Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
menyatakan bahwa Hari Gizi Nasional (HGN) Tahun 2023 yang akan diperingati pada
25 Januari 2023 mendatang menjadi alarm darurat atau wake up call bagi semua
pihak untuk meningkatkan pengawasan terhadap makanan anak.
Saat ini, potensi anak mengkonsumsi
makanan dengan kandungan berbahaya semakin marak di tanah air. Pemerintah harus
turun tangan dan hadir untuk menjamin makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak
kita dan oleh masyarakat pada umumnya itu adalah aman untuk dikonsumsi.
Pengawasan peredaran makanan melibatkan
Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lembaga pendidikan
hingga keluarga sendiri. Orang tua di rumah menjadi pihak utama yang setiap
hari dengan leluasa dapat memeriksa apa saja jenis makanan yang dikonsumsi oleh
anak. Pemerintah harus memberikan pengawasan yang lebih maksimal dan penguatan
edukasi pada keluarga terkait pentingnya makanan alami, sehingga asupan gizi anak
dapat terpenuhi dengan baik.
Mengonsumsi makanan dengan kandungan
berbahaya dapat berbahaya bagi tubuh. Sementara makanan dengan kandungan gula
atau lemak yang sangat tinggi bisa memicu kadar kolestrol meningkat hingga
terjadinya gangguan hati.
Seluruh pihak, baik pemerintah maupun
swasta harus terlibat aktif dalam memperbaiki gizi anak-anak bangsa.Gizi yang
baik adalah fondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang
secara optimal.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi
Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan bila satu dari empat anak Indonesia
masih mengalami kekerdilan (stunting). Bahkan, satu dari 10 anak mengalami gizi
kurang, sehingga diperlukan upaya strategis untuk mengatasi masalah tersebut.
Upaya-upaya strategis itu memerlukan
bantuan dari seluruh pihak, mulai dan dapat dilakukan sejak dini, seperti
keluarga yang mulai rutin melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
anak di Posyandu.
Sementara untuk pemerintah dan swasta
bisa membantu menggencarkan promosi pemberian makanan pada bayi dan anak yang
mencakup inisiasi menyusui dini (IMB), pemberian ASI eksklusif sampai dua
tahun, termasuk pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) yang mengutamakan
protein hewani.
Hari Gizi Nasional di Indonesia adalah
bagian dari upaya perbaikan gizi masyarakat. Pemerintah memperjuangkan menuju
Indonesia sehat dan bebas kekurangan gizi kronis (stunting) dengan distribusi
gizi yang seimbang dan merata ke seluruh daerah, tanpa terkecuali.
Masyarakat harus memahami pentingnya
mengkonsumsi makanan bergizi. Makanan bergizi bukanlah makanan yang harganya
mahal dan berada di tempat yang mewah, akan tetapi makanan bergizi adalah makan
yang tidak banyak mengandung lemak hewani, bahan pengawet sintetis dan penyedap
rasa atau MSG.
Adapun manfaat yang diperoleh dari
mengkonsumsi makanan bergizi diantaranya yaitu meningkatkan imunitas tubuh,
sumber energi tubuh, menjaga kesehatan dan lain-lain.
Gizi merupakan salah satu faktor kunci
dalam menjaga kesehatan tubuh, karena gizi yang baik dapat mencegah berbagai
macam penyakit dan memperkuat sistem imun.
Dengan mengonsumsi makanan yang sehat
dan bergizi serta cara mengkonsumsinya yang tepat, masyarakat dapat menjaga
kesehatan tubuh dan mencegah berbagai macam penyakit. Konsumsi makanan yang
sehat dan bergizi sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Konsumsi makanan yang sehat
dan bergizi harus dibatasi dan dibagi dalam beberapa kali makan
sehari. Hal ini akan membantu menjaga kadar gula darah dan menghindari
kegemukan.
Mengonsumsi makanan dalam porsi yang
besar dalam satu kali makan dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat secara
drastis, sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diabetes.
Pemerintah memperkuat kontribusinya
melalui peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nutrisi dan
edukasi lintas generasi untuk mewujudkan masyatakat sehat.Tumbuh kembang anak
yang sehat merupakan salah satu hak anak yang harus didapatkan. Karena anak
sebagai generasi penerus untuk mewujudkan cita-cita Indonesia kedepannya.
Tanpa asupan gizi yang baik maka
pertumbuhan anak juga tidak akan baik. Mengedukasi pemiih siswa tentang
pentingnya mengonsumsi makanan gizi seimbang untuk menunjang tumbuh kembang
anak serta mencegah angka stunting yang ada di Indonesia. Apalagi, diketahui
saat ini satu dari tiga anak Indonesia mengalami stunting.
Makanan sehat dibutuhkan tubuh untuk
menjaga fungsi organ dan memastikan kinerjanya. Secara umum, jenis makanan yang
tergolong dalam kelompok makanan sehat mengandung berbagai nutrisi.
Beragam kandungan
nutrisi dalam jumlah yang memadai, termasuk mineral dan vitamin. Berikut
beberapa jenis makanan sehat yang bisa jadi pilihan dan baik untuk dikonsumsi
setiap hari.
Dengan memperhatikan prinsip
keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan
mempertahankan berat badan normal akan dapat mencegah terjadinya masalah gizi.
Dalam memilih makanan yang sehat, yang
perlu dicermati adalah pilih makanan yang seimbang sesuai kebutuhan, seimbang
nutrisi dan nilai gizinya. Anak akan mengalami masa pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat, sehingga membutuhkan konsumsi pangan yang cukup untuk
pencapaian gizi seimbang.
Oleh karena itu diperlukan panduan bagi
pengawas dan penyuluh ataupun dokter agar dapat memberikan pemahaman dalam
rangka penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat, agar mereka dapat memilih
makanan yang sesuai kebutuhan dan penyakit agar mendapatkan gizi seimbang.