KARYA SISWA
  • Admin
  • 02 Mei 2023
  • 79 x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


PENGHARAPAN

Keysa Ngodus

 

Mentari belum tampak

Riuh kicau menusuk lubuk

Menderap perlahan

Menyusur menembus pagi

 

Buku mengisi hari ku

Halaman demi halaman ku jelajahi

Membuka mata pikir

Membuka mata hati

 

Dengan segala pengharapan

Masa yang kelam kan tinggal jejak

Ku rajut sejut mimpi

Menepis luka di masa kelam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Masa Depan

Veren Juita

 

Melangkah menembus kelam malam

Merintih dalam heningnya malam

Mengenang masa yang suram

Bagaikan bulan diterkam malam. Buram.

 

Masa depan pergi menghilang

Seiring waktu terbang melayang

Jejakpun tak tinggal kenang

Terbawa harapan menerjang

 

Tenang. Aku yang baru kembali datang

Menjemput masa yang cemerlang

Suka dan luka terlukis di jalan yang panjang

Mengais masa depang yang gemilang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ufuk Timur

Frysty Yangguna

 

Di ufuk timur negeri, ku berjuang

Menerobos  waktu melaju kencang

Mengali ilmu menata masa yang datang

Dengan segala doa menjadinya terang

 

Di ufuk timur negeri, ku berjuang

merubah mimpi jadi kenyataan

dengan segala sukma

jadinya tenang

 

Di ufuk timur negeri, ku berjuang

Mengais ilmu kan jadi senang

Mengapai mimpi kan jadi tujuan

 

Terimakasih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Masa Depan Cerah

Gisel Muga

Kupacu Kudaku

Kupacu kudaku kea rah depan

Menggapai masa depanku penuh perjuangan

Bila bulan bertegur sapa

Dan syahdu malam bergantung di dahan-dahan

Menyusuri dunia kemenangan

Yang melisankan kesuksesan

Dan terdengar suara kegirangan

Dari langit yang biru

Kupacu kudaku

Kupacu kudaku menuju cita-citaku

Dan kubayangkan kupegang topi bundarku

Sambil kujalani hidup yang baru

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Satu Langkah Menuju Sejuta Harapan

Oswald Budi

 

Berawal dari sebuah kertas kosong

Yang belum tergores pena

Aku…adalah insan hampa

Layak wadah tanpa isi

Kutemukan jalur dalam temaram

Menciptakan jejak menoreh sejarah

Langkah-langkah demi langkah kurangkai

Dalam senyum kusebut jalan pendidikan

Dengan jalan pendidikan

 

 

 

 

 

 

 

 


Buku Cahaya Nusantara

Karya: Nesia Asa

 

Tanpamu…

Aku bagaikan kertas kosong

Tak ada tinta

Maka tak berarti

Kau jadikan pelopor ilmu

Meski hanya satu buku

Tetapi memberikan seribu ilmu

Itulah dirimu “buku”

Tertima kasih

Karenamu fondasiku kuat

Kokoh tak terpa angin

Sandaranku untuk masa depan

Terima kasih memberiku sebiji benih

Percayakanku buat seribu buah

Beri aku satu buku niscaya kuharumkan Nusantara

 

 

 

 

 

 


AKU SEORANG MURID

Aku seorang murid

Bermimpi menjadi penerus bangsa

Berangan-angan tanpa henti

Melaju menembus cakrawala

Sentakan kaki tiada henti

Dan terus berlari menggapai mimpi

Demi Nusantara dan negara

Aku akan melakukan apa saja

Untuk membangun pelajar bangsa

Oleh: Exan Hadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pantun Harapan

Oleh: Geral Yosua

 

Makan ubi bersama keluarga

Sambil menikmti indahnya fajar

Marilah kita bergerak bersama

Serukan semangat merdeka belajar

Jalan-jalan bersama Maya

Tidak lupa menangklap ikan

Kini tibalah harinya

Hari lahir bapak pendidikan

Makan  roti bersama-sama

Jangan lupa makan sambil belajar

Bangunlah semua pemuda bangsa

Serukan semangat merdeka belajar

Pergi sekolah membawa manga

Tidak lupa membagi kawan

Marilah kita berkumpul bersama

Kenangkan bapak pendidikan

 

 

 

 

 

 


Menuju Bintang

Oleh: Dirly Larus

 

Menyambut mentari dipagi hari

Menatap tetesan embun yang mengalir dari dedaunan

Melebarkan mata menyambut kecerahan matahari

Menampakkan senyum melihat bintang

Tanpa ragu aku maju

Tanpa malu aku berdiri

Melihat bintang yang masih jauh

Kobarkan semangat dalam diri

Melihat ayah aku kuat

Melihat ibu aku sanggup

Terus berdoa untuk kuberjalan

Menuju bintang yang masih jauh

Api dalam diri berus berkobar

Cahaya bintang serasa dekat

Langkah kaki semakin cepat

Tak disadari menggapai bintang

 

 

 

 


Ayo Kita Bngkit”

Oleh: Laura Raya

Merdeka, merdeka!

Mari kita bersorak soray

Wahai para pemuda Indonesia

Jangan biarkan bangsa kita

Terjatuh lagi dan lagi

Tunjukkan tekadmu!

Tunjukan semangatmu!

Jadikan bangsamu istana bagimu

Pancarkan senyum termanismu

Jangan biarkan orang asing

Mengambil senyummu

Jangan biarkan lagi

Bangsa menjadi budak orang lain

Ayo kita bangkit

Kita semarakan merdeka belajar

Merdeka!

 

 

 

 

 

 


DI JALAN MENUJU MASA DEPAN

Oleh: Ino Jerahi

Di jalan menuju masa depan

Tak dapat kubedakan

Anatara pagi yang mencurahkan senyum kemerahan

Dan senja penghujung kecerahan yang tak kalah indah

Aku tak mampu membedakan

kilau-kilau lampu merkuri di tepi jalan

aku dalam perkara tak berjudul

berperang melawan isi kepala

aku tak dapat membedakan

suara-suara memanggil namaku

dan beku udara menggigil

yang menngepung tulang-tulangku

Aku berada di jalan yang dapat memberiku jawaban

 

 

 

 

 

 

 

 


DIAWALI DENGAN BUKU

Oleh: Erik Dahus

 

Berawal dari kegelapan akal

Berjalan di tengah Lorong kehidupan

Berdiriku menatap dinding kokoh

Melihat deratan rapi aneka judul, dan warna sampul

Kutertarik dan menyadari

Memilih, meresapi bab demi bab

Kutemukan kalimat motivasi

Dari satu tujuan kesuksean

Diawali dengan banyak membaca

Buku jendela dunia

Membuka ruang gelap berdinding kokoh

Memberi terang dalam kubangan sumpek

Menwarkan solusi dari masalah akal dan pikiran tertutrup

Mari kuajak membaca

Membangun negeri bersama dengan mulai membaca

Memerdekakan bangsa dengan mengasah kemampuan membaca

Agar menjadi generasi bangsa berwawasan luas.

 

 

 

 

 


Semakin Satu Tujuan

Oleh: Ain Epifani

 

Ketika mentari mulai redup

Di situlah kegelapan akan muncul

Cahaya semua redup meremang

Semua berubah gelap dan pekat

 

Begitulah kita …

Ketika tidak memeahami segalanya

Hidup seperti tak berarti

Karna tak dapat memaknai berbagai hal

Sekarang mari mmembaca lebih giat

Belajar lebih tekun

Bangunkan semangat

Semarakkan merdeka merdeka belaajar

Demi Indonesia tujuan kita

 

 

 

 


BUKAN SEMBARANG KERTAS

Oleh: Bela Liman

 

Bagai daun tertiup angin

Terkadang lepas dari rantingnya

Terkadang kokoh tak jatuh

Bukan sekadar kuat untuk bertahan

Tapi usahanya mengikat diri

Kegagalan bukan awal kehidupan

Kau tak akan tiada karenanya

Mungkin telingamu telah tuli

Cibiran yang kau hiraukan

Merontai semangatmu

Meski kini kau hanya kertas yang diinjak

Hargamu tak bernilai

Tapi waktumu takkan lenyap

Kerigatku takkan kering

Kegigihanmu memukai

Bening sudut matamu menjadi saksi

Sujud dan sembah adalah denamu menata masa depan

Kau telah menjadi bukti

Meski hanya sebuah kertas

Coretanmu berhasil

Duduk di antara orang-orang berdasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 


JANGAN MENYERAH

Oleh: Kheren Anashawa

 

Aku akan terus melangkah

Berjuang menggapai harapan

Tak peduli anggapan maupun cercaan

Terus bergerak tanpa keraguan

Terpeleset jatuh, tergores luka

Bangkit untuk melangkah

Melaju tak menyerah

Hidup sulit kala tak mencoba

Hidup susah untuk yang lemah dan putus asa

Lakukan pergerakan tetapkan tujuan

perbanyak belajar untuk perkuas wawasan

karena kita anak bangsa

Generasi cerdas berkarakter Pancasila

 

 

 

 

 

 

 

 

v

 

 

 


MERAIH CITA

Oleh: Putri Adriana”

Dari terbitnya Fajar di ufuk timur

Selamat enam hari dalam sepekan

Dari hari senin sampai hari sabtu

Aku bersekolah

Barapku begitu besar olehnya aku belajar

Meraih cita adalah proses yang aku nikmati

Citaku menjadi berguna untu bangsa dan negara

Untuk masa depan dan orang tua

Yang menjadikanku duta menimba ilmu

Aku bersujud pada-Nya

Mohon menghendaki segala harapanku

Mohon penyertaan-Nya dalam belajar dan berproses

Agar cita-cita menjadi nyata.

 

 

 

 

 

 

 

 

v

 

 

 


SEMANGAT BELAJAR

Oleh: Cici Aslin

Wahai murid sejati

Rajinlah menimba ilmu

Pandailah menanam harapan

Buang rasa malasmu

Jauhi perasaan Ingin menyerah

Jadilah murid yang rajin

Karena murid sejati banyak imunya

Miliki jiwa nasioanlis yang tinggi

Dengan belajar yang giat demi pendidikan yang maju

Milikilah niat dan semangat belajar

Agar punya bekal menyambut masa depan.

 

 

 

 

 

 

 


SATU HARAPAN

Oleh: Wulan Jergo

 

Air mata terus menetes

Bgai hujan badai

Rasa sakit terasa terbiasa

Menyertai diri yang terus bertahan

Di tengah gempuran ombak

Untuk satu harapan

Bagai berlian yang bersinar

Yang membuat semua terpukau

Menawan, indah dan bercahaya

Namun tak tahu bagaimana dia bertahan

Dari kencangnya tipuan angina dari berbagai arah

Begitu kokoh ia berdiri

Berjalan maraih cita

Berharap segalanya menjadi nyata

 

 

 

 

 

 

 

v

 

 

 


BERSORAKLAH DEMI KAMU

“Yogi Manuel”

Dengan sorak kamu berkata

Bebaskan kebodohan kami

Selamatkanlah ketidaktahuan kami

Beri kami pengetahuan

Beri kami pelajaran

Beri apa yang kami butuhkan

Tapi….

Apa yang terjadi?

Sorakan itu hanya omongan belaka

Sorakan itu hanyalah tameng

Bagi mereka keserakahan yang di lontarkan

dan keegoisan yang dilontarkan

 

 

 


Sukses

0leh:Juliano Jujur

 

Hari ini aku bernapas

Saat aku masih ada waktu

Sekarang aku bertindak

Membangun kesuksesan yang kuinginkan

Tidak ada kata besok atau pun nanti

Karena mati tidak selalu pasti

Gagal adalah awal kesuksesan

Kata- kata yang kudapat dari seorang ibu

Ini bukan janji ataupun mimpi

Pasti sukses akan terjadi

Aku berdoa, berusaha,dan percaya

Selama Masih hidup kemungkinan pastilah bisa

Sang pemenang tidak melakukan sesuatu yang beda

Pemenang hanya melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda

Kepastian menerima beban yang dihindar orang- orang biasa

Adalah syarat mutlah yag harus disadari oleh seorang pemenang

 

 

 


Anak Bangsa

Oleh: Vito Iron

Litani kisah sejarah tauh bersatu

Terpaku bisa peradapan bangsa

Mendengar antraksi dan transaksi

Dalam pentas panggung republic

Tak ada peristiwa saksi adil

Tak ada acara menandas kisah nyata

Karena kepalsuan untai terurai

Di kaki bukit, demokrasi sejati

Yang bercicip anak bangsa

Anak bangsa dalam budaya

Pada pentas politik tuding-menunding

Dengan terror bom mencoka…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Ayam dan Kucing lebih Mahal

Oleh: Pansedus Nakas

Pada suatu hari, seorang guru agama di suatu sekolah elite sedang mengajar tentang moralitas.Ia mengatakan bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia. Manusia mempunyai nilai yang lebih tinggi  dari pada ciptaan Allah lainnya. “ Wah, pak guru salah”! celetuk Cheng Lie, anak seorang pebisnis ternama. Manusia justru lebih murah di banding dengan mahkluk- mahkluk lainnya. Apa buktinya? Sahut pak guru dengan  sabar.

Buktinya adalah, misalkan suatu hari manusia dan ayam sama-sama menjadi korban tabrakan. Ayam bisa di jual lima puluh ribu rupiah, tetapi manusia….. siapa yang mau menawar lima ratus rupiah saja! “ saya juga pernah lihat “, tambah Bing Koming, ada mobil mengerem mendadak karena ada kucing hitam lewat, dan untungnya kucing itu selamat. Tetapi mana ada sopir yang mau mengerem mendadak karena ada manusia menyebrang. Tetapi mobil itu melaju dan menabrak orang itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bermimpi

Oleh: Opik Dinyoay

Aku manusia yang baru merangkak berjalan

Ingin memimpin bangsa yang akan datang

Untuk itu, aku berjuang mencari ilmu

Setumpuk  gunung dan menggalikan iman

Aku manusia muda, umur setahun jagung

Menuntun ilmu, mentaati larangan agama

Agar aku dapat merebut tongkat estafet

Kepemimpinan republic ini.

Aku manusia menggapai keadilan

Karena aku berjuang berusaha

Dengan belajar dalam takwa

Untuk menjadi pemimpin terang kegelapan.

 

 

 

 

 

 

 

 


“ Tokoh Pendidikan”

Oleh: Devi Gonstal

 

Dialah Ki Hajar Dewantara yang membangkitkan

Semangat generasi penerus

Kerja kersa yang tanpa pamrih yang begitu gigih

Melawan penjajah demi mendirikan pendidikan

Sungguh, perjuangannya tak dapat di pungkiri

Dia yang menjadi sosok inspirasi pembangkit gairah belajar

Dia dirikan  pendidikan demi terbentuknya generasi

Penerus bangsa

Agar kian menjadi pemimpin yang kuat

Di masa yang akan datang

Hari ini kami sebagai generasi muda

Menghunjukkan rasa terima kasih kami kepada

Engkau wahai sang mentari

Yang menerangi segenap bangsa dan datang

Membangkitkan gairah yang hampir putus asa

 

 

 

 

 

 

 

 

 


“ Pahlawan pendidikan yang

Tangguh dan kuat”

Oleh: Ario Abu

 

Engkau sangat Tangguh dan kuat

Membela keadilan diantara ketidakadilan

Tanganmu keras seperti batu

Menahan batu yang selalu ingin menimpa bangsamu

Engkau tak rela bangsamu diinjak dan direndahkan

Tapi engkau terus berusaha bangkit

Dan terbit kembali seperti sang fajar yang selalu

Terbit disetiap pagi dan memanjarkan keadilan.

Kini bangsamu sudah pulih dan maju karenamu

Dan engkau membuat generasi penerus bangsa

Menjadi kagum melihat perjuangan dan

Ketangguhanmu itu.Oleh karena itu kita

Sebagai penerus bangsa untuk selalu bangkit

Dan bangun kembali dari tidur yang lama ini

Yang selalu membuat kita lupa akan

 

 

 

 

 

 

 


Kewajiban kita sebagai siswa/i penerus

Bangsa.Maka dari itu jadilah

Seperti K .H Dewantara yang selalu

Memperjuangkan pendidikan dan mebuat

Bangsa kita semakin maju.Jadi marilah

Kita bangkit”bergerak bersama semarakan

Merdeka belajar”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


“Junjungkan prestasi

Yang tinggi”

Oleh:Inggrid     Brightiy

 

Waktu kunanti menjelang

Malam lagi datang

Solidaritas pelajar sebagai

Bangsa Indonesia

Junjungkan semarak merdeka belajar

Bersama semua kita bergerak

Melangkah maju tanpa sadar

Kebangkitan mengalir dalam sebuah

Rindu tanpa takut tersingkir

Salam kuucapkan dari jauh mata

Memangdang ku simpan rasa

Yang dalam sebelum terbitnya

Kebangkitan kurindu semua

Perjuanganmu

Oh khihajar pewandara pahlawanku.

 

 

 


Langit Berwajah Pekat

Oleh: Keysa Noveranda

 

Aku terbangun

Takala langit berwajah pekat

Lalu membaca timbunan kesedihan

Juga sinisme yang berbaris

Pada jam dinding

Padahal rasa sedang mengais-ngais angin

Di tanah ini dingin menjalar

Pecah dari lapis hamparan sawah

Sehabis tarik sentuh ujung padi

Tapi percik cahaya menembus rumput

Persis kunang-kunang menari sambut

Lalu kabut menghimpit

Sayup mata jatuh di redup lampu

Mari kita berjuang bersama

Meraih merdeka belajar

 

 

 

 

 


“ Tutup Ilmu”

Oleh: Intan

 

Aku adalah sungai

Yang selalu saja

Mengalir, mencapai titik puncak

Di mana di situ

Aku mulai  bertempur

Aku harus bisa

Demi cita-cita

Dan ilmu…..

Satu demi satu

Peluruh meyerangku

Aku tak bisa bergerak

Hilanglah sudah ilmuku

Hilanglah sudah harapanku

Bangun, bangkit, semua sia-sia

Akhirnya kututup

Dengan luka…

 

 

 

Semangatku Bangkitkan  Indonesia Merdeka

Oleh: Rista Olivia

 

Kukibarkan sang bendera

Kupandangi bukit yang hijau,

Dan laut yang biru

Betapa elok nan indah di puji

Cermin menggambarkan senyuman,

Bangga terhadap tanah air tercinta

Orang-orang berjasa tak patah semangat

Memebersihkan iblis jahat

Tujuan bergerak demi kemerdekaan

Menembusi awan-awan hitam

Menambahkan gula untuk kopi pahit perjuangan

Menulis kata terindah untuk takdir

“ Bersatu Indonesia Merdeka”!

Ingin memenangkan pertandingan

Untuk sejarah…

Indonesia bertumpah darah

Hidup bertaut semua…

 

 

Hampir Pagi

Oleh: Lani Sistro

Malam itu tipis

Setebal garis angin

Kisahkan harus penuh sorai

Embun semalam belum menguap

Sebab langit sembunyi kemilau

Jemari-jemari mungil meraih

Cerita tentang hidup yang mengapung

Senja yang tipis sehabis secangkul

Mesti menguras tenaga

Tpi tak lepas harapan

Selalu ada sisa semangat

Mari kita bersatu meraih dan

Memperjuangkan merdeka belajar.

 

 

 

 

 

 

 

“ Pahlawan pendidikanku”

Oleh:Vania sony

Wahai pahlawan pendidikanku

Engkau yang mendirikan pendidikan

Nasional di bangsa Indonesia

Engkau menarik dan membuka mata

Putra da putri Indonesia untuk belajar

Dan mendapatkan pendidikan

Jasa dan perjuangan selama hidupmu

Demi mendirikan pendidikan nasional

Di bangsa Indonesia tetap kami kenangkan

Terima kasih atas jasamu

Yang telah mendirikan pendidikan nasional

Di bangsa Indonesia

Demi memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia

Pada tanggal 2 mei engkau lahir di dunia ini

Dan mendirikan pendidikan bagi bangsa Indonesia

Pada tanggal 2 mei engkau selalu kami kenangkan

Engkaulah pahlawan pendidikanku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


“Suatu harapan”

Oleh:Fritz Ecclesio

 

Ada suatu harapan yang amat berarti bagiku

Harapan itu sudah lama ku impikan

Harapan itu adalah,aku yang bisa menjadi

Yang baik dan berbakti bagi seseorang

Terutama ,seseorang yang aku cinta

Yang aku sayang

Tanpa mereka, aku tak mengerti warna hidupku…..!

Tetaplah bersamaku..karena hanya pada kalianlah

Harapanku!

 

 

 

 

 

As high as passible

Oleh: Elo Nodas

 

You are the decider of your life

No one can compare you the others

Because everyone has their own worthy

We my have the same goal

But we’ re in a different path

You crased the left path

And I am on the right one

But always remember

We can be the best version of our selve

Just like the moon and the sun

Trying better, till the best  comes

As high as possible

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Cita-cita Yang Tercapai

Oleh: Sutere Alfiano

Jikalau engkau gagal

Berusahalah sekeras mungkin

Karena ada yang mengatakan

“ Belajarlah dari kesatuan”

Cita-cita dan masa depanmu

Takan berada din tangan orang lain

Melainkan di tanganmu sendiri

Jangan pernah membuat orang tuamu kecewa

atas perbuatanmu

Jika kau mau menang dari yang lain

Berdoa dan berusahalah sekeras mungkin.

 

 

 

 

 

 

 

 


“Perjuangan”

Oleh: Andre Gadu

Berjuang!!

Berjuanglah untuk orang tuamu

Selagi orsng tuamu masih ada

Banggakan mereka dengan cara berjuang!!

Dan jangan terlalu berharap pada orang tua

Karena orang tuamu tidak selalu bersama

Orang tua adalah motivasimu

Jangan kecewakan mereka

Banggakan mereka

Dengan cara berdoa dan bekerja keras

Pada tujuanmu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Merdeka Belajar

Oleh: Abel Archangelica

Berjalan … dan terus berjalan

Tanpa peduli kaki yang tak menggunakan alas

Walaupun terluka, tak kunjung menyerah

Walaupun darah segar mengalir, tak kunjung mengeluh

Masa depan sudah ada di depan mata

Aku akan terus berjuang, walaupun badai menghampiri

Ya, aku sudah sampai!

Aku merdeka. Pada tahun ini, aku berhasil

Aku menemukan hidup baru yang membuatku bahagia

Ini adalah hasil perjuangku

Merdeka belajar, semangat, berprestasi.

 

 

 

 

 

 

 

 


Harapan Bangsa

Oleh: Harden

Anak bangsa berjalan bersama

Menjejaki peristiwa, membentang kisah

Dengan ujung peluru senjata hantal

Yang di perjuangkan bangsa awal

Genggam derita halam awal

Darah menetes melahirkan bangsa

Nyawa anak-anak bangsa terkadang mahal

Untuk membentuk negeriku

Anak bangsa duduk bersantai

Menikmati negri merdeka

Dengan seribu satu ketawa

Karena hidup berdampingan hati

Marilah kita teguhkan

Pahlawan yang telah gugur

Harum semangatmu masih bergairah di hati

Kami anakmu.

 

 

 

 


Anak Bangsa Indonesia

Oleh: Mayus Honi

Ketika keadilan berjalan merangkok

Pada lantai ibu pertiwi

Yang tersimpan darah biadap

Akibat iris teriris nurai hati

Ketika keadilan hendak di lahirkan

Anak bangsa resah kebenaran

Pada apa dan siapa

Sebab dunia terusab uang

Anak bangsa berjalan berlari

Untuk menuntas racun pengacuan

Yang mengahncurkan bangsa beradap

Dalam tiang demokrasi lilin sang ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Belajarlah

Oleh: Olive

Hai… manusia muda

Belajarlah dari sekarang

Sebab dengan belajar dan membaca, pintu surga

Dunia terbuka yang mengakrabkan pengalaman

 

Aku manusia muda generasi penerus bangsa

Yang mempertahankan keadaan bangsa

Yang adil, makmur, dan sejahtera

 

Aku manusia penyambung estafet kepemimpinan

Yang harus belajar dari perintis bumi pertiwi untuk

Menggapai keberhasilan.

Aku manusia muda yang belajar mencari kebenaran

Untuk menyadarakan bangsa dengan menjadikan generasi

Yang berhenti sang kaliks.

 

 

 

 

 

 

 


AIR BUKAN PENGHALANG

Oleh: Alexa Rodriques

Masih dalam hangatnya selimut pagi-pagi buta kudengar sayup-sayup suara gadis seasramaku.

“Air tidak jalan!” kucoba menghiraukan suara itu. “Bagaimana kalau kita izin saja…” usul gadis lain, kucoba menutup mata dengan rapat dan menarik selimut agar masih hangat.

“Iya kita izin saja ke Romo agar pagi ini kita tidak usah ikut misa!” usul gadis lain, kali ini suara itu tak bisa kuhiraukan. “Apa, tidak misa?” batinku berbisik, kusibakkan selimut dan menatap ke arah jam dinding yang sudah menunjukan jam 04.06, “ternyata sudah waktunya bangun” bisik hatiku lagi.

“Ada apa ini?” tanyaku pada Mika, “Air tidak jalan!” sahutnya Mika. Ketika itu otakku belum sepenuhnya paham, tapi suara Afni membuatku paham.

“Oh ayolah!” kita izin saja ke Romo supaya hari ini kita tidak ikut misa, dan pergi keluar komunitas untuk mencari air. Ucap afni dengan nada melemas.

 

“ia benar”! “Ayo pergi teman-teman…,awas ya kalau ada yang ikut setelah kami izin” suara Irly menggantung dengan tajam diudara.

“Aku ikut!” ucapku sambil berdiri dan membalut tubuh dengan selimut kemudian turun dari tempat tidur. Sejenak aku menyesal karena dulunya memilih tempat tidur bagian atas, betapa susahnya turun saat raga masih menginginkan kehangatan selimut, tapi ya sudahlah, lupakan itu.

Tidak butuh waktu lama, 4 -5 munit mungkin. Kami tiba di Yayasan tempat romo tinggal. Segerombolan gadis berjalan dengan tub uh berbalut selimut. Mereka terlihat seperti bayi dibedong tapi bisa berjalan. Batinku tertawa geli melihat itu, walaupun saya sendiri tak beda dari mereka.

Di depan sana Afni dan Irly memimpin jalan dari unit kami. Mereka seperti mempersiapkan diri untuk mengatakan rencana yang telah disepakati bersama kepada Romo Ian atau Romo Eril nantinya.

Diam-diam aku tersenyum melihat teman-temanku punya tekat yang kuat untuk bisa ke sekolah. Siapa juga yang yang ma uke sekolah tanpa mandi dan sikat gigi? Proses pengetukan pintu berlangsung menegangkan karena Romo mereka tidak juga membukakan pintu dengan segera.

Tak kalah ide, pagi itu kami membangunkan mama Mei pemasak di rumah Yayasan. “Tidak heran sih, siapa juga yang mau repot bangun pagi-pagi selain anak binaan dan para Pembina.?” Kata hatiku.

 

 

 

 

 

 

Mama Mei pun bangun mendengar suara ketokan pintu dengan bunyi cukup keras. Tanpa lama-lama, kami langsung bertanya padanya, apakah bisa bertemu dengan Romo Ian. “Romo Ian tidak ada yang ada hanya Romo Eril” jawab mama Mei dengan muka kasurnya dan rambut belum tersisir rapi. Saat ituy kami mengubah rencana dengan meminta kesediaan mama Mei untuk menyampaikan maksud kami kepada Romo Eril, karena hanya dia yang cukup dekat dengan para Romo. Ketika mendapatkan lampu hijau dari informasi yang diberikan oleh mama Mei, ternyata Romo Eril memberikan ijin mencari air di luar komunitas. Ketika itu, Kami dan gadis-gadis lainnya menjadi pelari  dan berteriak-teriak bagai dikejar sesuatu.

“kalian bawa baju?” tanya gadis lain…

“iah aku bawa nanti minta tolong untuk ganti di rumah warga, barang sebentar. Kemudian kami mempersiapkan segalanyab, handuk tas, pakayan, tas, pakayan, keranjang sabun, semuap siap. “

“Ayo pergi!”, teriakku bersemangat.

Angina masuk menembus lapisan kulit, masuk hingga pori-pori dengan rasa dingin yang menyekat. Aku membalut bahuku dengan handuk, hingga taspun ikut tertutup. Aku merasa paling banyak bawa barang, karena tangan kiriku memegang keranjang sabun, sedangkan tangan kanan berada di dada, menggenggam tali tas yang gendong di belakang.

Kami berjalan melewati gerbang kokoh dalam keheningan. Dan untuk menjaga ketenangan para warga tidak bangun karena merasa terganggu dengan suara kami. Kami kemudian berpencar, mengikuti Riska dan Afni serta kelima teman lainnya kea rah atas jalan, sedangkan yang lainke arah bawah menyisakan beberapa teman yang memilih untuk numpang mandi di rumah tepat depan gerbang.

 

 

 

 

 


Diam-diam aku memandang wajah teman-temanku yang kelihatan serius memilah rumah mana yang harus di ketuk mengingat ini masih pagi dan pagi-pagi buta mereka berbicara dengan berbisik bisik membagi informasi mengenai para penghuni rumah. Aku sebenarnya tersenyum meliht mereka tapi ketika menngingat perjuangan orang tua membayar uang sekolah mau tak mau ini harus dilakukan.

“tidak ada air? Itu tidak adsa artinya jika aku harus kehabisan tinta balpoin saat pelajaran. Suara Mika pun membuyarkan lamunku. “kudengar ini rumah nenk Afa, kita ketuk sini saja”. “Baiklah, ayo!” sahutku dengan mengajak.

Kuharap semangat kita harus membara untuk melakukan apapun agar sekolah terus berjalan lancar. Kuketuk pintu dengan Angela. Tak lama pintu terbuksa dengan seorang wanita paruh baya menyamput kami dengan senyum hangat walaupun wajahnya tak dapat sembunyikan ekspresi ngantuk.

Itullah kisahku,.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


SULAP KERTAS KOSONG MENJADI RANGKAIAN HURUF BERMAKNA

Oleh: Fila Amanda

 

Lembaran kertas kubuku

Ribuan kata kutulis

Mata melirik ke sana kemari

Kuperhatikan apa yang sedang dia lakukan

Kertas putih, kosong

Tak ada setitik tinta nodai bersih putihnya

Pertanyaan muncul bertubi-tubi

Aku mempersiapkan diri

Menjadi ibu pertiwi

Derap langkah yang seirama

Menuntun kita kepada tujuan yang sama

Mencari sesuatu untuk memenuhio kekosongan

Untuk membawa kabar gembira

Kukatup tangan di depan dada

Kupejamkan mata menghaturkan doa

Berharap kepada Dia yang Berkuasa

Dia yang menentukan takdir kita

Kupersiapkan semuanya

Kugesek pena di atas kertas putih

Kurangkai tulisan penuh dalam kertas

Kini kuucapkan selamat hari pendidikan

 

 

 

 


PAHLAWAN TANPA LENCANA

Oleh: Anasta freska Lahur

 

Pagi yang indah deruan angina menerpa wajah

Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan

Renungan hanya untuk sebuah kejayaan

Berpikir hanya sebuah untuk sebuah keberhasilan

Tiada lafal seindah tutur katamu

Tiada penawar seindah senyumanmu

Tiada hari tanpa sebuah bukti

Menabur benih kasih tanpa rasa bersalah

Hari demi hari begitu cepat berlalu

Tiada rasa jenuh terpancar di wajahmu

Semangatmu terus berkobar

Memberi kasih tanpa jemu

Jika engkau akan pergi

Kutahu langkahmu penuh pasti

Kala dirimu telah tiada

Kanku kenang kau pahlawan tanpa lencana

 

 

 

 

 

 

 


PERJUANGAN

Oleh: Sella Sijuanti

Kuterus berjalan menyusuri waktu

Tanpa sadar waktu bawaku ke titik ini

Saat di mana aku ingin menembusi bayang-bayang

Yang remang-reman jauh di depan mata hidup diimajinasi

Aku menyusuri jalanku

Dengan rambu yang suram arahnya ke mana

Semakin jauh merantai langkah

Semakin semangat menghapus Lelah

Masa depan di depan mata

Namun berjalan ke depanpun tak kunjung kugenggam

Aku mendengar bisikan

Citaku terwujud bagaimana aku hari ini

Masa depan adalah waktu

Menjawab bagaimana prosesku melangkah

 

 

 


MELANGKAH BERSAMA MERDEKA BELAJAR

Oleh: Gisella Quintavalle

 

Kementrian pendidikan Republik Indonesia telah menetapkan kurikulum baru, yakni kurikulum merdeka setelah sebelumnya setiap sekolah menerapkan kurikulum 2013 atau yang biasa disebut K13. Kurikulum Merdeka baru dimulai pada tahun 2022 dan setiap sekolah diberi pilihan untuk memilih 3 tipe kurikulum yang akan diterapkan yaikni mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi. Ketiga hal ini menjadi otonomi sekolah untuk memilih salah satu yang harus diimplementasikan, contohnya SMP Santu Klaus Kuwu mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan memilih model yang mandiri berubah.

Hal tersebut di atas menunjukan bahwa ada perubahan yang terjadi terkait sistem pembelajaran yang emban oleh Lembaga pendidikan maupun seluruh peserta didik ataupun pelajar di Indonesia serta turut menyadari akan perubahan tersebut. Seluruh peserta didik diberikan kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dalam berbagai aspek. Hal itu pernah dikemukanan oleh tokoh pendidikan nasioanl yakni Ki Hadjar Dewantara yang berpendapat bahwa “Belajat Merdeka itu berarti merdeka atas diri sendiri”.

Namun sungguh mengkhawatirkan, merdeka belajar dapat mengarah pada kebebasan dalam sistem pendidikan. Utamanya kebebasan dalam berpikir dan bertindak. Banyak konsep-konsep kehidupan yang terikat dengan kebenaran sang pencipta kehidupan. Jika pemikiran dibiarkan bebas maka manusia akan banyak menyimpang dalam perilaku, tindakan tidak terkontrol oleh pemikiran yang katanya rasional tanpa melihat konsekuensi.

 

 


Dengan kurikulum merdeka, diharapkan banyak melahirkan dampak-dampak  positif yang dapat membantu pembentukan siswa yang berkarakter dan memliki jiwa kompetisi dengan dirinya sendiri untuk selalu mengasah kemampuan dalam berbagai aspek seperti, sikap, keterampilan dan pengetahuan. Hal ini harus diwujudnyatakan oleh setiap siswa agar memiliki karakter yang kuat, meningkatkan kreatifitas dan melatih berpikir positif.

Sebagai contoh, peserta didik SMP Santu Klaus Kuwu diberi kebebasan memilih bahan praktikum yang dapat mengembangkan kreatifikas siswa. Untuk melancarkan kegiatan praktikum, dibutuhkan kerja sama antara siswa baik individu mapun dalam kelompoknya untuk berkolaborasi dalam melaksanakan kegiatan dari awal hingga akhir dalam pengawasan bapa/ibu guru. Kegiatan tersebut menghasilkan aneka karya, serta dibuat dalam bentuk laporan kegitan, membuat teks sebagai hasil pengamatan bagaimana proses kegiatan berlangsung dan dipresentasikan di depan teman-teman lain.

Mari teman-teman, adik-adik sekalian terus belajar memerdekan diri melalui kurikulum merdeka. Mari semangat meningkatkan kreatifitas dan mengembangkan potensi dalam diri, majukan pendidikan Indionesia sesuai dengan harapan bapak pendidikan Ki Hadjar Dewantara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


PERSOALAN SOSIAL GENERASI Z

Oleh: Tia Jenadut

Sejumlah persoalan sosial kian terjadi dalam kehidupan kaum muda saat ini. Nilai-nilai Pancasila yang merupakan dasar falsafah dan arah ideologi semakin melemah dan bahkan kehilangan posisinya dari kehidupan kaum muda.

Hal ini tampak secara gamblang dalam masalah-masalah-masalah krusial semisal bully, geng motor, kekerasan, tawuran, serta sederet persoalan lain yang semakin mewabah dalam kehidupan kaum muda. Nilai-nilai praktis sila-sila Pancasila yang secara geologis merupakan kebudayaan nasional yang sudah ada bahkan sebelum Pancasila dicetuskan sudah bergeser posisinya.

Keberadaan persoalan-persoalan dalam kehidupan kaum muda justru membuat predikat Agen of Chance yang disematkan kepadanya menjadi slogan tak bermakna. Masalah seputar ideologipun kini telah mengubah konsep berpikir kaum muda.

Pengaruh globalisasi dalam berbagai sendi kehidupan ternyata telah diakui oleh perkembangan paham liberalism yang mengerucut pada budaya. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang terjabarkan daLam konsep ideologi Pancasila telah mengalami kemunduran, kemerosotan, luntur, atau bahkan raib dari konsep berpikir dan tindak tutur kaum muda.

 

 

 

 

 


Rendahnya pemahaman dan penghayatan terhadap konsep dasar Pancasila membuat kaum muda begitu mudah dipengaruhi oleh berbagai budaya asing atau budaya negative lainnya. Hal ini berdampak pada ketimpangan orientasi pendidikan di Indonesia yang disebabkan oleh rendahnya pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Selama ini sistem pendidikan di sekolah hanya memberikan aksentuasi pada upaya pemberian ilmu pengetahuan kepada siswa dengan harapan mereka memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni. Sementara di satu sisi, model pendidikan seperti ini belum menjamin terbentuknya karakter, watak ataupun etika yang baik.

Maka dari itu diperlukan semangat dan komitmen dari semua pihak untuk terlibat aktif membangun proses pemahaman, pengamalan, dan penghayatan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kaum muda sebagai “Agen of Change”. Hal yang paling mendesak untuk dilaksanakan saat ini adalah konsolidasi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Artinya nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah, ideologi, dan dasar negara harus menjadi barometer pembangunan model pendidikan karakter di tana air “Indonesia”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


MEWUJUDKAN SISWA MERDEKA DI ERA MERDEKA BELAJAR

Oleh: Varly Adventino

“Siswa Merdeka” adalah ungkapan lumrah yang merupakan sebuah inspirasi terwujudnya bibit-bibit siswa unggul dan terpelajar dalam kehidupan bangsa dan negara.

“Merdeka Belajar” ungkapan demikian juga menggambarkan era dengan mode pembelajaran yang lebih maju. Selain itu, klausa ini juga menggambarkan perjuangan untuk mewujudkan siswa yang bermutu dan merdeka agar dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Terwujudnya cita-cita yang tersembunyi di balik dua klausa tersebut di atas, tak lain subyek yang berperan adalah kita sebagai generasi muda yang menjadi agen perubahan bangsa dan negara di masa mendatang. Kita sebagai generasi muda yang akan siap berjuang untuk menempuh masa depan yang cerah, hendaknya berperan aktif dalam penerapan atau implementasi kurikulum merdeka yang menjadi program kementrian pendidikan.

Untuk menyambut perubahan kita daalam belajar adalah hal pertama yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita mengasah kemampuan kita terkait sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hal ini tidak terlepas dari dorongan semangat belajar dan motivasi dari dalam sendiri untuk menjadi siswa berkarakter Pancasila dan berwawasan global.

 

 

 

 

 

 

 

 


Tujuan dari hal yang disarankan tersebut adalah kita menjadi lebih produktif diusia yang terhitung belia dan hal ini dapat membuktikan bahwa Indonesia akan layak berada di tangan generasi muda dihari mendatang. Kita akan berkarya dalam berbagai hal positif sesuai konsep pendidikan yang merdeka, artinya memiliki kesempatan yang sama untuk konsentrasi pada kompetensi yang ada dalam diri masing-masing. Hal ini juga menunjukan perombakan atau perubahan sistem kurikulum dalam dunia pendidikan memberikan kesempatan kepada perserta didik untuk berinovasi, kreatif, dan mandiri.

Maka dari itu mari kita sambut perubahan ini menuju peserta didik merdeka dengan berproses. Mari menyambut perubahan agar terwujudnya cita-cita bangsa akan generasi muda sebagai penerusnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


PROSES ADALAH PROGRES

Oleh: Inka Harap

Aku menatap…

Larik-larik tulisan depan mata

Rangkaian kata demi kata bermakna

Mengubah hidup dihari mendatang

Tak kuasa, aku tak punya daya…

Jika aku berhenti, maka aku diam di tempat

Jika tak ku buka halamannya

Aku menjadi katak dalam kurungan tempurung

Hari ini…

Kukenang jasa bapak pendidikan

Yang melambungkan kata penuh inspirasi

Melalui rangkaian tulisan kata-katanya

Mengajak darah negeri untuk berprestasi

Kepada anak bangsa

        Raih prestasi hilangkan sensasi

        Wujudkan mimpi dengan pendidikan

        Abaikan kebisingan fokus masa depan

 


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *