Kicauan terdengar merdu Menandakan adanya hari baru Indahnya alam ini membuatku terpaku Seperti dunia hanya untuk diriku
  • Admin
  • 25 November 2023
  • 55 x
PUISI DANCERPEN

PERAN GURU DALAM MENANGANI KENAKALAN PESERTA DIDIK

Oleh: Nesya Asa

Peran guru dalam menangani kenakalan remaja ternyata sangat mendukung perubahan karakternya. Kenakalan remaja memang beraneka ragam, termasuk hal yang dilakukan oleh orang tua juga dilakukan oleh anak-anak. Jadi dalam hal ini, peran guru sangat dibutuhkan dalam menangani kenakalan remaja. Benarkah keterlibatan guru dapat membatu dalam mengatasi kenakalan remaja? Kalau ya, apa saja metode yang dapat mengubah karakternya tersebut?

Anak-anak memang tidak dapat dikendalikan setiap waktu, oleh orang tua, guru sekalipun masyarakat pada umumnya. Pada zaman sekarang kenakalan anak memang cukup kompleks. perbuatan yang kurang mencerminkan kehidupan terhormatpun mereka tetap lakukan. Di kota-kota besar, telah menjadi pemandangan yang tidak sedap di mana anak-anak di bawah umur hidup bergelandangan.

Sebagaimana yang disebutkan di atas bahwa generasi muda atau anak remaja merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah karena penerus atau generasi bangsa yang berarti anak-anak remaja dalam cakupan masyarakat yang berhak untuk memperoleh ilmu, kesadaran hukum, dan kesadaran sebagai salah satu peserta didik yang akan membangun dan meneruskan cita-cita bangsa. Guru adalah aset penting dalam mengubah karakter anak, di mana kecerdasan pengetahuan serta kesabarannya dalam mendidik dan meluluhkan sikap ego dan kemalasan dari diri rema atau anak tersebut.

Sebagai fasilitator utama, metode utama dari guru adalah memberi kemudahan belajar bukan hanya menceramahi atau mengajar apalagi menghajar peserta didik. guru juga perlu demokratis, jujur, terbuka, dan memberikan waktu bagi peserta didik untuk merefleksikan diri sembari membimbing dalam mengubah karakter anak didiknya yang nakal. Dengan berjalannya waktu, ego yang ada Dalam dirinya akan terkikis oleh banyaknya ilmu dan kesadaran yang telah diberikan oleh guru.

dengan demikian peran guru memang sangat penting bagi perubahan untuk menghilangkan kenakalan anak. Ambil contoh, dengan bimbingan konseling yang sangat telaten, anak akan menyadari betapa besar peluangnya untuk menjadi anak yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter demi mamajukan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

KETIDAKSIMBANGAN KARAKTER GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Oleh: Laura Raya

Seperti yang kita ketahui, guru adalah seorang pengajar untuk mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa dan posisinya sangat sentral dalam dunia pendidikan. Menjadi guru juga akan berhadapan dengan berbagai tantangan untuk melahirkan berbagai propfesi-profesi lain. Dalam kaca mata dunia sosial, guru terlihat sebagai perofesi paling dasar dibandingkan profesi-profesi lainnya, namun demikian perannya yang luar biasa mampu membentuk karakter peserta didiknya dan melahirkan banyaknya orang cerdas dalam negeri.

Dalam hal ini masih banyak guru yang merasa kurang dan kewalahan dalam proses atau aktifitas pembelajarannya. Persoalan ini muncul karena banyaknya hal terjadi di luar kendali guru dalam kelas yang disebabkan oleh berbagai tingkah dan perilaku peserta didik. Di lain sisi guru juga merasa sulit membagi waktu antara aktivitas pembelajaran dengan berbagai penanganan kasus yang dilakukan oleh anak didiknya. Efek dari kejadian seperti ini memicu adanya kecendrungan guru yang tidak control dalam menyikapi berbagai persoalan dalam kelas, misalnya dengan menggunakan kata-kata kasar yang sedikit mengganggu psikis peserta didik, atau membuat peserta didik merasa bersalah, tanpa mendengar penjelasan dari peserta didik.

Peranan seorang guru sebagai fasilitator atau manajer bagi anak didiknya justru sangat baik bagi pendidikan karakter generasi muda. Di sini anak didik akan di dengar dan diperlakuakan layaknya teman.  Kendati demikian, dari masalah yang sudah di jelaskan sebelumnya justru memunculkan ketidak seimbangan antara karakter guru dengan tuntutannya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Bagaimana tidak? Guru sering mengungkapkan kalimat yang melukai perasaan peserta didik dalam kelas, yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa guru sendirilah pelaku perundungan atau bully dalam lingkungan sekolah. Sementara di lain sisi guru juga yang menekankan peserta didik untuk menghilangkan tindakan perundungan terhadap warga sekolah, baik dari guru, tenaga pendidikan ataun siswa. Hal ini guru melanggar aturan yang sudah disepakati bersama.

Dari masalah yang sudah dijelaskan di atas, tentu menjadi poin penting bagi guru untuk merefleksi perannya sebagai seorang guru. Dari masalah di atas pula dapat di ketahui bahwa kesannya guru hanya memaksa peserta didik untuk berperilaku seperti yang diinginkannya, tanpa guru itu sendiri memberikan contoh yang selaras dengan tindakannya.

Masalah tersebut di atas juga merupakan cerminan bagi guru untuk merefelksikan bentuk tindakan kekeliruannya, sehingga ada perbaikan dalam aktifitas pembelajarannya. Hal kecil berupa refleksi ini justru perlahan berdampak besar bagi kenyamanan kami sebagai peserta didik dalam lingkungan sekolah. Apabila refleksi dilakukan secara rutin untuk guru sendiri, maka integritas, profesionalita guru akan terlihat secara nyata dan dengan sendirinya peserta didik akan mengikuti tindakannya tanpa takut dimarahi.

Dalam kaitannya dengan tema HUT PGRI ke-78 Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar yang menggagaskan makna mendalam di mana yang ditekankan adalah merdeka belajar. Menurut saya hal ini syarat akan kebebasan murid dalam berpendapat tanpa takut dibentak atau di salahkan. untuk itu pesannya adalah semoga HUT PGRI ke- 78 membawa perubahan untuk semua guru di Indonesia yang mana lewat kesetiaan dan ketekunannya sebagai pendidik menjadi guru sejati yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga spiritual dan emosional sehingga terciptanya generasi yang nyaman dalam lingkungan sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODEL PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DI NEGERI IBU PERTIWI

Oleh: Juan Karlos Loko

            Tak dapat disangkal bahwa pendidikan merupakan aspek fital dalam kehidupan manusia. kemajuan dan perkembangan hidup manusia sangat bergantung pada pendidikan, sehingga manusia taka dapat lepas dari dunia pendidikan.

            Berita seputar dunia pendidikan akhir-akhir ini menjadi tranding topik yang hangat diperbincangkan masyarakat. berbagai kritik, saran, serta komentar yang terus membanjiri platform public sebagai akibat dari model pendidikan yang kurang ideal dengan perubahan dan tantangan zaman yang belum menemukan titik terang.

            Ada beberapa pertanyaan besar dalam model pendidikan pada era merdeka belajar di negara kita. Bagaimana menurut kita semua model pendidikan di negeri kita ini? Apakah kalian setuju bahwa model pendidikan yang saat ini kita rasakan sudah efektif? Ini sudah menjadi masalah besar di bumi pertiwi. Sudah sepatutnya kita turun tangan dalam menyelesaikan masalah pendidikan di negeri kita. Kalau bukan kita siapa lagi?

            Pendidikan di negara Indonesia seharusnya lebih dihidupkan lagi agar Indonesia lebih maju dan baik dalam memerangi perkembangan zaman. Salah satu alasan mengapa pendidikan ada adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengajar generasi muda untuk tahu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tetapi, kita tahu sendiri bagaimana kondisi negeri ibu pertiwi kita saat ini. Ada banyak sekali kejahatan terjadi mulai dari yang kecil sampai pada hal-hal kompleks yang melibatkan banyak pihak, sebut saja korupsi. Sudah menjadi rahasia publik akan maraknya kasus korupsi di negeri kita, bahkan para koruptor mulai dari jajaran jabatan yang paling rendah sampai yang paling tinggi atau singkatnya dari tingkat desa hingga tingkat nasional. Para koruptor itu adalah bukti konkrit bahwa pendidikan di negeri kita gagal total. Lantas, apa hubungannya antara koruptor dan pendidikan? Mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan kita gagal total?

            Gaya pendidikan kita terlalu menitikberatkan semuanya pada kecerdasan inteelektual. Asalkan nilai-nilaimu bagus, maka bisa lolos sekolah, dapat pekerjaan enak dengan gaji yang besar. Prinsipnya bahwa para siswa harus pintar. Terserah karakternya baik atau jahat sekalipun, sekolah tidak akan peduli. Sayang bukan? itulah alasan mengapa banyak terjadi kecurangan, misalkan mencontek ketika ulangan atau ujian. banyaknya siswa mencontek karena saat itu nilai di atas kertas lebih dihargai dari pada sikap atau etika kita. Prinsipnya adalah nilaimu rendah, maka kau gagal!

            Para koruptor adalah orang-orang pintar, kalau mereka tidak mampu atau kasarnya sebut saja bodoh, tidak mungkin mereka mendapatkan gelar magister (S2) atau doctor (S3). Oleh karena kepintaran yang tidak diseimbangkan dengan kecerdasan spiritual dan emosional ataupun karakter yang baik, mereka tanpa malu, mereka mengambil uang rakyat untuk kepentingan diri dan sanak family. Sistem pendidikan kita yang melahirkan mereka, itulah masalahnya. Karena itu, negara kita sulit lepas dari cengkeraman kemiskinan. itulah alasan mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di negeri kita telah gagal sejauh ini.

            Namun masih ada harapan besar dalam pendidikan kita. Semoga dengan adanya rencana strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan yang menyebutkan bahwa “agar peserta didik berhasil di lingkungan kerja masa depan, ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang harus ditumbuh kembangkan yang di anatarnya adalah Beriman, Beraqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Kreatif dan Bernalar Kritis. Keenam dimensi tersebut masing-masing bertujuan mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik dan mengikutri arus globalisasi yang semakin berkembang pezat.

            Konsep pelajar Pancasila tersebut berangkat dari konsep merdeka belajar yang berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah. Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya siswa dituntut untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai objek sekaligus subyek pembelajaran. Namun, terlepas dari tuntutan bagi para siswa untuk aktif dan berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran, keberadaan dan kontribusi guru juga sangat diperlukan. Guru sebagai pihak yang ada di garda terdepan pendidikan nasional menjadi salah satu actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum MERDEKA BELAJAR INI. Oleh karena itu, peran guru menjadi suatu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEARNING TO LIVE TOGETHER

LEARLNING TO LIVE WITH OTHERS

Oleh: Marny Minarni

Arti dari kalimat di atas adalah mengajarkan, melatih dan membimbing peserta didik agar dapat menciptakan hubungan komunikasi yang baik, menjauhi prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan dan konflik.

Dalam proses pembelajarannya itu kita harus, mengembankan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan guru dan sesame siswa yang dilandasi dengan sikap saling menghargai.

Siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda, seperti kemampuan in telektual, personal, sosial, kultural dan emosional. Bilamana perbedaan ini diabaikan gur, maka berapa kemungkinan yang tidakbmenguntungkuan aktivitas dan hasil belajar. Beberapa hal yang tidak menguntungkan dalam proses belajar, contohnya enggan untuk untuk bertanya, kurang tertarik mendengar penjelasan guru motivasi yang rendah untuk mengerjakan tugas. ketika hal ini diabaikan guru kemungkinan besar siswa tidak memiliki pengalaman belajar dan siswa tidak memiliki pengetahuan umum,

Sering saya lihat beberapa guru kurang memperhatikan murid yang seperti ini. contohnya murid yang kurang tertarik mendengar penjelasan dari guru, bukannya guru memberi motivasi, tetapi mah membully anak tersebut. Hal ini justru membuat suiswa menganggapbdirinya tidak dapat lagi mendengar penjelasan dari guru, karena dia menganggap dirinya rendah.

Guru perlu berupaya mendorong tumbuhnya rasa percaya diri siswa, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk belajar lebih dan mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinnya. Karena kebanyakan guru membuat siswanya kurang percaya diri. Contoh yang sering saya lihat adalah guru yang membullyng siswanya, guru membentak siswanya di depan umum sehngga membuat siswa malu dan kurang percaya diri.

Sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik, guru harus mampu melipatgandakan potensi peserta didik dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita mereka di maa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAHASA DALAM SURAT DINAS

Oleh: Cici Aslin

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Surat dinas adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat dinas memakai bahasa yang resmi. Bahasa surat ialah bahasa yang digunakan dalam surat-menyurat. Bahasa yang digunakan harus taat kepada semua aturan berbahasa yang berlaku, baik dalam struktur kata dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea atau paragraf, dan lain-lain. Aspek yang perlu dicermati untuk menciptakan bahasa yang jelas di dalam surat adalah pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan alinea, dan pemakaian tanda baca.

Pada tulisan ini, penulis memakai judul “Bahasa Dalam Surat Dinas” karena pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas merupakan bahasa yang resmi, serta selalu memperhatikan pemakaian kata-kata yang baku, pemakaian ungkapan yang tetap, dan pemakaian ejaan secara benar. Pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas meliputi bahasa yang baku dan bahasa yang efektif. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang bahasa surat, yakni bahasa baku dan bahasa efektif

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal yaitu sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan yang berupa alat bukti tertulis, alat pengingat, bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.

Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi.

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para seseorang untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa diperlukan manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya. Sebagai makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memang memakai alat komunikasi lain selain bahasa verbal. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi terpenting bagi manusia.

 

 

RAGAM BAHASA

Oleh: Bella

Para penutur bahasa Indonesia seharusnya mengetahui penggunaan ragam dialek, tidak resmi, terpelajar, dan resmi. Ragam dialek dapat dipakai jika penutur dan mitra berkomunikasinya berasal dari suku atau etnik yang sama. Ragam bahasa yang tidak resmi dipakai jika penutur melihat mitra tuturnya sebagai orang biasa yang tidak perlu dihormati dan pendidikan atau status sosial mitranya tidak tinggi.

 Pilihan ragam akan beralih ke ragam bahasa terpelajar atau ragam resmi jika para penutur dan mitra berkomunikasinya multietnik atau suasananya berubah, misalnya dari yang tidak resmi menjadi bahasa yang resmi. Jadi, penetapan pilihan ragam yang dipakai bergantung pada situasi, kondisi, serta bentuk hubungan antar pelaku dalam berkomunikasi. Bahasa yang dipakai dalam menulis surat dinas berbeda dengan bahasa yang dipakai pada waktu menulis surat pribadi. Surat dinas pada umumnya menggunakan bahasa yang resmi sedangkan pada saat menulis surat pribadi cenderung menggunakan bahasa yang tidak resmi atau  santai.

Bahasa dalam situasi yang formal harus memakai ragam bahasa yang resmi atau ragam bahasa baku, yaitu ragam bahasa yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Ragam resmi mutlak menuntut pemakaian kosakata yang baku serta struktur kalimat yang baku, sedangkan ragam bahasa tidak resmi tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.

Pada hakikatnya bahasa itu bersifat dinamis dan terus berkembang, terlebih bahasa Indonesia yang masih mencari bentuk menuju ke dalam pembakuan yang mantap, dan proses perkembangannya pun sangat cepat. Kelompok ragam bahasa yang paling banyak variannya adalah ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan. Faktor pembeda antara ragam bahasa yang satu dengan ragam bahasa yang lainnya terletak pada pemakaian kata atau istilah khusus sesuai dengan topik masing-masing. Pemakaian kata atau istilah khusus dalam bidang tertentu sekaligus menjadi ciri ilmiah atau tidaknya suatu ragam bahasa. Apabila yang dipakai kata-kata biasa atau kata-kata umum, berarti ragamnya non ilmiah. Sebaliknya, apabila yang dipakai kata-kata atau istilah khusus, ragamnya berubah menjadi ilmiah. sebaiknya mempelajari rajam bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi dalam penggunaannya.

 

BUKU CATATAN

Oleh: Gereoni Khalista

Kelas: VIII A

Tiga hari yang lalu, aku menemukan sebuah buku catatan di halte dekat sekolah. Sepertinya buku itu milik anak satu sekolah denganku. Kuambil dan kusimpan untuk diberikan kepada pemiliknyan nanti. Setelah itu, Aku menghubungi dan meminta tolong kepada temanku untuk dibuatkan sebuah berita kehilangan dan ditempel di papan pengumuman sekolah,

Setelah kejadian itu, hingga hari ini belum ada tanda-tanda kemunculan dari si pemilik catatan tersebut. Dari Informasi yang aku dapatkan, pemilik buku catatan ini adalah anak kelas X MIPA 3. Mungkin kalian bertanya-tanya, tentang mengapa tidak dititipkan saja kepada anak yang mengenal pemilik buku catatan itu? Jawabnya tentu tidak. Aku ingin mengembalikannya sendiri karena merupakan tanggung jawabku.

Bel istirahat berbunyi, saatnya ku mengembalikan buku catatan itu kepada si pemilik. Ketika sampai di kelas tujuan, aku bertanya kepada salah satu anak. Lalu ia menunjuk anak perempuan yang sedang fokus membaca buku. Kuhampiri anak tersebut dan menepuk pundaknya, ia terkejut dan menoleh kearahku.

Cantik itulah kata pertama yang terlintas dipikiranku. “Kau pemililik inikan?” tanyaku dengan senyum simpul sambil menunjukan buku. “Lain kali tolong lebih hati-hati” sambungku dan tanpa menunggu balasaanya aku langsung lari kencang keluar kelas. Wajah cantik si pemilik buku masih saja tergambar jelas dalam ingatanku. Yah maklumlah reades, cowok kalau liat gadis cantik, maka pemandangan lain seolah tertutup dengan wajah si gadis. Ayo benarkan? Lanjut dengan pikiranku yang dipenuhi pesona sang gadis, dan hati ikut berdebar dengan tingkah yang serba salah. Aku tak pernah mengalami hal ini sebelumnya, mungkin ini pengalamanku yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah sekian banyak perempuan yang aku temui, aku ingin menjadikannya kekasihku. Aku mencari waktu mengatakannya, aku mencari cara meluluhkan hatinya. Semoga dirinya menjadi salah satu pembaca kisahku ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERAN GURU DALAM MERDEKA BELAJAR

Oleh: Kerin Duar

Rencana Strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan menyebutkan bahwa agar peserta didik dapat berhasil dari lingkungan kerja di masa depan. Ada enam Profil Pelajar Pancasila yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik yakni Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandriri, kreatif dan bernalar kritis. Keenam Profil Pelajar Pancasila di atas terintegrasi dalam sebuah konsep pembelajaran baru yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek yakni “Merdeka Belajar”.

Merdeka belajar berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah, seperti membuat kerajinan tangan, membuat makanan, dan prakter seni dalam budaya masyarakat setempat, oleh karena itu dalam proses pembelajarannya siswa dituntuk untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai objek dan maupun subjek pembelajaran dengan bantuan kontribusi guru sangat diperlukan.

Guru sebagai pihak yang menjadi garda terdepan pendidikan nasional dan menjadi actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum merdeka belajar ini, oleh karena itu peran guru menjadi salah satu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka belajar. Namun tak dapat disangkal bahwa perkembangan tekhnologi juga turut membawa serta pengaruh negative di dalamnya. Misalnya terjadi penurunan semangat literasi pada anak lantaran kemudahannya dalam mendapat informasi yang ditawarkan oleh internet membuat anak jadi bermental instan.

Melalui sebuah sistem formal seperti pendidikan yang diarahkan tercipta sebuah generasi penerus bangsa yang progresif dan produktif atau dengan kata lain pendidikan diarahkan untuk menjadi wadah demi menghasilkan anak-anak bangsa yang berkualitas secara inteklektual ataupun karakter.

Hal itu dapat kita lihat dalam data yang dikluarkan dari PISA (Program For Internasional Students Assesment) tahun 2015 yang menampilkan tingkat literasi yang meliputi bidang-bidang tulis, matimatika, sains, dan kabar buruknya Indonesia menempati urutan ke-62 dari 70 negara yang menjadi sampel penelitian.

Fakta memilukan ini menunjukan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum maksimal dalam proses memajukan kesejahtraan bangsa. Pendidikan kita belum mampu untuk menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas demi kemajuan negara. Sistem yang bekerja di dalamnya belum mampu untuk menciptakan metode serta model pembelajaran yang diampu untuk menciptakan SDM-SDM yang bermutu.

Dalam hal ini, sungguh keterlibatan guru sangat diharapkan oleh segenap anak bangsa yang memiliki mimpi besar. Semoga dengan penerapan Merdeka Belajar, segala hal yang menjadi kendala dalam bidang pendidikan akan terkupas tuntas dan sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih efektif dalam melahirkan kader bangsa yang cerdas berintegritas, cerdas secara spiritualitas dan cerdas secara emosional.

 

MIMPIKU UNTU MIMPI MEREKA

Oleh: Bela Liman

            Kring…Bel telah berbunyi adalah waktu yang dinanti murid. Teman-termanku langsung merapikan tas dan guru sibuk mengingatkan tentang tugas. “Jangan lupa ya anak-anak, minggu depan tugas harus selesai. Ucapnya untuk kedua kali sebelum keluar dali kelas.

            Aku yakin semua temanku tidak mendengarnya karena sibuk membicarakan warnet yang baru dibuka di dekat sekolahlku. Aku tidak tertarik dengan hal itu karena aku ingin cepat pulang dan segera istirahat dari kerasnya perjalanan juang dari pagi hingga tengah hari.

            Cuaca yang terik membuatku berkringat dalam perjalanan pulang, “panas” tutur batinku. Namun aku tetap berjalan hingga sampai diperempatan jalan yang ramai oleh pedagang asongan ataupun para pekerja yang baru pulang dari kantor, mereka berhamburan memenuhi trotoar. Panasnya matahari yang menyengat membuatku terbakar sehingga aku mampir di warung terdekat. Akupun memutuskan membeli minuman favoritku dan meneguk habis sambil memikirkan tugas rumahku, “Apa ya tujuan dari cita-citaku”, pikirku.

            Saat itu, datanglah sesorang anak kecil yang membuyarkan lamunanku. Dia datang hanya beralaskan sendal jepit using. Ia membeli air mineral dan duduk di sebelahku. ia bertanya padaku, “Kakak habis pulang sekolah ya?” dan akupun balas dengan anggukan.

            “Aku pengen sekolah kaya kakak, sayangnya aku harus bantu mama biar kami nggak lapar dan bisa sekolah deh”, ucapnya. Aku terdiam melihat wajanya yang penuh dengan harapan itu, diapun melihat ke depan dan pamit pergi. Aku tersenyum dan bangkit dari dudukku. kini aku tahu, dan dapat aku simpulkan apa tujuanku bersekolah. aku tahu aku harus membantu mereka yang penuh harapan untuk menggapai mimpi. aku ingin menjadi guru yang akan mencerahkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

CERITA GUURU DAN MURIDNYA

Oleh: Ninok Adam

Pada suatu hari ketika siswa kelas VIII SMP St. Klaus Kuwu yang bernama Thomas mengikuti KBM di kelas, Dia bertanya kepada gurunya yang mengajar mata pelajaran PPKN yang bernama bu Siti. Thomas bertanya kepada guru PPKN tersebut “Bu, hari guru ini dikenang pada tanggal berapa?” lalu ibu sitipun menjawab, “Thomas hari guru akan dikenang pada tanggal 25 November dan kita wajib juga memberikan ucapan selamat kepada guru-guru ya”.

Pada Saat itu, teman sebangku Thomas bernama Samos bertanya kepada Thomas. “Thomas kenapa kau bertanya seperti itu kepada ibu guru, sementara ini masih tanggal 19 November?” lalu Thomaspun menjawab pertanyaan temannya tadi. “Samos, saya hanya ingin tahu hari guru dikenang pada tanggal berapa, siapa tahu kita juga diminta untuk membuat tulisan dari team literasi sekolah dalam menyambut hari besar tersebut, jadi alangkah baiknya kita muali membuatnya dari sekarang”, jawabku. setelah itupun Thomas dan Samos melanjutkan konsentrasi mereka pada pembelajaran yang sedang berlangsung.

Pada jam Istirahat tiba, Thomas dan Samos berdiskusi untuk membuat tulisan berupa puisi dalam rangka mengenang hari guru, namun kendalanya adalah mereka berdua tidak tahu struktur kepenulisan puisi dan mereka belum tahu mengenang hari guru yang keberapa kali pada tahun ini. Saat mereka masih diskusi, datanglah seorang guru bahasa Indonesia yang bernama ibu Anita. “Ibu, kami boleh tanya?” langsung dijawab anggukan oleh ibu Anita. “Kalian mau bertanya tentang apa”? ibu Anita balik bertanya pada Thomas dan Samos. “Bu, kami ingin bertanya tentang bagaimana struktur kepenulian puisi dan pada tahun ini kitan akan mengenang hari guru yang keberapa?” jawab kami dengan lempar pertanyaan.

Mendengar pertanyaan anak didiknya, ibu Anita pun menghentikan langkahnya dan berusaha menjawab pertanyaan mereka secara lugas. “Baiklah Thomas dan Samos, saya akan menjawab pertanyan kalian secara singkat saja, mengingat sebentar lagi ibu ada les di kelas lain, dan kalian akan melanjutkan pembelajaran matetikan untuk jam berikut. Thomas dan Samos, sebelum kamu masuk dalam struktur kepenulisan puisi, hal pertama yang kamu harus pelajari adalah pengertian dari puisi itu sendiri. Yang mana puisi itu adalah bentuk ekspresi yang memanfaatkan medium bahasa, namun bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa percakapan pada umumnya. Puisi akan mengekspresikan pengalaman jiwa dengan menggunakan bahasa sastra. Sedangkan langkah-langkah dalam menulis puisi, paling tidak kitan mengetahui beberapa hal, yakni: 1) mampu menentukan tema, (2) menentukan kata kunci dari hal yang ingin kalian tulis melalui puisi, (3) Diksi atau pilihan kata yang digunakan, (4) Gunakan gaya bahasa atau majas untuk menghasilkan kata-kata yang puitis, (5) kembangkan puisi seindah mungkin dengan memperhatikan susunan kata, larik dan menjadi bebrapa bait hingga membentuk puisi yang utuh dan bermakna, (6) bait, desain bait dengan pilihan yang menarik misalnya disusun 2 baris tiap bait yang disebut distikon, 3 baris perbait atau terzina, dengan 4 baris perbait atau kuatren, 5 baris perbait atau kuintit. Jadi, Thomas dan Samos mungkin itu penjelasan singkat yang perlu kamu pahami dalam menulis puisi, dan ibu harap kamu paham dengan apa yang ibu jelaskan. Sedangkan untuk tahun ini kita akan merayakan hari guru yang ke-29 dan HUT PGRI yang ke-78”. jelas ibu Anita dengan lugas dan penuh makna.

Setelah itu kedua sahabat tersebut mengucapkan terima kasih kepada ibu Anita yang telah memberikan solusi dari kendala yang mereka alami. Saat itu mereka senang karna mendapatkan titik terang dalam membuat puisi. mereka dengan semangat mencari referensi tambahan dari buku yang berada diperpustakaan.

Dua hari kemudian mereka mendapatkan informasi bahwa semua siswa diminta membuat tulisan dalam bentuk puisi, cerpen, opini, cerita rakyat yang diminta oleh team literasi sekolah. Mereka dibertahukan terkait tema HUT PGRI yang ke-78 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Saat itu juga mereka dengan semangat melanjutkan dtulisan mereka yang awalnya hanya menjaga-jaga. hingga pada akhirnya mereka mampu membuat puisi yang berkaitan dengan tema umum sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa dan dedikasi guru untuk kehidupan mereka dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Setelah mereka merasa puisinya sudah utuh dan membentuk makna, merekapun dengan percaya diri mengumpulkan karya tersebut kepada oordinator sekolah dengan harapan tulisannya menjadi salah satu karya yang akan diterbitkan pada majalah dinding (Mading) Sekolah.

 

 

 

 

TIMUNG TE’E

By: Nesya, Ain, Oswal P, Laura R. Ketrin

              Long time ago, there was a beautiful girl named Timung Te’e. She was born from mystical treaty with a giant named Empo Rua. In their treaty, Empo Rua would take her back when she turned to seventeen years old.

When Timung Te’e celebrated her 17th birthday, Empo Rua came to take Timung Te’e. However, parents broke their promise and asked her to run away. Empo Rua was so angry that he chased after Timung Te’e. While running, Timung Te’e fought back by spreading the salt, shrimp paste and also cucumber seeds.

The cucumber seeds turned into the bamboo forest, the salt turned into a sea and the shrimp paste turned into the suction mud. Then, Empo Rua was sucked by suction Mud and Timung Te’e could return home safely.


 

PITON

By: Yuni, Tita, Rivan, Geral, and Exan

            Once upon the time, there lived a small family in Kota Komba. The family member was a father named Anton, a mater named Tina, and two daughters. The elder named Tika and the youngest named Cindy. They lived in a simple hut. Fulfilling their living needs was very depending on Rice plant and banana. Therefore, taking care of rice plant and banana in the fields was Anton’s daily routine.

One day, Tina told Anton that she was sick and he told her wife to get rest. “Tina, this morning I will go to the field. You have to stay home all day long to get rest” said Anton. Tina responded to her husband by nodding her head. She also prepared banana stock as provision for her husband. After Anton left the hut, Tina suddenly recovered

One day, Tina followed her father to the field and told him that their mother was always left home when their father left for work. “When you go to the field, mother always leaves us alone” said Tina. After listened to Tina’s story, Anton told her to go home early so that her mother would not suspect something bad.

The next day, Anton went to the field and say goodbye to his wife. When Anton was gone, Tina immediately left the hut without realizing that her husband was pretending to left the hut then followed Tina. He was surprised that he found Tina having affair. Knowing what his wife had done, Anton immediately ran towards the hut. A few moments later, Tina came home and saw her husband stand of the door of the hut. “Go away! Don’t ever come back to this place” shouted Anton. With tears in the eyes, Tina left the hut. Before leaving, Tina said something to her daughters, beside, Anton left for the fields. When the sun was on the western horizon, Cindy cried. Tika couldn’t stop her sister crying. Then remembered her mother message that if cindy cried Tika had to take her to the river. At the river Tika called her mother

“Ene ene eeeee……. Mai zuzu zaze”….  A few moments later Tika was very surprised because she saw a piton coming towards them. It turned out that the Piton was Tina whom had come to catch up with her daughter. After breasfreeding, Tina who had now transformed into a piton, returned to the river .Before leaving he advised Tika to always take Cindy to the river when she cried. Tika always carried out her mother’s orders every day when Cindy cried,Tika always took her to the river but one day, the mothers did not come to them. A panicked Tika kept calling her mother. However, her effort was failed.

Tika whom still hopes for her mothers’ arrival, always went to the river until finally she heard the news that three days ago a hunter had killed a piton tail in the river where Tina lived. Now Tika realized that her mother was murdered. With deep sadness, Tike left the river. That’s was the origin of Piton that called Nepa in Manggaraian Language.


PO’ONG TURENG

By: Veya, Sastri, Marni, Rafi, Ino and Erik

One upon the time, there was a boy named Yos.He stayed in wood that village in Cibal.Yos had cow and wish for having more friend.Polus had a son named Ian,who was very naughty.Polus wanted his son to change to lived in the forest.He ran into the forest, in the forest he found a cow, the cow was Yos only friend in the forest, then Ian followed the cow’s trais to Yos house at Yos house Ian find Po’ong ntureng written on Yos house board.

Two days after Ian lived in Yos house very heavy rain and strong winds came causing yos house to be destroyed and the equipment in Yos house to be carried away by the rai,but only a board was left that said po’ong ntureng .

Since then,the forest has been called Po’ong ntureng.

 

 

Wela Rana

Reno,Variin, Jhui, Chandra, Vesto, Jhois

A long time ago, there lived a beautiful girl in a kingdom named Wela Rana. She lived with her father. They lived with plenty of wealth. However, Wela Rana mother have passed away when she was born.

One day, Wela Rana went to the bathe with her soldier. Then the soldier went to guard from far. When Wela Rana start to bath, she took off jewelry from her body. Once moment on that time, there a bird that steal the jewelry. He was ordered by young man who fell in love with Wela Rana.

Hearing the problem faced by her daughter, the king announce to people that a bird stole jewelry of her daughter. Therefore, he told the people that if anyone could find the jewelry, he could marry his daughter. By the time, young man take chance to get married to Wela Rana. Then he brought jewelry to the king and the king very thanks to him and directly approved they’re relationship. Finally, Wela Rana and the young man got married and lived happily in deep kingdom.

 


 

MONKEY AND FROG

Ario, Yogi, Rista, Lani, Laura J.

In a forest, there lived two friend, that was a monkey have character greed and arrogant and a frog have good character and calm. They have a very big garden where they usually plant for any type of plants.

           One day the monkey and the frog went to the garden to plant a banana tree. When they got there, the banana tree plant by the frog had its roots down and the tree up. Yet the monkey, it planted the roots up and the tree down. After finishing planted the banana tree, they both went back to their respective homes.

          Several months later the frog and monkey went to the garden to check the banana trees. When they got there they were very surprised because there was only the banana tree planted by the frog was fruit, while the banana tree planted by the monkey was not. The monkey also asked the frog to divide it in half. The frog agreed. But because frogs couldn’t climb trees, he asked for help from the monkey to climb and pick the fruit. However, the monkey was very greedy, he ate all the banana the frog had didn’t leave a single banana from him. The frog regretted it because he easily trusted the monkey. Due to his disappointment with the monkey, the frog kept a thorn under the banana tree with the intention of avenging his gread from the monkey

After that, the monkey screamed in pain and asked the frog for help. Even though the frog was very disappointment, he still wanted to help the monkey by removing the thorns on his body and treating the wound. Soon after that the monkey regretted his behavior, he apologized to the frog and promised to not repeat his mistake again. Finally the frog forgave the monkey. They became friends again and were happy forever.


 

SANO NGOANG

By: Devi, Intan, Dio, Nesi, Pirlo

A long time ago, In a village there lived two man who was paralyzed and blind. Their house were close together so they helped each other. One day the people in the village went to work and they were the only ones left in the village.

When the evening came, the paralytic and the blind man had not eaten. So they got together to cook rice, when they wanted to cook the rice, there was no fire in the blind man’s kitchen, then the blind man asked the paralytic for charcoal, then the paralytic gave him the charcoal, via the dog, and the charcoal was taken to him, tried it to the dog fail. When the dog arrived at the blind man’s, his the dog’s tail was on fire. The paralytic man who saw this laughed and the blind man who heard this laughed too.

Suddenly in front of the paralyzed man an old grandfather appeared and asked the paralyzed man, do you choose porridge. The old, grand father went to the blind man’s house and asked the same thing and the same answer from the blind man. Then in an instant the grand father’s eyes stuck a stick into the ground and a spring emerged from the stick he stuck in. Then the village was filled with water so a lake was formed and the lake was called Sano Nggoang.


 

PONDIK

By:Ciko N,Yupe , Andin ,Alvares

Was upon a time in a village in Manggarai, there lived an impostor young man named Pondik. He felt hungry then planned to deceived villager then Pondik came to mite old costume and said “good morning sir”. “good morning Pondik how can help you?” said old costume. “Sir I want to sell my drum and gong will melodies then without thinking the old costume agree with Pondik.

When the evening comes, Pondik went to the traditional house where village gathered “hello everybody if you want to listen to this drum and gong you have to close the door and window” after that, Pondik ordered old costume to open sack that Pondik brought. Pondik run away while the sack brought by Pondik opened by villagers who stayed in that traditional house. After several minutes, the villager chased after Pondik. When they got Pondik, he then tied in the traditional house.


 

ULUMBU

By:Gelvan, Tino, Yuno, Arsa

         Once upon a time, there lived a man and his beloved dog named Ulumbu in Satar Mese Village. The Dog was Very smart and always obey what’s the Master asked him to do.

        One day, the master wish to test his dog to see if the dog would always obey his commands. Then he thought that he had finally got an idea, he told his dog to search namely the land in the cemetery, his master asked for his dog it turned out that the dog was following his request.

A few moments later, the Dog left his master. After a few weeks without saw his dog, he decided to go to the hill to find Ulumbu. When he arrived to the hill he felt sad and regret because he had praise the goodness of his dog. The dog had died in the hill. from there the village was given the name Ulumbu.


 

NUCA LALE

By:Nera, Acha, Atus, Fino

Once upon a time, in the day when there were many breadfruit tree sin the forest, there lived Mekulas and Negiles they were lazy people. Their huts were made of dry, unorganized grass more like a pig nest. Meanwhile, Mejiler and Nengilen are diligent and humble. Their huts were made of dry leaves from breadfruit trees arranged in an orderly mannered.

It is said that I the live of ancient humans, winds and earthquakes meant that God was passing by to check on his people. When the wind and earthquake came and the Neliges acted their hut was also damaged by the wind and shaken by the earthquake.

Meanwhile, Mejiler and Nengileng always call for prayers when there is wind and earthquake. Their hut was not damaged. The presence of wind and as disasters should make us aware of our mistakes and self-arrogance. 

         

 


 

Rana Mese Lake

By: Gisel, Sintia, Alves

Once upon a time, in a village Lerang there was two lakes, that named Rana Mese lake and Rana Hembok lake, Rana Hembok was biger thatn the Rana Mese lake. Two lakes were meant to be an enemy. The two’s of them was inhabited by genies.

At some moment, the genies from Rana Mese lake and Rana Hembok lake were engaged in a war a grabbed power. On the other side, the genies of Rana Mese lake have no weapon. So, they would to make it.

One time, there two people seek wood in the area of Rana Mese lake. At the moment, they meet a genies in Rana Mese, the genies was thought and made a promise, “if you want to earn more wood, you have to make a weapon for us” said genies. They agreed and make a weapon from a pointed bamboo.

The war started and genies of Rana Mese lake finished and defeat the genies of Rana Hembok lake. Owing to that efforts, water from Rana Hembok lake flow to Rana Mese lake. Now, Rana Mese lake become biger than before and become a tourism place that visited by many tourist.

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TANPA TANDA JASA

Oleh: Della Astrivan

Bagaikan daun yang ditiup angin

Terkadang lepas dari Rantingnya

Terkadang melekat dan kokoh tak jatuh

Bukan sekadar kuat untuk bertahan

Tapi usahanya mengikat diri

            Kegagalan bukan awal kehidupan

            Kucoba membaca dan menulis kata

            Mengisi kekosongan daya ingatanku

            Cibiran yang kau hiraukan merontai semangatmu

Impian hidupku kian kelam,

Terbentang hamparan luas tak tergambar jalan

Kau datang mengukir sejuta prestasi gemilang

Jasamu tak ternilai dalam kringatmu yang tak basi

Kegigihanmu memukau setiap sudut mata

            Kau telah menjadi bukti,

            Meski bermodalkan spidol dan tinta

            Tapi jasamu tak terlupakan

            Terima kasih pahlawanku

            Pengorbananmu tak terkira bagiku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Lia Nalut

Guruku…

Kau bak mentari yang menyinari bumi

Begitulah engkau menerangkan pikiranku

Ketika aku tak tahu

Kemana aku harus berjalan

Saat itu engkau yang selalu

Hadir untuk menuntun

Kemana aku harus berjalan

Engkau hanya guru biasa

Tapi jasamu sangat berarti

Bagi kami yang sekarang

Sedang mengikuti jejakmu

Terima kasih guruku

Kau selalu menuntunku

 

MERAH DARAHKU

Oleh: Ecen Tangkur

Mengalir darahmu bagaikan air

Memberi dan menyebar adalah tugasmu

Mencari adalah tugasku

Di hari-hari aku memberikan masa depan

Aku tanpamu bagai bunga tanpa air

Kau menerangi sudut hidupku

Dalam ketidaktahuanku engkau membuka jalan

Tubuh, otak dan pikiranku bergerak mendengarmu

Engkau akan selalu menjadi cahaya bagi kehidupanku

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Vito Iron

Guru pahlawanku…

Andai kata matahari tiada

Dunia akan beku dan bisu

Pelangi tidak apan terpancar

Kehidupan tiada akan terlaksana

            Disaat titik kegundahan menghampiri

            Terlihat setitik cahaya yang kami cari

            Yang Nampak dari sudut-sudut ilmumu

            Tiada akan pernah diterpa angina

Guru pahlawan tanpa mengharapkan imbalan

Saat kami tak sengaja mengabaikan ilmumu

Engkau tak lelah dan terus mememotivasi

Darimu kami mengenal banyak hal

            Tentang warna yang indah

            Tentang garis yang harus di tulis

            Juga tentang kata yang harus dibaca

            Hidup kamipun berarti tak sia-sia

Guru pahlawanku

Tiada kata yang pantas kami ucapkan

Selain terima kasih atas jasamu kuucapkan

Maafkan kami yang kadang menempatkanmu pada rasa kecewa

Jasamu abadi tak terurai.

 

 

 

 

 

 

GURU PELITAKU

Oleh: Kristo Yikim

Gurumu denganmu aku bisa

Melewati masa-masa sulit dalam ketidaktahuan

Engkau membimbingku mengenal sulitnya bentuk huruf

Engkau mendampingiku merangkai bunyi menjadi bahasa

Mengarahkanku mengenal angka, mengenal lambang dalam aljabar

Guruku…semasa proses yang kulewati

Aku memiliki kisah yang kadang baik kadang sulit diterima

Apapun itu aku akan berjuang demi tanah air tercinta Indonesia.

Aku akan berusaha untuk merdeka dalam belajar bersama guru pelitaku

Jasamu akanku kenang selamanya

Jasamu tiada tara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Kamelia Mirjana

Oh guruku….

Engkau bagaikan penean jalanku

Yang penuh dengan kegelapan

Saat aku menyusuri lorong suram nan sunyi

Engkau datang membawa pelita

Aku yang dulu hanya bermimpi

Kini bertekad untuk menggapai

Guruku pahlawanku

Jika tanpamu aku seperti buta

Tak mampu mengenal baca

Apalagi mengurai angka

Aku berterima kasih kepadamu

Saat kebingungan melanda diriku

Kau menghampiri dan membimbingku

Guruku, aku tak pandai merangkai kata

Untukmu aku ingin mengucapkan terima kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU

Oleh: Erik Dahus

Wahai guruku

Engkau sosok berjasa

Menumpahkan keringat bagi negeri ini

Tak gentar engkau berjuang

Demi kami manusia penimba ilmu

Oh guruku

Jasamu tiada tara bagi bangsa ini

Dengan tekadmu kami jadi bersemangat

Semua karena jasamu

Semua karena semangatmu

Kami menjadi berilmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU PAHLAWANKU

Oleh: Ino Jerahi

Ketika pagi kamu datang

Senyum cerahku menyapamu

Di pintu kelas terdengar sapaan hangatmu

Membawa kami pada semangat untuk maju

            Kau tepuk pundakku dengan senang

            Bertanya kabar dan memberi semangat

            Agar aku terus belajar dan berusaha

            Melawan kelalaian dan rasa malas

Guruku yang kusayangi

Engaku terang dalam malamku

Hapuskan kegelapan yang melanda diriku

Guru pahlawanku

Teruslah menjadi tempatku berpegang

Teruslah menjadi tumpuan murid

Teruslah memberi bekal dimasa datang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KERINGAT SANG GURU

Oleh: Kheren Anashawa

Guru…Engkaulah pelitaku

Tanpamu dunia akan gelap

Semuanya akan buta dan bisu

Tak menentu arah yang dituju

Tak tahu apa-apa hanya duduk termenung dalam diam

Guru… butiran keringat yang menetes dari tubuhmu

Dan semua ilmu yang engkau berikan,

Membuat kami sadar begitu besar jasamu

Demi anak penerus bangsa dan masa depan kami yang cerah

Engkau pantas sebagai pahlawan

Semua tahap belajar yang telah kulewati

Dan semua ilmu yang kudapat

Tak dapat dibandingkan dengan apapun itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Oleh: Karen Duar

Guruku…

Engkau adalah pelita kegelaoanku

Tanpamu aku tak mengenal ilmu

Tanpa engkau tak mampu aku berdiri

            Oh guruku…

            Semua orang sukses karenamu

            Walaupun banyak rintangan menghadang

Kau tetap berusaha demi mencerahkan bangsa

Namamu terlukis dalam sanubari kami

Pahlawanku…

Karenamu anak negeri berhasil

Negara bangga akan keberadaanmu

Kerja kerasmu membentu karakter bangsa

Usahamu melahirkan manusia cerdas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PELOPOR ILMU

Oleh: Ketrin Sari

Guruku pelopor ilmu

Suaramu sangat berarti bagiku

Kami bijak karena dirimu

Apa jadinya diriku tanpamu

            St. Klaus Kuwu tempatku belajar ilmu

            Di sini aku menimba ilmu melalui dirimu

            Peranmu tak kurang lebih pengajar bagiku

            Guruku tak pernah Lelah dirimu

Engkau bagaikan pahlawan bangsaku

Terima kasih guruku

Atas jasa baikmu

Membuatku terus belajar

            Engkau selalu kukenang dalam hatiku

            Tanpamu takan tahu mana baik mana benar

            Kaulah penuntun hidupku

            Guruku engkau penerang bagiku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU PENERANGKU

Oleh: Tita Ganul

Dari terbitnya matahari

Sampai terbenamnya

Teriring tiu similar

Angina pada dini hari

Yang sejuk dingin

            Dalam pelukan cahaya bintang temaram

            Kau terus menyapa hangat dengan senyum indah

            Kau menjadi bintang palin terang

            Di antara bintang lain yang terang

            Walaupun terkadang mendung siap menghalang

            Tunjukan dan buktikan bahwa kaulah terang

            Dengan semangat menggelora

            Hingga aku pantas menyebutmu guruku

 

 

INDAHNYA ALAM

Oleh: Brian raul

Kicauan terdengar merdu

Menandakan adanya hari baru

Indahnya alam ini membuatku terpaku

Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak

Kurentangkan tanganku sejenak

Sejuk, tenang, senang kurasakan

Membuatku seperti melayang kegirangan

 

 

 

 

 

HAMBA PENGETAHUAN

Oleh: Rista Nendi

Ketidak tahuan membinasakan pikiran

Pergerakan mengalurkan kejahatan

Kehausan dahaga kehampaan

Pantaskah ditahan untuk berlanjut.

            Datang mereka dengan seribu pengetahuan

            Sabar dan setia diberikan

            Dapat mengisi kekosongan

            Untuk memberikan detik pengharapan

Dinanti dan didambakan

Ia seorang cahaya kehidupan

Dirinya datang bagai bintang

Memberi suatu alur tujuan

            Dia mewartakan dengan lantang

            Semua hingga paham kehidupan

            Ia bagai pohon mawar tanpa duri

            Lekas ia datang memberi daya tuntunan

 

 

 

           

 

 

 

         

         

 

 

MENJADI PINTU ILMU

Oleh: Atus Hasu

Di dunia yang luas dan cemerlang

Ada sosok penuh dedikasi dan semangat

Guru sebagai sosok yang luar biasa

Menjadi pelita yang menerangi gelapnya akal

Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Membimbing kami melalui hiruk pikuk masa

Dengan ilmu kelembutan tanganmu

Kau membuka pintu dunia bagiku

Setiap bait perjalanan adalah sejarah

Pahitnya menjadi pengingat saat tiba putus asa

Setipa kata terucap dari mulutmu adalah semangat

Menjadikan kelas sebagai ruang sejarah

Penuh canda tawa dan berhaga

Mengumpulkan kembali nyawa yang tertidur dalam bingung.

Guruku pintu ilmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                       “KERJA”

                                                   By:Bella LimanJ

Soal dibagi

Mata membaca naskah

Jantung bergetar memikirkan

Bahan belum dibaca

                                                                   Jaksa saraf mengutarakan masalah

                                                                   Hakim hati membimbang menujukan

                                                                   Keputusan

                                                                  Karena materi perkara kabur

                                                                  Dilanda ngelamun saat belajar

Tali dahi kerut merengut

Otak bekerja mengingakan bahan

Yang telah didapatkan

Semua telah hilang bersama mimpi malam

                                                                     Namun masih teringat huruf A pertama

                                                                     Aku bisa bekerja sungguh naskah

                                                                      Ujian

                                                                     Yang diuji

                                                                     Untuk mengukur kemampuan

                                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                 ANGAN DISETIAP MALAM

                                         {Efratiano Tam}

         Sendiri pada kesunyian malam

          Temani oleh angan dan harapan

         Berharap kepada Tuhan yang dirangkul tangisan

        Akankah senyum kebahagian akan dating

           Melangkah sendiri di kegelapan malam

           Mencari jatuhnya sinaran rembulan

          Yang ditemani kerlipnya bintang

        Dengan cahayan yang memenang insan

       Secercah harapan dihadapan sau penikmat

     Hanyalah bayangan yang tak terwujud

    Dalam setiap doa yang diwujudkan

   Dalam setiap doa yang di wujudkan

 

 

 

                                                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                    Rantai Harapan

                                                       Oleh: Stevan S

 

                                Tak ada rantai yang mengikat

                                 Pada jejak yang terlepas

                                Meski anca menjeru

                              Melebur,memberi matrik pada otopia

                                Banyak utopia dalam cita

                                Mereka hidup bersama  yang dalam kelabu

                            Atmaku mengerang

                                Tuhanku aku menyerah

                                Namun,harapan menyusik

                                Bejuang melewati bena

                          Tuhanku bisakah kau berikan abhati untukku

                           Kan kukejar kemenangan

                               Memikat sebagai arutalo

                            Menampung harsa amersa….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        SANG PAHLAWANKU

          Oleh: Vino Banggut

 

Guru…engkau sang Pahlawan-ku

Tumpah engkau aku tidak tahu

Hitung dan membaca .Aku tidak

Tahu apa balasan-ku kepada-mu

Terima kasih guru,karna engkau

Telah mengajar-ku dengan baik.

                    Guru engkau adalah bintang-bintang seperti dilangit

                   Bagai ombak deras bintang-bintang pun bahagia dan

                    Melihat indah ombak pun melihatnya indah.

Guru sang sejati-ku,bintang-bintang

Pun jatuh dari langit,

Langit pun tersenyum karna

Bintang di langit sang

Sejati-ku dan sang pahlawan-ku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“BERMIMPI”

By: Avril Abin

 

          Aku manusia yang baru merangkak berjalan

            Ingin memimpin bangsa yang akan datang

            Untuk itu,aku berjuang mencari ilmu

         Setumpuk gunung dan mengail ikan iman

 

         Aku manusia muda,umur setahu jagung

            Menuntun ilmu,mentati larangan agama

           Agar aku dapat merebut tongkat estafet

           Kepemimpin Republik ini

 

         Aku manusia menggapi keadilan

        Karna aku berjuang berusaha

       Untuk menjadi pemimpin terang kegelapan

                                                                      *Kuwu,25 novemer 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                          GURUKU TERSAYANG

                             By:Sella Bunga

 

             Pagiku cerahku matahari bersinar

              Ku gendong tas merah ku

              Di pundak…

              Ku nantikan dirimu di depan

              Kelasku menantikan kamu

             Guruku tersayang,guruku tercinta

             Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa

              baca,tulis mengerti banyak hal

            guruku terima kasihmu…

Nyatanya diriku kadang buatmu marah

Namun segala maaf kau berikan...

Guruku terimakasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               

 

 

 

 

 

 SUARA ANAK NEGERI  

                      By: Wulan.J                                                                                                   

Kutulis puisi ini

Saat nurani terlanda kabut

Karena rentetan kisah sendu

Menggores ziarah negara ini

Atas terbitnya para sahabt

Aku Cuma berdoa

Biarlah cahaya jiwa mereka

Menjadi lilin kehidupan damai

Untuk para pencari keadilan

Yang meletak kebenaran

Aku Cuma berharappan

Anak negri ini

Jangan tergiur dengan harta kekayaan

Yang menghalalkan segala cara

Untuk mengisi hidup kian tersisi

Kutulis puisi ini

Buat para guru yg mengajarkan keutamaan

Yg melahirkan generasi cinta keadilan

Perdamaian dan merendan peperangan

Serta mendorong buah kesombongan

 

 

 

 

 

 

 

 

       “JATUH DAN BANGKIT KEMBALI”

              By:Herdden

 

Sebab terlalu lama dipaksa untuk meminta

Tangan terkuali bagai dikoyak

Sebab terlalu lama pasrah pada derita

Kesetian diinjak

Demi amanat dan beban rakyat

Kami nyatakan ke seluruh dunia

       Telah bangkit di tanah air ini

Sebuah aksi perlawanan

Terhadap kepalsuan dan kebohongan

Yang bersarang dalam penindasan

Orang-orang pemimpin perjuangan

Selalu siap untuk menentang!!! 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU DAN AKU BERJALAN WAKTU

           Oleh: Ninok.A

Hari berjalan bersama waktu

Seperti sang surya yang terbit lalu terbenam

Aku terasa seperti awan

Yang di tiup oleh angina dari Timur ke Barat

          Hari terus berganti

         Masapun ikut berganti

        Seperti hari ini

        Aku berdiri disini

Karna engkau aku seperti ini

Karna engkau  aku jadi begini

Karna engkau Guruku waktu tak terasa

Karna engkau aku jadi seorang yang berguna

    Guruku engkau membuat waktu terasa

     Berarti

    Aku berjalan bersamamu  disini dan nanti

   Hari-hari ku lewati bersamamu

Engkau juga mengajarkan aku yang berarti

Dalam hidup ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                 GURUKU YANG HEBAT

                   By:Laura Jehedo

 

  Wahai Guruku

Engkau seperti matahari yang bersinar

 Tanpa lelah dan letih

Namun engkau menerangi aku sebagai seorang pelajar

Namun engkau tak pernah pasrah

Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa baca tulis

Dan tak mengerti banyak hal

Namun engkau tak pernah menyerah dan mundur

Kini ku melihat pantulan cahaya dibalik kaca

Yang penuh kebahagiaan

Kini ku sadari betapa jasamu

GURUKU

             Namamu jasamu akanku kenankan selalu

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

              GURU PAHLAWANKU

                By: Satria Kamelut

 

 Punjangga Pulau seberang dating bertanya

Apa kata hatimu tentang seorang guru?

Guruku….mau dengan jawaban hatiku?

Guruku aku mau guruku tahu!

Hatiku berkata bahwa guruku adalah pahlawanku

Pahlawan yang berkerja sama dengan sekolah

Membawah ke dunia yang fana ini

Melatihku merangkak dan berjalan untuk menuju

Masa depanku

Menemani masa emasku

Mendampingi belajarku

Membuatku mengerti makna dan tujuan hidup

Guru,engkau sungguh Pahlawanku.

               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                         Bangsa Muda

                                                   By: Reno Suhardi

 

 

Aku anak bangsa

Generasi penerus bangsa

Yang mempertaruhkan

Keadilan,makmur,dan sejatera

                                                             Aku anak bangsa                                                

                                                             Yang harus belajar

                                                              Mendengarkan guru

                                                               Dan menghargai guru

Aku manusia muda

 Yang selalu setia

       Menerima pelajaran

          Dalam setiap rintangan

                                                        Aku manusia mudah

                                                         Yang belajar mencari kebenaran

                                                              Di dalam setiap halangan

                                                          Untuk mengapai keberhasilan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERMIMPI

Oleh: Dani Sutanto

 

        Aku Manusia Yang Baru Merangkak  Berjalan

              Ingin Memimpin Bangsa Yang Akan Datang

                 Untuk Itu , Aku Berjuang Mencari Ilmu

                  Setumput Gunung  Dan Mengail  Ikan Iman

            Aku Manusia Muda, Umur Setahun Jagung

                 Menuntun Ilmu   Menanti ,Larangan Agama

                   Agar Aku Dapat Merebut Tongkat Estafek

                              Kepemimpian Republik Ini

                Aku Manusia Menggapai Keadilan

                     Karena Aku Berjuang Berusaha

                          Dengan Belajar Dalam Takwa

                          Untuk Menjadi  Pemimpin Terang Kegelapan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU  PELITAKU

Karya: Chika Harlin

Guruku…

Pelita Yang Selalu Menerangi Mimpiku

  Menuntunku Mengajarku Dan Selalu Mendidiku…

                     Menemaniku Jika Aku Ada Masalah

                            Dari Pagi Sampai Malam Engkau Tetap Lelah

                                   Mendidiku Dan Mengajariku….

        Wahai Pelitaku….

          Dari Gelapnya Dunia Hingga Teranganya

            Engkau Tidak Pernah Meminta Pamrih

            Walau Dari Pagi Sampai Malam Engkau

                         Selalu Menemaniku….

      Guruku Pelitaku…..

        Menjadi Sandran Jika Kami Ada Masalah

                  Menjadi Penyemangkat Jika Kami ada masalah

Menjadi penyemangat jika kami malas

Menjadi penuntun kami, jika kami hilang arah

Menjadi sumber pelita bagi mimpi kami

 

 

 

 

 

 

 

                  

 

 

 

                      TERIMAKASIH GURUKU

                            By: Ozwal.Budi                   

  Guruku….

  Terimakasih guruku

  Kau telah memberikan pendidikan

   Sungguh senangnya aku

    Mendapat ilmu karena pendidikanmu

 

 Engkau adalah pahlawan

  Tanpa tanda jasa

  Aku ingin seperti

  Yang selalu membimbing dan mengajarkanku

 

   Walau kau keras kepadaku

    Aku tahu kau sangat sayang pada-ku

     Aku tahu engkau adalah insan yang

       Mengajarkan

       Bukan insan,yang selalu menghajar.

                  Terima kasih guruku

                                Tercinta…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               GURUKU

          By: Keysa Noveranda

 

Engkau adalah guru yang hebat

Engkau rela berkorban demi kami

 Dan engkau mendidik kami sehingga

  Kami bisa menentu masa depan

           Wahai guruku

  Kami anak-anak mu

Sangat merindukan mengajarmu

Dan kami ingin berterimakasih

Kepadamu karna guru mendampingi

Kami menjalankan pendidikan

  Dan engkau sudah membagikan

Ilmu mu kepada kami

Terimakasih guruku

 

 

 

 

 

 

 

 

 PERAN GURU DALAM MENANGANI KENAKALAN PESERTA DIDIK

Oleh: Nesya Asa

Peran guru dalam menangani kenakalan remaja ternyata sangat mendukung perubahan karakternya. Kenakalan remaja memang beraneka ragam, termasuk hal yang dilakukan oleh orang tua juga dilakukan oleh anak-anak. Jadi dalam hal ini, peran guru sangat dibutuhkan dalam menangani kenakalan remaja. Benarkah keterlibatan guru dapat membatu dalam mengatasi kenakalan remaja? Kalau ya, apa saja metode yang dapat mengubah karakternya tersebut?

Anak-anak memang tidak dapat dikendalikan setiap waktu, oleh orang tua, guru sekalipun masyarakat pada umumnya. Pada zaman sekarang kenakalan anak memang cukup kompleks. perbuatan yang kurang mencerminkan kehidupan terhormatpun mereka tetap lakukan. Di kota-kota besar, telah menjadi pemandangan yang tidak sedap di mana anak-anak di bawah umur hidup bergelandangan.

Sebagaimana yang disebutkan di atas bahwa generasi muda atau anak remaja merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah karena penerus atau generasi bangsa yang berarti anak-anak remaja dalam cakupan masyarakat yang berhak untuk memperoleh ilmu, kesadaran hukum, dan kesadaran sebagai salah satu peserta didik yang akan membangun dan meneruskan cita-cita bangsa. Guru adalah aset penting dalam mengubah karakter anak, di mana kecerdasan pengetahuan serta kesabarannya dalam mendidik dan meluluhkan sikap ego dan kemalasan dari diri rema atau anak tersebut.

Sebagai fasilitator utama, metode utama dari guru adalah memberi kemudahan belajar bukan hanya menceramahi atau mengajar apalagi menghajar peserta didik. guru juga perlu demokratis, jujur, terbuka, dan memberikan waktu bagi peserta didik untuk merefleksikan diri sembari membimbing dalam mengubah karakter anak didiknya yang nakal. Dengan berjalannya waktu, ego yang ada Dalam dirinya akan terkikis oleh banyaknya ilmu dan kesadaran yang telah diberikan oleh guru.

dengan demikian peran guru memang sangat penting bagi perubahan untuk menghilangkan kenakalan anak. Ambil contoh, dengan bimbingan konseling yang sangat telaten, anak akan menyadari betapa besar peluangnya untuk menjadi anak yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter demi mamajukan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

KETIDAKSIMBANGAN KARAKTER GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK

Oleh: Laura Raya

Seperti yang kita ketahui, guru adalah seorang pengajar untuk mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa dan posisinya sangat sentral dalam dunia pendidikan. Menjadi guru juga akan berhadapan dengan berbagai tantangan untuk melahirkan berbagai propfesi-profesi lain. Dalam kaca mata dunia sosial, guru terlihat sebagai perofesi paling dasar dibandingkan profesi-profesi lainnya, namun demikian perannya yang luar biasa mampu membentuk karakter peserta didiknya dan melahirkan banyaknya orang cerdas dalam negeri.

Dalam hal ini masih banyak guru yang merasa kurang dan kewalahan dalam proses atau aktifitas pembelajarannya. Persoalan ini muncul karena banyaknya hal terjadi di luar kendali guru dalam kelas yang disebabkan oleh berbagai tingkah dan perilaku peserta didik. Di lain sisi guru juga merasa sulit membagi waktu antara aktivitas pembelajaran dengan berbagai penanganan kasus yang dilakukan oleh anak didiknya. Efek dari kejadian seperti ini memicu adanya kecendrungan guru yang tidak control dalam menyikapi berbagai persoalan dalam kelas, misalnya dengan menggunakan kata-kata kasar yang sedikit mengganggu psikis peserta didik, atau membuat peserta didik merasa bersalah, tanpa mendengar penjelasan dari peserta didik.

Peranan seorang guru sebagai fasilitator atau manajer bagi anak didiknya justru sangat baik bagi pendidikan karakter generasi muda. Di sini anak didik akan di dengar dan diperlakuakan layaknya teman.  Kendati demikian, dari masalah yang sudah di jelaskan sebelumnya justru memunculkan ketidak seimbangan antara karakter guru dengan tuntutannya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Bagaimana tidak? Guru sering mengungkapkan kalimat yang melukai perasaan peserta didik dalam kelas, yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa guru sendirilah pelaku perundungan atau bully dalam lingkungan sekolah. Sementara di lain sisi guru juga yang menekankan peserta didik untuk menghilangkan tindakan perundungan terhadap warga sekolah, baik dari guru, tenaga pendidikan ataun siswa. Hal ini guru melanggar aturan yang sudah disepakati bersama.

Dari masalah yang sudah dijelaskan di atas, tentu menjadi poin penting bagi guru untuk merefleksi perannya sebagai seorang guru. Dari masalah di atas pula dapat di ketahui bahwa kesannya guru hanya memaksa peserta didik untuk berperilaku seperti yang diinginkannya, tanpa guru itu sendiri memberikan contoh yang selaras dengan tindakannya.

Masalah tersebut di atas juga merupakan cerminan bagi guru untuk merefelksikan bentuk tindakan kekeliruannya, sehingga ada perbaikan dalam aktifitas pembelajarannya. Hal kecil berupa refleksi ini justru perlahan berdampak besar bagi kenyamanan kami sebagai peserta didik dalam lingkungan sekolah. Apabila refleksi dilakukan secara rutin untuk guru sendiri, maka integritas, profesionalita guru akan terlihat secara nyata dan dengan sendirinya peserta didik akan mengikuti tindakannya tanpa takut dimarahi.

Dalam kaitannya dengan tema HUT PGRI ke-78 Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar yang menggagaskan makna mendalam di mana yang ditekankan adalah merdeka belajar. Menurut saya hal ini syarat akan kebebasan murid dalam berpendapat tanpa takut dibentak atau di salahkan. untuk itu pesannya adalah semoga HUT PGRI ke- 78 membawa perubahan untuk semua guru di Indonesia yang mana lewat kesetiaan dan ketekunannya sebagai pendidik menjadi guru sejati yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga spiritual dan emosional sehingga terciptanya generasi yang nyaman dalam lingkungan sekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MODEL PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DI NEGERI IBU PERTIWI

Oleh: Juan Karlos Loko

            Tak dapat disangkal bahwa pendidikan merupakan aspek fital dalam kehidupan manusia. kemajuan dan perkembangan hidup manusia sangat bergantung pada pendidikan, sehingga manusia taka dapat lepas dari dunia pendidikan.

            Berita seputar dunia pendidikan akhir-akhir ini menjadi tranding topik yang hangat diperbincangkan masyarakat. berbagai kritik, saran, serta komentar yang terus membanjiri platform public sebagai akibat dari model pendidikan yang kurang ideal dengan perubahan dan tantangan zaman yang belum menemukan titik terang.

            Ada beberapa pertanyaan besar dalam model pendidikan pada era merdeka belajar di negara kita. Bagaimana menurut kita semua model pendidikan di negeri kita ini? Apakah kalian setuju bahwa model pendidikan yang saat ini kita rasakan sudah efektif? Ini sudah menjadi masalah besar di bumi pertiwi. Sudah sepatutnya kita turun tangan dalam menyelesaikan masalah pendidikan di negeri kita. Kalau bukan kita siapa lagi?

            Pendidikan di negara Indonesia seharusnya lebih dihidupkan lagi agar Indonesia lebih maju dan baik dalam memerangi perkembangan zaman. Salah satu alasan mengapa pendidikan ada adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengajar generasi muda untuk tahu memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tetapi, kita tahu sendiri bagaimana kondisi negeri ibu pertiwi kita saat ini. Ada banyak sekali kejahatan terjadi mulai dari yang kecil sampai pada hal-hal kompleks yang melibatkan banyak pihak, sebut saja korupsi. Sudah menjadi rahasia publik akan maraknya kasus korupsi di negeri kita, bahkan para koruptor mulai dari jajaran jabatan yang paling rendah sampai yang paling tinggi atau singkatnya dari tingkat desa hingga tingkat nasional. Para koruptor itu adalah bukti konkrit bahwa pendidikan di negeri kita gagal total. Lantas, apa hubungannya antara koruptor dan pendidikan? Mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan kita gagal total?

            Gaya pendidikan kita terlalu menitikberatkan semuanya pada kecerdasan inteelektual. Asalkan nilai-nilaimu bagus, maka bisa lolos sekolah, dapat pekerjaan enak dengan gaji yang besar. Prinsipnya bahwa para siswa harus pintar. Terserah karakternya baik atau jahat sekalipun, sekolah tidak akan peduli. Sayang bukan? itulah alasan mengapa banyak terjadi kecurangan, misalkan mencontek ketika ulangan atau ujian. banyaknya siswa mencontek karena saat itu nilai di atas kertas lebih dihargai dari pada sikap atau etika kita. Prinsipnya adalah nilaimu rendah, maka kau gagal!

            Para koruptor adalah orang-orang pintar, kalau mereka tidak mampu atau kasarnya sebut saja bodoh, tidak mungkin mereka mendapatkan gelar magister (S2) atau doctor (S3). Oleh karena kepintaran yang tidak diseimbangkan dengan kecerdasan spiritual dan emosional ataupun karakter yang baik, mereka tanpa malu, mereka mengambil uang rakyat untuk kepentingan diri dan sanak family. Sistem pendidikan kita yang melahirkan mereka, itulah masalahnya. Karena itu, negara kita sulit lepas dari cengkeraman kemiskinan. itulah alasan mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di negeri kita telah gagal sejauh ini.

            Namun masih ada harapan besar dalam pendidikan kita. Semoga dengan adanya rencana strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan yang menyebutkan bahwa “agar peserta didik berhasil di lingkungan kerja masa depan, ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang harus ditumbuh kembangkan yang di anatarnya adalah Beriman, Beraqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong, Mandiri, Kreatif dan Bernalar Kritis. Keenam dimensi tersebut masing-masing bertujuan mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik dan mengikutri arus globalisasi yang semakin berkembang pezat.

            Konsep pelajar Pancasila tersebut berangkat dari konsep merdeka belajar yang berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah. Oleh karena itu dalam proses pembelajarannya siswa dituntut untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai objek sekaligus subyek pembelajaran. Namun, terlepas dari tuntutan bagi para siswa untuk aktif dan berpartisipasi langsung dalam proses pembelajaran, keberadaan dan kontribusi guru juga sangat diperlukan. Guru sebagai pihak yang ada di garda terdepan pendidikan nasional menjadi salah satu actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum MERDEKA BELAJAR INI. Oleh karena itu, peran guru menjadi suatu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEARNING TO LIVE TOGETHER

LEARLNING TO LIVE WITH OTHERS

Oleh: Marny Minarni

Arti dari kalimat di atas adalah mengajarkan, melatih dan membimbing peserta didik agar dapat menciptakan hubungan komunikasi yang baik, menjauhi prasangka-prasangka buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan dan konflik.

Dalam proses pembelajarannya itu kita harus, mengembankan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan guru dan sesame siswa yang dilandasi dengan sikap saling menghargai.

Siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda, seperti kemampuan in telektual, personal, sosial, kultural dan emosional. Bilamana perbedaan ini diabaikan gur, maka berapa kemungkinan yang tidakbmenguntungkuan aktivitas dan hasil belajar. Beberapa hal yang tidak menguntungkan dalam proses belajar, contohnya enggan untuk untuk bertanya, kurang tertarik mendengar penjelasan guru motivasi yang rendah untuk mengerjakan tugas. ketika hal ini diabaikan guru kemungkinan besar siswa tidak memiliki pengalaman belajar dan siswa tidak memiliki pengetahuan umum,

Sering saya lihat beberapa guru kurang memperhatikan murid yang seperti ini. contohnya murid yang kurang tertarik mendengar penjelasan dari guru, bukannya guru memberi motivasi, tetapi mah membully anak tersebut. Hal ini justru membuat suiswa menganggapbdirinya tidak dapat lagi mendengar penjelasan dari guru, karena dia menganggap dirinya rendah.

Guru perlu berupaya mendorong tumbuhnya rasa percaya diri siswa, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk belajar lebih dan mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinnya. Karena kebanyakan guru membuat siswanya kurang percaya diri. Contoh yang sering saya lihat adalah guru yang membullyng siswanya, guru membentak siswanya di depan umum sehngga membuat siswa malu dan kurang percaya diri.

Sebagai fasilitator yang mendorong peserta didik, guru harus mampu melipatgandakan potensi peserta didik dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita mereka di maa yang akan datang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAHASA DALAM SURAT DINAS

Oleh: Cici Aslin

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Surat dinas adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat dinas memakai bahasa yang resmi. Bahasa surat ialah bahasa yang digunakan dalam surat-menyurat. Bahasa yang digunakan harus taat kepada semua aturan berbahasa yang berlaku, baik dalam struktur kata dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea atau paragraf, dan lain-lain. Aspek yang perlu dicermati untuk menciptakan bahasa yang jelas di dalam surat adalah pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan alinea, dan pemakaian tanda baca.

Pada tulisan ini, penulis memakai judul “Bahasa Dalam Surat Dinas” karena pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas merupakan bahasa yang resmi, serta selalu memperhatikan pemakaian kata-kata yang baku, pemakaian ungkapan yang tetap, dan pemakaian ejaan secara benar. Pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas meliputi bahasa yang baku dan bahasa yang efektif. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang bahasa surat, yakni bahasa baku dan bahasa efektif

Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal yaitu sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan yang berupa alat bukti tertulis, alat pengingat, bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.

Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi.

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para seseorang untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa diperlukan manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya. Sebagai makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memang memakai alat komunikasi lain selain bahasa verbal. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi terpenting bagi manusia.

 

 

RAGAM BAHASA

Oleh: Bella

Para penutur bahasa Indonesia seharusnya mengetahui penggunaan ragam dialek, tidak resmi, terpelajar, dan resmi. Ragam dialek dapat dipakai jika penutur dan mitra berkomunikasinya berasal dari suku atau etnik yang sama. Ragam bahasa yang tidak resmi dipakai jika penutur melihat mitra tuturnya sebagai orang biasa yang tidak perlu dihormati dan pendidikan atau status sosial mitranya tidak tinggi.

 Pilihan ragam akan beralih ke ragam bahasa terpelajar atau ragam resmi jika para penutur dan mitra berkomunikasinya multietnik atau suasananya berubah, misalnya dari yang tidak resmi menjadi bahasa yang resmi. Jadi, penetapan pilihan ragam yang dipakai bergantung pada situasi, kondisi, serta bentuk hubungan antar pelaku dalam berkomunikasi. Bahasa yang dipakai dalam menulis surat dinas berbeda dengan bahasa yang dipakai pada waktu menulis surat pribadi. Surat dinas pada umumnya menggunakan bahasa yang resmi sedangkan pada saat menulis surat pribadi cenderung menggunakan bahasa yang tidak resmi atau  santai.

Bahasa dalam situasi yang formal harus memakai ragam bahasa yang resmi atau ragam bahasa baku, yaitu ragam bahasa yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Ragam resmi mutlak menuntut pemakaian kosakata yang baku serta struktur kalimat yang baku, sedangkan ragam bahasa tidak resmi tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.

Pada hakikatnya bahasa itu bersifat dinamis dan terus berkembang, terlebih bahasa Indonesia yang masih mencari bentuk menuju ke dalam pembakuan yang mantap, dan proses perkembangannya pun sangat cepat. Kelompok ragam bahasa yang paling banyak variannya adalah ragam bahasa berdasarkan topik pembicaraan. Faktor pembeda antara ragam bahasa yang satu dengan ragam bahasa yang lainnya terletak pada pemakaian kata atau istilah khusus sesuai dengan topik masing-masing. Pemakaian kata atau istilah khusus dalam bidang tertentu sekaligus menjadi ciri ilmiah atau tidaknya suatu ragam bahasa. Apabila yang dipakai kata-kata biasa atau kata-kata umum, berarti ragamnya non ilmiah. Sebaliknya, apabila yang dipakai kata-kata atau istilah khusus, ragamnya berubah menjadi ilmiah. sebaiknya mempelajari rajam bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi dalam penggunaannya.

 

BUKU CATATAN

Oleh: Gereoni Khalista

Kelas: VIII A

Tiga hari yang lalu, aku menemukan sebuah buku catatan di halte dekat sekolah. Sepertinya buku itu milik anak satu sekolah denganku. Kuambil dan kusimpan untuk diberikan kepada pemiliknyan nanti. Setelah itu, Aku menghubungi dan meminta tolong kepada temanku untuk dibuatkan sebuah berita kehilangan dan ditempel di papan pengumuman sekolah,

Setelah kejadian itu, hingga hari ini belum ada tanda-tanda kemunculan dari si pemilik catatan tersebut. Dari Informasi yang aku dapatkan, pemilik buku catatan ini adalah anak kelas X MIPA 3. Mungkin kalian bertanya-tanya, tentang mengapa tidak dititipkan saja kepada anak yang mengenal pemilik buku catatan itu? Jawabnya tentu tidak. Aku ingin mengembalikannya sendiri karena merupakan tanggung jawabku.

Bel istirahat berbunyi, saatnya ku mengembalikan buku catatan itu kepada si pemilik. Ketika sampai di kelas tujuan, aku bertanya kepada salah satu anak. Lalu ia menunjuk anak perempuan yang sedang fokus membaca buku. Kuhampiri anak tersebut dan menepuk pundaknya, ia terkejut dan menoleh kearahku.

Cantik itulah kata pertama yang terlintas dipikiranku. “Kau pemililik inikan?” tanyaku dengan senyum simpul sambil menunjukan buku. “Lain kali tolong lebih hati-hati” sambungku dan tanpa menunggu balasaanya aku langsung lari kencang keluar kelas. Wajah cantik si pemilik buku masih saja tergambar jelas dalam ingatanku. Yah maklumlah reades, cowok kalau liat gadis cantik, maka pemandangan lain seolah tertutup dengan wajah si gadis. Ayo benarkan? Lanjut dengan pikiranku yang dipenuhi pesona sang gadis, dan hati ikut berdebar dengan tingkah yang serba salah. Aku tak pernah mengalami hal ini sebelumnya, mungkin ini pengalamanku yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Setelah sekian banyak perempuan yang aku temui, aku ingin menjadikannya kekasihku. Aku mencari waktu mengatakannya, aku mencari cara meluluhkan hatinya. Semoga dirinya menjadi salah satu pembaca kisahku ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERAN GURU DALAM MERDEKA BELAJAR

Oleh: Kerin Duar

Rencana Strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan menyebutkan bahwa agar peserta didik dapat berhasil dari lingkungan kerja di masa depan. Ada enam Profil Pelajar Pancasila yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik yakni Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandriri, kreatif dan bernalar kritis. Keenam Profil Pelajar Pancasila di atas terintegrasi dalam sebuah konsep pembelajaran baru yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek yakni “Merdeka Belajar”.

Merdeka belajar berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah, seperti membuat kerajinan tangan, membuat makanan, dan prakter seni dalam budaya masyarakat setempat, oleh karena itu dalam proses pembelajarannya siswa dituntuk untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai objek dan maupun subjek pembelajaran dengan bantuan kontribusi guru sangat diperlukan.

Guru sebagai pihak yang menjadi garda terdepan pendidikan nasional dan menjadi actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum merdeka belajar ini, oleh karena itu peran guru menjadi salah satu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka belajar. Namun tak dapat disangkal bahwa perkembangan tekhnologi juga turut membawa serta pengaruh negative di dalamnya. Misalnya terjadi penurunan semangat literasi pada anak lantaran kemudahannya dalam mendapat informasi yang ditawarkan oleh internet membuat anak jadi bermental instan.

Melalui sebuah sistem formal seperti pendidikan yang diarahkan tercipta sebuah generasi penerus bangsa yang progresif dan produktif atau dengan kata lain pendidikan diarahkan untuk menjadi wadah demi menghasilkan anak-anak bangsa yang berkualitas secara inteklektual ataupun karakter.

Hal itu dapat kita lihat dalam data yang dikluarkan dari PISA (Program For Internasional Students Assesment) tahun 2015 yang menampilkan tingkat literasi yang meliputi bidang-bidang tulis, matimatika, sains, dan kabar buruknya Indonesia menempati urutan ke-62 dari 70 negara yang menjadi sampel penelitian.

Fakta memilukan ini menunjukan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum maksimal dalam proses memajukan kesejahtraan bangsa. Pendidikan kita belum mampu untuk menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas demi kemajuan negara. Sistem yang bekerja di dalamnya belum mampu untuk menciptakan metode serta model pembelajaran yang diampu untuk menciptakan SDM-SDM yang bermutu.

Dalam hal ini, sungguh keterlibatan guru sangat diharapkan oleh segenap anak bangsa yang memiliki mimpi besar. Semoga dengan penerapan Merdeka Belajar, segala hal yang menjadi kendala dalam bidang pendidikan akan terkupas tuntas dan sistem pendidikan Indonesia menjadi lebih efektif dalam melahirkan kader bangsa yang cerdas berintegritas, cerdas secara spiritualitas dan cerdas secara emosional.

 

MIMPIKU UNTU MIMPI MEREKA

Oleh: Bela Liman

            Kring…Bel telah berbunyi adalah waktu yang dinanti murid. Teman-termanku langsung merapikan tas dan guru sibuk mengingatkan tentang tugas. “Jangan lupa ya anak-anak, minggu depan tugas harus selesai. Ucapnya untuk kedua kali sebelum keluar dali kelas.

            Aku yakin semua temanku tidak mendengarnya karena sibuk membicarakan warnet yang baru dibuka di dekat sekolahlku. Aku tidak tertarik dengan hal itu karena aku ingin cepat pulang dan segera istirahat dari kerasnya perjalanan juang dari pagi hingga tengah hari.

            Cuaca yang terik membuatku berkringat dalam perjalanan pulang, “panas” tutur batinku. Namun aku tetap berjalan hingga sampai diperempatan jalan yang ramai oleh pedagang asongan ataupun para pekerja yang baru pulang dari kantor, mereka berhamburan memenuhi trotoar. Panasnya matahari yang menyengat membuatku terbakar sehingga aku mampir di warung terdekat. Akupun memutuskan membeli minuman favoritku dan meneguk habis sambil memikirkan tugas rumahku, “Apa ya tujuan dari cita-citaku”, pikirku.

            Saat itu, datanglah sesorang anak kecil yang membuyarkan lamunanku. Dia datang hanya beralaskan sendal jepit using. Ia membeli air mineral dan duduk di sebelahku. ia bertanya padaku, “Kakak habis pulang sekolah ya?” dan akupun balas dengan anggukan.

            “Aku pengen sekolah kaya kakak, sayangnya aku harus bantu mama biar kami nggak lapar dan bisa sekolah deh”, ucapnya. Aku terdiam melihat wajanya yang penuh dengan harapan itu, diapun melihat ke depan dan pamit pergi. Aku tersenyum dan bangkit dari dudukku. kini aku tahu, dan dapat aku simpulkan apa tujuanku bersekolah. aku tahu aku harus membantu mereka yang penuh harapan untuk menggapai mimpi. aku ingin menjadi guru yang akan mencerahkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.

CERITA GUURU DAN MURIDNYA

Oleh: Ninok Adam

Pada suatu hari ketika siswa kelas VIII SMP St. Klaus Kuwu yang bernama Thomas mengikuti KBM di kelas, Dia bertanya kepada gurunya yang mengajar mata pelajaran PPKN yang bernama bu Siti. Thomas bertanya kepada guru PPKN tersebut “Bu, hari guru ini dikenang pada tanggal berapa?” lalu ibu sitipun menjawab, “Thomas hari guru akan dikenang pada tanggal 25 November dan kita wajib juga memberikan ucapan selamat kepada guru-guru ya”.

Pada Saat itu, teman sebangku Thomas bernama Samos bertanya kepada Thomas. “Thomas kenapa kau bertanya seperti itu kepada ibu guru, sementara ini masih tanggal 19 November?” lalu Thomaspun menjawab pertanyaan temannya tadi. “Samos, saya hanya ingin tahu hari guru dikenang pada tanggal berapa, siapa tahu kita juga diminta untuk membuat tulisan dari team literasi sekolah dalam menyambut hari besar tersebut, jadi alangkah baiknya kita muali membuatnya dari sekarang”, jawabku. setelah itupun Thomas dan Samos melanjutkan konsentrasi mereka pada pembelajaran yang sedang berlangsung.

Pada jam Istirahat tiba, Thomas dan Samos berdiskusi untuk membuat tulisan berupa puisi dalam rangka mengenang hari guru, namun kendalanya adalah mereka berdua tidak tahu struktur kepenulisan puisi dan mereka belum tahu mengenang hari guru yang keberapa kali pada tahun ini. Saat mereka masih diskusi, datanglah seorang guru bahasa Indonesia yang bernama ibu Anita. “Ibu, kami boleh tanya?” langsung dijawab anggukan oleh ibu Anita. “Kalian mau bertanya tentang apa”? ibu Anita balik bertanya pada Thomas dan Samos. “Bu, kami ingin bertanya tentang bagaimana struktur kepenulian puisi dan pada tahun ini kitan akan mengenang hari guru yang keberapa?” jawab kami dengan lempar pertanyaan.

Mendengar pertanyaan anak didiknya, ibu Anita pun menghentikan langkahnya dan berusaha menjawab pertanyaan mereka secara lugas. “Baiklah Thomas dan Samos, saya akan menjawab pertanyan kalian secara singkat saja, mengingat sebentar lagi ibu ada les di kelas lain, dan kalian akan melanjutkan pembelajaran matetikan untuk jam berikut. Thomas dan Samos, sebelum kamu masuk dalam struktur kepenulisan puisi, hal pertama yang kamu harus pelajari adalah pengertian dari puisi itu sendiri. Yang mana puisi itu adalah bentuk ekspresi yang memanfaatkan medium bahasa, namun bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa percakapan pada umumnya. Puisi akan mengekspresikan pengalaman jiwa dengan menggunakan bahasa sastra. Sedangkan langkah-langkah dalam menulis puisi, paling tidak kitan mengetahui beberapa hal, yakni: 1) mampu menentukan tema, (2) menentukan kata kunci dari hal yang ingin kalian tulis melalui puisi, (3) Diksi atau pilihan kata yang digunakan, (4) Gunakan gaya bahasa atau majas untuk menghasilkan kata-kata yang puitis, (5) kembangkan puisi seindah mungkin dengan memperhatikan susunan kata, larik dan menjadi bebrapa bait hingga membentuk puisi yang utuh dan bermakna, (6) bait, desain bait dengan pilihan yang menarik misalnya disusun 2 baris tiap bait yang disebut distikon, 3 baris perbait atau terzina, dengan 4 baris perbait atau kuatren, 5 baris perbait atau kuintit. Jadi, Thomas dan Samos mungkin itu penjelasan singkat yang perlu kamu pahami dalam menulis puisi, dan ibu harap kamu paham dengan apa yang ibu jelaskan. Sedangkan untuk tahun ini kita akan merayakan hari guru yang ke-29 dan HUT PGRI yang ke-78”. jelas ibu Anita dengan lugas dan penuh makna.

Setelah itu kedua sahabat tersebut mengucapkan terima kasih kepada ibu Anita yang telah memberikan solusi dari kendala yang mereka alami. Saat itu mereka senang karna mendapatkan titik terang dalam membuat puisi. mereka dengan semangat mencari referensi tambahan dari buku yang berada diperpustakaan.

Dua hari kemudian mereka mendapatkan informasi bahwa semua siswa diminta membuat tulisan dalam bentuk puisi, cerpen, opini, cerita rakyat yang diminta oleh team literasi sekolah. Mereka dibertahukan terkait tema HUT PGRI yang ke-78 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Saat itu juga mereka dengan semangat melanjutkan dtulisan mereka yang awalnya hanya menjaga-jaga. hingga pada akhirnya mereka mampu membuat puisi yang berkaitan dengan tema umum sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa dan dedikasi guru untuk kehidupan mereka dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Setelah mereka merasa puisinya sudah utuh dan membentuk makna, merekapun dengan percaya diri mengumpulkan karya tersebut kepada oordinator sekolah dengan harapan tulisannya menjadi salah satu karya yang akan diterbitkan pada majalah dinding (Mading) Sekolah.

 

 

 

 

TIMUNG TE’E

By: Nesya, Ain, Oswal P, Laura R. Ketrin

              Long time ago, there was a beautiful girl named Timung Te’e. She was born from mystical treaty with a giant named Empo Rua. In their treaty, Empo Rua would take her back when she turned to seventeen years old.

When Timung Te’e celebrated her 17th birthday, Empo Rua came to take Timung Te’e. However, parents broke their promise and asked her to run away. Empo Rua was so angry that he chased after Timung Te’e. While running, Timung Te’e fought back by spreading the salt, shrimp paste and also cucumber seeds.

The cucumber seeds turned into the bamboo forest, the salt turned into a sea and the shrimp paste turned into the suction mud. Then, Empo Rua was sucked by suction Mud and Timung Te’e could return home safely.


 

PITON

By: Yuni, Tita, Rivan, Geral, and Exan

            Once upon the time, there lived a small family in Kota Komba. The family member was a father named Anton, a mater named Tina, and two daughters. The elder named Tika and the youngest named Cindy. They lived in a simple hut. Fulfilling their living needs was very depending on Rice plant and banana. Therefore, taking care of rice plant and banana in the fields was Anton’s daily routine.

One day, Tina told Anton that she was sick and he told her wife to get rest. “Tina, this morning I will go to the field. You have to stay home all day long to get rest” said Anton. Tina responded to her husband by nodding her head. She also prepared banana stock as provision for her husband. After Anton left the hut, Tina suddenly recovered

One day, Tina followed her father to the field and told him that their mother was always left home when their father left for work. “When you go to the field, mother always leaves us alone” said Tina. After listened to Tina’s story, Anton told her to go home early so that her mother would not suspect something bad.

The next day, Anton went to the field and say goodbye to his wife. When Anton was gone, Tina immediately left the hut without realizing that her husband was pretending to left the hut then followed Tina. He was surprised that he found Tina having affair. Knowing what his wife had done, Anton immediately ran towards the hut. A few moments later, Tina came home and saw her husband stand of the door of the hut. “Go away! Don’t ever come back to this place” shouted Anton. With tears in the eyes, Tina left the hut. Before leaving, Tina said something to her daughters, beside, Anton left for the fields. When the sun was on the western horizon, Cindy cried. Tika couldn’t stop her sister crying. Then remembered her mother message that if cindy cried Tika had to take her to the river. At the river Tika called her mother

“Ene ene eeeee……. Mai zuzu zaze”….  A few moments later Tika was very surprised because she saw a piton coming towards them. It turned out that the Piton was Tina whom had come to catch up with her daughter. After breasfreeding, Tina who had now transformed into a piton, returned to the river .Before leaving he advised Tika to always take Cindy to the river when she cried. Tika always carried out her mother’s orders every day when Cindy cried,Tika always took her to the river but one day, the mothers did not come to them. A panicked Tika kept calling her mother. However, her effort was failed.

Tika whom still hopes for her mothers’ arrival, always went to the river until finally she heard the news that three days ago a hunter had killed a piton tail in the river where Tina lived. Now Tika realized that her mother was murdered. With deep sadness, Tike left the river. That’s was the origin of Piton that called Nepa in Manggaraian Language.


PO’ONG TURENG

By: Veya, Sastri, Marni, Rafi, Ino and Erik

One upon the time, there was a boy named Yos.He stayed in wood that village in Cibal.Yos had cow and wish for having more friend.Polus had a son named Ian,who was very naughty.Polus wanted his son to change to lived in the forest.He ran into the forest, in the forest he found a cow, the cow was Yos only friend in the forest, then Ian followed the cow’s trais to Yos house at Yos house Ian find Po’ong ntureng written on Yos house board.

Two days after Ian lived in Yos house very heavy rain and strong winds came causing yos house to be destroyed and the equipment in Yos house to be carried away by the rai,but only a board was left that said po’ong ntureng .

Since then,the forest has been called Po’ong ntureng.

 

 

Wela Rana

Reno,Variin, Jhui, Chandra, Vesto, Jhois

A long time ago, there lived a beautiful girl in a kingdom named Wela Rana. She lived with her father. They lived with plenty of wealth. However, Wela Rana mother have passed away when she was born.

One day, Wela Rana went to the bathe with her soldier. Then the soldier went to guard from far. When Wela Rana start to bath, she took off jewelry from her body. Once moment on that time, there a bird that steal the jewelry. He was ordered by young man who fell in love with Wela Rana.

Hearing the problem faced by her daughter, the king announce to people that a bird stole jewelry of her daughter. Therefore, he told the people that if anyone could find the jewelry, he could marry his daughter. By the time, young man take chance to get married to Wela Rana. Then he brought jewelry to the king and the king very thanks to him and directly approved they’re relationship. Finally, Wela Rana and the young man got married and lived happily in deep kingdom.

 


 

MONKEY AND FROG

Ario, Yogi, Rista, Lani, Laura J.

In a forest, there lived two friend, that was a monkey have character greed and arrogant and a frog have good character and calm. They have a very big garden where they usually plant for any type of plants.

           One day the monkey and the frog went to the garden to plant a banana tree. When they got there, the banana tree plant by the frog had its roots down and the tree up. Yet the monkey, it planted the roots up and the tree down. After finishing planted the banana tree, they both went back to their respective homes.

          Several months later the frog and monkey went to the garden to check the banana trees. When they got there they were very surprised because there was only the banana tree planted by the frog was fruit, while the banana tree planted by the monkey was not. The monkey also asked the frog to divide it in half. The frog agreed. But because frogs couldn’t climb trees, he asked for help from the monkey to climb and pick the fruit. However, the monkey was very greedy, he ate all the banana the frog had didn’t leave a single banana from him. The frog regretted it because he easily trusted the monkey. Due to his disappointment with the monkey, the frog kept a thorn under the banana tree with the intention of avenging his gread from the monkey

After that, the monkey screamed in pain and asked the frog for help. Even though the frog was very disappointment, he still wanted to help the monkey by removing the thorns on his body and treating the wound. Soon after that the monkey regretted his behavior, he apologized to the frog and promised to not repeat his mistake again. Finally the frog forgave the monkey. They became friends again and were happy forever.


 

SANO NGOANG

By: Devi, Intan, Dio, Nesi, Pirlo

A long time ago, In a village there lived two man who was paralyzed and blind. Their house were close together so they helped each other. One day the people in the village went to work and they were the only ones left in the village.

When the evening came, the paralytic and the blind man had not eaten. So they got together to cook rice, when they wanted to cook the rice, there was no fire in the blind man’s kitchen, then the blind man asked the paralytic for charcoal, then the paralytic gave him the charcoal, via the dog, and the charcoal was taken to him, tried it to the dog fail. When the dog arrived at the blind man’s, his the dog’s tail was on fire. The paralytic man who saw this laughed and the blind man who heard this laughed too.

Suddenly in front of the paralyzed man an old grandfather appeared and asked the paralyzed man, do you choose porridge. The old, grand father went to the blind man’s house and asked the same thing and the same answer from the blind man. Then in an instant the grand father’s eyes stuck a stick into the ground and a spring emerged from the stick he stuck in. Then the village was filled with water so a lake was formed and the lake was called Sano Nggoang.


 

PONDIK

By:Ciko N,Yupe , Andin ,Alvares

Was upon a time in a village in Manggarai, there lived an impostor young man named Pondik. He felt hungry then planned to deceived villager then Pondik came to mite old costume and said “good morning sir”. “good morning Pondik how can help you?” said old costume. “Sir I want to sell my drum and gong will melodies then without thinking the old costume agree with Pondik.

When the evening comes, Pondik went to the traditional house where village gathered “hello everybody if you want to listen to this drum and gong you have to close the door and window” after that, Pondik ordered old costume to open sack that Pondik brought. Pondik run away while the sack brought by Pondik opened by villagers who stayed in that traditional house. After several minutes, the villager chased after Pondik. When they got Pondik, he then tied in the traditional house.


 

ULUMBU

By:Gelvan, Tino, Yuno, Arsa

         Once upon a time, there lived a man and his beloved dog named Ulumbu in Satar Mese Village. The Dog was Very smart and always obey what’s the Master asked him to do.

        One day, the master wish to test his dog to see if the dog would always obey his commands. Then he thought that he had finally got an idea, he told his dog to search namely the land in the cemetery, his master asked for his dog it turned out that the dog was following his request.

A few moments later, the Dog left his master. After a few weeks without saw his dog, he decided to go to the hill to find Ulumbu. When he arrived to the hill he felt sad and regret because he had praise the goodness of his dog. The dog had died in the hill. from there the village was given the name Ulumbu.


 

NUCA LALE

By:Nera, Acha, Atus, Fino

Once upon a time, in the day when there were many breadfruit tree sin the forest, there lived Mekulas and Negiles they were lazy people. Their huts were made of dry, unorganized grass more like a pig nest. Meanwhile, Mejiler and Nengilen are diligent and humble. Their huts were made of dry leaves from breadfruit trees arranged in an orderly mannered.

It is said that I the live of ancient humans, winds and earthquakes meant that God was passing by to check on his people. When the wind and earthquake came and the Neliges acted their hut was also damaged by the wind and shaken by the earthquake.

Meanwhile, Mejiler and Nengileng always call for prayers when there is wind and earthquake. Their hut was not damaged. The presence of wind and as disasters should make us aware of our mistakes and self-arrogance. 

         

 


 

Rana Mese Lake

By: Gisel, Sintia, Alves

Once upon a time, in a village Lerang there was two lakes, that named Rana Mese lake and Rana Hembok lake, Rana Hembok was biger thatn the Rana Mese lake. Two lakes were meant to be an enemy. The two’s of them was inhabited by genies.

At some moment, the genies from Rana Mese lake and Rana Hembok lake were engaged in a war a grabbed power. On the other side, the genies of Rana Mese lake have no weapon. So, they would to make it.

One time, there two people seek wood in the area of Rana Mese lake. At the moment, they meet a genies in Rana Mese, the genies was thought and made a promise, “if you want to earn more wood, you have to make a weapon for us” said genies. They agreed and make a weapon from a pointed bamboo.

The war started and genies of Rana Mese lake finished and defeat the genies of Rana Hembok lake. Owing to that efforts, water from Rana Hembok lake flow to Rana Mese lake. Now, Rana Mese lake become biger than before and become a tourism place that visited by many tourist.

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TANPA TANDA JASA

Oleh: Della Astrivan

Bagaikan daun yang ditiup angin

Terkadang lepas dari Rantingnya

Terkadang melekat dan kokoh tak jatuh

Bukan sekadar kuat untuk bertahan

Tapi usahanya mengikat diri

            Kegagalan bukan awal kehidupan

            Kucoba membaca dan menulis kata

            Mengisi kekosongan daya ingatanku

            Cibiran yang kau hiraukan merontai semangatmu

Impian hidupku kian kelam,

Terbentang hamparan luas tak tergambar jalan

Kau datang mengukir sejuta prestasi gemilang

Jasamu tak ternilai dalam kringatmu yang tak basi

Kegigihanmu memukau setiap sudut mata

            Kau telah menjadi bukti,

            Meski bermodalkan spidol dan tinta

            Tapi jasamu tak terlupakan

            Terima kasih pahlawanku

            Pengorbananmu tak terkira bagiku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Lia Nalut

Guruku…

Kau bak mentari yang menyinari bumi

Begitulah engkau menerangkan pikiranku

Ketika aku tak tahu

Kemana aku harus berjalan

Saat itu engkau yang selalu

Hadir untuk menuntun

Kemana aku harus berjalan

Engkau hanya guru biasa

Tapi jasamu sangat berarti

Bagi kami yang sekarang

Sedang mengikuti jejakmu

Terima kasih guruku

Kau selalu menuntunku

 

MERAH DARAHKU

Oleh: Ecen Tangkur

Mengalir darahmu bagaikan air

Memberi dan menyebar adalah tugasmu

Mencari adalah tugasku

Di hari-hari aku memberikan masa depan

Aku tanpamu bagai bunga tanpa air

Kau menerangi sudut hidupku

Dalam ketidaktahuanku engkau membuka jalan

Tubuh, otak dan pikiranku bergerak mendengarmu

Engkau akan selalu menjadi cahaya bagi kehidupanku

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Vito Iron

Guru pahlawanku…

Andai kata matahari tiada

Dunia akan beku dan bisu

Pelangi tidak apan terpancar

Kehidupan tiada akan terlaksana

            Disaat titik kegundahan menghampiri

            Terlihat setitik cahaya yang kami cari

            Yang Nampak dari sudut-sudut ilmumu

            Tiada akan pernah diterpa angina

Guru pahlawan tanpa mengharapkan imbalan

Saat kami tak sengaja mengabaikan ilmumu

Engkau tak lelah dan terus mememotivasi

Darimu kami mengenal banyak hal

            Tentang warna yang indah

            Tentang garis yang harus di tulis

            Juga tentang kata yang harus dibaca

            Hidup kamipun berarti tak sia-sia

Guru pahlawanku

Tiada kata yang pantas kami ucapkan

Selain terima kasih atas jasamu kuucapkan

Maafkan kami yang kadang menempatkanmu pada rasa kecewa

Jasamu abadi tak terurai.

 

 

 

 

 

 

GURU PELITAKU

Oleh: Kristo Yikim

Gurumu denganmu aku bisa

Melewati masa-masa sulit dalam ketidaktahuan

Engkau membimbingku mengenal sulitnya bentuk huruf

Engkau mendampingiku merangkai bunyi menjadi bahasa

Mengarahkanku mengenal angka, mengenal lambang dalam aljabar

Guruku…semasa proses yang kulewati

Aku memiliki kisah yang kadang baik kadang sulit diterima

Apapun itu aku akan berjuang demi tanah air tercinta Indonesia.

Aku akan berusaha untuk merdeka dalam belajar bersama guru pelitaku

Jasamu akanku kenang selamanya

Jasamu tiada tara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PAHLAWANKU

Oleh: Kamelia Mirjana

Oh guruku….

Engkau bagaikan penean jalanku

Yang penuh dengan kegelapan

Saat aku menyusuri lorong suram nan sunyi

Engkau datang membawa pelita

Aku yang dulu hanya bermimpi

Kini bertekad untuk menggapai

Guruku pahlawanku

Jika tanpamu aku seperti buta

Tak mampu mengenal baca

Apalagi mengurai angka

Aku berterima kasih kepadamu

Saat kebingungan melanda diriku

Kau menghampiri dan membimbingku

Guruku, aku tak pandai merangkai kata

Untukmu aku ingin mengucapkan terima kasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU

Oleh: Erik Dahus

Wahai guruku

Engkau sosok berjasa

Menumpahkan keringat bagi negeri ini

Tak gentar engkau berjuang

Demi kami manusia penimba ilmu

Oh guruku

Jasamu tiada tara bagi bangsa ini

Dengan tekadmu kami jadi bersemangat

Semua karena jasamu

Semua karena semangatmu

Kami menjadi berilmu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU PAHLAWANKU

Oleh: Ino Jerahi

Ketika pagi kamu datang

Senyum cerahku menyapamu

Di pintu kelas terdengar sapaan hangatmu

Membawa kami pada semangat untuk maju

            Kau tepuk pundakku dengan senang

            Bertanya kabar dan memberi semangat

            Agar aku terus belajar dan berusaha

            Melawan kelalaian dan rasa malas

Guruku yang kusayangi

Engaku terang dalam malamku

Hapuskan kegelapan yang melanda diriku

Guru pahlawanku

Teruslah menjadi tempatku berpegang

Teruslah menjadi tumpuan murid

Teruslah memberi bekal dimasa datang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KERINGAT SANG GURU

Oleh: Kheren Anashawa

Guru…Engkaulah pelitaku

Tanpamu dunia akan gelap

Semuanya akan buta dan bisu

Tak menentu arah yang dituju

Tak tahu apa-apa hanya duduk termenung dalam diam

Guru… butiran keringat yang menetes dari tubuhmu

Dan semua ilmu yang engkau berikan,

Membuat kami sadar begitu besar jasamu

Demi anak penerus bangsa dan masa depan kami yang cerah

Engkau pantas sebagai pahlawan

Semua tahap belajar yang telah kulewati

Dan semua ilmu yang kudapat

Tak dapat dibandingkan dengan apapun itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Oleh: Karen Duar

Guruku…

Engkau adalah pelita kegelaoanku

Tanpamu aku tak mengenal ilmu

Tanpa engkau tak mampu aku berdiri

            Oh guruku…

            Semua orang sukses karenamu

            Walaupun banyak rintangan menghadang

Kau tetap berusaha demi mencerahkan bangsa

Namamu terlukis dalam sanubari kami

Pahlawanku…

Karenamu anak negeri berhasil

Negara bangga akan keberadaanmu

Kerja kerasmu membentu karakter bangsa

Usahamu melahirkan manusia cerdas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU PELOPOR ILMU

Oleh: Ketrin Sari

Guruku pelopor ilmu

Suaramu sangat berarti bagiku

Kami bijak karena dirimu

Apa jadinya diriku tanpamu

            St. Klaus Kuwu tempatku belajar ilmu

            Di sini aku menimba ilmu melalui dirimu

            Peranmu tak kurang lebih pengajar bagiku

            Guruku tak pernah Lelah dirimu

Engkau bagaikan pahlawan bangsaku

Terima kasih guruku

Atas jasa baikmu

Membuatku terus belajar

            Engkau selalu kukenang dalam hatiku

            Tanpamu takan tahu mana baik mana benar

            Kaulah penuntun hidupku

            Guruku engkau penerang bagiku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU PENERANGKU

Oleh: Tita Ganul

Dari terbitnya matahari

Sampai terbenamnya

Teriring tiu similar

Angina pada dini hari

Yang sejuk dingin

            Dalam pelukan cahaya bintang temaram

            Kau terus menyapa hangat dengan senyum indah

            Kau menjadi bintang palin terang

            Di antara bintang lain yang terang

            Walaupun terkadang mendung siap menghalang

            Tunjukan dan buktikan bahwa kaulah terang

            Dengan semangat menggelora

            Hingga aku pantas menyebutmu guruku

 

 

INDAHNYA ALAM

Oleh: Brian raul

Kicauan terdengar merdu

Menandakan adanya hari baru

Indahnya alam ini membuatku terpaku

Seperti dunia hanya untuk diriku

Kupejamkan mataku sejenak

Kurentangkan tanganku sejenak

Sejuk, tenang, senang kurasakan

Membuatku seperti melayang kegirangan

 

 

 

 

 

HAMBA PENGETAHUAN

Oleh: Rista Nendi

Ketidak tahuan membinasakan pikiran

Pergerakan mengalurkan kejahatan

Kehausan dahaga kehampaan

Pantaskah ditahan untuk berlanjut.

            Datang mereka dengan seribu pengetahuan

            Sabar dan setia diberikan

            Dapat mengisi kekosongan

            Untuk memberikan detik pengharapan

Dinanti dan didambakan

Ia seorang cahaya kehidupan

Dirinya datang bagai bintang

Memberi suatu alur tujuan

            Dia mewartakan dengan lantang

            Semua hingga paham kehidupan

            Ia bagai pohon mawar tanpa duri

            Lekas ia datang memberi daya tuntunan

 

 

 

           

 

 

 

         

         

 

 

MENJADI PINTU ILMU

Oleh: Atus Hasu

Di dunia yang luas dan cemerlang

Ada sosok penuh dedikasi dan semangat

Guru sebagai sosok yang luar biasa

Menjadi pelita yang menerangi gelapnya akal

Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa

Membimbing kami melalui hiruk pikuk masa

Dengan ilmu kelembutan tanganmu

Kau membuka pintu dunia bagiku

Setiap bait perjalanan adalah sejarah

Pahitnya menjadi pengingat saat tiba putus asa

Setipa kata terucap dari mulutmu adalah semangat

Menjadikan kelas sebagai ruang sejarah

Penuh canda tawa dan berhaga

Mengumpulkan kembali nyawa yang tertidur dalam bingung.

Guruku pintu ilmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                       “KERJA”

                                                   By:Bella LimanJ

Soal dibagi

Mata membaca naskah

Jantung bergetar memikirkan

Bahan belum dibaca

                                                                   Jaksa saraf mengutarakan masalah

                                                                   Hakim hati membimbang menujukan

                                                                   Keputusan

                                                                  Karena materi perkara kabur

                                                                  Dilanda ngelamun saat belajar

Tali dahi kerut merengut

Otak bekerja mengingakan bahan

Yang telah didapatkan

Semua telah hilang bersama mimpi malam

                                                                     Namun masih teringat huruf A pertama

                                                                     Aku bisa bekerja sungguh naskah

                                                                      Ujian

                                                                     Yang diuji

                                                                     Untuk mengukur kemampuan

                                

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                 ANGAN DISETIAP MALAM

                                         {Efratiano Tam}

         Sendiri pada kesunyian malam

          Temani oleh angan dan harapan

         Berharap kepada Tuhan yang dirangkul tangisan

        Akankah senyum kebahagian akan dating

           Melangkah sendiri di kegelapan malam

           Mencari jatuhnya sinaran rembulan

          Yang ditemani kerlipnya bintang

        Dengan cahayan yang memenang insan

       Secercah harapan dihadapan sau penikmat

     Hanyalah bayangan yang tak terwujud

    Dalam setiap doa yang diwujudkan

   Dalam setiap doa yang di wujudkan

 

 

 

                                                                                              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                    Rantai Harapan

                                                       Oleh: Stevan S

 

                                Tak ada rantai yang mengikat

                                 Pada jejak yang terlepas

                                Meski anca menjeru

                              Melebur,memberi matrik pada otopia

                                Banyak utopia dalam cita

                                Mereka hidup bersama  yang dalam kelabu

                            Atmaku mengerang

                                Tuhanku aku menyerah

                                Namun,harapan menyusik

                                Bejuang melewati bena

                          Tuhanku bisakah kau berikan abhati untukku

                           Kan kukejar kemenangan

                               Memikat sebagai arutalo

                            Menampung harsa amersa….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        SANG PAHLAWANKU

          Oleh: Vino Banggut

 

Guru…engkau sang Pahlawan-ku

Tumpah engkau aku tidak tahu

Hitung dan membaca .Aku tidak

Tahu apa balasan-ku kepada-mu

Terima kasih guru,karna engkau

Telah mengajar-ku dengan baik.

                    Guru engkau adalah bintang-bintang seperti dilangit

                   Bagai ombak deras bintang-bintang pun bahagia dan

                    Melihat indah ombak pun melihatnya indah.

Guru sang sejati-ku,bintang-bintang

Pun jatuh dari langit,

Langit pun tersenyum karna

Bintang di langit sang

Sejati-ku dan sang pahlawan-ku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“BERMIMPI”

By: Avril Abin

 

          Aku manusia yang baru merangkak berjalan

            Ingin memimpin bangsa yang akan datang

            Untuk itu,aku berjuang mencari ilmu

         Setumpuk gunung dan mengail ikan iman

 

         Aku manusia muda,umur setahu jagung

            Menuntun ilmu,mentati larangan agama

           Agar aku dapat merebut tongkat estafet

           Kepemimpin Republik ini

 

         Aku manusia menggapi keadilan

        Karna aku berjuang berusaha

       Untuk menjadi pemimpin terang kegelapan

                                                                      *Kuwu,25 novemer 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                          GURUKU TERSAYANG

                             By:Sella Bunga

 

             Pagiku cerahku matahari bersinar

              Ku gendong tas merah ku

              Di pundak…

              Ku nantikan dirimu di depan

              Kelasku menantikan kamu

             Guruku tersayang,guruku tercinta

             Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa

              baca,tulis mengerti banyak hal

            guruku terima kasihmu…

Nyatanya diriku kadang buatmu marah

Namun segala maaf kau berikan...

Guruku terimakasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               

 

 

 

 

 

 SUARA ANAK NEGERI  

                      By: Wulan.J                                                                                                   

Kutulis puisi ini

Saat nurani terlanda kabut

Karena rentetan kisah sendu

Menggores ziarah negara ini

Atas terbitnya para sahabt

Aku Cuma berdoa

Biarlah cahaya jiwa mereka

Menjadi lilin kehidupan damai

Untuk para pencari keadilan

Yang meletak kebenaran

Aku Cuma berharappan

Anak negri ini

Jangan tergiur dengan harta kekayaan

Yang menghalalkan segala cara

Untuk mengisi hidup kian tersisi

Kutulis puisi ini

Buat para guru yg mengajarkan keutamaan

Yg melahirkan generasi cinta keadilan

Perdamaian dan merendan peperangan

Serta mendorong buah kesombongan

 

 

 

 

 

 

 

 

       “JATUH DAN BANGKIT KEMBALI”

              By:Herdden

 

Sebab terlalu lama dipaksa untuk meminta

Tangan terkuali bagai dikoyak

Sebab terlalu lama pasrah pada derita

Kesetian diinjak

Demi amanat dan beban rakyat

Kami nyatakan ke seluruh dunia

       Telah bangkit di tanah air ini

Sebuah aksi perlawanan

Terhadap kepalsuan dan kebohongan

Yang bersarang dalam penindasan

Orang-orang pemimpin perjuangan

Selalu siap untuk menentang!!! 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURU DAN AKU BERJALAN WAKTU

           Oleh: Ninok.A

Hari berjalan bersama waktu

Seperti sang surya yang terbit lalu terbenam

Aku terasa seperti awan

Yang di tiup oleh angina dari Timur ke Barat

          Hari terus berganti

         Masapun ikut berganti

        Seperti hari ini

        Aku berdiri disini

Karna engkau aku seperti ini

Karna engkau  aku jadi begini

Karna engkau Guruku waktu tak terasa

Karna engkau aku jadi seorang yang berguna

    Guruku engkau membuat waktu terasa

     Berarti

    Aku berjalan bersamamu  disini dan nanti

   Hari-hari ku lewati bersamamu

Engkau juga mengajarkan aku yang berarti

Dalam hidup ini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                 GURUKU YANG HEBAT

                   By:Laura Jehedo

 

  Wahai Guruku

Engkau seperti matahari yang bersinar

 Tanpa lelah dan letih

Namun engkau menerangi aku sebagai seorang pelajar

Namun engkau tak pernah pasrah

Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa baca tulis

Dan tak mengerti banyak hal

Namun engkau tak pernah menyerah dan mundur

Kini ku melihat pantulan cahaya dibalik kaca

Yang penuh kebahagiaan

Kini ku sadari betapa jasamu

GURUKU

             Namamu jasamu akanku kenankan selalu

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

              GURU PAHLAWANKU

                By: Satria Kamelut

 

 Punjangga Pulau seberang dating bertanya

Apa kata hatimu tentang seorang guru?

Guruku….mau dengan jawaban hatiku?

Guruku aku mau guruku tahu!

Hatiku berkata bahwa guruku adalah pahlawanku

Pahlawan yang berkerja sama dengan sekolah

Membawah ke dunia yang fana ini

Melatihku merangkak dan berjalan untuk menuju

Masa depanku

Menemani masa emasku

Mendampingi belajarku

Membuatku mengerti makna dan tujuan hidup

Guru,engkau sungguh Pahlawanku.

               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                         Bangsa Muda

                                                   By: Reno Suhardi

 

 

Aku anak bangsa

Generasi penerus bangsa

Yang mempertaruhkan

Keadilan,makmur,dan sejatera

                                                             Aku anak bangsa                                                

                                                             Yang harus belajar

                                                              Mendengarkan guru

                                                               Dan menghargai guru

Aku manusia muda

 Yang selalu setia

       Menerima pelajaran

          Dalam setiap rintangan

                                                        Aku manusia mudah

                                                         Yang belajar mencari kebenaran

                                                              Di dalam setiap halangan

                                                          Untuk mengapai keberhasilan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BERMIMPI

Oleh: Dani Sutanto

 

        Aku Manusia Yang Baru Merangkak  Berjalan

              Ingin Memimpin Bangsa Yang Akan Datang

                 Untuk Itu , Aku Berjuang Mencari Ilmu

                  Setumput Gunung  Dan Mengail  Ikan Iman

            Aku Manusia Muda, Umur Setahun Jagung

                 Menuntun Ilmu   Menanti ,Larangan Agama

                   Agar Aku Dapat Merebut Tongkat Estafek

                              Kepemimpian Republik Ini

                Aku Manusia Menggapai Keadilan

                     Karena Aku Berjuang Berusaha

                          Dengan Belajar Dalam Takwa

                          Untuk Menjadi  Pemimpin Terang Kegelapan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GURUKU  PELITAKU

Karya: Chika Harlin

Guruku…

Pelita Yang Selalu Menerangi Mimpiku

  Menuntunku Mengajarku Dan Selalu Mendidiku…

                     Menemaniku Jika Aku Ada Masalah

                            Dari Pagi Sampai Malam Engkau Tetap Lelah

                                   Mendidiku Dan Mengajariku….

        Wahai Pelitaku….

          Dari Gelapnya Dunia Hingga Teranganya

            Engkau Tidak Pernah Meminta Pamrih

            Walau Dari Pagi Sampai Malam Engkau

                         Selalu Menemaniku….

      Guruku Pelitaku…..

        Menjadi Sandran Jika Kami Ada Masalah

                  Menjadi Penyemangkat Jika Kami ada masalah

Menjadi penyemangat jika kami malas

Menjadi penuntun kami, jika kami hilang arah

Menjadi sumber pelita bagi mimpi kami

 

 

 

 

 

 

 

                  

 

 

 

                      TERIMAKASIH GURUKU

                            By: Ozwal.Budi                   

  Guruku….

  Terimakasih guruku

  Kau telah memberikan pendidikan

   Sungguh senangnya aku

    Mendapat ilmu karena pendidikanmu

 

 Engkau adalah pahlawan

  Tanpa tanda jasa

  Aku ingin seperti

  Yang selalu membimbing dan mengajarkanku

 

   Walau kau keras kepadaku

    Aku tahu kau sangat sayang pada-ku

     Aku tahu engkau adalah insan yang

       Mengajarkan

       Bukan insan,yang selalu menghajar.

                  Terima kasih guruku

                                Tercinta…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

               GURUKU

          By: Keysa Noveranda

 

Engkau adalah guru yang hebat

Engkau rela berkorban demi kami

 Dan engkau mendidik kami sehingga

  Kami bisa menentu masa depan

           Wahai guruku

  Kami anak-anak mu

Sangat merindukan mengajarmu

Dan kami ingin berterimakasih

Kepadamu karna guru mendampingi

Kami menjalankan pendidikan

  Dan engkau sudah membagikan

Ilmu mu kepada kami

Terimakasih guruku

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                      

                                  

 

 

 

 

                      

                                  

 

 

 

 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *