Hati-hati dan Berjaga-jaga
  • Admin
  • 04 Desember 2023
  • 40 x
RD. Sirilus San

Kata Pengantar: Frater, para pembina, karyawan/I, adik-adik yang terkasih dalam Kristus. Pada hari ini kita memasuki minggu adven pertama. Masa adven adalah masa bagi kita umat beriman, murid Kristus untuk mempersiapkan natal. Kata adven sendiri berasal dari bahasa Latin yakni Adventus yang berarti kedatangan. Pada intinya, masa adven adalah masa menantikan kedatangan sang Juruselamat kita yaitu Yesus Kristus Tuhan. Saudara/i yang terkasih…. Ajakan utama masa Adven adalah bertobat. Bacaan-bacaan suci pada hari ini mengajak kita untuk bertobat. Sadar bahwa kita adalah orang berdosa, maka marilah merunduk rendah di hadapan Allah seraya memohon belas kasih dan kerahiman-Nya.
Renungan… Frater, para pembina, karyawan/I, adik-adik yang terkasih dalam Kristus……….. Saya memulai kotbah ini dengan sebuah cerita. Ada seorang seorang guru agama. Dia mempunyai sejumlah kecil murid. Setiap hari dia biasanya mengakhiri pelajaran agamanya dengan menyampaikan kata-kata mutiara tentang kebijaksanaan hidup. Tidak jarang, para muridnya menyampaikan pertanyaan kepadanya. Suatu hari, sang guru mengajarkan muridnya tentang pertobatan. Seusai mengajar, seorang dari muridnya bertanya, Guru kapankah seseorang boleh bertobat dari dosa-dosanya? Dengan enteng sang guru menjawab, Bertobatlah paling kurang satu hari sebelum engkau meninggal. Namun, murid itu, kelihatannya tidak puas dan menyampaikan sanggahannya. Tapi guru, saya dan saya pikir kita semua, tidak tahu kapan saya akan meninggal. Mungkin sebentar. Mungkin besok. Mungkin lusa. Atau mungkin juga bulan depan. Jadi, kapan saya harus bertobat? Sang Guru itu tersenyum dan berkata kepada muridnya, Bagus, anakku. Karena engkau tidak tahu kapan engkau akan meninggal, maka, bertobatlah mulai sekarang juga. Berjaga-jagalah sebab engkau tidak tahu kapan waktunya.
Saudara/I yang terkasih dalam Kristus….. Saya kira pesan dari cerita di atas sangat jelas. Kematian datang setiap saat. Kapan saja dan di mana saja. Ia menimpah semua orang tanpa terkecuali. Karena itu, sang guru menasihati murid-muridnya supaya selalu berhati-hati dan berjaga-jaga. Mereka harus bertobat pada setiap waktu. Soalnya, Tuhan datang pada waktu yang tidak disangka-sangka. Ia datang bagaikan pencuri.
NN…..Pada hari ini, kita memasuki minggu pertama masa adven. Dengan demikian, hari ini juga kita memasuki tahun liturgi yang baru. Dalam minggu pertama advent ini, Tuhan Yesus melalui firman-Nya hari ini mengajak kita untuk berhati-hati dan berjaga-jaga. Adventus berarti kedatangan. Pertanyaanya, siapa yang akan datang? Jawabanya adalah tentu Yesus Kristus. Kedatangan Yesus itu terjadi tiga tahap. Kedatangan Yesus yang pertama terjadi ketika ia menjadi manusia melalui perstiwa inkardinasi yaitu peristiwa Allah menjelma menjadi manusia dalam diri seorang bayi kecil dilahirkan di Betlehem. Kedatangan Yesus yang kedua terjadi pada hari Pentakosta ketika ia hadir dalam diri Roh Kudus. Kedatangan Yesus itu dilanjutkan dengan kehadiran Yesus di dalam Gereja melalui sakramen-sakramenya. Kedatangan Yesus yang ketiga akan terjadi pada akhir zaman. Pada saat itu, Dia akan datang dalam kemulian-Nya untuk mengadili yang hidup dan mati. Kita tidak tahu persis kapan saat itu akan terjadi. Namun, satu hal yang pasti yakni bahwa kedatangan Yesus itu adalah pasti. Karena itu, dalam injil hari ini, Yesus sendiri menasihatkan kita supaya berjaga-jaga karena karena kita tidak tahu saatnya ia datang. Tuhan Yesus membandingkan hal itu dengan penunggu rumah/ pelayan yang berjaga-jaga dan menantikan kapan tuannya datang. Mungkin ia datang pada pagi hari. Mungkin pula pada sore hari. Atau juga menjelang pada malam hari. Memang hal itu tidak penting untuk mereka. Yang paling penting bagi mereka ialah bahwa mereka harus selalu berada dalam keadaan berjaga-jaga. Ketika selalu berjaga-jaga atau bersiap sedia, maka sikap itulah yang membuat penantian memiliki arti. Itu artinya, kalau mereka tahu pada jam berapa Tuanya akan kembali, mereka tidak harus menanti. Mereka boleh saja mengerjakan sesuatu yang lain dan datang pada saat tuanya kembali. Karena itu, penantian yang semacam ini sama sekali tidak membuat orang cemas dan takut. Mengapa? Karena sudah tahu pasti, dan bagaimana mempersiapkannya.
NN……..Penantian kita tidak harus bersifat mencemaskan atau menakutkan. Mengapa? Karena kita bukan orang-orang yang tinggal dalam kegelapan. Yesus telah menunjukkan kepada kita jalan dengan memberitahukan apa yang harus kita buat dalam penantian itu. Apa yang harus kita buat? Pertama, Marilah kita berjalan dalam terang Tuhan. Berjalan dalam terang Tuhan berarti berjalan pada jalan yang baik dan benar. Berjalan pada apa yang diperintahkan dan dikehendaki Tuhan. Kedua, Marilah kita kenakan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang. Mengenakan Yesus artinya bagaimana kita mengandalkan Yesus dan membiarkan diri kita dituntun dan diarahkan oleh Yesus sendiri agar kita selalu berjalan pada kebaikan dan kebenaran. Ketiga, Marilah kita selalu berjaga-jaga sambil berbuat baik. Berjaga-jaga sambil berbuat baik berarti bagaimana kita mengisi hari-hari hidup kita dengan perbuatan-perbuatan baik, dengan sikap dan tindakan yang diwarnai oleh apa yang dikehendaki Tuhan.
NN… Ajakan Masa Adven bagi kita sebetulnya sederhana sekali dan bisa kita lakukan. Pertama, Bertobatlah. Bertobat berarti bagaimana kita berusaha meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk dalam hidup kita yang tidak berkenan di hati Allah dan sesama dan berkomitmen untuk hidup secara baru, hidup sesuai dengan kehendak Kristus. Kedua, Berbuat baiklah kepada sesama. Cintailah sesama seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Layannilah mereka dengan tulus dan dengan penuh semangat kerendahan hati. Inilah salah satu perintah utama dari Tuhan. Ketiga, berdamailah selalu kepada sesama. Jangan lakukan kepada orang lain apa yang kamu tidak suka orang lain lakukan kepadamu. Hanya dengan demikian, kita dapat menyambut kedatangan Yesus dengan hati gembira. Semoga.


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *