PERAN GURU DALAM MENANGANI KENAKALAN PESERTA DIDIK
Oleh: Nesya Asa
Peran guru dalam menangani kenakalan remaja ternyata
sangat mendukung perubahan karakternya. Kenakalan remaja memang beraneka ragam,
termasuk hal yang dilakukan oleh orang tua juga dilakukan oleh anak-anak. Jadi
dalam hal ini, peran guru sangat dibutuhkan dalam menangani kenakalan remaja. Benarkah
keterlibatan guru dapat membatu dalam mengatasi kenakalan remaja? Kalau ya, apa
saja metode yang dapat mengubah karakternya tersebut?
Anak-anak memang tidak dapat dikendalikan setiap
waktu, oleh orang tua, guru sekalipun masyarakat pada umumnya. Pada zaman
sekarang kenakalan anak memang cukup kompleks. perbuatan yang kurang
mencerminkan kehidupan terhormatpun mereka tetap lakukan. Di kota-kota besar,
telah menjadi pemandangan yang tidak sedap di mana anak-anak di bawah umur
hidup bergelandangan.
Sebagaimana yang disebutkan di atas bahwa generasi
muda atau anak remaja merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah karena
penerus atau generasi bangsa yang berarti anak-anak remaja dalam cakupan
masyarakat yang berhak untuk memperoleh ilmu, kesadaran hukum, dan kesadaran
sebagai salah satu peserta didik yang akan membangun dan meneruskan cita-cita
bangsa. Guru adalah aset penting dalam mengubah karakter anak, di mana
kecerdasan pengetahuan serta kesabarannya dalam mendidik dan meluluhkan sikap
ego dan kemalasan dari diri rema atau anak tersebut.
Sebagai fasilitator utama, metode utama dari guru
adalah memberi kemudahan belajar bukan hanya menceramahi atau mengajar apalagi
menghajar peserta didik. guru juga perlu demokratis, jujur, terbuka, dan
memberikan waktu bagi peserta didik untuk merefleksikan diri sembari membimbing
dalam mengubah karakter anak didiknya yang nakal. Dengan berjalannya waktu, ego
yang ada Dalam dirinya akan terkikis oleh banyaknya ilmu dan kesadaran yang
telah diberikan oleh guru.
dengan demikian peran guru memang sangat penting bagi
perubahan untuk menghilangkan kenakalan anak. Ambil contoh, dengan bimbingan
konseling yang sangat telaten, anak akan menyadari betapa besar peluangnya
untuk menjadi anak yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter demi mamajukan
bangsa.
KETIDAKSIMBANGAN KARAKTER GURU DALAM PEMBENTUKAN
KARAKTER PESERTA DIDIK
Oleh: Laura Raya
Seperti yang kita ketahui, guru adalah seorang
pengajar untuk mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa dan
posisinya sangat sentral dalam dunia pendidikan. Menjadi guru juga akan
berhadapan dengan berbagai tantangan untuk melahirkan berbagai propfesi-profesi
lain. Dalam kaca mata dunia sosial, guru terlihat sebagai perofesi paling dasar
dibandingkan profesi-profesi lainnya, namun demikian perannya yang luar biasa
mampu membentuk karakter peserta didiknya dan melahirkan banyaknya orang cerdas
dalam negeri.
Dalam hal ini masih banyak guru yang merasa kurang dan
kewalahan dalam proses atau aktifitas pembelajarannya. Persoalan ini muncul karena
banyaknya hal terjadi di luar kendali guru dalam kelas yang disebabkan oleh
berbagai tingkah dan perilaku peserta didik. Di lain sisi guru juga merasa
sulit membagi waktu antara aktivitas pembelajaran dengan berbagai penanganan
kasus yang dilakukan oleh anak didiknya. Efek dari kejadian seperti ini memicu adanya
kecendrungan guru yang tidak control dalam menyikapi berbagai persoalan dalam
kelas, misalnya dengan menggunakan kata-kata kasar yang sedikit mengganggu
psikis peserta didik, atau membuat peserta didik merasa bersalah, tanpa
mendengar penjelasan dari peserta didik.
Peranan seorang guru sebagai fasilitator atau manajer
bagi anak didiknya justru sangat baik bagi pendidikan karakter generasi muda.
Di sini anak didik akan di dengar dan diperlakuakan layaknya teman. Kendati demikian, dari masalah yang sudah di
jelaskan sebelumnya justru memunculkan ketidak seimbangan antara karakter guru
dengan tuntutannya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Bagaimana
tidak? Guru sering mengungkapkan kalimat yang melukai perasaan peserta didik
dalam kelas, yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa guru sendirilah
pelaku perundungan atau bully dalam lingkungan sekolah. Sementara di lain sisi
guru juga yang menekankan peserta didik untuk menghilangkan tindakan
perundungan terhadap warga sekolah, baik dari guru, tenaga pendidikan ataun
siswa. Hal ini guru melanggar aturan yang sudah disepakati bersama.
Dari masalah yang sudah dijelaskan di atas, tentu
menjadi poin penting bagi guru untuk merefleksi perannya sebagai seorang guru.
Dari masalah di atas pula dapat di ketahui bahwa kesannya guru hanya memaksa
peserta didik untuk berperilaku seperti yang diinginkannya, tanpa guru itu sendiri
memberikan contoh yang selaras dengan tindakannya.
Masalah tersebut di atas juga merupakan cerminan bagi
guru untuk merefelksikan bentuk tindakan kekeliruannya, sehingga ada perbaikan
dalam aktifitas pembelajarannya. Hal kecil berupa refleksi ini justru perlahan
berdampak besar bagi kenyamanan kami sebagai peserta didik dalam lingkungan
sekolah. Apabila refleksi dilakukan secara rutin untuk guru sendiri, maka
integritas, profesionalita guru akan terlihat secara nyata dan dengan
sendirinya peserta didik akan mengikuti tindakannya tanpa takut dimarahi.
Dalam kaitannya dengan tema HUT PGRI ke-78 Bergerak
Bersama Rayakan Merdeka Belajar yang menggagaskan makna mendalam di mana yang
ditekankan adalah merdeka belajar. Menurut saya hal ini syarat akan kebebasan
murid dalam berpendapat tanpa takut dibentak atau di salahkan. untuk itu
pesannya adalah semoga HUT PGRI ke- 78 membawa perubahan untuk semua guru di
Indonesia yang mana lewat kesetiaan dan ketekunannya sebagai pendidik menjadi
guru sejati yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga spiritual
dan emosional sehingga terciptanya generasi yang nyaman dalam lingkungan
sekolah.
MODEL PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DI NEGERI IBU PERTIWI
Oleh: Juan Karlos Loko
Tak dapat disangkal bahwa pendidikan merupakan aspek
fital dalam kehidupan manusia. kemajuan dan perkembangan hidup manusia sangat
bergantung pada pendidikan, sehingga manusia taka dapat lepas dari dunia
pendidikan.
Berita seputar dunia pendidikan
akhir-akhir ini menjadi tranding topik yang hangat diperbincangkan masyarakat.
berbagai kritik, saran, serta komentar yang terus membanjiri platform public
sebagai akibat dari model pendidikan yang kurang ideal dengan perubahan dan
tantangan zaman yang belum menemukan titik terang.
Ada beberapa pertanyaan besar dalam model
pendidikan pada era merdeka belajar di negara kita. Bagaimana menurut kita
semua model pendidikan di negeri kita ini? Apakah kalian setuju bahwa model
pendidikan yang saat ini kita rasakan sudah efektif? Ini sudah menjadi masalah
besar di bumi pertiwi. Sudah sepatutnya kita turun tangan dalam menyelesaikan
masalah pendidikan di negeri kita. Kalau bukan kita siapa lagi?
Pendidikan di negara Indonesia seharusnya
lebih dihidupkan lagi agar Indonesia lebih maju dan baik dalam memerangi
perkembangan zaman. Salah satu alasan mengapa pendidikan ada adalah untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengajar generasi muda untuk tahu memilih
mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tetapi, kita tahu sendiri bagaimana
kondisi negeri ibu pertiwi kita saat ini. Ada banyak sekali kejahatan terjadi
mulai dari yang kecil sampai pada hal-hal kompleks yang melibatkan banyak
pihak, sebut saja korupsi. Sudah menjadi rahasia publik akan maraknya kasus
korupsi di negeri kita, bahkan para koruptor mulai dari jajaran jabatan yang
paling rendah sampai yang paling tinggi atau singkatnya dari tingkat desa
hingga tingkat nasional. Para koruptor itu adalah bukti konkrit bahwa pendidikan
di negeri kita gagal total. Lantas, apa hubungannya antara koruptor dan
pendidikan? Mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan kita gagal total?
Gaya pendidikan kita terlalu
menitikberatkan semuanya pada kecerdasan inteelektual. Asalkan nilai-nilaimu
bagus, maka bisa lolos sekolah, dapat pekerjaan enak dengan gaji yang besar.
Prinsipnya bahwa para siswa harus pintar. Terserah karakternya baik atau jahat
sekalipun, sekolah tidak akan peduli. Sayang bukan? itulah alasan mengapa
banyak terjadi kecurangan, misalkan mencontek ketika ulangan atau ujian.
banyaknya siswa mencontek karena saat itu nilai di atas kertas lebih dihargai
dari pada sikap atau etika kita. Prinsipnya adalah nilaimu rendah, maka kau
gagal!
Para koruptor adalah orang-orang
pintar, kalau mereka tidak mampu atau kasarnya sebut saja bodoh, tidak mungkin
mereka mendapatkan gelar magister (S2) atau doctor (S3). Oleh karena kepintaran
yang tidak diseimbangkan dengan kecerdasan spiritual dan emosional ataupun
karakter yang baik, mereka tanpa malu, mereka mengambil uang rakyat untuk
kepentingan diri dan sanak family. Sistem pendidikan kita yang melahirkan
mereka, itulah masalahnya. Karena itu, negara kita sulit lepas dari cengkeraman
kemiskinan. itulah alasan mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di
negeri kita telah gagal sejauh ini.
Namun masih ada harapan besar dalam
pendidikan kita. Semoga dengan adanya rencana strategis kementrian pendidikan
dan kebudayaan yang menyebutkan bahwa “agar peserta didik berhasil di
lingkungan kerja masa depan, ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang
harus ditumbuh kembangkan yang di anatarnya adalah Beriman, Beraqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong,
Mandiri, Kreatif dan Bernalar Kritis. Keenam dimensi tersebut masing-masing
bertujuan mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik dan mengikutri
arus globalisasi yang semakin berkembang pezat.
Konsep pelajar Pancasila tersebut
berangkat dari konsep merdeka belajar yang berfokus pada pengembangan potensi
dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah. Oleh karena itu
dalam proses pembelajarannya siswa dituntut untuk aktif dan berpartisipasi
langsung sebagai objek sekaligus subyek pembelajaran. Namun, terlepas dari
tuntutan bagi para siswa untuk aktif dan berpartisipasi langsung dalam proses
pembelajaran, keberadaan dan kontribusi guru juga sangat diperlukan. Guru
sebagai pihak yang ada di garda terdepan pendidikan nasional menjadi salah satu
actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum MERDEKA BELAJAR INI. Oleh
karena itu, peran guru menjadi suatu hal yang urgen dalam penerapan konsep
merdeka belajar.
LEARNING TO LIVE TOGETHER
LEARLNING TO LIVE WITH OTHERS
Oleh: Marny Minarni
Arti dari
kalimat di atas adalah mengajarkan, melatih dan membimbing peserta didik agar
dapat menciptakan hubungan komunikasi yang baik, menjauhi prasangka-prasangka
buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan
dan konflik.
Dalam
proses pembelajarannya itu kita harus, mengembankan kemampuan berkomunikasi
yang baik dengan guru dan sesame siswa yang dilandasi dengan sikap saling
menghargai.
Siswa
yang memiliki kemampuan yang berbeda, seperti kemampuan in telektual, personal,
sosial, kultural dan emosional. Bilamana perbedaan ini diabaikan gur, maka
berapa kemungkinan yang tidakbmenguntungkuan aktivitas dan hasil belajar.
Beberapa hal yang tidak menguntungkan dalam proses belajar, contohnya enggan
untuk untuk bertanya, kurang tertarik mendengar penjelasan guru motivasi yang
rendah untuk mengerjakan tugas. ketika hal ini diabaikan guru kemungkinan besar
siswa tidak memiliki pengalaman belajar dan siswa tidak memiliki pengetahuan
umum,
Sering
saya lihat beberapa guru kurang memperhatikan murid yang seperti ini. contohnya
murid yang kurang tertarik mendengar penjelasan dari guru, bukannya guru
memberi motivasi, tetapi mah membully anak tersebut. Hal ini justru membuat
suiswa menganggapbdirinya tidak dapat lagi mendengar penjelasan dari guru,
karena dia menganggap dirinya rendah.
Guru
perlu berupaya mendorong tumbuhnya rasa percaya diri siswa, sehingga mereka
memiliki kemampuan untuk belajar lebih dan mampu memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinnya. Karena kebanyakan guru membuat siswanya kurang percaya diri.
Contoh yang sering saya lihat adalah guru yang membullyng siswanya, guru
membentak siswanya di depan umum sehngga membuat siswa malu dan kurang percaya
diri.
Sebagai
fasilitator yang mendorong peserta didik, guru harus mampu melipatgandakan
potensi peserta didik dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita
mereka di maa yang akan datang.
BAHASA DALAM
SURAT DINAS
Oleh:
Cici Aslin
Surat adalah
sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada
pihak lain. Surat
dinas adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti
instansi dinas dan tugas kantor. Surat dinas memakai bahasa yang resmi. Bahasa
surat ialah bahasa yang digunakan dalam surat-menyurat. Bahasa yang digunakan
harus taat kepada semua aturan berbahasa yang berlaku, baik dalam struktur kata
dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea atau
paragraf, dan lain-lain. Aspek yang perlu dicermati untuk menciptakan bahasa
yang jelas di dalam surat adalah pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan
alinea, dan pemakaian tanda baca.
Pada tulisan ini, penulis memakai judul “Bahasa Dalam Surat Dinas”
karena pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas
merupakan bahasa yang resmi, serta selalu memperhatikan pemakaian kata-kata
yang baku, pemakaian ungkapan yang tetap, dan pemakaian ejaan secara benar.
Pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas meliputi bahasa yang baku
dan bahasa yang efektif. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang
bahasa surat, yakni bahasa baku dan bahasa efektif
Surat adalah
sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada
pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal yaitu sarana pemberitahuan, permintaan,
buah pikiran, dan gagasan yang berupa alat bukti tertulis, alat pengingat,
bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop
sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat
maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.
Surat dinas
digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas
kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi.
Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat
berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan
pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi.
Bahasa adalah
sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para seseorang untuk
bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa
diperlukan manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya. Sebagai makhluk sosial
yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memang memakai
alat komunikasi lain selain bahasa verbal. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa
merupakan alat komunikasi terpenting bagi manusia.
RAGAM BAHASA
Oleh: Bella
Para penutur bahasa Indonesia
seharusnya mengetahui penggunaan ragam dialek, tidak resmi, terpelajar, dan
resmi. Ragam dialek dapat dipakai jika penutur dan mitra berkomunikasinya
berasal dari suku atau etnik yang sama. Ragam bahasa yang tidak resmi dipakai
jika penutur melihat mitra tuturnya sebagai orang biasa yang tidak perlu
dihormati dan pendidikan atau status sosial mitranya tidak tinggi.
Pilihan ragam akan beralih ke ragam bahasa
terpelajar atau ragam resmi jika para penutur dan mitra berkomunikasinya
multietnik atau suasananya berubah, misalnya dari yang tidak resmi menjadi
bahasa yang resmi. Jadi, penetapan pilihan ragam yang dipakai bergantung pada
situasi, kondisi, serta bentuk hubungan antar pelaku dalam berkomunikasi.
Bahasa yang dipakai dalam menulis surat dinas berbeda dengan bahasa yang
dipakai pada waktu menulis surat pribadi. Surat dinas pada umumnya menggunakan
bahasa yang resmi sedangkan pada saat menulis surat pribadi cenderung
menggunakan bahasa yang tidak resmi atau
santai.
Bahasa dalam situasi yang formal
harus memakai ragam bahasa yang resmi atau ragam bahasa baku, yaitu ragam
bahasa yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Ragam resmi mutlak
menuntut pemakaian kosakata yang baku serta struktur kalimat yang baku,
sedangkan ragam bahasa tidak resmi tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.
Pada hakikatnya bahasa itu bersifat
dinamis dan terus berkembang, terlebih bahasa Indonesia yang masih mencari
bentuk menuju ke dalam pembakuan yang mantap, dan proses perkembangannya pun
sangat cepat. Kelompok ragam bahasa yang paling banyak variannya adalah ragam
bahasa berdasarkan topik pembicaraan. Faktor pembeda antara ragam bahasa yang
satu dengan ragam bahasa yang lainnya terletak pada pemakaian kata atau istilah
khusus sesuai dengan topik masing-masing. Pemakaian kata atau istilah khusus
dalam bidang tertentu sekaligus menjadi ciri ilmiah atau tidaknya suatu ragam
bahasa. Apabila yang dipakai kata-kata biasa atau kata-kata umum, berarti
ragamnya non ilmiah. Sebaliknya, apabila yang dipakai kata-kata atau istilah
khusus, ragamnya berubah menjadi ilmiah. sebaiknya mempelajari rajam bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi dalam
penggunaannya.
BUKU CATATAN
Oleh: Gereoni Khalista
Kelas: VIII A
Tiga hari yang lalu, aku menemukan sebuah buku catatan
di halte dekat sekolah. Sepertinya buku itu milik anak satu sekolah denganku.
Kuambil dan kusimpan untuk diberikan kepada pemiliknyan nanti. Setelah itu, Aku
menghubungi dan meminta tolong kepada temanku untuk dibuatkan sebuah berita
kehilangan dan ditempel di papan pengumuman sekolah,
Setelah kejadian itu, hingga hari ini belum ada
tanda-tanda kemunculan dari si pemilik catatan tersebut. Dari Informasi yang
aku dapatkan, pemilik buku catatan ini adalah anak kelas X MIPA 3. Mungkin
kalian bertanya-tanya, tentang mengapa tidak dititipkan saja kepada anak yang
mengenal pemilik buku catatan itu? Jawabnya tentu tidak. Aku ingin
mengembalikannya sendiri karena merupakan tanggung jawabku.
Bel istirahat berbunyi, saatnya ku mengembalikan buku
catatan itu kepada si pemilik. Ketika sampai di kelas tujuan, aku bertanya
kepada salah satu anak. Lalu ia menunjuk anak perempuan yang sedang fokus
membaca buku. Kuhampiri anak tersebut dan menepuk pundaknya, ia terkejut dan
menoleh kearahku.
Cantik itulah kata pertama yang terlintas dipikiranku.
“Kau pemililik inikan?” tanyaku dengan senyum simpul sambil menunjukan buku.
“Lain kali tolong lebih hati-hati” sambungku dan tanpa menunggu balasaanya aku
langsung lari kencang keluar kelas. Wajah cantik si pemilik buku masih saja
tergambar jelas dalam ingatanku. Yah maklumlah reades, cowok kalau liat gadis
cantik, maka pemandangan lain seolah tertutup dengan wajah si gadis. Ayo
benarkan? Lanjut dengan pikiranku yang dipenuhi pesona sang gadis, dan hati
ikut berdebar dengan tingkah yang serba salah. Aku tak pernah mengalami hal ini
sebelumnya, mungkin ini pengalamanku yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Setelah sekian banyak perempuan yang aku temui, aku ingin menjadikannya
kekasihku. Aku mencari waktu mengatakannya, aku mencari cara meluluhkan
hatinya. Semoga dirinya menjadi salah satu pembaca kisahku ini.
PERAN GURU DALAM MERDEKA BELAJAR
Oleh: Kerin
Duar
Rencana
Strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan menyebutkan bahwa agar peserta
didik dapat berhasil dari lingkungan kerja di masa depan. Ada enam Profil Pelajar
Pancasila yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik yakni Beriman,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
gotong royong, mandriri, kreatif dan bernalar kritis. Keenam Profil Pelajar
Pancasila di atas terintegrasi dalam sebuah konsep pembelajaran baru yang
diluncurkan oleh Kemendikbudristek yakni “Merdeka Belajar”.
Merdeka
belajar berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan
proyek-proyek sekolah, seperti membuat kerajinan tangan, membuat makanan, dan
prakter seni dalam budaya masyarakat setempat, oleh karena itu dalam proses
pembelajarannya siswa dituntuk untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai
objek dan maupun subjek pembelajaran dengan bantuan kontribusi guru sangat
diperlukan.
Guru
sebagai pihak yang menjadi garda terdepan pendidikan nasional dan menjadi actor
penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum merdeka belajar ini, oleh karena
itu peran guru menjadi salah satu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka
belajar. Namun tak dapat disangkal bahwa perkembangan tekhnologi juga turut
membawa serta pengaruh negative di dalamnya. Misalnya terjadi penurunan
semangat literasi pada anak lantaran kemudahannya dalam mendapat informasi yang
ditawarkan oleh internet membuat anak jadi bermental instan.
Melalui
sebuah sistem formal seperti pendidikan yang diarahkan tercipta sebuah generasi
penerus bangsa yang progresif dan produktif atau dengan kata lain pendidikan
diarahkan untuk menjadi wadah demi menghasilkan anak-anak bangsa yang
berkualitas secara inteklektual ataupun karakter.
Hal itu
dapat kita lihat dalam data yang dikluarkan dari PISA (Program For
Internasional Students Assesment) tahun 2015 yang menampilkan tingkat literasi
yang meliputi bidang-bidang tulis, matimatika, sains, dan kabar buruknya
Indonesia menempati urutan ke-62 dari 70 negara yang menjadi sampel penelitian.
Fakta
memilukan ini menunjukan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum maksimal
dalam proses memajukan kesejahtraan bangsa. Pendidikan kita belum mampu untuk
menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas demi kemajuan negara. Sistem
yang bekerja di dalamnya belum mampu untuk menciptakan metode serta model
pembelajaran yang diampu untuk menciptakan SDM-SDM yang bermutu.
Dalam hal
ini, sungguh keterlibatan guru sangat diharapkan oleh segenap anak bangsa yang
memiliki mimpi besar. Semoga dengan penerapan Merdeka Belajar, segala hal yang
menjadi kendala dalam bidang pendidikan akan terkupas tuntas dan sistem
pendidikan Indonesia menjadi lebih efektif dalam melahirkan kader bangsa yang
cerdas berintegritas, cerdas secara spiritualitas dan cerdas secara emosional.
MIMPIKU
UNTU MIMPI MEREKA
Oleh: Bela
Liman
Kring…Bel telah berbunyi adalah
waktu yang dinanti murid. Teman-termanku langsung merapikan tas dan guru sibuk
mengingatkan tentang tugas. “Jangan lupa ya anak-anak, minggu depan tugas harus
selesai. Ucapnya untuk kedua kali sebelum keluar dali kelas.
Aku yakin semua temanku tidak
mendengarnya karena sibuk membicarakan warnet yang baru dibuka di dekat
sekolahlku. Aku tidak tertarik dengan hal itu karena aku ingin cepat pulang dan
segera istirahat dari kerasnya perjalanan juang dari pagi hingga tengah hari.
Cuaca yang terik membuatku
berkringat dalam perjalanan pulang, “panas” tutur batinku. Namun aku tetap
berjalan hingga sampai diperempatan jalan yang ramai oleh pedagang asongan
ataupun para pekerja yang baru pulang dari kantor, mereka berhamburan memenuhi
trotoar. Panasnya matahari yang menyengat membuatku terbakar sehingga aku
mampir di warung terdekat. Akupun memutuskan membeli minuman favoritku dan
meneguk habis sambil memikirkan tugas rumahku, “Apa ya tujuan dari
cita-citaku”, pikirku.
Saat itu, datanglah sesorang anak
kecil yang membuyarkan lamunanku. Dia datang hanya beralaskan sendal jepit
using. Ia membeli air mineral dan duduk di sebelahku. ia bertanya padaku,
“Kakak habis pulang sekolah ya?” dan akupun balas dengan anggukan.
“Aku pengen sekolah kaya kakak,
sayangnya aku harus bantu mama biar kami nggak lapar dan bisa sekolah deh”,
ucapnya. Aku terdiam melihat wajanya yang penuh dengan harapan itu, diapun
melihat ke depan dan pamit pergi. Aku tersenyum dan bangkit dari dudukku. kini
aku tahu, dan dapat aku simpulkan apa tujuanku bersekolah. aku tahu aku harus
membantu mereka yang penuh harapan untuk menggapai mimpi. aku ingin menjadi
guru yang akan mencerahkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.
CERITA GUURU DAN MURIDNYA
Oleh: Ninok Adam
Pada suatu hari ketika siswa kelas VIII SMP St. Klaus
Kuwu yang bernama Thomas mengikuti KBM di kelas, Dia bertanya kepada gurunya
yang mengajar mata pelajaran PPKN yang bernama bu Siti. Thomas bertanya kepada
guru PPKN tersebut “Bu, hari guru ini dikenang pada tanggal berapa?” lalu ibu
sitipun menjawab, “Thomas hari guru akan dikenang pada tanggal 25 November dan
kita wajib juga memberikan ucapan selamat kepada guru-guru ya”.
Pada Saat itu, teman sebangku Thomas bernama Samos
bertanya kepada Thomas. “Thomas kenapa kau bertanya seperti itu kepada ibu
guru, sementara ini masih tanggal 19 November?” lalu Thomaspun menjawab
pertanyaan temannya tadi. “Samos, saya hanya ingin tahu hari guru dikenang pada
tanggal berapa, siapa tahu kita juga diminta untuk membuat tulisan dari team
literasi sekolah dalam menyambut hari besar tersebut, jadi alangkah baiknya
kita muali membuatnya dari sekarang”, jawabku. setelah itupun Thomas dan Samos
melanjutkan konsentrasi mereka pada pembelajaran yang sedang berlangsung.
Pada jam Istirahat tiba, Thomas dan Samos berdiskusi
untuk membuat tulisan berupa puisi dalam rangka mengenang hari guru, namun
kendalanya adalah mereka berdua tidak tahu struktur kepenulisan puisi dan
mereka belum tahu mengenang hari guru yang keberapa kali pada tahun ini. Saat
mereka masih diskusi, datanglah seorang guru bahasa Indonesia yang bernama ibu
Anita. “Ibu, kami boleh tanya?” langsung dijawab anggukan oleh ibu Anita.
“Kalian mau bertanya tentang apa”? ibu Anita balik bertanya pada Thomas dan Samos.
“Bu, kami ingin bertanya tentang bagaimana struktur kepenulian puisi dan pada
tahun ini kitan akan mengenang hari guru yang keberapa?” jawab kami dengan
lempar pertanyaan.
Mendengar pertanyaan anak didiknya, ibu Anita pun
menghentikan langkahnya dan berusaha menjawab pertanyaan mereka secara lugas.
“Baiklah Thomas dan Samos, saya akan menjawab pertanyan kalian secara singkat
saja, mengingat sebentar lagi ibu ada les di kelas lain, dan kalian akan
melanjutkan pembelajaran matetikan untuk jam berikut. Thomas dan Samos, sebelum
kamu masuk dalam struktur kepenulisan puisi, hal pertama yang kamu harus
pelajari adalah pengertian dari puisi itu sendiri. Yang mana puisi itu adalah
bentuk ekspresi yang memanfaatkan medium bahasa, namun bahasa yang digunakan
berbeda dengan bahasa percakapan pada umumnya. Puisi akan mengekspresikan
pengalaman jiwa dengan menggunakan bahasa sastra. Sedangkan langkah-langkah
dalam menulis puisi, paling tidak kitan mengetahui beberapa hal, yakni: 1)
mampu menentukan tema, (2) menentukan kata kunci dari hal yang ingin kalian
tulis melalui puisi, (3) Diksi atau pilihan kata yang digunakan, (4) Gunakan
gaya bahasa atau majas untuk menghasilkan kata-kata yang puitis, (5) kembangkan
puisi seindah mungkin dengan memperhatikan susunan kata, larik dan menjadi
bebrapa bait hingga membentuk puisi yang utuh dan bermakna, (6) bait, desain
bait dengan pilihan yang menarik misalnya disusun 2 baris tiap bait yang
disebut distikon, 3 baris perbait atau terzina, dengan 4 baris perbait atau
kuatren, 5 baris perbait atau kuintit. Jadi, Thomas dan Samos mungkin itu
penjelasan singkat yang perlu kamu pahami dalam menulis puisi, dan ibu harap
kamu paham dengan apa yang ibu jelaskan. Sedangkan untuk tahun ini kita akan
merayakan hari guru yang ke-29 dan HUT PGRI yang ke-78”. jelas ibu Anita dengan
lugas dan penuh makna.
Setelah itu kedua sahabat tersebut mengucapkan terima
kasih kepada ibu Anita yang telah memberikan solusi dari kendala yang mereka
alami. Saat itu mereka senang karna mendapatkan titik terang dalam membuat
puisi. mereka dengan semangat mencari referensi tambahan dari buku yang berada
diperpustakaan.
Dua hari kemudian mereka mendapatkan informasi bahwa
semua siswa diminta membuat tulisan dalam bentuk puisi, cerpen, opini, cerita
rakyat yang diminta oleh team literasi sekolah. Mereka dibertahukan terkait
tema HUT PGRI yang ke-78 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Saat
itu juga mereka dengan semangat melanjutkan dtulisan mereka yang awalnya hanya
menjaga-jaga. hingga pada akhirnya mereka mampu membuat puisi yang berkaitan
dengan tema umum sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa dan dedikasi guru
untuk kehidupan mereka dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Setelah mereka merasa puisinya sudah utuh dan
membentuk makna, merekapun dengan percaya diri mengumpulkan karya tersebut
kepada oordinator sekolah dengan harapan tulisannya menjadi salah satu karya
yang akan diterbitkan pada majalah dinding (Mading) Sekolah.
TIMUNG TE’E
By: Nesya, Ain, Oswal P, Laura R. Ketrin
Long time ago, there was a
beautiful girl named Timung Te’e. She was born from mystical treaty with a
giant named Empo Rua. In their treaty, Empo Rua would take her back when she
turned to seventeen years old.
When
Timung Te’e celebrated her 17th birthday, Empo Rua came to take
Timung Te’e. However, parents broke their promise and asked her to run away.
Empo Rua was so angry that he chased after Timung Te’e. While running, Timung
Te’e fought back by spreading the salt, shrimp paste and also cucumber seeds.
The
cucumber seeds turned into the bamboo forest, the salt turned into a sea and
the shrimp paste turned into the suction mud. Then, Empo Rua was sucked by
suction Mud and Timung Te’e could return home safely.
PITON
By: Yuni, Tita,
Rivan, Geral, and Exan
Once upon the time, there lived a small family in Kota
Komba. The family member was a father named Anton, a mater named Tina, and two
daughters. The elder named Tika and the youngest named Cindy. They lived in a
simple hut. Fulfilling their living needs was very depending on Rice plant and
banana. Therefore, taking care of rice plant and banana in the fields was
Anton’s daily routine.
One
day, Tina told Anton that she was sick and he told her wife to get rest. “Tina,
this morning I will go to the field. You have to stay home all day long to get
rest” said Anton. Tina responded to her husband by nodding her head. She also
prepared banana stock as provision for her husband. After Anton left the hut,
Tina suddenly recovered
One
day, Tina followed her father to the field and told him that their mother was
always left home when their father left for work. “When you go to the field,
mother always leaves us alone” said Tina. After listened to Tina’s story, Anton
told her to go home early so that her mother would not suspect something bad.
The
next day, Anton went to the field and say goodbye to his wife. When Anton was
gone, Tina immediately left the hut without realizing that her husband was
pretending to left the hut then followed Tina. He was surprised that he found
Tina having affair. Knowing what his wife had done, Anton immediately ran
towards the hut. A few moments later, Tina came home and saw her husband stand
of the door of the hut. “Go away! Don’t ever come back to this place” shouted
Anton. With tears in the eyes, Tina left the hut. Before leaving, Tina said
something to her daughters, beside, Anton left for the fields. When the sun was
on the western horizon, Cindy cried. Tika couldn’t stop her sister crying. Then
remembered her mother message that if cindy cried Tika had to take her to the
river. At the river Tika called her mother
“Ene
ene eeeee……. Mai zuzu zaze”…. A few
moments later Tika was very surprised because she saw a piton coming towards
them. It turned out that the Piton was Tina whom had come to catch up with her
daughter. After breasfreeding, Tina who had now transformed into a piton,
returned to the river .Before leaving he advised Tika to always take Cindy to
the river when she cried. Tika always carried out her mother’s orders every day
when Cindy cried,Tika always took her to the river but one day, the mothers did
not come to them. A panicked Tika kept calling her mother. However, her effort
was failed.
Tika
whom still hopes for her mothers’ arrival, always went to the river until
finally she heard the news that three days ago a hunter had killed a piton tail
in the river where Tina lived. Now Tika realized that her mother was murdered.
With deep sadness, Tike left the river. That’s was the origin of Piton that
called Nepa in Manggaraian Language.
PO’ONG TURENG
By:
Veya, Sastri, Marni, Rafi, Ino and Erik
One
upon the time, there was a boy named Yos.He stayed in wood that village in
Cibal.Yos had cow and wish for having more friend.Polus had a son named Ian,who
was very naughty.Polus wanted his son to change to lived in the forest.He ran
into the forest, in the forest he found a cow, the cow was Yos only friend in
the forest, then Ian followed the cow’s trais to Yos house at Yos house Ian
find Po’ong ntureng written on Yos house board.
Two
days after Ian lived in Yos house very heavy rain and strong winds came causing
yos house to be destroyed and the equipment in Yos house to be carried away by
the rai,but only a board was left that said po’ong ntureng .
Since
then,the forest has been called Po’ong ntureng.
Wela Rana
Reno,Variin, Jhui, Chandra,
Vesto, Jhois
A
long time ago, there lived a beautiful girl in a kingdom named Wela Rana. She
lived with her father. They lived with plenty of wealth. However, Wela Rana mother
have passed away when she was born.
One
day, Wela Rana went to the bathe with her soldier. Then the soldier went to
guard from far. When Wela Rana start to bath, she took off jewelry from her
body. Once moment on that time, there a bird that steal the jewelry. He was
ordered by young man who fell in love with Wela Rana.
Hearing
the problem faced by her daughter, the king announce to people that a bird
stole jewelry of her daughter. Therefore, he told the people that if anyone
could find the jewelry, he could marry his daughter. By the time, young man
take chance to get married to Wela Rana. Then he brought jewelry to the king
and the king very thanks to him and directly approved they’re relationship. Finally,
Wela Rana and the young man got married and lived happily in deep kingdom.
MONKEY AND FROG
Ario, Yogi, Rista,
Lani, Laura J.
In
a forest, there lived two friend, that was a monkey have character greed and arrogant
and a frog have good character and calm. They have a very big garden where they
usually plant for any type of plants.
One day the monkey and the frog went
to the garden to plant a banana tree. When they got there, the banana tree plant
by the frog had its roots down and the tree up. Yet the monkey, it planted the
roots up and the tree down. After finishing planted the banana tree, they both
went back to their respective homes.
Several months later the frog and
monkey went to the garden to check the banana trees. When they got there they
were very surprised because there was only the banana tree planted by the frog
was fruit, while the banana tree planted by the monkey was not. The monkey also
asked the frog to divide it in half. The frog agreed. But because frogs
couldn’t climb trees, he asked for help from the monkey to climb and pick the
fruit. However, the monkey was very greedy, he ate all the banana the frog had
didn’t leave a single banana from him. The frog regretted it because he easily
trusted the monkey. Due to his disappointment with the monkey, the frog kept a
thorn under the banana tree with the intention of avenging his gread from the
monkey
After
that, the monkey screamed in pain and asked the frog for help. Even though the
frog was very disappointment, he still wanted to help the monkey by removing
the thorns on his body and treating the wound. Soon after that the monkey
regretted his behavior, he apologized to the frog and promised to not repeat
his mistake again. Finally the frog forgave the monkey. They became friends
again and were happy forever.
SANO NGOANG
By:
Devi, Intan, Dio, Nesi, Pirlo
A
long time ago, In a village there lived two man who was paralyzed and blind.
Their house were close together so they helped each other. One day the people
in the village went to work and they were the only ones left in the village.
When
the evening came, the paralytic and the blind man had not eaten. So they got
together to cook rice, when they wanted to cook the rice, there was no fire in
the blind man’s kitchen, then the blind man asked the paralytic for charcoal,
then the paralytic gave him the charcoal, via the dog, and the charcoal was
taken to him, tried it to the dog fail. When the dog arrived at the blind
man’s, his the dog’s tail was on fire. The paralytic man who saw this laughed
and the blind man who heard this laughed too.
Suddenly
in front of the paralyzed man an old grandfather appeared and asked the
paralyzed man, do you choose porridge. The old, grand father went to the blind
man’s house and asked the same thing and the same answer from the blind man.
Then in an instant the grand father’s eyes stuck a stick into the ground and a
spring emerged from the stick he stuck in. Then the village was filled with
water so a lake was formed and the lake was called Sano Nggoang.
PONDIK
By:Ciko N,Yupe ,
Andin ,Alvares
Was
upon a time in a village in Manggarai, there lived an impostor young man named
Pondik. He felt hungry then planned to deceived villager then Pondik came to
mite old costume and said “good morning sir”. “good morning Pondik how can help
you?” said old costume. “Sir I want to sell my drum and gong will melodies then
without thinking the old costume agree with Pondik.
When
the evening comes, Pondik went to the traditional house where village gathered
“hello everybody if you want to listen to this drum and gong you have to close
the door and window” after that, Pondik ordered old costume to open sack that
Pondik brought. Pondik run away while the sack brought by Pondik opened by
villagers who stayed in that traditional house. After several minutes, the
villager chased after Pondik. When they got Pondik, he then tied in the
traditional house.
ULUMBU
By:Gelvan, Tino, Yuno,
Arsa
Once upon a time, there lived a man
and his beloved dog named Ulumbu in Satar Mese Village. The Dog was Very smart
and always obey what’s the Master asked him to do.
One day, the master wish to test his
dog to see if the dog would always obey his commands. Then he thought that he
had finally got an idea, he told his dog to search namely the land in the
cemetery, his master asked for his dog it turned out that the dog was following
his request.
A few moments later,
the Dog left his master. After a few weeks without saw his dog, he decided to
go to the hill to find Ulumbu. When he arrived to the hill he felt sad and
regret because he had praise the goodness of his dog. The dog had died in the
hill. from there the village was given the name Ulumbu.
NUCA LALE
By:Nera, Acha, Atus,
Fino
Once
upon a time, in the day when there were many breadfruit tree sin the forest,
there lived Mekulas and Negiles they were lazy people. Their huts were made of
dry, unorganized grass more like a pig nest. Meanwhile, Mejiler and Nengilen
are diligent and humble. Their huts were made of dry leaves from breadfruit
trees arranged in an orderly mannered.
It
is said that I the live of ancient humans, winds and earthquakes meant that God
was passing by to check on his people. When the wind and earthquake came and
the Neliges acted their hut was also damaged by the wind and shaken by the
earthquake.
Meanwhile,
Mejiler and Nengileng always call for prayers when there is wind and
earthquake. Their hut was not damaged. The presence of wind and as disasters
should make us aware of our mistakes and self-arrogance.
Rana Mese Lake
By: Gisel, Sintia,
Alves
Once
upon a time, in a village Lerang there was two lakes, that named Rana Mese lake
and Rana Hembok lake, Rana Hembok was biger thatn the Rana Mese lake. Two lakes
were meant to be an enemy. The two’s of them was inhabited by genies.
At
some moment, the genies from Rana Mese lake and Rana Hembok lake were engaged
in a war a grabbed power. On the other side, the genies of Rana Mese lake have
no weapon. So, they would to make it.
One
time, there two people seek wood in the area of Rana Mese lake. At the moment,
they meet a genies in Rana Mese, the genies was thought and made a promise, “if
you want to earn more wood, you have to make a weapon for us” said genies. They
agreed and make a weapon from a pointed bamboo.
The
war started and genies of Rana Mese lake finished and defeat the genies of Rana
Hembok lake. Owing to that efforts, water from Rana Hembok lake flow to Rana
Mese lake. Now, Rana Mese lake become biger than before and become a tourism
place that visited by many tourist.
TANPA TANDA JASA
Oleh: Della Astrivan
Bagaikan daun yang ditiup angin
Terkadang lepas dari Rantingnya
Terkadang melekat dan kokoh tak jatuh
Bukan sekadar kuat untuk bertahan
Tapi usahanya mengikat diri
Kegagalan
bukan awal kehidupan
Kucoba
membaca dan menulis kata
Mengisi
kekosongan daya ingatanku
Cibiran
yang kau hiraukan merontai semangatmu
Impian hidupku kian kelam,
Terbentang hamparan luas tak tergambar jalan
Kau datang mengukir sejuta prestasi gemilang
Jasamu tak ternilai dalam kringatmu yang tak basi
Kegigihanmu memukau setiap sudut mata
Kau telah
menjadi bukti,
Meski
bermodalkan spidol dan tinta
Tapi jasamu
tak terlupakan
Terima
kasih pahlawanku
Pengorbananmu
tak terkira bagiku.
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Lia Nalut
Guruku…
Kau bak mentari yang menyinari bumi
Begitulah engkau menerangkan pikiranku
Ketika aku tak tahu
Kemana aku harus berjalan
Saat itu engkau yang selalu
Hadir untuk menuntun
Kemana aku harus berjalan
Engkau hanya guru biasa
Tapi jasamu sangat berarti
Bagi kami yang sekarang
Sedang mengikuti jejakmu
Terima kasih guruku
Kau selalu menuntunku
MERAH DARAHKU
Oleh: Ecen Tangkur
Mengalir darahmu bagaikan air
Memberi dan menyebar adalah tugasmu
Mencari adalah tugasku
Di hari-hari aku memberikan masa depan
Aku tanpamu bagai bunga tanpa air
Kau menerangi sudut hidupku
Dalam ketidaktahuanku engkau membuka jalan
Tubuh, otak dan pikiranku bergerak mendengarmu
Engkau akan selalu menjadi cahaya bagi kehidupanku
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Vito Iron
Guru pahlawanku…
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
Pelangi tidak apan terpancar
Kehidupan tiada akan terlaksana
Disaat
titik kegundahan menghampiri
Terlihat
setitik cahaya yang kami cari
Yang Nampak
dari sudut-sudut ilmumu
Tiada
akan pernah diterpa angina
Guru pahlawan tanpa mengharapkan imbalan
Saat kami tak sengaja mengabaikan ilmumu
Engkau tak lelah dan terus mememotivasi
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang
warna yang indah
Tentang
garis yang harus di tulis
Juga tentang
kata yang harus dibaca
Hidup
kamipun berarti tak sia-sia
Guru pahlawanku
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terima kasih atas jasamu kuucapkan
Maafkan kami yang kadang menempatkanmu pada rasa kecewa
Jasamu abadi tak terurai.
GURU PELITAKU
Oleh: Kristo Yikim
Gurumu denganmu aku bisa
Melewati masa-masa sulit dalam ketidaktahuan
Engkau membimbingku mengenal sulitnya bentuk huruf
Engkau mendampingiku merangkai bunyi menjadi bahasa
Mengarahkanku mengenal angka, mengenal lambang dalam
aljabar
Guruku…semasa proses yang kulewati
Aku memiliki kisah yang kadang baik kadang sulit
diterima
Apapun itu aku akan berjuang demi tanah air tercinta
Indonesia.
Aku akan berusaha untuk merdeka dalam belajar bersama
guru pelitaku
Jasamu akanku kenang selamanya
Jasamu tiada tara
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Kamelia Mirjana
Oh guruku….
