapi anehnya Nova dan pasukannya tidak mengejar dia. Di atas motor Robin ingat tentang patung Peres yang berada di kolam air mancur kota Presentpleace. Lalu ia menyuruh  Anjaya untuk pergi ke sana. Dengan kecepatan penuh Anjaya pergi ke kolam air mancur tersebut.

Ketika sampai di tempat itu, Robin melihat patung Peres sambil memegang sebuah cambuk dan sebuah bola. Robin pun penasaran dengan bola yang berada di tangan patung Peres. Ia dan Anjaya lalu mengambil bola tersebut dan tiba-tiba bola tersebut pecah dan menjadi sebuah Kristal hijau. Mereka berdua merasa sangat senang, tetapi rasa senang mereka tidak bertahan lama sebab  sepasang tangan robot menangkap Robin dan Anjaya, lalu kedua Kristal tersebut jatuh dan diambil oleh Nova. Ternyata Nova telah meletakan pelacak pada motor Anjaya sehingga keberadaan mereka tetap diketahui oleh Nova dan pasukannya. Nova lalu mengeluarkan Kristal biru yang ia bawa dengan kedua Kristal lainnya dan ketiga Kristal itu berubah menjadi merah. Nova lalu tertawa dan berkata, ”Setelah seribu tahun akhirnya aku mendapatkan kekuatan dari ketiga Kristal ini”. Tiba-tiba tubuh Nova berubah menjadi seekor penthador yang sangat besar dan menghembuskan api kemana-mana sehingga membuat kepanikan seluruh warga Historium. Robin yang melihat hal itu lalu melepaskan diri dari tangan terminator yang menangkapnya. Dia menjadi sangat marah melihat keadaan yang terjadi sekarang. Ia kemudian teringat lagi sejarah dari ketiga saudara kembar itu saat mengalahkan penthador. Ia berdiri di tepi kolam tersebut dan berkata kepada seluruh masyarakat Historium “Kita semua warga Historium harus bersatu untuk mengalahkan penthador tersebut, saling bergenggaman tangan satu sama lain entah darimanapun kita berasal”. Setelah menyampaikan hal itu, semua warga bersatu untuk melawan Nova yang menjelma menjadi penthador. Melihat hal itu, penthador menambah kekuatannya untuk menghancurkan warga Historium yang datang menyerangnya. Ketika hendak menyerang warga, ketiga Kristal itu tiba-tiba berubah warna menjadi seperti semula dan menglilingi penthador itu. Ketiga Kristal itu pun meledak dan membunuh Nova yang menjelma menjadi penthador. Semua warga serempak bersorak atas kehancuran penthador dan keberanian Robin.

Beberapa tahun kemudian, masyarakat Historium kembali bersatu dan tidak ada lagi permusuhan di antara mereka. 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *