Alkisah
sebuah negeri yang sangat besar bernama Historium. Negeri itu terbagi menjadi
tiga wilayah besar: Pertama Pastland, negeri di bawah tanah yang dihuni
oleh orang-orang primitive dan selalu dijajah oleh wilayah yang lebih kuat. Namun,
Pastland
adalah wilayah dengan orang-orang paling bersahaja dan mengamalkan
banyak nilai luhur yang baik seperti persatuan, kemanusiaan, dan perdamaian. Kedua
Presentpleace, negeri yang berdiri di
atas tanah yang ditinggali oleh orang-orang yang sedang berkembang, di wilayah
ini dihuni oleh dua kelompok besar yaitu
Oldclub, kelompok yang selalu mendukung Pastland,
dan yang kedua adalah Newclub, kelompok yang selalu mendukung Futurearea dan mendukung kemajuan
teknologi di Presentpleace. Wilayah
yang ketiga adalah Futurearea, negeri
yang melayang di atas tanah dengan bantuan medan gravitasi buatan. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah ini sangatlah pesat di antara kedua
wilayah lainnya. Negeri ini sering menjajah wilayah kecil seperti Pastland. Pemimpin wilayah Featurearea bernama Nova. Ia adalah seorang
yang sangat kejam, tamak, dan haus akan kekuasaan.
Di
wilayah Presentpleace terdapat
seorang yang pintar dan berani bernama Robin. Ia tinggal bersama kedua orang
tuanya. Dia memiliki harapan yang besar agar bisa pergi ke Futurearea, karena hanya orang-orang dengan kemampuan intelektual
yang tinggi saja yang diberikan kesempatan untuk dapat pergi ke Futurearea. Robin memiliki seorang teman
dari wilayah Pastland, namanya
Anjaya, anak pemimpin wilayah Pastland.
Pemimpin wilayah Pastland bernama
Barans, pemimpin yang arif dan bijaksana. Anjaya selalu bercerita kepada Robin
tentang kehidupan dan keadaan masyarakat Pastland. Dia mengatakan bahwa
masyarakat di sana hidup serba berkekurangan baik dari kebutuhan sandang,
pangan, papan pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Masyarakat dipaksa bekerja
oleh terminator-terminator pemerintah Futurearea.
Robin mennyukai perkembangan teknologi yang ada di wilayah Futurearea, namun dia tidak menyukai sifat pemerintah Futurearea yang suka menjajah wilayah
yang lebih lemah. Baginya, masyarakat Historium
seharusnya bersatu. Di samping itu, kehidupan di Presentpleace pun tidak cukup baik karena sering terjadi pertentangan
dan perselisihan pendapat antara kelompok Oldclub
dan kelompok Newclub.
Beberapa
tahun kemudian, diadakannya suatu test
di Presentpleace agar bisa pergi
berkuliah di Futurearea. Robin yang
mendengar hal itu langsung pergi mendaftar dan menyiapkan segala sesuatu untuk
mengikuti test tersebut. Dalam test tersebut, setiap peserta diminta
untuk membuat sesuatu penemuan. Robin pun memikirkan hal itu bersama Anjaya. Mereka
pun sepakat untuk membuat suatu alat yang mampu menujukan masa lalu yang pernah
dirasakan oleh setiap orang. Penemuan itupun mendapat sambutan yang baik dari
para panitia dan Robin pun mendapatkan tiket untuk berkuliah di Futurearea. Robin merasa sangat senang
dan orang tuanya juga sangat bangga, tetapi dia juga merasa sedih karena harus
berpisah jauh dengan Anjaya. Tetapi Anjaya berkata ”Tidak perlu bersedih, aku
senang karena sahabat terbaikku akhirnya dapat mencapai impiannya.” Mereka
akhirnya berpelukan sebelum berpisah.
Keesokan
harinya, sebuah kapsul terbang menuju ke Presentpleace
untuk menjemput Robin. Robin pun berangkat ke Futurearea. Setelah melewati gerbang masuk Futurearea, Robin sangat takjub dengan kemegahan dan teknologi yang
ada di wilayah itu. Dia melihat sebuah gedung pencakar langit yang sangat
tinggi dan komputer pintar di dalam kapsul menjelaskan bahwa ”Itu adalah griya tawang terbesar di
kota ini tuan. Di sana Nova dan pejabat serta penguasa tinggal. Nama griya
tawang itu adalah Zeus Palace yang terdiri
dari 500 lantai.” Robin semakin takjub setelah mendengar penjelasan dari komputer
pintar itu. Kemudian kapsul tersebut berhenti di sebuah universitas yang sangat
besar dengan teknologi yang sangat canggih, kemudian sebuah robot pembawa
barang dan robot penunjuk arah datang menghampiri Robin. Saat salah satu robot membawa
barang, robot penujuk arah memberikan tur singkat kepada Robin tentang
universitas tersebut, setelah itu Robin diantarkan ke kamarnya. Di tempat itu,
dia sekamar dengan Fabio, anak pejabat Futurearea.
Fabio adalah orang yang baik, dialah orang yang membantu Robin untuk
beradaptasi dengan lingkungan setempat.
Pelajaran
pertama saat sekolah dimulai adalah pelajaran sejarah. Sang profesor
menjelaskan tentang sejarah Historium ”Dahulu
kala ada 3 orang saudara kembar, bernama
Fatur, Peres dan Peter. Fatur adalah seorang yang serakah namun penuh tekad
untuk membuat perubahan. Peres adalah seorang yang baik hati namun selalu penuh
dengan keraguan. Sementara itu Peter adalah seorang yang selalu mencintai
perdamaian dan persatuan. Suatu ketika mereka memutuskan untuk mengembara. Di
tengah jalan dalam pengembaraan itu, mereka menemukan 3 batu Kristal berwarna
biru, hijau, dan coklat. Saat mereka ingin mengambil Kristal itu, datanglah
penthador, naga berkepala lima. Mereka bertiga sempat melawan, tapi penthador
itu lebih kuat. Saat mereka ingin melempar naga itu dengan Kristal, tiba-tiba
Kristal itu berubah menjadi senjata, kristal biru yang dipegang Fatur berubah
menjadi pedang, Kristal hijau yang dipegang Peres berubah menjadi cambuk dan
Kristal coklat yang dipegang Peter berubah menjadi panah. Mereka bertiga
menyerang penthador itu dan akhirnya penthador itu dapat dikalahkan. Namun
penthador itu berjanji akan kembali 1000 tahun lagi. Setelahnya, ketiga saudara
itu pun membuat negri Historium di wilayah yang sekarang kita huni. Mereka
menamainya seperti itu agar masyarakat di masa depan selalu ingat tentang
sejarah dan terus bersatu. Fatur yang
menyadari kekuatan Kristal itu, ingin
membuat negeri yang melayang dengan banyak teknologi, akhirnya
dia menciptakan Futurearea dan berpisah dengan kedua saudaranya. Peres dan
Peter yang ingin melindungi Kristal itu pun
akhirnya berpisah. Peter pergi ke bawah tanah yang sekarang bernama Pastland dan Peres tetap di atas tanah
yang sekarang bernama Presentpleace.”
Setelah kelas hari itu, Robin menyadari bahwa seharusnya Futurearea tidak
menjajah Pastland , karena kita bersaudara
Pada
malam harinya, Fabio mengajak Robin pergi menonton pertarungan terminator dan setelah
itu mereka berdua pergi ke Zeus Palace. Robin sangat takjub dengan
interior Zeus Palace. Di tempat itu
ayah Fabio tinggal tepatnya di lantai 102. Saat mereka berada di lobi depan,
Robin melihat seorang pria paruh baya seperti seorang pejabat menjatuhkan
sebuah kartu berlogo wilayah Futurearea
sebelum masuk ke lift. Karena belum mengenal seluk-beluk Zeus Palace, Robin bingung bagaimana cara mengembalikan kartu
tersebut. Saat sedang memikirkan cara mengembalikan kartu tersebut, dia melihat
dua orang pria masuk ke lift dengan memegang kartu yang sama, kemudian men-scan kartu tersebut lalu pintu lift itu
tertutup. Robin pun penasaran, lalu mencoba hal yang sama dengan ke dua orang
itu, setelah men-scan kartu tersebut.
Tiba-tiba pintu lift tertutup dan turun ke bawah. Saat Robin masih kebingungan
ke mana lift ini akan membawanya, lift itu akhirnya berhenti pada sebuah
ruangan yang sangat besar. Robin kaget melihat sekelilingnya, ternyata itu
adalah sebuah laboratorium dengan banyak ilmuwan dan berbagai penemuan mereka.
Robin pun berkeliling sambil mengendap- endap agar tidak ketahuan orang yang
ada di situ. Saat sedang mengamai-amati, mata Robin mengarah pada sebuah
Kristal biru yang ditaruh di dalam sebuah tabung. Saat melihat itu, dia
teringat sejarah Historium. Di dekat situ, dia melihat dua orang yang sedang
berbincang, salah satu di antara mereka adalah Nova, katanya “Bagaimana perkembangan
terminator yang mencari Kristal coklat itu?” “Mereka belum menemukan petunjuk
apa-apa tuan.” Jawab orang yang berada di sampingnya. Nova berkata lagi, “Jika
mereka belum menemukan petunjuk apa-apa maka hancurkan Pastland!” “Baik tuan.” Jawab orang itu dengan sigap. Lalu Nova
menyambung, “Setelah itu kirim para terminator ke Presentpleace dan cari sampai dapat Kristal hijau itu, meskipun kita
harus menjajah wilayah itu!” Robin yang mendengar hal itu tersentak dan tidak
sengaja menjatuhkan sebuah gunting. Nova pun berbalik dan melihat Robin sedang
menguping pembicaraan mereka “Siapa kamu?” tanya Nova. Tanpa menjawab apa-apa
Robin segera lari dan masuk ke dalam lift. Di dalam lift, Robin mulai kawahtir
bahwa pemerintah akan menjajah Presentpleace.
Dalam hatinya ia pun bertanya-tanya mengapa Nova ingin mencari Kristal-Kristal
yang ada di Presentpleace dan Pastland? Robin tahu bahwa orang yang
dapat menjawab pertanyaan itu adalah sang profesor sejarah. Dia pun bergegas ke
rumah profesor sejarah.
Saat tiba
di rumah profesor, Robin menceritakan semua pembicaraan Nova dan orang itu, lalu
kata profesor “Ini buruk, sangat buruk. Jika Nova berhasil mendapatkan ketiga
kristal itu dan menyatukannya, maka ia akan menjadi sangat kuat dan juga
Kristal itu akan hancur bila dimiliki oleh orang yang bertabiat busuk seperti
Nova. Tahun ini adalah tahun ke-1000 setelah pertempuran sengit antara ketiga
saudara melawan penthador. Jadi
penthador itu akan datang lagi ke Historium
untuk mendapatkan kembali ketiga kristal.” “Lalu apa yang harus kulakukan untuk
mencegah hal itu?” tanya Robin. Lalu profesor menjawab, “Temukan ketiga Kristal
itu sebelum Nova menemukannya dan kau harus menjaganya dengan baik agar tidak diambil
oleh Nova dan penthador itu.” Robin pun bertanya lagi, “Di mana aku akan
mendapat kedua Kristal yang lain ?” “Aku tidak tahu pasti keberadaannya”. Profesor
pun menjelaskan kepada Robin, “dahulu Peres dan Peter meninggalkan sebuah teka-teki
untuk seseorang yang berhati murni agar dia bisa mendapatkan kedua Kristal itu
dan membunuh penthador. Namun belum ada seorang pun yang bisa memecahkan teka-teki
tersebut. Isi teka-teki tersebut seperti ini ‘Sesuatu yang terang berada jauh
di dalam kegelapan, kepala membiarkan jika kau membungkuk 3 kali, si kuat takut
cahaya.’ Ini adalah teka-teki untuk mencari Kristal coklat yang ada di Pastland, teka-teki berikutnya akan muncul di Kristal coklat jika sudah kau temukan.” “Terima kasih
profesor”, Sahut Robin dengan penuh semangat.
Keesokan
harinya, Robin pergi ke Pastland
untuk mencari Kristal coklat. Dalam perjalanan, Robin terus memikirkan cara
untuk memecahkan teka-teki tersebut sambil membaca buku sejarah Pastland. Dalam buku itu tertulis, Peter
mewarisi kepemimpinannya kepada anaknya, begitu pula seterusnya sampai pemimpin
yang sekarang yaitu Barans. Robin berpikir, jika seperti itu pasti Peter pasti
mewarisi informasi penting tentang keberadaan Kristal itu kepada anak-anak
serta keturunannya. Jadi, Barans adalah kepala yang di maksud di dalam teka-teki
tersebut. Setelah sampai di Pastland, Robin
kaget melihat keadaan masyarakat yang sengsara dan hal itu tentunya membuat
Robin sedih.
Robin
kemudian pergi ke balai kota untuk bertemu Barans, “Selamat siang tuan Barans”.
“Selamat siang, kamu pasti Robin, teman Anjaya, apa yang membuatmu datang kemari?”
“Aku ingin bertanya tentang keberadaan kristal coklat?” “Baiklah, buktikan
bahwa kamu layak untuk mendapatkan kristal itu”. Robin pun kebingungan dengan
perkataan pemimpin Pastland itu, lalu
dia teringat tentang teka-teki yang diberikan sang profesor. Robin pun akhirnya
membungkuk 3 kali kepada Barans, kemudian Barans tersenyum kepada Robin dan
berkata “Kau adalah yang diramalkan Peres dan Peter untuk untuk menyatukan
kembali Historium.” Kemudian Barans
membawa Robin pergi ke ruang bawah tanah melewati pintu rahasia di belakang
lemari buku milik Barans. Tanpa mereka sadari ternyata sebuah terminator sedang
merekam pembicaraan mereka berdua.
Rekaman itu dilihat oleh Nova. Kemudian Nova dan pasukannya pergi ke Pastland untuk merebut Kristal coklat tersebut.
Dalam
pencarian itu, Robin sangat kebingungan mencari kristal tersebut karena tempat
yang terletakdi bawah tanah itu sangatlah gelap. Setelah lama mencari, dia
melihat sebuah cahaya benderang bewarna coklat muncul dari sebuah pilar. Saat
hendak mengambil Kristal tersebut, tiba-tiba terjadi gempa bumi yang dahyat dan
dari dalam kegelapan Robin melihat seekor cacing yang sangat besar datang
mendekatinya. Dengan cepat ia langsung mengambil dan membawa Kristal tersebut lalu
berlari agar tidak dimangsa oleh cacing raksasa tersebut. Karena cukup
kelelahan, Robin akhirnya bersembunyi dibalik sebuah batu yang sangat besar sambil
memikirkan cara mengalahkan cacing tersebut. Dia kemudian teringat tentang
teka-teki tadi. Ia pun melihat sebuah jalan keluar dan berlari kea rah
tersebut. Namun cacing raksasa itu tetap membuntutinya. Ketika ia sampai diluar
ternyata cacing tersebut tidak tahan terhadap cahaya matahari dan kembali ke
dalam tanah. Robin merasa sangat senang karena akhirnya cacing tersebut tidak
mengikutinya lagi.
Tiba-tiba,
Kristal itu memunculkan tulisan ‘Peres selalu memegangnya karena ragu.’ Robin sangat
susah memahami arti kalimat itu. Sementara itu, datanglah Nova bersama
pasukannya. “Kau cukup hebat karena berhasil menemukan Kristal coklat tersebut,
sekarang berikan itu kepadaku!” Robin cukup ketakutan berhadapan dengan para
pasukan Nova. Terdengarlah suara motor yang datang, ternyata itu adalah Anjaya,
lalu dia berhenti di samping Robin “Cepat naik!” Robin pun langsung naik dan
kemudian Anjaya melesat jauh meninggalkan Nova dan pasukannya. Tetapi anehnya
Nova dan pasukannya tidak mengejar dia. Di atas motor Robin ingat tentang
patung Peres yang berada di kolam air mancur kota Presentpleace. Lalu ia menyuruh
Anjaya untuk pergi ke sana. Dengan kecepatan penuh Anjaya pergi ke kolam
air mancur tersebut.
Ketika
sampai di tempat itu, Robin melihat patung Peres sambil memegang sebuah cambuk
dan sebuah bola. Robin pun penasaran dengan bola yang berada di tangan patung
Peres. Ia dan Anjaya lalu mengambil bola tersebut dan tiba-tiba bola tersebut
pecah dan menjadi sebuah Kristal hijau. Mereka berdua merasa sangat senang, tetapi
rasa senang mereka tidak bertahan lama sebab sepasang tangan robot menangkap Robin dan
Anjaya, lalu kedua Kristal tersebut jatuh dan diambil oleh Nova. Ternyata Nova
telah meletakan pelacak pada motor Anjaya sehingga keberadaan mereka tetap
diketahui oleh Nova dan pasukannya. Nova lalu mengeluarkan Kristal biru yang ia
bawa dengan kedua Kristal lainnya dan ketiga Kristal itu berubah menjadi merah.
Nova lalu tertawa dan berkata, ”Setelah seribu tahun akhirnya aku mendapatkan kekuatan
dari ketiga Kristal ini”. Tiba-tiba tubuh Nova berubah menjadi seekor penthador
yang sangat besar dan menghembuskan api kemana-mana sehingga membuat kepanikan
seluruh warga Historium. Robin yang
melihat hal itu lalu melepaskan diri dari tangan terminator yang menangkapnya. Dia
menjadi sangat marah melihat keadaan yang terjadi sekarang. Ia kemudian
teringat lagi sejarah dari ketiga saudara kembar itu saat mengalahkan penthador.
Ia berdiri di tepi kolam tersebut dan berkata kepada seluruh masyarakat
Historium “Kita semua warga Historium harus bersatu untuk mengalahkan penthador
tersebut, saling bergenggaman tangan satu sama lain entah darimanapun kita
berasal”. Setelah menyampaikan hal itu, semua warga bersatu untuk melawan Nova
yang menjelma menjadi penthador. Melihat hal itu, penthador menambah kekuatannya
untuk menghancurkan warga Historium yang datang menyerangnya. Ketika hendak
menyerang warga, ketiga Kristal itu tiba-tiba berubah warna menjadi seperti
semula dan menglilingi penthador itu. Ketiga Kristal itu pun meledak dan
membunuh Nova yang menjelma menjadi penthador. Semua warga serempak bersorak atas
kehancuran penthador dan keberanian Robin.
Beberapa
tahun kemudian, masyarakat Historium kembali bersatu dan tidak ada lagi
permusuhan di antara mereka.