Engkau bagaikan penean jalanku
Yang penuh dengan kegelapan
Saat aku menyusuri lorong suram nan sunyi
Engkau datang membawa pelita
Aku yang dulu hanya bermimpi
Kini bertekad untuk menggapai
Guruku pahlawanku
Jika tanpamu aku seperti buta
Tak mampu mengenal baca
Apalagi mengurai angka
Aku berterima kasih kepadamu
Saat kebingungan melanda diriku
Kau menghampiri dan membimbingku
Guruku, aku tak pandai merangkai kata
Untukmu aku ingin mengucapkan terima kasih
GURUKU
Oleh: Erik Dahus
Wahai guruku
Engkau sosok berjasa
Menumpahkan keringat bagi negeri ini
Tak gentar engkau berjuang
Demi kami manusia penimba ilmu
Oh guruku
Jasamu tiada tara bagi bangsa ini
Dengan tekadmu kami jadi bersemangat
Semua karena jasamu
Semua karena semangatmu
Kami menjadi berilmu
GURU PAHLAWANKU
Oleh: Ino Jerahi
Ketika pagi kamu datang
Senyum cerahku menyapamu
Di pintu kelas terdengar sapaan hangatmu
Membawa kami pada semangat untuk maju
Kau tepuk
pundakku dengan senang
Bertanya
kabar dan memberi semangat
Agar aku
terus belajar dan berusaha
Melawan
kelalaian dan rasa malas
Guruku yang kusayangi
Engaku terang dalam malamku
Hapuskan kegelapan yang melanda diriku
Guru pahlawanku
Teruslah menjadi tempatku berpegang
Teruslah menjadi tumpuan murid
Teruslah memberi bekal dimasa datang
KERINGAT SANG GURU
Oleh: Kheren Anashawa
Guru…Engkaulah pelitaku
Tanpamu dunia akan gelap
Semuanya akan buta dan bisu
Tak menentu arah yang dituju
Tak tahu apa-apa hanya duduk termenung dalam diam
Guru… butiran keringat yang menetes dari tubuhmu
Dan semua ilmu yang engkau berikan,
Membuat kami sadar begitu besar jasamu
Demi anak penerus bangsa dan masa depan kami yang
cerah
Engkau pantas sebagai pahlawan
Semua tahap belajar yang telah kulewati
Dan semua ilmu yang kudapat
Tak dapat dibandingkan dengan apapun itu.
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Oleh: Karen Duar
Guruku…
Engkau adalah pelita kegelaoanku
Tanpamu aku tak mengenal ilmu
Tanpa engkau tak mampu aku berdiri
Oh guruku…
Semua
orang sukses karenamu
Walaupun
banyak rintangan menghadang
Kau tetap
berusaha demi mencerahkan bangsa
Namamu terlukis
dalam sanubari kami
Pahlawanku…
Karenamu anak negeri berhasil
Negara bangga akan keberadaanmu
Kerja kerasmu membentu karakter bangsa
Usahamu melahirkan manusia cerdas.
GURUKU PELOPOR ILMU
Oleh: Ketrin Sari
Guruku pelopor ilmu
Suaramu sangat berarti bagiku
Kami bijak karena dirimu
Apa jadinya diriku tanpamu
St. Klaus
Kuwu tempatku belajar ilmu
Di sini
aku menimba ilmu melalui dirimu
Peranmu
tak kurang lebih pengajar bagiku
Guruku
tak pernah Lelah dirimu
Engkau bagaikan pahlawan bangsaku
Terima kasih guruku
Atas jasa baikmu
Membuatku terus belajar
Engkau
selalu kukenang dalam hatiku
Tanpamu
takan tahu mana baik mana benar
Kaulah
penuntun hidupku
Guruku
engkau penerang bagiku
GURU PENERANGKU
Oleh: Tita Ganul
Dari terbitnya matahari
Sampai terbenamnya
Teriring tiu similar
Angina pada dini hari
Yang sejuk dingin
Dalam
pelukan cahaya bintang temaram
Kau terus
menyapa hangat dengan senyum indah
Kau menjadi
bintang palin terang
Di antara
bintang lain yang terang
Walaupun
terkadang mendung siap menghalang
Tunjukan
dan buktikan bahwa kaulah terang
Dengan
semangat menggelora
Hingga
aku pantas menyebutmu guruku
INDAHNYA ALAM
Oleh: Brian raul
Kicauan terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku
Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, tenang, senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan
HAMBA PENGETAHUAN
Oleh: Rista Nendi
Ketidak tahuan membinasakan pikiran
Pergerakan mengalurkan kejahatan
Kehausan dahaga kehampaan
Pantaskah ditahan untuk berlanjut.
Datang
mereka dengan seribu pengetahuan
Sabar
dan setia diberikan
Dapat
mengisi kekosongan
Untuk
memberikan detik pengharapan
Dinanti dan didambakan
Ia seorang cahaya kehidupan
Dirinya datang bagai bintang
Memberi suatu alur tujuan
Dia
mewartakan dengan lantang
Semua
hingga paham kehidupan
Ia bagai
pohon mawar tanpa duri
Lekas
ia datang memberi daya tuntunan
MENJADI PINTU ILMU
Oleh: Atus Hasu
Di dunia yang luas dan cemerlang
Ada sosok penuh dedikasi dan semangat
Guru sebagai sosok yang luar biasa
Menjadi pelita yang menerangi gelapnya akal
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Membimbing kami melalui hiruk pikuk masa
Dengan ilmu kelembutan tanganmu
Kau membuka pintu dunia bagiku
Setiap bait perjalanan adalah sejarah
Pahitnya menjadi pengingat saat tiba putus asa
Setipa kata terucap dari mulutmu adalah semangat
Menjadikan kelas sebagai ruang sejarah
Penuh canda tawa dan berhaga
Mengumpulkan kembali nyawa yang tertidur dalam bingung.
Guruku pintu ilmu.
“KERJA”
By:Bella LimanJ
Soal dibagi
Mata membaca naskah
Jantung bergetar memikirkan
Bahan belum dibaca
Jaksa saraf mengutarakan masalah
Hakim hati membimbang menujukan
Keputusan
Karena materi perkara kabur
Dilanda ngelamun saat belajar
Tali dahi kerut merengut
Otak bekerja mengingakan bahan
Yang telah didapatkan
Semua telah hilang bersama mimpi
malam
Namun masih teringat huruf A pertama
Aku bisa bekerja sungguh naskah
Ujian
Yang diuji
Untuk mengukur kemampuan
ANGAN DISETIAP
MALAM
{Efratiano Tam}
Sendiri pada kesunyian malam
Temani oleh angan dan harapan
Berharap kepada Tuhan yang dirangkul tangisan
Akankah senyum kebahagian akan dating
Melangkah sendiri di kegelapan malam
Mencari jatuhnya sinaran rembulan
Yang ditemani kerlipnya bintang
Dengan cahayan yang memenang insan
Secercah harapan dihadapan sau penikmat
Hanyalah bayangan yang tak terwujud
Dalam setiap doa yang diwujudkan
Dalam setiap doa yang di wujudkan
Rantai Harapan
Oleh: Stevan S
Tak ada rantai
yang mengikat
Pada jejak
yang terlepas
Meski anca
menjeru
Melebur,memberi
matrik pada otopia
Banyak utopia
dalam cita
Mereka hidup bersama yang dalam kelabu
Atmaku mengerang
Tuhanku aku
menyerah
Namun,harapan
menyusik
Bejuang
melewati bena
Tuhanku bisakah kau berikan abhati untukku
Kan kukejar kemenangan
Memikat sebagai
arutalo
Menampung harsa
amersa….
SANG PAHLAWANKU
Oleh: Vino Banggut
Guru…engkau sang Pahlawan-ku
Tumpah engkau aku tidak tahu
Hitung dan membaca .Aku tidak
Tahu apa balasan-ku kepada-mu
Terima kasih guru,karna engkau
Telah mengajar-ku dengan baik.
Guru engkau adalah bintang-bintang seperti
dilangit
Bagai ombak deras
bintang-bintang pun bahagia dan
Melihat indah ombak pun
melihatnya indah.
Guru sang sejati-ku,bintang-bintang
Pun jatuh dari langit,
Langit pun tersenyum karna
Bintang di langit sang
Sejati-ku dan sang pahlawan-ku
“BERMIMPI”
By: Avril Abin
Aku manusia yang baru merangkak berjalan
Ingin memimpin bangsa yang akan datang
Untuk itu,aku berjuang mencari ilmu
Setumpuk gunung dan mengail ikan iman
Aku manusia muda,umur setahu jagung
Menuntun ilmu,mentati larangan agama
Agar aku dapat merebut tongkat estafet
Kepemimpin Republik ini
Aku manusia menggapi keadilan
Karna aku berjuang berusaha
Untuk menjadi pemimpin terang kegelapan
*Kuwu,25 novemer 2023
GURUKU
TERSAYANG
By:Sella Bunga
Pagiku cerahku matahari bersinar
Ku gendong tas merah ku
Di pundak…
Ku nantikan dirimu di depan
Kelasku menantikan kamu
Guruku tersayang,guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa
baca,tulis mengerti banyak hal
guruku terima kasihmu…
Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan...
Guruku terimakasih
SUARA ANAK NEGERI
By: Wulan.J
Kutulis puisi ini
Saat nurani terlanda kabut
Karena rentetan kisah sendu
Menggores ziarah negara ini
Atas terbitnya para sahabt
Aku Cuma berdoa
Biarlah cahaya jiwa mereka
Menjadi lilin kehidupan damai
Untuk para pencari keadilan
Yang meletak kebenaran
Aku Cuma berharappan
Anak negri ini
Jangan tergiur dengan harta kekayaan
Yang menghalalkan segala cara
Untuk mengisi hidup kian tersisi
Kutulis puisi ini
Buat para guru yg mengajarkan keutamaan
Yg melahirkan generasi cinta keadilan
Perdamaian dan merendan peperangan
Serta mendorong buah kesombongan
“JATUH DAN BANGKIT KEMBALI”
By:Herdden
Sebab terlalu lama dipaksa untuk meminta
Tangan terkuali bagai dikoyak
Sebab terlalu lama pasrah pada derita
Kesetian diinjak
Demi amanat dan beban rakyat
Kami nyatakan ke seluruh dunia
Telah bangkit di tanah air ini
Sebuah aksi perlawanan
Terhadap kepalsuan dan kebohongan
Yang bersarang dalam penindasan
Orang-orang pemimpin perjuangan
Selalu siap untuk menentang!!!
GURU DAN AKU BERJALAN WAKTU
Oleh: Ninok.A
Hari berjalan bersama waktu
Seperti sang surya yang terbit lalu terbenam
Aku terasa seperti awan
Yang di tiup oleh angina dari Timur ke Barat
Hari terus berganti
Masapun ikut berganti
Seperti hari ini
Aku berdiri disini
Karna engkau aku seperti ini
Karna engkau
aku jadi begini
Karna engkau Guruku waktu tak terasa
Karna engkau aku jadi seorang yang berguna
Guruku engkau membuat waktu terasa
Berarti
Aku
berjalan bersamamu disini dan nanti
Hari-hari ku lewati bersamamu
Engkau juga mengajarkan aku yang berarti
Dalam hidup ini
GURUKU YANG HEBAT
By:Laura Jehedo
Wahai
Guruku
Engkau seperti matahari yang bersinar
Tanpa
lelah dan letih
Namun engkau menerangi aku sebagai seorang
pelajar
Namun engkau tak pernah pasrah
Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa baca tulis
Dan tak mengerti banyak hal
Namun engkau tak pernah menyerah dan mundur
Kini ku melihat pantulan cahaya dibalik kaca
Yang penuh kebahagiaan
Kini ku sadari betapa jasamu
GURUKU
Namamu jasamu akanku kenankan selalu
GURU PAHLAWANKU
By: Satria Kamelut
Punjangga Pulau seberang dating bertanya
Apa kata hatimu tentang seorang
guru?
Guruku….mau dengan jawaban
hatiku?
Guruku aku mau guruku tahu!
Hatiku berkata bahwa guruku adalah pahlawanku
Pahlawan yang berkerja sama dengan sekolah
Membawah ke dunia yang fana ini
Melatihku merangkak dan berjalan untuk menuju
Masa depanku
Menemani masa emasku
Mendampingi belajarku
Membuatku mengerti makna dan
tujuan hidup
Guru,engkau sungguh Pahlawanku.
Bangsa Muda
By: Reno
Suhardi
Aku anak bangsa
Generasi penerus bangsa
Yang mempertaruhkan
Keadilan,makmur,dan sejatera
Aku anak bangsa
Yang harus belajar
Mendengarkan guru
Dan menghargai guru
Aku manusia muda
Yang selalu setia
Menerima pelajaran
Dalam setiap rintangan
Aku manusia mudah
Yang belajar mencari kebenaran
Di dalam setiap halangan
Untuk mengapai keberhasilan
BERMIMPI
Oleh: Dani Sutanto
Aku
Manusia Yang Baru Merangkak Berjalan
Ingin Memimpin Bangsa Yang Akan Datang
Untuk Itu , Aku Berjuang Mencari Ilmu
Setumput Gunung Dan Mengail Ikan Iman
Aku Manusia Muda, Umur Setahun Jagung
Menuntun Ilmu Menanti ,Larangan
Agama
Agar Aku Dapat Merebut Tongkat Estafek
Kepemimpian
Republik Ini
Aku Manusia Menggapai Keadilan
Karena Aku Berjuang Berusaha
Dengan Belajar Dalam
Takwa
Untuk Menjadi Pemimpin Terang Kegelapan
GURUKU PELITAKU
Karya: Chika Harlin
Guruku…
Pelita Yang Selalu Menerangi Mimpiku
Menuntunku Mengajarku Dan Selalu Mendidiku…
Menemaniku Jika Aku Ada Masalah
Dari Pagi Sampai
Malam Engkau Tetap Lelah
Mendidiku Dan
Mengajariku….
Wahai
Pelitaku….
Dari
Gelapnya Dunia Hingga Teranganya
Engkau Tidak Pernah Meminta Pamrih
Walau Dari Pagi Sampai Malam Engkau
Selalu Menemaniku….
Guruku
Pelitaku…..
Menjadi Sandran Jika Kami Ada Masalah
Menjadi Penyemangkat Jika Kami ada masalah
Menjadi penyemangat jika kami malas
Menjadi penuntun kami, jika kami hilang arah
Menjadi sumber pelita bagi mimpi kami
TERIMAKASIH GURUKU
By: Ozwal.Budi
Guruku….
Terimakasih
guruku
Kau telah
memberikan pendidikan
Sungguh
senangnya aku
Mendapat
ilmu karena pendidikanmu
Engkau adalah
pahlawan
Tanpa tanda
jasa
Aku ingin
seperti
Yang selalu
membimbing dan mengajarkanku
Walau kau
keras kepadaku
Aku tahu
kau sangat sayang pada-ku
Aku tahu
engkau adalah insan yang
Mengajarkan
Bukan
insan,yang selalu menghajar.
Terima kasih guruku
Tercinta…..
GURUKU
By: Keysa Noveranda
Engkau
adalah guru yang hebat
Engkau
rela berkorban demi kami
Dan engkau mendidik kami sehingga
Kami bisa menentu masa depan
Wahai guruku
Kami anak-anak mu
Sangat
merindukan mengajarmu
Dan
kami ingin berterimakasih
Kepadamu
karna guru mendampingi
Kami
menjalankan pendidikan
Dan engkau sudah membagikan
Ilmu
mu kepada kami
Terimakasih
guruku
PERAN GURU DALAM MENANGANI KENAKALAN PESERTA DIDIK
Oleh: Nesya Asa
Peran guru dalam menangani kenakalan remaja ternyata
sangat mendukung perubahan karakternya. Kenakalan remaja memang beraneka ragam,
termasuk hal yang dilakukan oleh orang tua juga dilakukan oleh anak-anak. Jadi
dalam hal ini, peran guru sangat dibutuhkan dalam menangani kenakalan remaja. Benarkah
keterlibatan guru dapat membatu dalam mengatasi kenakalan remaja? Kalau ya, apa
saja metode yang dapat mengubah karakternya tersebut?
Anak-anak memang tidak dapat dikendalikan setiap
waktu, oleh orang tua, guru sekalipun masyarakat pada umumnya. Pada zaman
sekarang kenakalan anak memang cukup kompleks. perbuatan yang kurang
mencerminkan kehidupan terhormatpun mereka tetap lakukan. Di kota-kota besar,
telah menjadi pemandangan yang tidak sedap di mana anak-anak di bawah umur
hidup bergelandangan.
Sebagaimana yang disebutkan di atas bahwa generasi
muda atau anak remaja merupakan bagian dari tanggung jawab sekolah karena
penerus atau generasi bangsa yang berarti anak-anak remaja dalam cakupan
masyarakat yang berhak untuk memperoleh ilmu, kesadaran hukum, dan kesadaran
sebagai salah satu peserta didik yang akan membangun dan meneruskan cita-cita
bangsa. Guru adalah aset penting dalam mengubah karakter anak, di mana
kecerdasan pengetahuan serta kesabarannya dalam mendidik dan meluluhkan sikap
ego dan kemalasan dari diri rema atau anak tersebut.
Sebagai fasilitator utama, metode utama dari guru
adalah memberi kemudahan belajar bukan hanya menceramahi atau mengajar apalagi
menghajar peserta didik. guru juga perlu demokratis, jujur, terbuka, dan
memberikan waktu bagi peserta didik untuk merefleksikan diri sembari membimbing
dalam mengubah karakter anak didiknya yang nakal. Dengan berjalannya waktu, ego
yang ada Dalam dirinya akan terkikis oleh banyaknya ilmu dan kesadaran yang
telah diberikan oleh guru.
dengan demikian peran guru memang sangat penting bagi
perubahan untuk menghilangkan kenakalan anak. Ambil contoh, dengan bimbingan
konseling yang sangat telaten, anak akan menyadari betapa besar peluangnya
untuk menjadi anak yang kreatif, berprestasi, dan berkarakter demi mamajukan
bangsa.
KETIDAKSIMBANGAN KARAKTER GURU DALAM PEMBENTUKAN
KARAKTER PESERTA DIDIK
Oleh: Laura Raya
Seperti yang kita ketahui, guru adalah seorang
pengajar untuk mendidik dan membentuk karakter generasi penerus bangsa dan
posisinya sangat sentral dalam dunia pendidikan. Menjadi guru juga akan
berhadapan dengan berbagai tantangan untuk melahirkan berbagai propfesi-profesi
lain. Dalam kaca mata dunia sosial, guru terlihat sebagai perofesi paling dasar
dibandingkan profesi-profesi lainnya, namun demikian perannya yang luar biasa
mampu membentuk karakter peserta didiknya dan melahirkan banyaknya orang cerdas
dalam negeri.
Dalam hal ini masih banyak guru yang merasa kurang dan
kewalahan dalam proses atau aktifitas pembelajarannya. Persoalan ini muncul karena
banyaknya hal terjadi di luar kendali guru dalam kelas yang disebabkan oleh
berbagai tingkah dan perilaku peserta didik. Di lain sisi guru juga merasa
sulit membagi waktu antara aktivitas pembelajaran dengan berbagai penanganan
kasus yang dilakukan oleh anak didiknya. Efek dari kejadian seperti ini memicu adanya
kecendrungan guru yang tidak control dalam menyikapi berbagai persoalan dalam
kelas, misalnya dengan menggunakan kata-kata kasar yang sedikit mengganggu
psikis peserta didik, atau membuat peserta didik merasa bersalah, tanpa
mendengar penjelasan dari peserta didik.
Peranan seorang guru sebagai fasilitator atau manajer
bagi anak didiknya justru sangat baik bagi pendidikan karakter generasi muda.
Di sini anak didik akan di dengar dan diperlakuakan layaknya teman. Kendati demikian, dari masalah yang sudah di
jelaskan sebelumnya justru memunculkan ketidak seimbangan antara karakter guru
dengan tuntutannya terhadap pembentukan karakter peserta didik. Bagaimana
tidak? Guru sering mengungkapkan kalimat yang melukai perasaan peserta didik
dalam kelas, yang secara tidak langsung memperlihatkan bahwa guru sendirilah
pelaku perundungan atau bully dalam lingkungan sekolah. Sementara di lain sisi
guru juga yang menekankan peserta didik untuk menghilangkan tindakan
perundungan terhadap warga sekolah, baik dari guru, tenaga pendidikan ataun
siswa. Hal ini guru melanggar aturan yang sudah disepakati bersama.
Dari masalah yang sudah dijelaskan di atas, tentu
menjadi poin penting bagi guru untuk merefleksi perannya sebagai seorang guru.
Dari masalah di atas pula dapat di ketahui bahwa kesannya guru hanya memaksa
peserta didik untuk berperilaku seperti yang diinginkannya, tanpa guru itu sendiri
memberikan contoh yang selaras dengan tindakannya.
Masalah tersebut di atas juga merupakan cerminan bagi
guru untuk merefelksikan bentuk tindakan kekeliruannya, sehingga ada perbaikan
dalam aktifitas pembelajarannya. Hal kecil berupa refleksi ini justru perlahan
berdampak besar bagi kenyamanan kami sebagai peserta didik dalam lingkungan
sekolah. Apabila refleksi dilakukan secara rutin untuk guru sendiri, maka
integritas, profesionalita guru akan terlihat secara nyata dan dengan
sendirinya peserta didik akan mengikuti tindakannya tanpa takut dimarahi.
Dalam kaitannya dengan tema HUT PGRI ke-78 Bergerak
Bersama Rayakan Merdeka Belajar yang menggagaskan makna mendalam di mana yang
ditekankan adalah merdeka belajar. Menurut saya hal ini syarat akan kebebasan
murid dalam berpendapat tanpa takut dibentak atau di salahkan. untuk itu
pesannya adalah semoga HUT PGRI ke- 78 membawa perubahan untuk semua guru di
Indonesia yang mana lewat kesetiaan dan ketekunannya sebagai pendidik menjadi
guru sejati yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga spiritual
dan emosional sehingga terciptanya generasi yang nyaman dalam lingkungan
sekolah.
MODEL PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR DI NEGERI IBU PERTIWI
Oleh: Juan Karlos Loko
Tak dapat disangkal bahwa pendidikan merupakan aspek
fital dalam kehidupan manusia. kemajuan dan perkembangan hidup manusia sangat
bergantung pada pendidikan, sehingga manusia taka dapat lepas dari dunia
pendidikan.
Berita seputar dunia pendidikan
akhir-akhir ini menjadi tranding topik yang hangat diperbincangkan masyarakat.
berbagai kritik, saran, serta komentar yang terus membanjiri platform public
sebagai akibat dari model pendidikan yang kurang ideal dengan perubahan dan
tantangan zaman yang belum menemukan titik terang.
Ada beberapa pertanyaan besar dalam model
pendidikan pada era merdeka belajar di negara kita. Bagaimana menurut kita
semua model pendidikan di negeri kita ini? Apakah kalian setuju bahwa model
pendidikan yang saat ini kita rasakan sudah efektif? Ini sudah menjadi masalah
besar di bumi pertiwi. Sudah sepatutnya kita turun tangan dalam menyelesaikan
masalah pendidikan di negeri kita. Kalau bukan kita siapa lagi?
Pendidikan di negara Indonesia seharusnya
lebih dihidupkan lagi agar Indonesia lebih maju dan baik dalam memerangi
perkembangan zaman. Salah satu alasan mengapa pendidikan ada adalah untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengajar generasi muda untuk tahu memilih
mana yang baik dan mana yang tidak baik. Tetapi, kita tahu sendiri bagaimana
kondisi negeri ibu pertiwi kita saat ini. Ada banyak sekali kejahatan terjadi
mulai dari yang kecil sampai pada hal-hal kompleks yang melibatkan banyak
pihak, sebut saja korupsi. Sudah menjadi rahasia publik akan maraknya kasus
korupsi di negeri kita, bahkan para koruptor mulai dari jajaran jabatan yang
paling rendah sampai yang paling tinggi atau singkatnya dari tingkat desa
hingga tingkat nasional. Para koruptor itu adalah bukti konkrit bahwa pendidikan
di negeri kita gagal total. Lantas, apa hubungannya antara koruptor dan
pendidikan? Mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan kita gagal total?
Gaya pendidikan kita terlalu
menitikberatkan semuanya pada kecerdasan inteelektual. Asalkan nilai-nilaimu
bagus, maka bisa lolos sekolah, dapat pekerjaan enak dengan gaji yang besar.
Prinsipnya bahwa para siswa harus pintar. Terserah karakternya baik atau jahat
sekalipun, sekolah tidak akan peduli. Sayang bukan? itulah alasan mengapa
banyak terjadi kecurangan, misalkan mencontek ketika ulangan atau ujian.
banyaknya siswa mencontek karena saat itu nilai di atas kertas lebih dihargai
dari pada sikap atau etika kita. Prinsipnya adalah nilaimu rendah, maka kau
gagal!
Para koruptor adalah orang-orang
pintar, kalau mereka tidak mampu atau kasarnya sebut saja bodoh, tidak mungkin
mereka mendapatkan gelar magister (S2) atau doctor (S3). Oleh karena kepintaran
yang tidak diseimbangkan dengan kecerdasan spiritual dan emosional ataupun
karakter yang baik, mereka tanpa malu, mereka mengambil uang rakyat untuk
kepentingan diri dan sanak family. Sistem pendidikan kita yang melahirkan
mereka, itulah masalahnya. Karena itu, negara kita sulit lepas dari cengkeraman
kemiskinan. itulah alasan mengapa saya menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di
negeri kita telah gagal sejauh ini.
Namun masih ada harapan besar dalam
pendidikan kita. Semoga dengan adanya rencana strategis kementrian pendidikan
dan kebudayaan yang menyebutkan bahwa “agar peserta didik berhasil di
lingkungan kerja masa depan, ada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila yang
harus ditumbuh kembangkan yang di anatarnya adalah Beriman, Beraqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, Berkebinekaan Global, Gotong Royong,
Mandiri, Kreatif dan Bernalar Kritis. Keenam dimensi tersebut masing-masing
bertujuan mengarahkan peserta didik untuk menjadi lebih baik dan mengikutri
arus globalisasi yang semakin berkembang pezat.
Konsep pelajar Pancasila tersebut
berangkat dari konsep merdeka belajar yang berfokus pada pengembangan potensi
dan karakter siswa lewat pengerjaan proyek-proyek sekolah. Oleh karena itu
dalam proses pembelajarannya siswa dituntut untuk aktif dan berpartisipasi
langsung sebagai objek sekaligus subyek pembelajaran. Namun, terlepas dari
tuntutan bagi para siswa untuk aktif dan berpartisipasi langsung dalam proses
pembelajaran, keberadaan dan kontribusi guru juga sangat diperlukan. Guru
sebagai pihak yang ada di garda terdepan pendidikan nasional menjadi salah satu
actor penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum MERDEKA BELAJAR INI. Oleh
karena itu, peran guru menjadi suatu hal yang urgen dalam penerapan konsep
merdeka belajar.
LEARNING TO LIVE TOGETHER
LEARLNING TO LIVE WITH OTHERS
Oleh: Marny Minarni
Arti dari
kalimat di atas adalah mengajarkan, melatih dan membimbing peserta didik agar
dapat menciptakan hubungan komunikasi yang baik, menjauhi prasangka-prasangka
buruk terhadap orang lain serta menjauhi dan menghindari terjadinya perselisihan
dan konflik.
Dalam
proses pembelajarannya itu kita harus, mengembankan kemampuan berkomunikasi
yang baik dengan guru dan sesame siswa yang dilandasi dengan sikap saling
menghargai.
Siswa
yang memiliki kemampuan yang berbeda, seperti kemampuan in telektual, personal,
sosial, kultural dan emosional. Bilamana perbedaan ini diabaikan gur, maka
berapa kemungkinan yang tidakbmenguntungkuan aktivitas dan hasil belajar.
Beberapa hal yang tidak menguntungkan dalam proses belajar, contohnya enggan
untuk untuk bertanya, kurang tertarik mendengar penjelasan guru motivasi yang
rendah untuk mengerjakan tugas. ketika hal ini diabaikan guru kemungkinan besar
siswa tidak memiliki pengalaman belajar dan siswa tidak memiliki pengetahuan
umum,
Sering
saya lihat beberapa guru kurang memperhatikan murid yang seperti ini. contohnya
murid yang kurang tertarik mendengar penjelasan dari guru, bukannya guru
memberi motivasi, tetapi mah membully anak tersebut. Hal ini justru membuat
suiswa menganggapbdirinya tidak dapat lagi mendengar penjelasan dari guru,
karena dia menganggap dirinya rendah.
Guru
perlu berupaya mendorong tumbuhnya rasa percaya diri siswa, sehingga mereka
memiliki kemampuan untuk belajar lebih dan mampu memecahkan masalah-masalah
yang dihadapinnya. Karena kebanyakan guru membuat siswanya kurang percaya diri.
Contoh yang sering saya lihat adalah guru yang membullyng siswanya, guru
membentak siswanya di depan umum sehngga membuat siswa malu dan kurang percaya
diri.
Sebagai
fasilitator yang mendorong peserta didik, guru harus mampu melipatgandakan
potensi peserta didik dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita
mereka di maa yang akan datang.
BAHASA DALAM
SURAT DINAS
Oleh:
Cici Aslin
Surat adalah
sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada
pihak lain. Surat
dinas adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti
instansi dinas dan tugas kantor. Surat dinas memakai bahasa yang resmi. Bahasa
surat ialah bahasa yang digunakan dalam surat-menyurat. Bahasa yang digunakan
harus taat kepada semua aturan berbahasa yang berlaku, baik dalam struktur kata
dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea atau
paragraf, dan lain-lain. Aspek yang perlu dicermati untuk menciptakan bahasa
yang jelas di dalam surat adalah pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan
alinea, dan pemakaian tanda baca.
Pada tulisan ini, penulis memakai judul “Bahasa Dalam Surat Dinas”
karena pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas
merupakan bahasa yang resmi, serta selalu memperhatikan pemakaian kata-kata
yang baku, pemakaian ungkapan yang tetap, dan pemakaian ejaan secara benar.
Pada umumnya bahasa yang dipakai dalam surat dinas meliputi bahasa yang baku
dan bahasa yang efektif. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas tentang
bahasa surat, yakni bahasa baku dan bahasa efektif
Surat adalah
sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada
pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal yaitu sarana pemberitahuan, permintaan,
buah pikiran, dan gagasan yang berupa alat bukti tertulis, alat pengingat,
bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop
sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat
maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.
Surat dinas
digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas
kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi.
Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat
berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan
pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi.
Bahasa adalah
sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para seseorang untuk
bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa
diperlukan manusia untuk menjalankan aktivitas hidupnya. Sebagai makhluk sosial
yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memang memakai
alat komunikasi lain selain bahasa verbal. Hal itu menunjukkan bahwa bahasa
merupakan alat komunikasi terpenting bagi manusia.
RAGAM BAHASA
Oleh: Bella
Para penutur bahasa Indonesia
seharusnya mengetahui penggunaan ragam dialek, tidak resmi, terpelajar, dan
resmi. Ragam dialek dapat dipakai jika penutur dan mitra berkomunikasinya
berasal dari suku atau etnik yang sama. Ragam bahasa yang tidak resmi dipakai
jika penutur melihat mitra tuturnya sebagai orang biasa yang tidak perlu
dihormati dan pendidikan atau status sosial mitranya tidak tinggi.
Pilihan ragam akan beralih ke ragam bahasa
terpelajar atau ragam resmi jika para penutur dan mitra berkomunikasinya
multietnik atau suasananya berubah, misalnya dari yang tidak resmi menjadi
bahasa yang resmi. Jadi, penetapan pilihan ragam yang dipakai bergantung pada
situasi, kondisi, serta bentuk hubungan antar pelaku dalam berkomunikasi.
Bahasa yang dipakai dalam menulis surat dinas berbeda dengan bahasa yang
dipakai pada waktu menulis surat pribadi. Surat dinas pada umumnya menggunakan
bahasa yang resmi sedangkan pada saat menulis surat pribadi cenderung
menggunakan bahasa yang tidak resmi atau
santai.
Bahasa dalam situasi yang formal
harus memakai ragam bahasa yang resmi atau ragam bahasa baku, yaitu ragam
bahasa yang mengikuti kaidah atau aturan kebahasaan. Ragam resmi mutlak
menuntut pemakaian kosakata yang baku serta struktur kalimat yang baku,
sedangkan ragam bahasa tidak resmi tidak mutlak menuntut persyaratan tersebut.
Pada hakikatnya bahasa itu bersifat
dinamis dan terus berkembang, terlebih bahasa Indonesia yang masih mencari
bentuk menuju ke dalam pembakuan yang mantap, dan proses perkembangannya pun
sangat cepat. Kelompok ragam bahasa yang paling banyak variannya adalah ragam
bahasa berdasarkan topik pembicaraan. Faktor pembeda antara ragam bahasa yang
satu dengan ragam bahasa yang lainnya terletak pada pemakaian kata atau istilah
khusus sesuai dengan topik masing-masing. Pemakaian kata atau istilah khusus
dalam bidang tertentu sekaligus menjadi ciri ilmiah atau tidaknya suatu ragam
bahasa. Apabila yang dipakai kata-kata biasa atau kata-kata umum, berarti
ragamnya non ilmiah. Sebaliknya, apabila yang dipakai kata-kata atau istilah
khusus, ragamnya berubah menjadi ilmiah. sebaiknya mempelajari rajam bahasa sesuai dengan situasi dan kondisi dalam
penggunaannya.
BUKU CATATAN
Oleh: Gereoni Khalista
Kelas: VIII A
Tiga hari yang lalu, aku menemukan sebuah buku catatan
di halte dekat sekolah. Sepertinya buku itu milik anak satu sekolah denganku.
Kuambil dan kusimpan untuk diberikan kepada pemiliknyan nanti. Setelah itu, Aku
menghubungi dan meminta tolong kepada temanku untuk dibuatkan sebuah berita
kehilangan dan ditempel di papan pengumuman sekolah,
Setelah kejadian itu, hingga hari ini belum ada
tanda-tanda kemunculan dari si pemilik catatan tersebut. Dari Informasi yang
aku dapatkan, pemilik buku catatan ini adalah anak kelas X MIPA 3. Mungkin
kalian bertanya-tanya, tentang mengapa tidak dititipkan saja kepada anak yang
mengenal pemilik buku catatan itu? Jawabnya tentu tidak. Aku ingin
mengembalikannya sendiri karena merupakan tanggung jawabku.
Bel istirahat berbunyi, saatnya ku mengembalikan buku
catatan itu kepada si pemilik. Ketika sampai di kelas tujuan, aku bertanya
kepada salah satu anak. Lalu ia menunjuk anak perempuan yang sedang fokus
membaca buku. Kuhampiri anak tersebut dan menepuk pundaknya, ia terkejut dan
menoleh kearahku.
Cantik itulah kata pertama yang terlintas dipikiranku.
“Kau pemililik inikan?” tanyaku dengan senyum simpul sambil menunjukan buku.
“Lain kali tolong lebih hati-hati” sambungku dan tanpa menunggu balasaanya aku
langsung lari kencang keluar kelas. Wajah cantik si pemilik buku masih saja
tergambar jelas dalam ingatanku. Yah maklumlah reades, cowok kalau liat gadis
cantik, maka pemandangan lain seolah tertutup dengan wajah si gadis. Ayo
benarkan? Lanjut dengan pikiranku yang dipenuhi pesona sang gadis, dan hati
ikut berdebar dengan tingkah yang serba salah. Aku tak pernah mengalami hal ini
sebelumnya, mungkin ini pengalamanku yang jatuh cinta pada pandangan pertama.
Setelah sekian banyak perempuan yang aku temui, aku ingin menjadikannya
kekasihku. Aku mencari waktu mengatakannya, aku mencari cara meluluhkan
hatinya. Semoga dirinya menjadi salah satu pembaca kisahku ini.
PERAN GURU DALAM MERDEKA BELAJAR
Oleh: Kerin
Duar
Rencana
Strategis kementrian pendidikan dan kebudayaan menyebutkan bahwa agar peserta
didik dapat berhasil dari lingkungan kerja di masa depan. Ada enam Profil Pelajar
Pancasila yang harus ditumbuhkembangkan dalam diri peserta didik yakni Beriman,
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
gotong royong, mandriri, kreatif dan bernalar kritis. Keenam Profil Pelajar
Pancasila di atas terintegrasi dalam sebuah konsep pembelajaran baru yang
diluncurkan oleh Kemendikbudristek yakni “Merdeka Belajar”.
Merdeka
belajar berfokus pada pengembangan potensi dan karakter siswa lewat pengerjaan
proyek-proyek sekolah, seperti membuat kerajinan tangan, membuat makanan, dan
prakter seni dalam budaya masyarakat setempat, oleh karena itu dalam proses
pembelajarannya siswa dituntuk untuk aktif dan berpartisipasi langsung sebagai
objek dan maupun subjek pembelajaran dengan bantuan kontribusi guru sangat
diperlukan.
Guru
sebagai pihak yang menjadi garda terdepan pendidikan nasional dan menjadi actor
penting dalam ikhtiar menyukseskan kurikulum merdeka belajar ini, oleh karena
itu peran guru menjadi salah satu hal yang urgen dalam penerapan konsep merdeka
belajar. Namun tak dapat disangkal bahwa perkembangan tekhnologi juga turut
membawa serta pengaruh negative di dalamnya. Misalnya terjadi penurunan
semangat literasi pada anak lantaran kemudahannya dalam mendapat informasi yang
ditawarkan oleh internet membuat anak jadi bermental instan.
Melalui
sebuah sistem formal seperti pendidikan yang diarahkan tercipta sebuah generasi
penerus bangsa yang progresif dan produktif atau dengan kata lain pendidikan
diarahkan untuk menjadi wadah demi menghasilkan anak-anak bangsa yang
berkualitas secara inteklektual ataupun karakter.
Hal itu
dapat kita lihat dalam data yang dikluarkan dari PISA (Program For
Internasional Students Assesment) tahun 2015 yang menampilkan tingkat literasi
yang meliputi bidang-bidang tulis, matimatika, sains, dan kabar buruknya
Indonesia menempati urutan ke-62 dari 70 negara yang menjadi sampel penelitian.
Fakta
memilukan ini menunjukan bahwa sistem pendidikan di Indonesia belum maksimal
dalam proses memajukan kesejahtraan bangsa. Pendidikan kita belum mampu untuk
menghasilkan generasi-generasi yang berkualitas demi kemajuan negara. Sistem
yang bekerja di dalamnya belum mampu untuk menciptakan metode serta model
pembelajaran yang diampu untuk menciptakan SDM-SDM yang bermutu.
Dalam hal
ini, sungguh keterlibatan guru sangat diharapkan oleh segenap anak bangsa yang
memiliki mimpi besar. Semoga dengan penerapan Merdeka Belajar, segala hal yang
menjadi kendala dalam bidang pendidikan akan terkupas tuntas dan sistem
pendidikan Indonesia menjadi lebih efektif dalam melahirkan kader bangsa yang
cerdas berintegritas, cerdas secara spiritualitas dan cerdas secara emosional.
MIMPIKU
UNTU MIMPI MEREKA
Oleh: Bela
Liman
Kring…Bel telah berbunyi adalah
waktu yang dinanti murid. Teman-termanku langsung merapikan tas dan guru sibuk
mengingatkan tentang tugas. “Jangan lupa ya anak-anak, minggu depan tugas harus
selesai. Ucapnya untuk kedua kali sebelum keluar dali kelas.
Aku yakin semua temanku tidak
mendengarnya karena sibuk membicarakan warnet yang baru dibuka di dekat
sekolahlku. Aku tidak tertarik dengan hal itu karena aku ingin cepat pulang dan
segera istirahat dari kerasnya perjalanan juang dari pagi hingga tengah hari.
Cuaca yang terik membuatku
berkringat dalam perjalanan pulang, “panas” tutur batinku. Namun aku tetap
berjalan hingga sampai diperempatan jalan yang ramai oleh pedagang asongan
ataupun para pekerja yang baru pulang dari kantor, mereka berhamburan memenuhi
trotoar. Panasnya matahari yang menyengat membuatku terbakar sehingga aku
mampir di warung terdekat. Akupun memutuskan membeli minuman favoritku dan
meneguk habis sambil memikirkan tugas rumahku, “Apa ya tujuan dari
cita-citaku”, pikirku.
Saat itu, datanglah sesorang anak
kecil yang membuyarkan lamunanku. Dia datang hanya beralaskan sendal jepit
using. Ia membeli air mineral dan duduk di sebelahku. ia bertanya padaku,
“Kakak habis pulang sekolah ya?” dan akupun balas dengan anggukan.
“Aku pengen sekolah kaya kakak,
sayangnya aku harus bantu mama biar kami nggak lapar dan bisa sekolah deh”,
ucapnya. Aku terdiam melihat wajanya yang penuh dengan harapan itu, diapun
melihat ke depan dan pamit pergi. Aku tersenyum dan bangkit dari dudukku. kini
aku tahu, dan dapat aku simpulkan apa tujuanku bersekolah. aku tahu aku harus
membantu mereka yang penuh harapan untuk menggapai mimpi. aku ingin menjadi
guru yang akan mencerahkan dan mencerdaskan generasi penerus bangsa.
CERITA GUURU DAN MURIDNYA
Oleh: Ninok Adam
Pada suatu hari ketika siswa kelas VIII SMP St. Klaus
Kuwu yang bernama Thomas mengikuti KBM di kelas, Dia bertanya kepada gurunya
yang mengajar mata pelajaran PPKN yang bernama bu Siti. Thomas bertanya kepada
guru PPKN tersebut “Bu, hari guru ini dikenang pada tanggal berapa?” lalu ibu
sitipun menjawab, “Thomas hari guru akan dikenang pada tanggal 25 November dan
kita wajib juga memberikan ucapan selamat kepada guru-guru ya”.
Pada Saat itu, teman sebangku Thomas bernama Samos
bertanya kepada Thomas. “Thomas kenapa kau bertanya seperti itu kepada ibu
guru, sementara ini masih tanggal 19 November?” lalu Thomaspun menjawab
pertanyaan temannya tadi. “Samos, saya hanya ingin tahu hari guru dikenang pada
tanggal berapa, siapa tahu kita juga diminta untuk membuat tulisan dari team
literasi sekolah dalam menyambut hari besar tersebut, jadi alangkah baiknya
kita muali membuatnya dari sekarang”, jawabku. setelah itupun Thomas dan Samos
melanjutkan konsentrasi mereka pada pembelajaran yang sedang berlangsung.
Pada jam Istirahat tiba, Thomas dan Samos berdiskusi
untuk membuat tulisan berupa puisi dalam rangka mengenang hari guru, namun
kendalanya adalah mereka berdua tidak tahu struktur kepenulisan puisi dan
mereka belum tahu mengenang hari guru yang keberapa kali pada tahun ini. Saat
mereka masih diskusi, datanglah seorang guru bahasa Indonesia yang bernama ibu
Anita. “Ibu, kami boleh tanya?” langsung dijawab anggukan oleh ibu Anita.
“Kalian mau bertanya tentang apa”? ibu Anita balik bertanya pada Thomas dan Samos.
“Bu, kami ingin bertanya tentang bagaimana struktur kepenulian puisi dan pada
tahun ini kitan akan mengenang hari guru yang keberapa?” jawab kami dengan
lempar pertanyaan.
Mendengar pertanyaan anak didiknya, ibu Anita pun
menghentikan langkahnya dan berusaha menjawab pertanyaan mereka secara lugas.
“Baiklah Thomas dan Samos, saya akan menjawab pertanyan kalian secara singkat
saja, mengingat sebentar lagi ibu ada les di kelas lain, dan kalian akan
melanjutkan pembelajaran matetikan untuk jam berikut. Thomas dan Samos, sebelum
kamu masuk dalam struktur kepenulisan puisi, hal pertama yang kamu harus
pelajari adalah pengertian dari puisi itu sendiri. Yang mana puisi itu adalah
bentuk ekspresi yang memanfaatkan medium bahasa, namun bahasa yang digunakan
berbeda dengan bahasa percakapan pada umumnya. Puisi akan mengekspresikan
pengalaman jiwa dengan menggunakan bahasa sastra. Sedangkan langkah-langkah
dalam menulis puisi, paling tidak kitan mengetahui beberapa hal, yakni: 1)
mampu menentukan tema, (2) menentukan kata kunci dari hal yang ingin kalian
tulis melalui puisi, (3) Diksi atau pilihan kata yang digunakan, (4) Gunakan
gaya bahasa atau majas untuk menghasilkan kata-kata yang puitis, (5) kembangkan
puisi seindah mungkin dengan memperhatikan susunan kata, larik dan menjadi
bebrapa bait hingga membentuk puisi yang utuh dan bermakna, (6) bait, desain
bait dengan pilihan yang menarik misalnya disusun 2 baris tiap bait yang
disebut distikon, 3 baris perbait atau terzina, dengan 4 baris perbait atau
kuatren, 5 baris perbait atau kuintit. Jadi, Thomas dan Samos mungkin itu
penjelasan singkat yang perlu kamu pahami dalam menulis puisi, dan ibu harap
kamu paham dengan apa yang ibu jelaskan. Sedangkan untuk tahun ini kita akan
merayakan hari guru yang ke-29 dan HUT PGRI yang ke-78”. jelas ibu Anita dengan
lugas dan penuh makna.
Setelah itu kedua sahabat tersebut mengucapkan terima
kasih kepada ibu Anita yang telah memberikan solusi dari kendala yang mereka
alami. Saat itu mereka senang karna mendapatkan titik terang dalam membuat
puisi. mereka dengan semangat mencari referensi tambahan dari buku yang berada
diperpustakaan.
