PENGHARAPAN
Keysa
Ngodus
Mentari belum tampak
Riuh kicau menusuk lubuk
Menderap perlahan
Menyusur menembus pagi
Buku mengisi hari ku
Halaman demi halaman ku
jelajahi
Membuka mata pikir
Membuka mata hati
Dengan segala pengharapan
Masa yang kelam kan tinggal
jejak
Ku rajut sejut mimpi
Menepis luka di masa kelam
Masa Depan
Veren Juita
Melangkah menembus kelam malam
Merintih dalam heningnya malam
Mengenang masa yang suram
Bagaikan bulan diterkam malam.
Buram.
Masa depan pergi menghilang
Seiring waktu terbang melayang
Jejakpun tak tinggal kenang
Terbawa harapan menerjang
Tenang. Aku yang baru kembali
datang
Menjemput masa yang cemerlang
Suka dan luka terlukis di jalan
yang panjang
Mengais masa depang yang
gemilang
Ufuk Timur
Frysty Yangguna
Di ufuk timur negeri, ku
berjuang
Menerobos waktu melaju kencang
Mengali ilmu menata masa yang
datang
Dengan segala doa menjadinya terang
Di ufuk timur negeri, ku
berjuang
merubah mimpi jadi kenyataan
dengan segala sukma
jadinya tenang
Di ufuk timur negeri, ku
berjuang
Mengais ilmu kan jadi senang
Mengapai mimpi kan jadi tujuan
Terimakasih
Masa Depan Cerah
Gisel Muga
Kupacu
Kudaku
Kupacu
kudaku kea rah depan
Menggapai
masa depanku penuh perjuangan
Bila
bulan bertegur sapa
Dan
syahdu malam bergantung di dahan-dahan
Menyusuri
dunia kemenangan
Yang
melisankan kesuksesan
Dan
terdengar suara kegirangan
Dari
langit yang biru
Kupacu
kudaku
Kupacu
kudaku menuju cita-citaku
Dan
kubayangkan kupegang topi bundarku
Sambil
kujalani hidup yang baru
Satu Langkah Menuju Sejuta Harapan
Oswald Budi
Berawal
dari sebuah kertas kosong
Yang
belum tergores pena
Aku…adalah
insan hampa
Layak
wadah tanpa isi
Kutemukan
jalur dalam temaram
Menciptakan
jejak menoreh sejarah
Langkah-langkah
demi langkah kurangkai
Dalam
senyum kusebut jalan pendidikan
Dengan
jalan pendidikan
Buku Cahaya Nusantara
Karya: Nesia Asa
Tanpamu…
Aku
bagaikan kertas kosong
Tak
ada tinta
Maka
tak berarti
Kau
jadikan pelopor ilmu
Meski
hanya satu buku
Tetapi
memberikan seribu ilmu
Itulah
dirimu “buku”
Tertima
kasih
Karenamu
fondasiku kuat
Kokoh
tak terpa angin
Sandaranku
untuk masa depan
Terima
kasih memberiku sebiji benih
Percayakanku
buat seribu buah
Beri
aku satu buku niscaya kuharumkan Nusantara
AKU
SEORANG MURID
Aku
seorang murid
Bermimpi
menjadi penerus bangsa
Berangan-angan
tanpa henti
Melaju
menembus cakrawala
Sentakan
kaki tiada henti
Dan
terus berlari menggapai mimpi
Demi
Nusantara dan negara
Aku akan melakukan
apa saja
Untuk
membangun pelajar bangsa
Oleh:
Exan Hadi
Pantun Harapan
Oleh: Geral Yosua
Makan
ubi bersama keluarga
Sambil
menikmti indahnya fajar
Marilah
kita bergerak bersama
Serukan
semangat merdeka belajar
Jalan-jalan
bersama Maya
Tidak
lupa menangklap ikan
Kini
tibalah harinya
Hari
lahir bapak pendidikan
Makan roti bersama-sama
Jangan
lupa makan sambil belajar
Bangunlah
semua pemuda bangsa
Serukan
semangat merdeka belajar
Pergi
sekolah membawa manga
Tidak
lupa membagi kawan
Marilah
kita berkumpul bersama
Kenangkan
bapak pendidikan
Menuju Bintang
Oleh: Dirly Larus
Menyambut
mentari dipagi hari
Menatap
tetesan embun yang mengalir dari dedaunan
Melebarkan
mata menyambut kecerahan matahari
Menampakkan
senyum melihat bintang
Tanpa
ragu aku maju
Tanpa
malu aku berdiri
Melihat
bintang yang masih jauh
Kobarkan
semangat dalam diri
Melihat
ayah aku kuat
Melihat
ibu aku sanggup
Terus
berdoa untuk kuberjalan
Menuju bintang yang masih jauh
Api
dalam diri berus berkobar
Cahaya
bintang serasa dekat
Langkah
kaki semakin cepat
Tak
disadari menggapai bintang
Ayo Kita Bngkit”
Oleh: Laura Raya
Merdeka,
merdeka!
Mari
kita bersorak soray
Wahai
para pemuda Indonesia
Jangan
biarkan bangsa kita
Terjatuh
lagi dan lagi
Tunjukkan
tekadmu!
Tunjukan
semangatmu!
Jadikan
bangsamu istana bagimu
Pancarkan
senyum termanismu
Jangan
biarkan orang asing
Mengambil
senyummu
Jangan
biarkan lagi
Bangsa
menjadi budak orang lain
Ayo
kita bangkit
Kita
semarakan merdeka belajar
Merdeka!
DI JALAN MENUJU MASA DEPAN
Oleh: Ino Jerahi
Di
jalan menuju masa depan
Tak
dapat kubedakan
Anatara
pagi yang mencurahkan senyum kemerahan
Dan
senja penghujung kecerahan yang tak kalah indah
Aku
tak mampu membedakan
kilau-kilau lampu merkuri di tepi jalan
aku dalam perkara tak berjudul
berperang melawan isi kepala
aku
tak dapat membedakan
suara-suara
memanggil namaku
dan
beku udara menggigil
yang
menngepung tulang-tulangku
Aku
berada di jalan yang dapat memberiku jawaban
DIAWALI DENGAN BUKU
Oleh: Erik Dahus
Berawal
dari kegelapan akal
Berjalan
di tengah Lorong kehidupan
Berdiriku
menatap dinding kokoh
Melihat
deratan rapi aneka judul, dan warna sampul
Kutertarik
dan menyadari
Memilih,
meresapi bab demi bab
Kutemukan
kalimat motivasi
Dari
satu tujuan kesuksean
Diawali
dengan banyak membaca
Buku
jendela dunia
Membuka
ruang gelap berdinding kokoh
Memberi
terang dalam kubangan sumpek
Menwarkan
solusi dari masalah akal dan pikiran tertutrup
Mari
kuajak membaca
Membangun
negeri bersama dengan mulai membaca
Memerdekakan
bangsa dengan mengasah kemampuan membaca
Agar
menjadi generasi bangsa berwawasan luas.
Semakin Satu Tujuan
Oleh: Ain Epifani
Ketika
mentari mulai redup
Di
situlah kegelapan akan muncul
Cahaya
semua redup meremang
Semua
berubah gelap dan pekat
Begitulah
kita …
Ketika
tidak memeahami segalanya
Hidup
seperti tak berarti
Karna
tak dapat memaknai berbagai hal
Sekarang
mari mmembaca lebih giat
Belajar
lebih tekun
Bangunkan
semangat
Semarakkan
merdeka merdeka belaajar
Demi
Indonesia tujuan kita
![]() |
BUKAN SEMBARANG KERTAS
Oleh: Bela Liman
Bagai daun tertiup angin
Terkadang lepas dari rantingnya
Terkadang kokoh tak jatuh
Bukan sekadar kuat untuk
bertahan
Tapi usahanya mengikat diri
Kegagalan bukan awal kehidupan
Kau tak akan tiada karenanya
Mungkin telingamu telah tuli
Cibiran yang kau hiraukan
Merontai semangatmu
Meski kini kau hanya kertas
yang diinjak
Hargamu tak bernilai
Tapi waktumu takkan lenyap
Kerigatku takkan kering
Kegigihanmu memukai
Bening sudut matamu menjadi
saksi
Sujud dan sembah adalah denamu
menata masa depan
Kau telah menjadi bukti
Meski hanya sebuah kertas
Coretanmu berhasil
Duduk di antara orang-orang
berdasi
JANGAN MENYERAH
Oleh: Kheren Anashawa
Aku
akan terus melangkah
Berjuang
menggapai harapan
Tak
peduli anggapan maupun cercaan
Terus
bergerak tanpa keraguan
Terpeleset
jatuh, tergores luka
Bangkit
untuk melangkah
Melaju
tak menyerah
Hidup
sulit kala tak mencoba
Hidup
susah untuk yang lemah dan putus asa
Lakukan
pergerakan tetapkan tujuan
perbanyak
belajar untuk perkuas wawasan
karena
kita anak bangsa
Generasi
cerdas berkarakter Pancasila
|
MERAIH
CITA
Oleh:
Putri Adriana”
Dari
terbitnya Fajar di ufuk timur
Selamat
enam hari dalam sepekan
Dari
hari senin sampai hari sabtu
Aku
bersekolah
Barapku
begitu besar olehnya aku belajar
Meraih
cita adalah proses yang aku nikmati
Citaku
menjadi berguna untu bangsa dan negara
Untuk
masa depan dan orang tua
Yang
menjadikanku duta menimba ilmu
Aku
bersujud pada-Nya
Mohon
menghendaki segala harapanku
Mohon
penyertaan-Nya dalam belajar dan berproses
Agar
cita-cita menjadi nyata.
|
SEMANGAT
BELAJAR
Oleh:
Cici Aslin
Wahai
murid sejati
Rajinlah
menimba ilmu
Pandailah
menanam harapan
Buang
rasa malasmu
Jauhi
perasaan Ingin menyerah
Jadilah
murid yang rajin
Karena
murid sejati banyak imunya
Miliki
jiwa nasioanlis yang tinggi
Dengan
belajar yang giat demi pendidikan yang maju
Milikilah
niat dan semangat belajar
Agar
punya bekal menyambut masa depan.
SATU HARAPAN
Oleh: Wulan Jergo
Air
mata terus menetes
Bgai
hujan badai
Rasa
sakit terasa terbiasa
Menyertai
diri yang terus bertahan
Di
tengah gempuran ombak
Untuk
satu harapan
Bagai
berlian yang bersinar
Yang
membuat semua terpukau
Menawan,
indah dan bercahaya
Namun
tak tahu bagaimana dia bertahan
Dari
kencangnya tipuan angina dari berbagai arah
Begitu
kokoh ia berdiri
Berjalan
maraih cita
Berharap
segalanya menjadi nyata
|
BERSORAKLAH
DEMI KAMU
“Yogi
Manuel”
Dengan
sorak kamu berkata
Bebaskan
kebodohan kami
Selamatkanlah
ketidaktahuan kami
Beri
kami pengetahuan
Beri
kami pelajaran
Beri
apa yang kami butuhkan
Tapi….
Apa
yang terjadi?
Sorakan itu hanya omongan belaka
Sorakan
itu hanyalah tameng
Bagi
mereka keserakahan yang di lontarkan
dan
keegoisan yang dilontarkan
Sukses
0leh:Juliano Jujur
Hari
ini aku bernapas
Saat
aku masih ada waktu
Sekarang
aku bertindak
Membangun
kesuksesan yang kuinginkan
Tidak
ada kata besok atau pun nanti
Karena
mati tidak selalu pasti
Gagal
adalah awal kesuksesan
Kata-
kata yang kudapat dari seorang ibu
Ini
bukan janji ataupun mimpi
Pasti
sukses akan terjadi
Aku
berdoa, berusaha,dan percaya
Selama
Masih hidup kemungkinan pastilah bisa
Sang
pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda
Pemenang
hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda
Kepastian
menerima beban yang dihindar orang- orang biasa
Adalah
syarat mutlah yag harus disadari oleh seorang pemenang
Anak
Bangsa
Oleh:
Vito Iron
Litani
kisah sejarah tauh bersatu
Terpaku
bisa peradapan bangsa
Mendengar
antraksi dan transaksi
Dalam
pentas panggung republic
Tak
ada peristiwa saksi adil
Tak
ada acara menandas kisah nyata
Karena
kepalsuan untai terurai
Di
kaki bukit, demokrasi sejati
Yang
bercicip anak bangsa
Anak
bangsa dalam budaya
Pada
pentas politik tuding-menunding
Dengan
terror bom mencoka…
Ayam
dan Kucing lebih Mahal
Oleh:
Pansedus Nakas
Pada
suatu hari, seorang guru agama di suatu sekolah elite sedang mengajar tentang
moralitas.Ia mengatakan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia.
Manusia mempunyai nilai yang lebih tinggi
dari pada ciptaan Allah lainnya. “ Wah, pak guru salah”! celetuk Cheng
Lie, anak seorang pebisnis ternama. Manusia justru lebih murah di banding
dengan mahkluk- mahkluk lainnya. Apa buktinya? Sahut pak guru dengan sabar.
Buktinya
adalah, misalkan suatu hari manusia dan ayam sama-sama menjadi korban tabrakan.
Ayam bisa di jual lima puluh ribu rupiah, tetapi manusia….. siapa yang mau
menawar lima ratus rupiah saja! “ saya juga pernah lihat “, tambah Bing Koming,
ada mobil mengerem mendadak karena ada kucing hitam lewat, dan untungnya kucing
itu selamat. Tetapi mana ada sopir yang mau mengerem mendadak karena ada
manusia menyebrang. Tetapi mobil itu melaju dan menabrak orang itu.
Bermimpi
Oleh:
Opik Dinyoay
Aku
manusia yang baru merangkak berjalan
Ingin
memimpin bangsa yang akan datang
Untuk
itu, aku berjuang mencari ilmu
Setumpuk gunung dan menggalikan iman
Aku
manusia muda, umur setahun jagung
Menuntun
ilmu, mentaati larangan agama
Agar
aku dapat merebut tongkat estafet
Kepemimpinan
republic ini.
Aku
manusia menggapai keadilan
Karena
aku berjuang berusaha
Dengan
belajar dalam takwa
Untuk
menjadi pemimpin terang kegelapan.
“ Tokoh Pendidikan”
Oleh: Devi Gonstal
Dialah Ki Hajar Dewantara yang membangkitkan
Semangat generasi penerus
Kerja kersa yang tanpa pamrih yang begitu gigih
Melawan penjajah demi mendirikan pendidikan
Sungguh, perjuangannya tak dapat di pungkiri
Dia yang menjadi sosok inspirasi pembangkit gairah
belajar
Dia dirikan
pendidikan demi terbentuknya generasi
Penerus bangsa
Agar kian menjadi pemimpin yang kuat
Di masa yang akan datang
Hari ini kami sebagai generasi muda
Menghunjukkan rasa terima kasih kami kepada
Engkau wahai sang mentari
Yang menerangi segenap bangsa dan datang
Membangkitkan gairah yang hampir putus asa
“ Pahlawan pendidikan yang
Tangguh dan kuat”
Oleh: Ario Abu
Engkau
sangat Tangguh dan kuat
Membela
keadilan diantara ketidakadilan
Tanganmu
keras seperti batu
Menahan
batu yang selalu ingin menimpa bangsamu
Engkau
tak rela bangsamu diinjak dan direndahkan
Tapi
engkau terus berusaha bangkit
Dan
terbit kembali seperti sang fajar yang selalu
Terbit
disetiap pagi dan memanjarkan keadilan.
Kini
bangsamu sudah pulih dan maju karenamu
Dan
engkau membuat generasi penerus bangsa
Menjadi
kagum melihat perjuangan dan
Ketangguhanmu
itu.Oleh karena itu kita
Sebagai
penerus bangsa untuk selalu bangkit
Dan
bangun kembali dari tidur yang lama ini
Yang
selalu membuat kita lupa akan
Kewajiban
kita sebagai siswa/i penerus
Bangsa.Maka
dari itu jadilah
Seperti
K .H Dewantara yang selalu
Memperjuangkan
pendidikan dan mebuat
Bangsa
kita semakin maju.Jadi marilah
Kita
bangkit”bergerak bersama semarakan
Merdeka
belajar”.
“Junjungkan prestasi
Yang tinggi”
Oleh:Inggrid Brightiy
Waktu
kunanti menjelang
Malam
lagi datang
Solidaritas
pelajar sebagai
Bangsa
Indonesia
Junjungkan
semarak merdeka belajar
Bersama
semua kita bergerak
Melangkah
maju tanpa sadar
Kebangkitan
mengalir dalam sebuah
Rindu
tanpa takut tersingkir
Salam
kuucapkan dari jauh mata
Memangdang
ku simpan rasa
Yang
dalam sebelum terbitnya
Kebangkitan
kurindu semua
Perjuanganmu
Oh
khihajar pewandara pahlawanku.
Langit Berwajah Pekat
Oleh: Keysa Noveranda
Aku
terbangun
Takala
langit berwajah pekat
Lalu
membaca timbunan kesedihan
Juga
sinisme yang berbaris
Pada
jam dinding
Padahal
rasa sedang mengais-ngais angin
Di
tanah ini dingin menjalar
Pecah
dari lapis hamparan sawah
Sehabis
tarik sentuh ujung padi
Tapi
percik cahaya menembus rumput
Persis
kunang-kunang menari sambut
Lalu
kabut menghimpit
Sayup
mata jatuh di redup lampu
Mari
kita berjuang bersama
Meraih
merdeka belajar
“ Tutup Ilmu”
Oleh: Intan
Aku
adalah sungai
Yang
selalu saja
Mengalir,
mencapai titik puncak
Di
mana di situ
Aku
mulai bertempur
Aku
harus bisa
Demi
cita-cita
Dan
ilmu…..
Satu
demi satu
Peluruh
meyerangku
Aku
tak bisa bergerak
Hilanglah
sudah ilmuku
Hilanglah
sudah harapanku
Bangun,
bangkit, semua sia-sia
Akhirnya
kututup
Dengan
luka…
Semangatku
Bangkitkan Indonesia Merdeka
Oleh:
Rista Olivia
Kukibarkan
sang bendera
Kupandangi
bukit yang hijau,
Dan
laut yang biru
Betapa
elok nan indah di puji
Cermin
menggambarkan senyuman,
Bangga
terhadap tanah air tercinta
Orang-orang
berjasa tak patah semangat
Memebersihkan
iblis jahat
Tujuan
bergerak demi kemerdekaan
Menembusi
awan-awan hitam
Menambahkan
gula untuk kopi pahit perjuangan
Menulis
kata terindah untuk takdir
“
Bersatu Indonesia Merdeka”!
Ingin
memenangkan pertandingan
Untuk
sejarah…
Indonesia
bertumpah darah
Hidup
bertaut semua…
Hampir Pagi
Oleh:
Lani Sistro
Malam
itu tipis
Setebal
garis angin
Kisahkan
harus penuh sorai
Embun
semalam belum menguap
Sebab
langit sembunyi kemilau
Jemari-jemari
mungil meraih
Cerita
tentang hidup yang mengapung
Senja
yang tipis sehabis secangkul
Mesti
menguras tenaga
Tpi
tak lepas harapan
Selalu
ada sisa semangat
Mari
kita bersatu meraih dan
Memperjuangkan
merdeka belajar.
“ Pahlawan
pendidikanku”
Oleh:Vania
sony
Wahai
pahlawan pendidikanku
Engkau
yang mendirikan pendidikan
Nasional
di bangsa Indonesia
Engkau
menarik dan membuka mata
Putra
da putri Indonesia untuk belajar
Dan
mendapatkan pendidikan
Jasa
dan perjuangan selama hidupmu
Demi
mendirikan pendidikan nasional
Di
bangsa Indonesia tetap kami kenangkan
Terima
kasih atas jasamu
Yang
telah mendirikan pendidikan nasional
Di
bangsa Indonesia
Demi
memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia
Pada
tanggal 2 mei engkau lahir di dunia ini
Dan
mendirikan pendidikan bagi bangsa Indonesia
Pada
tanggal 2 mei engkau selalu kami kenangkan
Engkaulah
pahlawan pendidikanku.
“Suatu
harapan”
Oleh:Fritz
Ecclesio
Ada
suatu harapan yang amat berarti bagiku
Harapan
itu sudah lama ku impikan
Harapan
itu adalah,aku yang bisa menjadi
Yang
baik dan berbakti bagi seseorang
Terutama
,seseorang yang aku cinta
Yang
aku sayang
Tanpa
mereka, aku tak mengerti warna hidupku…..!
Tetaplah
bersamaku..karena hanya pada kalianlah
Harapanku!
|
As high as passible
Oleh:
Elo Nodas
You
are the decider of your life
No
one can compare you the others
Because
everyone has their own worthy
We
my have the same goal
But
we’ re in a different path
You
crased the left path
And
I am on the right one
But
always remember
We
can be the best version of our selve
Just
like the moon and the sun
Trying
better, till the best comes
As
high as possible
Cita-cita
Yang Tercapai
Oleh:
Sutere Alfiano
Jikalau
engkau gagal
Berusahalah
sekeras mungkin
Karena
ada yang mengatakan
“
Belajarlah dari kesatuan”
Cita-cita
dan masa depanmu
Takan
berada din tangan orang lain
Melainkan
di tanganmu sendiri
Jangan
pernah membuat orang tuamu kecewa
atas
perbuatanmu
Jika
kau mau menang dari yang lain
Berdoa
dan berusahalah sekeras mungkin.
“Perjuangan”
Oleh:
Andre Gadu
Berjuang!!
Berjuanglah
untuk orang tuamu
Selagi
orsng tuamu masih ada
Banggakan
mereka dengan cara berjuang!!
Dan
jangan terlalu berharap pada orang tua
Karena
orang tuamu tidak selalu bersama
Orang
tua adalah motivasimu
Jangan
kecewakan mereka
Banggakan
mereka
Dengan
cara berdoa dan bekerja keras
Pada
tujuanmu.
Merdeka
Belajar
Oleh:
Abel Archangelica
Berjalan
… dan terus berjalan
Tanpa
peduli kaki yang tak menggunakan alas
Walaupun
terluka, tak kunjung menyerah
Walaupun
darah segar mengalir, tak kunjung mengeluh
Masa
depan sudah ada di depan mata
Aku
akan terus berjuang, walaupun badai menghampiri
Ya,
aku sudah sampai!
Aku
merdeka. Pada tahun ini, aku berhasil
Aku
menemukan hidup baru yang membuatku bahagia
Ini
adalah hasil perjuangku
Merdeka
belajar, semangat, berprestasi.
Harapan
Bangsa
Oleh:
Harden
Anak
bangsa berjalan bersama
Menjejaki
peristiwa, membentang kisah
Dengan
ujung peluru senjata hantal
Yang
di perjuangkan bangsa awal
Genggam
derita halam awal
Darah
menetes melahirkan bangsa
Nyawa
anak-anak bangsa terkadang mahal
Untuk
membentuk negeriku
Anak
bangsa duduk bersantai
Menikmati
negri merdeka
Dengan
seribu satu ketawa
Karena
hidup berdampingan hati
Marilah
kita teguhkan
Pahlawan
yang telah gugur
Harum
semangatmu masih bergairah di hati
Kami
anakmu.
Anak
Bangsa Indonesia
Oleh:
Mayus Honi
Ketika
keadilan berjalan merangkok
Pada
lantai ibu pertiwi
Yang
tersimpan darah biadap
Akibat
iris teriris nurai hati
Ketika
keadilan hendak di lahirkan
Anak
bangsa resah kebenaran
Pada
apa dan siapa
Sebab
dunia terusab uang
Anak
bangsa berjalan berlari
Untuk
menuntas racun pengacuan
Yang
mengahncurkan bangsa beradap
Dalam
tiang demokrasi lilin sang ada.
Belajarlah
Oleh:
Olive
Hai…
manusia muda
Belajarlah
dari sekarang
Sebab
dengan belajar dan membaca, pintu surga
Dunia
terbuka yang mengakrabkan pengalaman
Aku
manusia muda generasi penerus bangsa
Yang
mempertahankan keadaan bangsa
Yang
adil, makmur, dan sejahtera
Aku
manusia penyambung estafet kepemimpinan
Yang
harus belajar dari perintis bumi pertiwi untuk
Menggapai
keberhasilan.
Aku
manusia muda yang belajar mencari kebenaran
Untuk
menyadarakan bangsa dengan menjadikan generasi
Yang
berhenti sang kaliks.
AIR BUKAN PENGHALANG
Oleh: Alexa Rodriques
Masih dalam hangatnya
selimut pagi-pagi buta kudengar sayup-sayup suara gadis seasramaku.
“Air tidak jalan!”
kucoba menghiraukan suara itu. “Bagaimana kalau kita izin saja…” usul gadis
lain, kucoba menutup mata dengan rapat dan menarik selimut agar masih hangat.
“Iya kita izin saja
ke Romo agar pagi ini kita tidak usah ikut misa!” usul gadis lain, kali ini
suara itu tak bisa kuhiraukan. “Apa, tidak misa?” batinku berbisik, kusibakkan
selimut dan menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukan jam 04.06,
“ternyata sudah waktunya bangun” bisik hatiku lagi.
“Ada apa ini?”
tanyaku pada Mika, “Air tidak jalan!” sahutnya Mika. Ketika itu otakku belum
sepenuhnya paham, tapi suara Afni membuatku paham.
“Oh ayolah!” kita
izin saja ke Romo supaya hari ini kita tidak ikut misa, dan pergi keluar komunitas
untuk mencari air. Ucap afni dengan nada melemas.
“ia benar”!
“Ayo pergi teman-teman…,awas ya kalau ada yang ikut setelah kami izin” suara
Irly menggantung dengan tajam diudara.
“Aku ikut!” ucapku
sambil berdiri dan membalut tubuh dengan selimut kemudian turun dari tempat
tidur. Sejenak aku menyesal karena dulunya memilih tempat tidur bagian atas,
betapa susahnya turun saat raga masih menginginkan kehangatan selimut, tapi ya
sudahlah, lupakan itu.
Tidak butuh waktu
lama, 4 -5 munit mungkin. Kami tiba di Yayasan tempat romo tinggal.
Segerombolan gadis berjalan dengan tub uh berbalut selimut. Mereka terlihat
seperti bayi dibedong tapi bisa berjalan. Batinku tertawa geli melihat itu,
walaupun saya sendiri tak beda dari mereka.
Di depan sana Afni
dan Irly memimpin jalan dari unit kami. Mereka seperti mempersiapkan diri untuk
mengatakan rencana yang telah disepakati bersama kepada Romo Ian atau Romo Eril
nantinya.
Diam-diam aku
tersenyum melihat teman-temanku punya tekat yang kuat untuk bisa ke sekolah.
Siapa juga yang yang ma uke sekolah tanpa mandi dan sikat gigi? Proses
pengetukan pintu berlangsung menegangkan karena Romo mereka tidak juga
membukakan pintu dengan segera.
Tak kalah ide, pagi
itu kami membangunkan mama Mei pemasak di rumah Yayasan. “Tidak heran sih,
siapa juga yang mau repot bangun pagi-pagi selain anak binaan dan para
Pembina.?” Kata hatiku.
Mama Mei pun
bangun mendengar suara ketokan pintu dengan bunyi cukup keras. Tanpa lama-lama,
kami langsung bertanya padanya, apakah bisa bertemu dengan Romo Ian. “Romo Ian
tidak ada yang ada hanya Romo Eril” jawab mama Mei dengan muka kasurnya dan
rambut belum tersisir rapi. Saat ituy kami mengubah rencana dengan meminta
kesediaan mama Mei untuk menyampaikan maksud kami kepada Romo Eril, karena
hanya dia yang cukup dekat dengan para Romo. Ketika mendapatkan lampu hijau
dari informasi yang diberikan oleh mama Mei, ternyata Romo Eril memberikan ijin
mencari air di luar komunitas. Ketika itu, Kami dan gadis-gadis lainnya menjadi
pelari dan berteriak-teriak bagai
dikejar sesuatu.
“kalian bawa baju?”
tanya gadis lain…
“iah aku bawa nanti
minta tolong untuk ganti di rumah warga, barang sebentar. Kemudian kami
mempersiapkan segalanyab, handuk tas, pakayan, tas, pakayan, keranjang sabun,
semuap siap. “
“Ayo pergi!”,
teriakku bersemangat.
Angina masuk menembus
lapisan kulit, masuk hingga pori-pori dengan rasa dingin yang menyekat. Aku
membalut bahuku dengan handuk, hingga taspun ikut tertutup. Aku merasa paling
banyak bawa barang, karena tangan kiriku memegang keranjang sabun, sedangkan
tangan kanan berada di dada, menggenggam tali tas yang gendong di belakang.
Kami berjalan
melewati gerbang kokoh dalam keheningan. Dan untuk menjaga ketenangan para
warga tidak bangun karena merasa terganggu dengan suara kami. Kami kemudian
berpencar, mengikuti Riska dan Afni serta kelima teman lainnya kea rah atas
jalan, sedangkan yang lainke arah bawah menyisakan beberapa teman yang memilih
untuk numpang mandi di rumah tepat depan gerbang.
Diam-diam aku
memandang wajah teman-temanku yang kelihatan serius memilah rumah mana yang
harus di ketuk mengingat ini masih pagi dan pagi-pagi buta mereka berbicara
dengan berbisik bisik membagi informasi mengenai para penghuni rumah. Aku
sebenarnya tersenyum meliht mereka tapi ketika menngingat perjuangan orang tua
membayar uang sekolah mau tak mau ini harus dilakukan.
“tidak ada air? Itu
tidak adsa artinya jika aku harus kehabisan tinta balpoin saat pelajaran. Suara
Mika pun membuyarkan lamunku. “kudengar ini rumah nenk Afa, kita ketuk sini
saja”. “Baiklah, ayo!” sahutku dengan mengajak.
Kuharap semangat kita
harus membara untuk melakukan apapun agar sekolah terus berjalan lancar.
Kuketuk pintu dengan Angela. Tak lama pintu terbuksa dengan seorang wanita
paruh baya menyamput kami dengan senyum hangat walaupun wajahnya tak dapat
sembunyikan ekspresi ngantuk.
Itullah kisahku,.
SULAP KERTAS KOSONG MENJADI RANGKAIAN HURUF
BERMAKNA
Oleh: Fila Amanda
Lembaran kertas kubuku
Ribuan kata kutulis
Mata melirik ke sana kemari
Kuperhatikan apa yang sedang dia lakukan
Kertas putih, kosong
Tak ada setitik tinta nodai bersih putihnya
Pertanyaan muncul bertubi-tubi
Aku mempersiapkan diri
Menjadi ibu pertiwi
Derap langkah yang seirama
Menuntun kita kepada tujuan yang sama
Mencari sesuatu untuk memenuhio kekosongan
Untuk membawa kabar gembira
Kukatup tangan di depan dada
Kupejamkan mata menghaturkan doa
Berharap kepada Dia yang Berkuasa
Dia yang menentukan takdir kita
Kupersiapkan semuanya
Kugesek pena di atas kertas putih
Kurangkai tulisan penuh dalam kertas
Kini kuucapkan selamat hari pendidikan
PAHLAWAN TANPA LENCANA
Oleh: Anasta freska Lahur
Pagi
yang indah deruan angina menerpa wajah
Dingin
menyelimuti langkah penuh keikhlasan
Renungan
hanya untuk sebuah kejayaan
Berpikir
hanya sebuah untuk sebuah keberhasilan
Tiada
lafal seindah tutur katamu
Tiada
penawar seindah senyumanmu
Tiada
hari tanpa sebuah bukti
Menabur
benih kasih tanpa rasa bersalah
Hari
demi hari begitu cepat berlalu
Tiada
rasa jenuh terpancar di wajahmu
Semangatmu
terus berkobar
Memberi
kasih tanpa jemu
Jika
engkau akan pergi
Kutahu
langkahmu penuh pasti
Kala
dirimu telah tiada
Kanku
kenang kau pahlawan tanpa lencana
PERJUANGAN
Oleh:
Sella Sijuanti
Kuterus
berjalan menyusuri waktu
Tanpa
sadar waktu bawaku ke titik ini
Saat
di mana aku ingin menembusi bayang-bayang
Yang
remang-reman jauh di depan mata hidup diimajinasi
Aku
menyusuri jalanku
Dengan
rambu yang suram arahnya ke mana
Semakin
jauh merantai langkah
Semakin
semangat menghapus Lelah
Masa
depan di depan mata
Namun
berjalan ke depanpun tak kunjung kugenggam
Aku
mendengar bisikan
Citaku
terwujud bagaimana aku hari ini
Masa
depan adalah waktu
Menjawab
bagaimana prosesku melangkah
MELANGKAH BERSAMA MERDEKA BELAJAR
Oleh: Gisella Quintavalle
Kementrian pendidikan
Republik Indonesia telah menetapkan kurikulum baru, yakni kurikulum merdeka
setelah sebelumnya setiap sekolah menerapkan kurikulum 2013 atau yang biasa
disebut K13. Kurikulum Merdeka baru dimulai pada tahun 2022 dan setiap sekolah
diberi pilihan untuk memilih 3 tipe kurikulum yang akan diterapkan yaikni
mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi. Ketiga hal ini menjadi
otonomi sekolah untuk memilih salah satu yang harus diimplementasikan,
contohnya SMP Santu Klaus Kuwu mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan
memilih model yang mandiri berubah.
Hal tersebut di atas
menunjukan bahwa ada perubahan yang terjadi terkait sistem pembelajaran yang
emban oleh Lembaga pendidikan maupun seluruh peserta didik ataupun pelajar di
Indonesia serta turut menyadari akan perubahan tersebut. Seluruh peserta didik
diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dalam berbagai
aspek. Hal itu pernah dikemukanan oleh tokoh pendidikan nasioanl yakni Ki
Hadjar Dewantara yang berpendapat bahwa “Belajat Merdeka itu berarti merdeka
atas diri sendiri”.
Namun sungguh
mengkhawatirkan, merdeka belajar dapat mengarah pada kebebasan dalam sistem
pendidikan. Utamanya kebebasan dalam berpikir dan bertindak. Banyak
konsep-konsep kehidupan yang terikat dengan kebenaran sang pencipta kehidupan.
Jika pemikiran dibiarkan bebas maka manusia akan banyak menyimpang dalam
perilaku, tindakan tidak terkontrol oleh pemikiran yang katanya rasional tanpa
melihat konsekuensi.
Dengan kurikulum
merdeka, diharapkan banyak melahirkan dampak-dampak positif yang dapat membantu pembentukan siswa
yang berkarakter dan memliki jiwa kompetisi dengan dirinya sendiri untuk selalu
mengasah kemampuan dalam berbagai aspek seperti, sikap, keterampilan dan
pengetahuan. Hal ini harus diwujudnyatakan oleh setiap siswa agar memiliki
karakter yang kuat, meningkatkan kreatifitas dan melatih berpikir positif.
Sebagai contoh,
peserta didik SMP Santu Klaus Kuwu diberi kebebasan memilih bahan praktikum
yang dapat mengembangkan kreatifikas siswa. Untuk melancarkan kegiatan
praktikum, dibutuhkan kerja sama antara siswa baik individu mapun dalam
kelompoknya untuk berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan dari awal hingga
akhir dalam pengawasan bapa/ibu guru. Kegiatan tersebut menghasilkan aneka
karya, serta dibuat dalam bentuk laporan kegitan, membuat teks sebagai hasil
pengamatan bagaimana proses kegiatan berlangsung dan dipresentasikan di depan
teman-teman lain.
Mari teman-teman,
adik-adik sekalian terus belajar memerdekan diri melalui kurikulum merdeka.
Mari semangat meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan potensi dalam diri,
majukan pendidikan Indionesia sesuai dengan harapan bapak pendidikan Ki Hadjar
Dewantara.
PERSOALAN
SOSIAL GENERASI Z
Oleh: Tia
Jenadut
Sejumlah persoalan
sosial kian terjadi dalam kehidupan kaum muda saat ini. Nilai-nilai Pancasila
yang merupakan dasar falsafah dan arah ideologi semakin melemah dan bahkan
kehilangan posisinya dari kehidupan kaum muda.
Hal ini tampak secara
gamblang dalam masalah-masalah-masalah krusial semisal bully, geng motor,
kekerasan, tawuran, serta sederet persoalan lain yang semakin mewabah dalam
kehidupan kaum muda. Nilai-nilai praktis sila-sila Pancasila yang secara
geologis merupakan kebudayaan nasional yang sudah ada bahkan sebelum Pancasila
dicetuskan sudah bergeser posisinya.
Keberadaan
persoalan-persoalan dalam kehidupan kaum muda justru membuat predikat Agen of
Chance yang disematkan kepadanya menjadi slogan tak bermakna. Masalah seputar
ideologipun kini telah mengubah konsep berpikir kaum muda.
Pengaruh globalisasi
dalam berbagai sendi kehidupan ternyata telah diakui oleh perkembangan paham
liberalism yang mengerucut pada budaya. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang terjabarkan daLam konsep ideologi
Pancasila telah mengalami kemunduran, kemerosotan, luntur, atau bahkan raib
dari konsep berpikir dan tindak tutur kaum muda.
Rendahnya pemahaman
dan penghayatan terhadap konsep dasar Pancasila membuat kaum muda begitu mudah
dipengaruhi oleh berbagai budaya asing atau budaya negative lainnya. Hal ini
berdampak pada ketimpangan orientasi pendidikan di Indonesia yang disebabkan
oleh rendahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Selama ini sistem
pendidikan di sekolah hanya memberikan aksentuasi pada upaya pemberian ilmu
pengetahuan kepada siswa dengan harapan mereka memiliki kapasitas intelektual
yang mumpuni. Sementara di satu sisi, model pendidikan seperti ini belum
menjamin terbentuknya karakter, watak ataupun etika yang baik.
Maka dari itu
diperlukan semangat dan komitmen dari semua pihak untuk terlibat aktif
membangun proses pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan kaum muda sebagai “Agen of Change”. Hal yang paling mendesak
untuk dilaksanakan saat ini adalah konsolidasi pendidikan karakter berbasis
nilai-nilai Pancasila. Artinya nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah,
ideologi, dan dasar negara harus menjadi barometer pembangunan model pendidikan
karakter di tana air “Indonesia”.
MEWUJUDKAN
SISWA MERDEKA DI ERA MERDEKA BELAJAR
Oleh:
Varly Adventino
“Siswa Merdeka”
adalah ungkapan lumrah yang merupakan sebuah inspirasi terwujudnya bibit-bibit
siswa unggul dan terpelajar dalam kehidupan bangsa dan negara.
“Merdeka Belajar”
ungkapan demikian juga menggambarkan era dengan mode pembelajaran yang lebih
maju. Selain itu, klausa ini juga menggambarkan perjuangan untuk mewujudkan
siswa yang bermutu dan merdeka agar dapat membawa perubahan besar bagi
kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Terwujudnya cita-cita
yang tersembunyi di balik dua klausa tersebut di atas, tak lain subyek yang
berperan adalah kita sebagai generasi muda yang menjadi agen perubahan bangsa
dan negara di masa mendatang. Kita sebagai generasi muda yang akan siap
berjuang untuk menempuh masa depan yang cerah, hendaknya berperan aktif dalam
penerapan atau implementasi kurikulum merdeka yang menjadi program kementrian
pendidikan.
Untuk menyambut
perubahan kita daalam belajar adalah hal pertama yang perlu kita lakukan adalah
bagaimana kita mengasah kemampuan kita terkait sikap, pengetahuan dan
keterampilan. Hal ini tidak terlepas dari dorongan semangat belajar dan
motivasi dari dalam sendiri untuk menjadi siswa berkarakter Pancasila dan berwawasan
global.
Tujuan dari hal yang
disarankan tersebut adalah kita menjadi lebih produktif diusia yang terhitung
belia dan hal ini dapat membuktikan bahwa Indonesia akan layak berada di tangan
generasi muda dihari mendatang. Kita akan berkarya dalam berbagai hal positif
sesuai konsep pendidikan yang merdeka, artinya memiliki kesempatan yang sama
untuk konsentrasi pada kompetensi yang ada dalam diri masing-masing. Hal ini
juga menunjukan perombakan atau perubahan sistem kurikulum dalam dunia pendidikan
memberikan kesempatan kepada perserta didik untuk berinovasi, kreatif, dan
mandiri.
Maka dari itu mari
kita sambut perubahan ini menuju peserta didik merdeka dengan berproses. Mari
menyambut perubahan agar terwujudnya cita-cita bangsa akan generasi muda
sebagai penerusnya.
PROSES
ADALAH PROGRES
Oleh:
Inka Harap
Aku
menatap…
Larik-larik
tulisan depan mata
Rangkaian
kata demi kata bermakna
Mengubah
hidup dihari mendatang
Tak
kuasa, aku tak punya daya…
Jika
aku berhenti, maka aku diam di tempat
Jika
tak ku buka halamannya
Aku
menjadi katak dalam kurungan tempurung
Hari
ini…
Kukenang
jasa bapak pendidikan
Yang
melambungkan kata penuh inspirasi
Melalui
rangkaian tulisan kata-katanya
Mengajak
darah negeri untuk berprestasi
Kepada
anak bangsa
Raih prestasi hilangkan sensasi
Wujudkan mimpi dengan pendidikan
Abaikan kebisingan fokus masa depan