Dua hari kemudian mereka mendapatkan informasi bahwa
semua siswa diminta membuat tulisan dalam bentuk puisi, cerpen, opini, cerita
rakyat yang diminta oleh team literasi sekolah. Mereka dibertahukan terkait
tema HUT PGRI yang ke-78 yaitu “Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar”. Saat
itu juga mereka dengan semangat melanjutkan dtulisan mereka yang awalnya hanya
menjaga-jaga. hingga pada akhirnya mereka mampu membuat puisi yang berkaitan
dengan tema umum sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasa dan dedikasi guru
untuk kehidupan mereka dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Setelah mereka merasa puisinya sudah utuh dan
membentuk makna, merekapun dengan percaya diri mengumpulkan karya tersebut
kepada oordinator sekolah dengan harapan tulisannya menjadi salah satu karya
yang akan diterbitkan pada majalah dinding (Mading) Sekolah.
TIMUNG TE’E
By: Nesya, Ain, Oswal P, Laura R. Ketrin
Long time ago, there was a
beautiful girl named Timung Te’e. She was born from mystical treaty with a
giant named Empo Rua. In their treaty, Empo Rua would take her back when she
turned to seventeen years old.
When
Timung Te’e celebrated her 17th birthday, Empo Rua came to take
Timung Te’e. However, parents broke their promise and asked her to run away.
Empo Rua was so angry that he chased after Timung Te’e. While running, Timung
Te’e fought back by spreading the salt, shrimp paste and also cucumber seeds.
The
cucumber seeds turned into the bamboo forest, the salt turned into a sea and
the shrimp paste turned into the suction mud. Then, Empo Rua was sucked by
suction Mud and Timung Te’e could return home safely.
PITON
By: Yuni, Tita,
Rivan, Geral, and Exan
Once upon the time, there lived a small family in Kota
Komba. The family member was a father named Anton, a mater named Tina, and two
daughters. The elder named Tika and the youngest named Cindy. They lived in a
simple hut. Fulfilling their living needs was very depending on Rice plant and
banana. Therefore, taking care of rice plant and banana in the fields was
Anton’s daily routine.
One
day, Tina told Anton that she was sick and he told her wife to get rest. “Tina,
this morning I will go to the field. You have to stay home all day long to get
rest” said Anton. Tina responded to her husband by nodding her head. She also
prepared banana stock as provision for her husband. After Anton left the hut,
Tina suddenly recovered
One
day, Tina followed her father to the field and told him that their mother was
always left home when their father left for work. “When you go to the field,
mother always leaves us alone” said Tina. After listened to Tina’s story, Anton
told her to go home early so that her mother would not suspect something bad.
The
next day, Anton went to the field and say goodbye to his wife. When Anton was
gone, Tina immediately left the hut without realizing that her husband was
pretending to left the hut then followed Tina. He was surprised that he found
Tina having affair. Knowing what his wife had done, Anton immediately ran
towards the hut. A few moments later, Tina came home and saw her husband stand
of the door of the hut. “Go away! Don’t ever come back to this place” shouted
Anton. With tears in the eyes, Tina left the hut. Before leaving, Tina said
something to her daughters, beside, Anton left for the fields. When the sun was
on the western horizon, Cindy cried. Tika couldn’t stop her sister crying. Then
remembered her mother message that if cindy cried Tika had to take her to the
river. At the river Tika called her mother
“Ene
ene eeeee……. Mai zuzu zaze”…. A few
moments later Tika was very surprised because she saw a piton coming towards
them. It turned out that the Piton was Tina whom had come to catch up with her
daughter. After breasfreeding, Tina who had now transformed into a piton,
returned to the river .Before leaving he advised Tika to always take Cindy to
the river when she cried. Tika always carried out her mother’s orders every day
when Cindy cried,Tika always took her to the river but one day, the mothers did
not come to them. A panicked Tika kept calling her mother. However, her effort
was failed.
Tika
whom still hopes for her mothers’ arrival, always went to the river until
finally she heard the news that three days ago a hunter had killed a piton tail
in the river where Tina lived. Now Tika realized that her mother was murdered.
With deep sadness, Tike left the river. That’s was the origin of Piton that
called Nepa in Manggaraian Language.
PO’ONG TURENG
By:
Veya, Sastri, Marni, Rafi, Ino and Erik
One
upon the time, there was a boy named Yos.He stayed in wood that village in
Cibal.Yos had cow and wish for having more friend.Polus had a son named Ian,who
was very naughty.Polus wanted his son to change to lived in the forest.He ran
into the forest, in the forest he found a cow, the cow was Yos only friend in
the forest, then Ian followed the cow’s trais to Yos house at Yos house Ian
find Po’ong ntureng written on Yos house board.
Two
days after Ian lived in Yos house very heavy rain and strong winds came causing
yos house to be destroyed and the equipment in Yos house to be carried away by
the rai,but only a board was left that said po’ong ntureng .
Since
then,the forest has been called Po’ong ntureng.
Wela Rana
Reno,Variin, Jhui, Chandra,
Vesto, Jhois
A
long time ago, there lived a beautiful girl in a kingdom named Wela Rana. She
lived with her father. They lived with plenty of wealth. However, Wela Rana mother
have passed away when she was born.
One
day, Wela Rana went to the bathe with her soldier. Then the soldier went to
guard from far. When Wela Rana start to bath, she took off jewelry from her
body. Once moment on that time, there a bird that steal the jewelry. He was
ordered by young man who fell in love with Wela Rana.
Hearing
the problem faced by her daughter, the king announce to people that a bird
stole jewelry of her daughter. Therefore, he told the people that if anyone
could find the jewelry, he could marry his daughter. By the time, young man
take chance to get married to Wela Rana. Then he brought jewelry to the king
and the king very thanks to him and directly approved they’re relationship. Finally,
Wela Rana and the young man got married and lived happily in deep kingdom.
MONKEY AND FROG
Ario, Yogi, Rista,
Lani, Laura J.
In
a forest, there lived two friend, that was a monkey have character greed and arrogant
and a frog have good character and calm. They have a very big garden where they
usually plant for any type of plants.
One day the monkey and the frog went
to the garden to plant a banana tree. When they got there, the banana tree plant
by the frog had its roots down and the tree up. Yet the monkey, it planted the
roots up and the tree down. After finishing planted the banana tree, they both
went back to their respective homes.
Several months later the frog and
monkey went to the garden to check the banana trees. When they got there they
were very surprised because there was only the banana tree planted by the frog
was fruit, while the banana tree planted by the monkey was not. The monkey also
asked the frog to divide it in half. The frog agreed. But because frogs
couldn’t climb trees, he asked for help from the monkey to climb and pick the
fruit. However, the monkey was very greedy, he ate all the banana the frog had
didn’t leave a single banana from him. The frog regretted it because he easily
trusted the monkey. Due to his disappointment with the monkey, the frog kept a
thorn under the banana tree with the intention of avenging his gread from the
monkey
After
that, the monkey screamed in pain and asked the frog for help. Even though the
frog was very disappointment, he still wanted to help the monkey by removing
the thorns on his body and treating the wound. Soon after that the monkey
regretted his behavior, he apologized to the frog and promised to not repeat
his mistake again. Finally the frog forgave the monkey. They became friends
again and were happy forever.
SANO NGOANG
By:
Devi, Intan, Dio, Nesi, Pirlo
A
long time ago, In a village there lived two man who was paralyzed and blind.
Their house were close together so they helped each other. One day the people
in the village went to work and they were the only ones left in the village.
When
the evening came, the paralytic and the blind man had not eaten. So they got
together to cook rice, when they wanted to cook the rice, there was no fire in
the blind man’s kitchen, then the blind man asked the paralytic for charcoal,
then the paralytic gave him the charcoal, via the dog, and the charcoal was
taken to him, tried it to the dog fail. When the dog arrived at the blind
man’s, his the dog’s tail was on fire. The paralytic man who saw this laughed
and the blind man who heard this laughed too.
Suddenly
in front of the paralyzed man an old grandfather appeared and asked the
paralyzed man, do you choose porridge. The old, grand father went to the blind
man’s house and asked the same thing and the same answer from the blind man.
Then in an instant the grand father’s eyes stuck a stick into the ground and a
spring emerged from the stick he stuck in. Then the village was filled with
water so a lake was formed and the lake was called Sano Nggoang.
PONDIK
By:Ciko N,Yupe ,
Andin ,Alvares
Was
upon a time in a village in Manggarai, there lived an impostor young man named
Pondik. He felt hungry then planned to deceived villager then Pondik came to
mite old costume and said “good morning sir”. “good morning Pondik how can help
you?” said old costume. “Sir I want to sell my drum and gong will melodies then
without thinking the old costume agree with Pondik.
When
the evening comes, Pondik went to the traditional house where village gathered
“hello everybody if you want to listen to this drum and gong you have to close
the door and window” after that, Pondik ordered old costume to open sack that
Pondik brought. Pondik run away while the sack brought by Pondik opened by
villagers who stayed in that traditional house. After several minutes, the
villager chased after Pondik. When they got Pondik, he then tied in the
traditional house.
ULUMBU
By:Gelvan, Tino, Yuno,
Arsa
Once upon a time, there lived a man
and his beloved dog named Ulumbu in Satar Mese Village. The Dog was Very smart
and always obey what’s the Master asked him to do.
One day, the master wish to test his
dog to see if the dog would always obey his commands. Then he thought that he
had finally got an idea, he told his dog to search namely the land in the
cemetery, his master asked for his dog it turned out that the dog was following
his request.
A few moments later,
the Dog left his master. After a few weeks without saw his dog, he decided to
go to the hill to find Ulumbu. When he arrived to the hill he felt sad and
regret because he had praise the goodness of his dog. The dog had died in the
hill. from there the village was given the name Ulumbu.
NUCA LALE
By:Nera, Acha, Atus,
Fino
Once
upon a time, in the day when there were many breadfruit tree sin the forest,
there lived Mekulas and Negiles they were lazy people. Their huts were made of
dry, unorganized grass more like a pig nest. Meanwhile, Mejiler and Nengilen
are diligent and humble. Their huts were made of dry leaves from breadfruit
trees arranged in an orderly mannered.
It
is said that I the live of ancient humans, winds and earthquakes meant that God
was passing by to check on his people. When the wind and earthquake came and
the Neliges acted their hut was also damaged by the wind and shaken by the
earthquake.
Meanwhile,
Mejiler and Nengileng always call for prayers when there is wind and
earthquake. Their hut was not damaged. The presence of wind and as disasters
should make us aware of our mistakes and self-arrogance.
Rana Mese Lake
By: Gisel, Sintia,
Alves
Once
upon a time, in a village Lerang there was two lakes, that named Rana Mese lake
and Rana Hembok lake, Rana Hembok was biger thatn the Rana Mese lake. Two lakes
were meant to be an enemy. The two’s of them was inhabited by genies.
At
some moment, the genies from Rana Mese lake and Rana Hembok lake were engaged
in a war a grabbed power. On the other side, the genies of Rana Mese lake have
no weapon. So, they would to make it.
One
time, there two people seek wood in the area of Rana Mese lake. At the moment,
they meet a genies in Rana Mese, the genies was thought and made a promise, “if
you want to earn more wood, you have to make a weapon for us” said genies. They
agreed and make a weapon from a pointed bamboo.
The
war started and genies of Rana Mese lake finished and defeat the genies of Rana
Hembok lake. Owing to that efforts, water from Rana Hembok lake flow to Rana
Mese lake. Now, Rana Mese lake become biger than before and become a tourism
place that visited by many tourist.
TANPA TANDA JASA
Oleh: Della Astrivan
Bagaikan daun yang ditiup angin
Terkadang lepas dari Rantingnya
Terkadang melekat dan kokoh tak jatuh
Bukan sekadar kuat untuk bertahan
Tapi usahanya mengikat diri
Kegagalan
bukan awal kehidupan
Kucoba
membaca dan menulis kata
Mengisi
kekosongan daya ingatanku
Cibiran
yang kau hiraukan merontai semangatmu
Impian hidupku kian kelam,
Terbentang hamparan luas tak tergambar jalan
Kau datang mengukir sejuta prestasi gemilang
Jasamu tak ternilai dalam kringatmu yang tak basi
Kegigihanmu memukau setiap sudut mata
Kau telah
menjadi bukti,
Meski
bermodalkan spidol dan tinta
Tapi jasamu
tak terlupakan
Terima
kasih pahlawanku
Pengorbananmu
tak terkira bagiku.
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Lia Nalut
Guruku…
Kau bak mentari yang menyinari bumi
Begitulah engkau menerangkan pikiranku
Ketika aku tak tahu
Kemana aku harus berjalan
Saat itu engkau yang selalu
Hadir untuk menuntun
Kemana aku harus berjalan
Engkau hanya guru biasa
Tapi jasamu sangat berarti
Bagi kami yang sekarang
Sedang mengikuti jejakmu
Terima kasih guruku
Kau selalu menuntunku
MERAH DARAHKU
Oleh: Ecen Tangkur
Mengalir darahmu bagaikan air
Memberi dan menyebar adalah tugasmu
Mencari adalah tugasku
Di hari-hari aku memberikan masa depan
Aku tanpamu bagai bunga tanpa air
Kau menerangi sudut hidupku
Dalam ketidaktahuanku engkau membuka jalan
Tubuh, otak dan pikiranku bergerak mendengarmu
Engkau akan selalu menjadi cahaya bagi kehidupanku
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Vito Iron
Guru pahlawanku…
Andai kata matahari tiada
Dunia akan beku dan bisu
Pelangi tidak apan terpancar
Kehidupan tiada akan terlaksana
Disaat
titik kegundahan menghampiri
Terlihat
setitik cahaya yang kami cari
Yang Nampak
dari sudut-sudut ilmumu
Tiada
akan pernah diterpa angina
Guru pahlawan tanpa mengharapkan imbalan
Saat kami tak sengaja mengabaikan ilmumu
Engkau tak lelah dan terus mememotivasi
Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang
warna yang indah
Tentang
garis yang harus di tulis
Juga tentang
kata yang harus dibaca
Hidup
kamipun berarti tak sia-sia
Guru pahlawanku
Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terima kasih atas jasamu kuucapkan
Maafkan kami yang kadang menempatkanmu pada rasa kecewa
Jasamu abadi tak terurai.
GURU PELITAKU
Oleh: Kristo Yikim
Gurumu denganmu aku bisa
Melewati masa-masa sulit dalam ketidaktahuan
Engkau membimbingku mengenal sulitnya bentuk huruf
Engkau mendampingiku merangkai bunyi menjadi bahasa
Mengarahkanku mengenal angka, mengenal lambang dalam
aljabar
Guruku…semasa proses yang kulewati
Aku memiliki kisah yang kadang baik kadang sulit
diterima
Apapun itu aku akan berjuang demi tanah air tercinta
Indonesia.
Aku akan berusaha untuk merdeka dalam belajar bersama
guru pelitaku
Jasamu akanku kenang selamanya
Jasamu tiada tara
GURUKU PAHLAWANKU
Oleh: Kamelia Mirjana
Oh guruku….
Engkau bagaikan penean jalanku
Yang penuh dengan kegelapan
Saat aku menyusuri lorong suram nan sunyi
Engkau datang membawa pelita
Aku yang dulu hanya bermimpi
Kini bertekad untuk menggapai
Guruku pahlawanku
Jika tanpamu aku seperti buta
Tak mampu mengenal baca
Apalagi mengurai angka
Aku berterima kasih kepadamu
Saat kebingungan melanda diriku
Kau menghampiri dan membimbingku
Guruku, aku tak pandai merangkai kata
Untukmu aku ingin mengucapkan terima kasih
GURUKU
Oleh: Erik Dahus
Wahai guruku
Engkau sosok berjasa
Menumpahkan keringat bagi negeri ini
Tak gentar engkau berjuang
Demi kami manusia penimba ilmu
Oh guruku
Jasamu tiada tara bagi bangsa ini
Dengan tekadmu kami jadi bersemangat
Semua karena jasamu
Semua karena semangatmu
Kami menjadi berilmu
GURU PAHLAWANKU
Oleh: Ino Jerahi
Ketika pagi kamu datang
Senyum cerahku menyapamu
Di pintu kelas terdengar sapaan hangatmu
Membawa kami pada semangat untuk maju
Kau tepuk
pundakku dengan senang
Bertanya
kabar dan memberi semangat
Agar aku
terus belajar dan berusaha
Melawan
kelalaian dan rasa malas
Guruku yang kusayangi
Engaku terang dalam malamku
Hapuskan kegelapan yang melanda diriku
Guru pahlawanku
Teruslah menjadi tempatku berpegang
Teruslah menjadi tumpuan murid
Teruslah memberi bekal dimasa datang
KERINGAT SANG GURU
Oleh: Kheren Anashawa
Guru…Engkaulah pelitaku
Tanpamu dunia akan gelap
Semuanya akan buta dan bisu
Tak menentu arah yang dituju
Tak tahu apa-apa hanya duduk termenung dalam diam
Guru… butiran keringat yang menetes dari tubuhmu
Dan semua ilmu yang engkau berikan,
Membuat kami sadar begitu besar jasamu
Demi anak penerus bangsa dan masa depan kami yang
cerah
Engkau pantas sebagai pahlawan
Semua tahap belajar yang telah kulewati
Dan semua ilmu yang kudapat
Tak dapat dibandingkan dengan apapun itu.
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA
Oleh: Karen Duar
Guruku…
Engkau adalah pelita kegelaoanku
Tanpamu aku tak mengenal ilmu
Tanpa engkau tak mampu aku berdiri
Oh guruku…
Semua
orang sukses karenamu
Walaupun
banyak rintangan menghadang
Kau tetap
berusaha demi mencerahkan bangsa
Namamu terlukis
dalam sanubari kami
Pahlawanku…
Karenamu anak negeri berhasil
Negara bangga akan keberadaanmu
Kerja kerasmu membentu karakter bangsa
Usahamu melahirkan manusia cerdas.
GURUKU PELOPOR ILMU
Oleh: Ketrin Sari
Guruku pelopor ilmu
Suaramu sangat berarti bagiku
Kami bijak karena dirimu
Apa jadinya diriku tanpamu
St. Klaus
Kuwu tempatku belajar ilmu
Di sini
aku menimba ilmu melalui dirimu
Peranmu
tak kurang lebih pengajar bagiku
Guruku
tak pernah Lelah dirimu
Engkau bagaikan pahlawan bangsaku
Terima kasih guruku
Atas jasa baikmu
Membuatku terus belajar
Engkau
selalu kukenang dalam hatiku
Tanpamu
takan tahu mana baik mana benar
Kaulah
penuntun hidupku
Guruku
engkau penerang bagiku
GURU PENERANGKU
Oleh: Tita Ganul
Dari terbitnya matahari
Sampai terbenamnya
Teriring tiu similar
Angina pada dini hari
Yang sejuk dingin
Dalam
pelukan cahaya bintang temaram
Kau terus
menyapa hangat dengan senyum indah
Kau menjadi
bintang palin terang
Di antara
bintang lain yang terang
Walaupun
terkadang mendung siap menghalang
Tunjukan
dan buktikan bahwa kaulah terang
Dengan
semangat menggelora
Hingga
aku pantas menyebutmu guruku
INDAHNYA ALAM
Oleh: Brian raul
Kicauan terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku
Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk, tenang, senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan
HAMBA PENGETAHUAN
Oleh: Rista Nendi
Ketidak tahuan membinasakan pikiran
Pergerakan mengalurkan kejahatan
Kehausan dahaga kehampaan
Pantaskah ditahan untuk berlanjut.
Datang
mereka dengan seribu pengetahuan
Sabar
dan setia diberikan
Dapat
mengisi kekosongan
Untuk
memberikan detik pengharapan
Dinanti dan didambakan
Ia seorang cahaya kehidupan
Dirinya datang bagai bintang
Memberi suatu alur tujuan
Dia
mewartakan dengan lantang
Semua
hingga paham kehidupan
Ia bagai
pohon mawar tanpa duri
Lekas
ia datang memberi daya tuntunan
MENJADI PINTU ILMU
Oleh: Atus Hasu
Di dunia yang luas dan cemerlang
Ada sosok penuh dedikasi dan semangat
Guru sebagai sosok yang luar biasa
Menjadi pelita yang menerangi gelapnya akal
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Membimbing kami melalui hiruk pikuk masa
Dengan ilmu kelembutan tanganmu
Kau membuka pintu dunia bagiku
Setiap bait perjalanan adalah sejarah
Pahitnya menjadi pengingat saat tiba putus asa
Setipa kata terucap dari mulutmu adalah semangat
Menjadikan kelas sebagai ruang sejarah
Penuh canda tawa dan berhaga
Mengumpulkan kembali nyawa yang tertidur dalam bingung.
Guruku pintu ilmu.
“KERJA”
By:Bella LimanJ
Soal dibagi
Mata membaca naskah
Jantung bergetar memikirkan
Bahan belum dibaca
Jaksa saraf mengutarakan masalah
Hakim hati membimbang menujukan
Keputusan
Karena materi perkara kabur
Dilanda ngelamun saat belajar
Tali dahi kerut merengut
Otak bekerja mengingakan bahan
Yang telah didapatkan
Semua telah hilang bersama mimpi
malam
Namun masih teringat huruf A pertama
Aku bisa bekerja sungguh naskah
Ujian
Yang diuji
Untuk mengukur kemampuan
ANGAN DISETIAP
MALAM
{Efratiano Tam}
Sendiri pada kesunyian malam
Temani oleh angan dan harapan
Berharap kepada Tuhan yang dirangkul tangisan
Akankah senyum kebahagian akan dating
Melangkah sendiri di kegelapan malam
Mencari jatuhnya sinaran rembulan
Yang ditemani kerlipnya bintang
Dengan cahayan yang memenang insan
Secercah harapan dihadapan sau penikmat
Hanyalah bayangan yang tak terwujud
Dalam setiap doa yang diwujudkan
Dalam setiap doa yang di wujudkan
Rantai Harapan
Oleh: Stevan S
Tak ada rantai
yang mengikat
Pada jejak
yang terlepas
Meski anca
menjeru
Melebur,memberi
matrik pada otopia
Banyak utopia
dalam cita
Mereka hidup bersama yang dalam kelabu
Atmaku mengerang
Tuhanku aku
menyerah
Namun,harapan
menyusik
Bejuang
melewati bena
Tuhanku bisakah kau berikan abhati untukku
Kan kukejar kemenangan
Memikat sebagai
arutalo
Menampung harsa
amersa….
SANG PAHLAWANKU
Oleh: Vino Banggut
Guru…engkau sang Pahlawan-ku
Tumpah engkau aku tidak tahu
Hitung dan membaca .Aku tidak
Tahu apa balasan-ku kepada-mu
Terima kasih guru,karna engkau
Telah mengajar-ku dengan baik.
Guru engkau adalah bintang-bintang seperti
dilangit
Bagai ombak deras
bintang-bintang pun bahagia dan
Melihat indah ombak pun
melihatnya indah.
Guru sang sejati-ku,bintang-bintang
Pun jatuh dari langit,
Langit pun tersenyum karna
Bintang di langit sang
Sejati-ku dan sang pahlawan-ku
“BERMIMPI”
By: Avril Abin
Aku manusia yang baru merangkak berjalan
Ingin memimpin bangsa yang akan datang
Untuk itu,aku berjuang mencari ilmu
Setumpuk gunung dan mengail ikan iman
Aku manusia muda,umur setahu jagung
Menuntun ilmu,mentati larangan agama
Agar aku dapat merebut tongkat estafet
Kepemimpin Republik ini
Aku manusia menggapi keadilan
Karna aku berjuang berusaha
Untuk menjadi pemimpin terang kegelapan
*Kuwu,25 novemer 2023
GURUKU
TERSAYANG
By:Sella Bunga
Pagiku cerahku matahari bersinar
Ku gendong tas merah ku
Di pundak…
Ku nantikan dirimu di depan
Kelasku menantikan kamu
Guruku tersayang,guruku tercinta
Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa
baca,tulis mengerti banyak hal
guruku terima kasihmu…
Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan...
Guruku terimakasih
SUARA ANAK NEGERI
By: Wulan.J
Kutulis puisi ini
Saat nurani terlanda kabut
Karena rentetan kisah sendu
Menggores ziarah negara ini
Atas terbitnya para sahabt
Aku Cuma berdoa
Biarlah cahaya jiwa mereka
Menjadi lilin kehidupan damai
Untuk para pencari keadilan
Yang meletak kebenaran
Aku Cuma berharappan
Anak negri ini
Jangan tergiur dengan harta kekayaan
Yang menghalalkan segala cara
Untuk mengisi hidup kian tersisi
Kutulis puisi ini
Buat para guru yg mengajarkan keutamaan
Yg melahirkan generasi cinta keadilan
Perdamaian dan merendan peperangan
Serta mendorong buah kesombongan
“JATUH DAN BANGKIT KEMBALI”
By:Herdden
Sebab terlalu lama dipaksa untuk meminta
Tangan terkuali bagai dikoyak
Sebab terlalu lama pasrah pada derita
Kesetian diinjak
Demi amanat dan beban rakyat
Kami nyatakan ke seluruh dunia
Telah bangkit di tanah air ini
Sebuah aksi perlawanan
Terhadap kepalsuan dan kebohongan
Yang bersarang dalam penindasan
Orang-orang pemimpin perjuangan
Selalu siap untuk menentang!!!
GURU DAN AKU BERJALAN WAKTU
Oleh: Ninok.A
Hari berjalan bersama waktu
Seperti sang surya yang terbit lalu terbenam
Aku terasa seperti awan
Yang di tiup oleh angina dari Timur ke Barat
Hari terus berganti
Masapun ikut berganti
Seperti hari ini
Aku berdiri disini
Karna engkau aku seperti ini
Karna engkau
aku jadi begini
Karna engkau Guruku waktu tak terasa
Karna engkau aku jadi seorang yang berguna
Guruku engkau membuat waktu terasa
Berarti
Aku
berjalan bersamamu disini dan nanti
Hari-hari ku lewati bersamamu
Engkau juga mengajarkan aku yang berarti
Dalam hidup ini
GURUKU YANG HEBAT
By:Laura Jehedo
Wahai
Guruku
Engkau seperti matahari yang bersinar
Tanpa
lelah dan letih
Namun engkau menerangi aku sebagai seorang
pelajar
Namun engkau tak pernah pasrah
Tanpamu apa jadinya aku,tak bisa baca tulis
Dan tak mengerti banyak hal
Namun engkau tak pernah menyerah dan mundur
Kini ku melihat pantulan cahaya dibalik kaca
Yang penuh kebahagiaan
Kini ku sadari betapa jasamu
GURUKU
Namamu jasamu akanku kenankan selalu
GURU PAHLAWANKU
By: Satria Kamelut
Punjangga Pulau seberang dating bertanya
Apa kata hatimu tentang seorang
guru?
Guruku….mau dengan jawaban
hatiku?
Guruku aku mau guruku tahu!
Hatiku berkata bahwa guruku adalah pahlawanku
Pahlawan yang berkerja sama dengan sekolah
Membawah ke dunia yang fana ini
Melatihku merangkak dan berjalan untuk menuju
Masa depanku
Menemani masa emasku
Mendampingi belajarku
Membuatku mengerti makna dan
tujuan hidup
Guru,engkau sungguh Pahlawanku.
Bangsa Muda
By: Reno
Suhardi
Aku anak bangsa
Generasi penerus bangsa
Yang mempertaruhkan
Keadilan,makmur,dan sejatera
Aku anak bangsa
Yang harus belajar
Mendengarkan guru
Dan menghargai guru
Aku manusia muda
Yang selalu setia
Menerima pelajaran
Dalam setiap rintangan
Aku manusia mudah
Yang belajar mencari kebenaran
Di dalam setiap halangan
Untuk mengapai keberhasilan
BERMIMPI
Oleh: Dani Sutanto
Aku
Manusia Yang Baru Merangkak Berjalan
Ingin Memimpin Bangsa Yang Akan Datang
Untuk Itu , Aku Berjuang Mencari Ilmu
Setumput Gunung Dan Mengail Ikan Iman
Aku Manusia Muda, Umur Setahun Jagung
Menuntun Ilmu Menanti ,Larangan
Agama
Agar Aku Dapat Merebut Tongkat Estafek
Kepemimpian
Republik Ini
Aku Manusia Menggapai Keadilan
Karena Aku Berjuang Berusaha
Dengan Belajar Dalam
Takwa
Untuk Menjadi Pemimpin Terang Kegelapan
GURUKU PELITAKU
Karya: Chika Harlin
Guruku…
Pelita Yang Selalu Menerangi Mimpiku
Menuntunku Mengajarku Dan Selalu Mendidiku…
Menemaniku Jika Aku Ada Masalah
Dari Pagi Sampai
Malam Engkau Tetap Lelah
Mendidiku Dan
Mengajariku….
Wahai
Pelitaku….
Dari
Gelapnya Dunia Hingga Teranganya
Engkau Tidak Pernah Meminta Pamrih
Walau Dari Pagi Sampai Malam Engkau
Selalu Menemaniku….
Guruku
Pelitaku…..
Menjadi Sandran Jika Kami Ada Masalah
Menjadi Penyemangkat Jika Kami ada masalah
Menjadi penyemangat jika kami malas
Menjadi penuntun kami, jika kami hilang arah
Menjadi sumber pelita bagi mimpi kami
TERIMAKASIH GURUKU
By: Ozwal.Budi
Guruku….
Terimakasih
guruku
Kau telah
memberikan pendidikan
Sungguh
senangnya aku
Mendapat
ilmu karena pendidikanmu
Engkau adalah
pahlawan
Tanpa tanda
jasa
Aku ingin
seperti
Yang selalu
membimbing dan mengajarkanku
Walau kau
keras kepadaku
Aku tahu
kau sangat sayang pada-ku
Aku tahu
engkau adalah insan yang
Mengajarkan
Bukan
insan,yang selalu menghajar.
Terima kasih guruku
Tercinta…..
GURUKU
By: Keysa Noveranda
Engkau
adalah guru yang hebat
Engkau
rela berkorban demi kami
Dan engkau mendidik kami sehingga
Kami bisa menentu masa depan
Wahai guruku
Kami anak-anak mu
Sangat
merindukan mengajarmu
Dan
kami ingin berterimakasih
Kepadamu
karna guru mendampingi
Kami
menjalankan pendidikan
Dan engkau sudah membagikan
Ilmu
mu kepada kami
Terimakasih
guruku